Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 554 - Ibu Alam dan Ratu Touriverse


__ADS_3

2 jam setelah Shira dan yang lainnya pergi, Minami saat ini sedang duduk sendirian di atas patung kucing itu, melihat seluruh penduduk saat ini masih membangun desa untuk membuatnya lebih besar lagi.


Bukan itu saja tetapi 2 jam saja sudah mendapatkan banyak bangunan yang terlihat indah, sepertinya membutuhkan waktu selama dua jam lagi untuk melihat hasil akhir dari desa yang sangat besar.


Minami mencoba memikirkan sebuah nama untuk desa itu, ia sempat berpikir sebentar lalu melihat-lihat sekeliling.


Terlihat sebuah akademi besar tidak jauh dari rumahnya yang baru saja jadi, ia sangat membutuhkan akademi itu hanya untuk mengajar seluruh Neko Legenda tentang sesuatu yang positif.


Intinya Minami akan berusaha sangat keras agar bisa membawa nama besar dan baik untuk bangsa Neko Legenda, semua penderitaan yang mereka rasakan ingin langsung ia hapuskan dengan cepat.


"Aku tidak menyangka akan melihat banyak sekali Neko Legenda yang berkumpul di satu tempat, mereka semua bahkan memiliki warna dan bentuk telinga serta ekor yang berbeda-beda." Minami terkekeh.


"Ibu alam!" Panggil kepala pembangun, Minami langsung mendarat di hadapannya


"Ada apa...?"


"Kita sepertinya kekurangan bahan untuk membangun beberapa bangunan serta jalanan, apakah kita harus menebang pohon dan menambang?" Tanya kepala pembangun itu.


Minami mulai memegang dagunya sendiri, menghancurkan alam yang terdapat di pulau itu bukan ide yang baik bahkan menggunakan kekuatannya untuk menumbuhkan tumbuhan dan tanaman emas akan terlihat aneh.


Ia membutuhkan bahan alami dan asli, mungkin seseorang dapat membantu dirinya dan sudah jelas tiga saudara yang ia pikirkan karena mereka mendirikan sebuah perusahaan yang dapat membantu apapun.


"Beri aku waktu... kalian boleh beristirahat dan mengurus hal yang lain seperti menata dekorasi tanaman." Kata Minami, ia mulai mengapung ke atas langit lalu menghilang dengan kecepatan cahaya.


Ia langsung berada tepat di hadapan gedung Co. Corp dan sepertinya ia bisa melihat banyak sekali pegawai yang mulai mengendarai kendaraan untuk mengirim semua barang-barang yang di butuh kan oleh seseorang.


"Permisi, bisakah aku berbicara dengan ketiga saudara?" Tanya Minami kepada seorang satpam yang sedang menjaga gerbang.


"Dan kamu adalah---"


"Teman ketiga nyonya kita, silakan masuk, Minami." Terlihat Tech dengan tubuh Androidnya datang menghampiri Minami lalu mengajak dirinya masuk ke dalam gedung itu.


"Sepertinya mereka mampu melakukan modifikasi lainnya kepadamu ya? Sekarang kamu sudah sangat mendekati wujud makhluk hidup yang asli, Tech." Minami terkekeh.


"Kemarin Kou bekerja keras dalam melakukan semua pekerjaannya sebagai ratu Touriverse yang mau membantu berbagai macam hal..."


"...dengan bantuan dari kecerdasan dan otaknya itu, ia berhasil menciptakan tubuh yang hampir sempurna, setidaknya aku bisa bergerak dan menjadi pelayan pribadi untuk Kou."


"Hebat juga ya... hanya satu hari, terima kepada Shuan yang sudah menyembuhkan dirinya itu." Minami menghela nafas lega lalu meminta Tech untuk membawa dirinya menuju ketiga saudara itu.


Tech membawa Minami menuju lantai sembilan, setelah itu ia mulai menutup kembali lift itu dan meninggalkan Minami sendirian di ruang kerja karena ia baru saja mendapatkan tugas lain.


"Permisi..." Minami maju ke depan lalu melepaskan kedua sepatunya untuk bertingkah lebih sopan, ia berjalan maju dan melihat sebuah kursi besar dengan meja kecil.


Kursi itu mulai bergerak dan terlihat Kou yang sedang duduk di sana sambil mengerjakan beberapa dokumen, "Minami...?"

__ADS_1


"Ahh... ternyata Kou." Minami mulai mendekati dirinya dan melihat meja kerjanya dipenuhi dengan alat teknologi rumit serta kertas yang bertumpuk-tumpuk.


"Sedang bekerja? Maaf jika aku mengganggu dirimu."


"Tidak apa, aku hanya sedang melakukan sedikit revisi. Kenapa kamu datang ke sini, Minami? Bukannya sedang sibuk di pulau itu?" Kata Kou sambil memutarkan kursinya itu.


"Sejak pagi aku sedang mengerjakan sesuatu yang berkaitan tentang pembangunan tetapi bahan-bahan yang aku kumpulkan sudah habis..."


"...mengambil beberapa bahan dan kebutuhan dari pulau itu juga tidak baik. Terdengar cukup egois tetapi aku menginginkan pulau itu tetap alami." Minami mulai mengambil sebuah kursi lalu mendekatinya dengan Kou.


"Ahh, sedang proses pembangunan ya...? Tunggu sebentar, biarkan aku selesai dulu." Kata Kou, ia mulai menulis kembali keras informasi yang saat ini sedang ia pegang.


"Santai saja..." Minami tersenyum, melihat Kou ternyata terlihat sangat serius dan dewasa ketika sedang bekerja di mejanya ini, kacamata yang ia kenakan bahkan terlihat sangat cocok.


Seperti seorang manajer atau bos yang bertanggung jawab dengan benar, ia juga bahkan menyempatkan waktu untuk membuat sebuah teknologi dan alat selagi mengerjakan semua dokumen itu.


Mungkin pekerjaan Kou jauh lebih sulit di bandingkan dirinya yang hanya mengurus Neko Legenda jadi ia juga mencoba untuk membantu sesuatu.


"Bisa aku bantu?" Tanya Minami.


"Ehh? Tidak---"


"Aku menyesal menanyakan hal itu kepada keturunan Comi, mereka pasti akan menolak, sudahlah sini." Minami mulai mengambil beberapa dokumen lalu membacanya.


"Terima kasih... maaf membuatmu repot, Minami."


"Kak Haruka sedang di restoran Shimatsu, entah sedang apa. Kak Honoka sepertinya pergi berbelanja, entah kemana tetapi mereka semua juga memiliki aktivitas tersendiri..."


"Jadi hanya kamu saja yang mengerjakan semua ini?"


"Iya, aku kan seorang ratu Touriverse yang seharusnya mengerjakan semua ini sendirian bahkan Mama bilang bahwa aku yang akan menjadi penerusnya sedangkan kedua kakakku hanya sekedar penasihat yang membantu..."


Beberapa menit kemudian, mereka baru saja selesai mengerjakan semua dokumen itu. Kou mulai mengambil semua alatnya lalu menyimpannya di dalam laci mejanya.


"Baiklah, semuanya beres. Kamu menginginkan semua bahan kebutuhan soal pembangunan bukan?" Tanya Kou dengan sebuah senyuman.


"Ya, kalau bisa sedikit saja... mungkin di luar sana masih ada yang membutuhkannya."


"Tidak apa, Comi's Corporation memiliki banyak bahan kebutuhan yang tidak akan pernah habis." Kou mulai bergerak menuju ruangan sebelah untuk meminta para karyawan yang mengurus bahan kebutuhan.


Minami terkekeh ketika melihat Kou yang bergerak menggunakan kursi yang memiliki roda itu, dia tetap bertingkah seperti anak kecil walaupun menjadi seorang ratu.


"Maaf ya, Kou. Mungkin hari ini juga kamu ingin bertemu dengan Shucchi." Minami terkekeh pelan.


"Shuan sendiri yang tidak ingin kemana-mana katanya, ia berbohong tentunya..." Kou menghela nafasnya karena ia bisa membaca pikiran Shuan.

__ADS_1


"Shuan ingin menghabiskan waktunya dengan Rokuro satu hari penuh ini, aku bisa membacanya. Entah membahas apa karena aku sendiri memiliki batasan menggunakan The Mind..."


"...jika terlalu berlebihan maka aku akan merasa sakit kepala." Kou mulai mengetik beberapa kata di keyboard virtualnya.


"Maafkan sikap adikku yang sering berbohong, jika dia berbohong seperti itu, tarik saja ekornya."


"Siap~"


"Baiklah, barang dan bahan apa saja yang kamu inginkan?" Kou sudah siap untuk memesan semuanya dan mengirimnya secara langsung ke dalam alat teknologi yang sudah ia berikan kepada Tech.


"Mari kita lihat... Keramik, kayu, batu, semen, batu bata..." Minami mulai meminta semua barang dan bahan yang berkaitan soal pembangunan besar.


"Semuanya bahan dan barang yang bisa di bilang murah dan dapat di temukan dimana saja, kamu yakin? Kenapa tidak meminta berlian, besi, emas, atau bahan bernilai besar lainnya?"


"Aku tidak berniat untuk membuat kota melainkan desa sederhana saja yang dipenuhi fasilitas dan kebutuhan yang setara dengan kota."


Beberapa menit kemudian, Kou mulai menekan tombol entah sehingga semua barang yang Minami minta sudah siap, semuanya sudah dipersiapkan di dalam kendaraan.


"Bisa aku ambil saja sekarang? Tidak perlu di antar karena tempatnya sangat jauh..." Kata Minami.


"Boleh aku ikut?" Tanya Kou dengan sebuah senyuman polosnya, Minami langsung menerimanya, tidak ada rasa penolakan sama sekali ketika melihat hipnotis senyuman tadi.


"Ayo, aku akan memperlihatkan dirimu sesuatu yang cukup hebat, pulau yang dipenuhi Neko Legenda." Minami mengangguk dan melihat Kou berjalan pergi untuk mengambil semua barang itu.


Beberapa menit kemudian, Kou mulai membuka sebuah garasi dan menunjukkan semua barang itu kepada Minami, berjumlah sangat banyak tetapi Minami hanya perlu menunjuk semua itu lalu mengubahnya menjadi satu bibit emas.


"Hebat~" Kou mulai melompat-lompat.


"Ayo, Kou, kita pergi." Minami mulai jongkok, memberi Kou sebuah gendongan agar mereka bisa berpindah dengan cepat menuju pulau itu.


"Tutup matamu." Kata Minami, Kou memejamkan kedua matanya lalu membukanya lagi sehingga ia dikejutkan dengan desa yang sangat besar.


Dipenuhi dengan penduduk Neko Legenda yang sedang berkomunikasi dan berdagang, Minami juga sempat terkejut melihat beberapa dagangan dan toko yang sudah buka.


Minami sudah menduga bahwa bangsa Neko Legenda belajar dan beradaptasi begitu cepat karena bantuan dari insting semua hewan yang di gabungkan ke dalam tubuh Legenda dengan tambahan kucing.


"Banyak sekali ya... ini pertama kalinya aku melihat bangsa Neko Legenda yang berjumlah sangat banyak seperti ini, berkumpul di satu tempat juga." Kou mulai turun dari punggung Minami.


"Ahh, iya, Minami..." Suara Kou terdengar serius sekarang.


"Jangan membawa nama ibuku di hadapan mereka semua..."


"Ehh...? Maksudmu...?"


"Beliau di cap sebagai berandalan bagi mereka..."

__ADS_1


"Hah? Berandalan...?


__ADS_2