Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 325 - Lebih Baik


__ADS_3

Pertarungan di malam hari itu membuat Okaho khawatir dan kesal, khawatir karena adiknya mengalami demam yang parah dan saat ini sedang mengalami proses pemulihan di lantai dua dimana ia menyuruh para pelayan untuk menyewa beberapa suster dan dokter untuk menyembuhkan demam Kou, ia juga merasa kesal bahwa Haruka diculik oleh Kuharu sehingga ia kehilangan satu anggota keluarga yang sangat ia sayangi, dia menyalahkan dirinya beberapa kali bahwa ia gagal dalam menggantikan posisi Korrina.


Minami mencoba untuk menenangkan dirinya dan memberi dirinya beberapa motivasi agar ia bisa bangkit dan beradaptasi untuk mengalahkan Kuhari ketika mereka kembali bertemu, soal perjalanan menuju Realm of Time itu tidak akan ditunda sebelum mereka sepenuhnya siap untuk bertemu kembali dengan Kuharu dan melawan dirinya di wilayah kekuasaannya sendiri, Okaho menempati keningnya dengan kaca di hadapannya dimana ia melihat semua dokter itu mencoba segala cara untuk menyembuhkan Kou.


Minami menepuk punggung Okaho beberapa kali, "Semua ini bukan salahmu kok, nya... kita sudah berusaha sebisa mungkin dalam mengalahkan waktu itu sendiri, dia adalah musuh yang sangat kuat dan bahkan Papa dan Mama-mu pasti tidak akan bisa mengalahkan Kuharu dengan mudah tetapi masalah ini seharusnya kita urus sendiri tanpa meminta bantuan orang tua kita, mereka harus bisa merasakan kedamaian dalam waktu yang lama karena sudah berusaha keras melawan Zangetsu, nya."


Perkataan Minami setidaknya dapat membuat Okaho tenang, ia juga akan memikirkan sebuah rencana untuk mengalahkan Kuharu nanti dan tentunya ia membutuhkan kekuatan dari teman-temannya yang lain. Ia akan memanggil mereka ketika suasana sudah kembali seperti biasanya, tidak menghabiskan waktu yang lama sebelum semua dokter itu keluar dari dalam ruangan dan memberitahu Okaho bahwa ia mengalami demam yang lumayan berat tetapi demam itu menurun ketika ia bisa beristirahat.


Okaho berterima kasih kepada mereka semua dan ia juga menerima beberapa obat dari dokter itu juga pesan bahwa fisik Kou yang lemah itu bisa saja membuat dirinya terbunuh jika terus memaksakan diri seperti tadi, dokter itu bertanya tentang kemampuan yang dimiliki oleh Kou tetapi Okaho sendiri tidak mengetahuinya sehingga dokter itu menyarankan Okaho untuk membeli obat mutlak dan sakral dari seorang dokter yang sangat hebat, ia akan menghubungi dokter itu nanti dan urusannya bersama Okaho selesai, mereka pergi meninggalkan rumahnya.


Kou di bawa menuju kamar tidurnya kembali agar ia bisa beristirahat lebih tenang di sana karena ruangan pemeriksaan itu terlihat seperti ruangan bedah dan itu jelas mengerikan untuk seorang anak kecil seperti Kou. Okaho dan Minami menemani dirinya di dalam kamarnya itu selagi memikirkan sebuah rencana untuk mengalahkan Kuharu, intinya sihir waktu yang dimiliki benar-benar kuat dan tidak bisa diremehkan begitu sehingga Okaho menyarankan Minami untuk terus berlatih karena sihir cahayanya itu memiliki potensi tinggi.


Okaho meraba kening Kou dan suhu tubuhnya kembali turun, ia merasa sangat penasaran dengan kekuatan yang ia miliki sehingga ia mengingat kembali pertarungan yang terjadi dimana Kuharu bertingkah aneh seketika dimana ia memukul dirinya sendiri dan melancarkan sihir waktu yang bertentangan dengan dirinya, ketika di pantai juga Okaho melihat peristiwa sama yang di alami oleh Kuharu sehingga ia menatap Kou tetapi ia masih belum mengetahui soal kemampuannya itu.

__ADS_1


"Walaupun adikku sangat amat lemah... dia... dia adalah penerus keturunan Comi yang sebenarnya, malang sekali adikku yang sangat kecil ini... andai saja dia bisa bertarung... tetapi dirinya sekarang adalah utusan yang terbaik." Kata Okaho sambil mengelus rambutnya, entah kenapa Minami merasa terharu mendengarnya karena ia jarang melihat Okaho seperti ini, "Okaho... j-jarang sekali aku melihat dirimu memiliki hati, hiks-nya..."


"Aku bukanlah makhluk yang tidak berperasaan lah!" Kata Okaho, ia melihat Honoka yang akhirnya kembali dari supermarket untuk membeli beberapa madu yang berkualitas. Madu itu sudah cukup untuk menyembuhkan kembali Kou, ia menghampiri Honoka dan membawa madu itu untuk membuat sebuah hidangan yang lezat.


Honoka dan Minami menunggu di kamar sambil menatap Kou yang masih tertidur, wajah tidurnya terlihat sungguh nyenyak sehingga Minami menguap karena tadi malam ia tidak mendapatkan tidur yang cukup nyenyak karena Kuharu yang tiba-tiba datang untuk menyerang, "Kamu boleh tidur kok, Minami... biarkan aku menjaga Kou saja." Kata Honoka.


"Tidak, sudah pagi... seharusnya aku menggunakan waktuku untuk mempelajari Kuharu dan melatih kembali sihir cahayaku tetapi aku tidak akan keluar dari ruangan ini sampai Kou kembali bangun, nya... sebentar lagi kita akan pergi menuju wilayah waktu itu bersama teman-teman dan aku tidak merasa percaya diri, entah kenapa-nyaa...." Kata Minami sambil menggerakkan ekornya. 


Beberapa menit kemudian, Okaho kembali dengan sebuah mangkuk yang dipenuhi dengan bubur yang berwarna kuning. Minami menatapnya dan itu terlihat seperti muntahan tetapi aroma dari bubur itu wangi, "Kamu membuat bubur dengan bahan madu, nyaa...? Apakah Kou tidak akan memakan apapun kecuali madu?"


"Seperti matahari saja, Kou-nya... kenapa sudah merasa bahagia di pagi hari ini, nya?" Tanya Minami, Okaho mulai membantu Kou untuk memakan bubur itu dan Kou mengeluarkan sebuah alat untuk menulis dan tulisan itu adalah 'Aku hanya merasa lega bahwa kalian semua selamat, sepertinya tadi aku terlalu memaksakan diri... musuh satu ini benar-benar kuat ya.' 


"Benar sekali bahkan sihir realita yang dimiliki oleh Kakakmu tidak berguna loh." Kata Minami.

__ADS_1


"Aku merasa tersinggung mendengarnya, jangan berpikir bahwa sihir realitaku itu dapat melawan balik sihir waktu milik Kuharu yang berada di satu level berbeda dengan Haruka di wujud setengah sempurna-nya, tidak diragukan lagi dia memiliki julukan sebagai seorang dewi agung waktu." Jawab Okaho sambil mengembungkan kedua pipinya, Minami langsung tertawa melihat tingkah lakunya berubah menjadi seperti itu mungkin karena ia menyinggung harga dirinya, "Aku hanya bercanda kok, nyahahaha~"


Setelah Kou menyelesaikan buburnya, Okaho mulai meraih kedua lengannya dan memohon kepada dirinya untuk tidak memaksakan dirinya lagi, Kou menjawabnya dengan senyuman yang terbuka sampai senyuman itu menyentuh hati mereka. Okaho juga menanyakan hal penting lainnya dimana ia meminta Kou untuk memberitahu kemampuan yang selalu ia sembunyikan selama ini.


Kou mengangguk dan tersenyum, ia mulai menulis di alat virtualnya itu dan setelah itu ia memberikannya kepada mereka untuk di baca. Okaho sudah menyiapkan tebakan dan ternyata apa yang ia pikirkan itu akurat karena kemampuan dan inti kekuatan yang dimilik oleh Kou bernama [The Mind], masuk akal juga karena kakaknya memiliki kekuatan [The Time] dan dirinya [The Reality].


Itu artinya Kou benar-benar Putri keturunan Comi yang mewariskan segalanya, Okaho pernah mendapatkan informasi kecil bahwa kekuatan pikiran memang sangatlah kuat bahkan Kou menjelaskannya sendiri bahwa ia memiliki seluruh kekuatan keturunannya yang tidak bisa digunakan jadi kekuatan itu berpindah ke dalam pikiran dan ilmu pengetahuannya sehingga ia dapat bertarung menggunakan pikirannya sendiri, intinya waktu dan realita tidak mempengaruhi dirinya sama sekali.


Okaho juga dikejutkan dengan kemampuan Astral yang ia miliki, serangan musuh tidak akan mempan kepada dirinya melainkan menembus tubuhnya saja, satu-satunya cara untuk mengalahkan Kou hanya dengan memanfaatkan fisik lemahnya, penyakit seperti demam dan lain-lain sepertinya masih mempengaruhi dirinya karena ia bukanlah makhluk sempurna melainkan setengah Mortal, Astral, dan Dewa. Okaho mengerti arti dari keseimbangan dengan melihat Kou saja, ia langsung memberi dirinya pelukan.


Okaho juga mendapatkan informasi lainnya bahwa Kou memiliki kutukan Eternal yang dapat ia kendalikan, sama halnya Honoka mengendalikan Okaho yang tidak memiliki pikiran egois seperti Eternal lain dimana mereka bertindak semaunya. Ras Eternal yang berlindung di dalam Kou hanya akan keluar di situasi darurat dan akan membantu dirinya kapanpun, hanya untuk sementara sebelum demam-nya menghentikan dirinya.


"Kou... nanti jaga kondisimu dengan baik ya, Kakak juga akan melindungimu." Kata Okaho.

__ADS_1


Kou mengangguk lalu ia mencium mereka semua di pipi dan tersenyum selagi memejamkan kedua matanya, "Sekarang, Okaho... apa yang harus kita lakukan, nya...?" Tanya Minami.


"Berkumpul."


__ADS_2