
Shinobu memegang sebuah boneka di depannya lalu ia melihat Sakti mengajarkan dirinya berbagai macam hal tentang ilmu sakti dan dukun sampai ia terus memperhatikannya dengan tatapan serius.
Mereka juga sempat melakukan praktik dengan semua manusia aliansi yang masih berperang di negara lain, karena dunia gaib dapat melihat dunia apapun tanpa batas mereka bisa melihat lingkaran besar di depan.
"Jadi dalam dunia ini bisa melihat dunia sejauh apapun tanpa batasan ya... itulah kenapa gaib memang memiliki kehebatan yang melebihi Astral biasa." Kata Shinobu.
"Kalau begitu... kita hanya perlu melepaskan ruh itu ya..." Shinobu menunjuk ke depan lalu ia berhasil menyebabkan seorang tentara mengalami serangan jantung.
Melihatnya saja membuat dirinya terkejut karena ia memang bisa dibilang layak dan terpilih untuk menggunakan ilmu hitam.
Jika dia bisa menyebabkan banyak orang bunuh diri dengan sebuah buku maka ilmu hitam lainnya dapat ia gunakan, ia terus menatap semua tentara itu sampai mereka mengalami serangan jantung.
Di tambah lagi ia mulai memasukkan banyak benda tajam di dalam tentara itu lalu memberikan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, "He-Hebat sekali ya..."
"...aku tidak menyangka kekuatan seperti ini tidak berkaitan dengan sihir melainkan hal mistis dan memiliki hubungan ketat dengan makhluk halus." Shinobu mengepalkan kedua tinjunya.
"Kamu memang tidak membutuhkan latihan apapun ketika berhasil menggunakan ilmu hitam sejak hitam, tetapi ketika kamu datang ke tempat ini..."
"...semua ruh dalam dunia ini hanya ingin melihat kelayakan dirimu, ternyata sudah cukup memuaskan untuk mereka mau menjadi bawahan dirimu dan kamu mau menjadi pemimpin bagi mereka semua." Kata Sakti.
"Koneko menjadi pemimpin...?"
"Ya... karena kamu adalah anak dari ratu Touriverse maka dirimu bisa disebut dengan panggilan ratu lainnya... setiap ruh memiliki nama berbeda, jadi terserah saja kamu ingin dipanggil seperti ratu apa."
Shinobu bangkit dari atas ketiadaan lalu ia menoleh ke belakang, melihat banyak sekali ruh dan jin berbeda-beda yang menunduk kepada dirinya, bisa dibilang dirinya adalah setengah ruh yang sudah membunuh banyak nyawa termasuk Dewa.
Shinobu menatap tinju kanannya lalu ia mengingat perkataan Kou sejak itu bahwa seseorang dapat dipercaya atas karisma dan perjuangan yang mereka lakukan dari nol, mungkin dirinya memang sudah memenuhi kedua itu.
"Kalau begitu... Koneko akan berjuang untuk memimpin kalian semua." Shinobu mengangguk sampai kedua matanya memancarkan cahaya merah lalu menyedot seluruh ruh itu ke dalam tubuhnya lalu kembali keluar dan berkeliaran dalam dunia itu.
"Kalau begitu kita tidak membuatku raja atau pemimpin apapun... hanya kau saja yang sudah mendapatkan kepercayaan kami semua..."
"...tolonglah, jadikan kami semua sebagai pengikutmu yang dapat mengikuti semua perintahmu." Ucap seorang raja ruh yang awalnya memimpin kerajaan pada masa kehidupannya tetapi sekarang bersedia untuk melayani dirinya.
"Tidak apa kok... lagi pula Koneko datang untuk belajar dan berlatih, semua ini terasa begitu menyenangkan." Shinobu tersenyum polos sampai semua makhluk halus itu menunduk kepada dirinya.
"Semua nyawa yang aku jatuhkan... kalian diperbolehkan untuk memakannya." Kata Shinobu sampai ia mulai mengangkat jarinya lalu membelah celah di belakangnya yang menunjukkan pasukan aliansi.
"Kalau begitu... ayo, kita coba melakukan latihan ilmu hitam lainnya untuk membantu para Manusia yang masih waras mengalahkan pihak badut itu."
"Ingat, Sepuh."
__ADS_1
"Ilmu hitam akan mengubah dirimu menjadi seseorang yang benar-benar bergantung pada ilmu mematikan ini."
"Jika kau gagal maka semua proses yang telah kau lakukan akan menjadi sia-sia."
"Alasan kenapa kau tak terpengaruh dengan perubahan takdir yang diberikan oleh semua ruh itu karena kau sudah menjadi salah satu dari kami semua yang memegang ilmu hitam."
"Pada dasarnya... mereka yang bisa menggunakan ilmu hitam berada dalam sistem sebab akibat yang terkesan cukup unik pada umumnya."
"Terutama untuk Dukun seperti diriku dan juga pemimpin para ruh seperti Sepuh."
"Coba Sepuh pikirkan kembali tentang semua makhluk gaib yang menyatu dengan dunia Manusia, biasanya mereka akan melakukan hal aneh yang terkesan cukup mengerikan sekaligus unik."
"Karena ilmu hitam yang dimiliki oleh kita makhluk ruh dan gaib... sering kali kita bisa mengabaikan hukum seperti 'Hukum Fisika' sebagai contohnya."
"Ahh, itulah kenapa Pocong terlihat sangat aneh di pandangan Manusia Indonesia, huh?"
***
Koizumi menahan serangan mematikan yang dilakukan oleh seorang guru karate, semua Manusia yang bisa dibilang menguasai berbagai macam ilmu bela diri berhadap dengan dirinya sekarang.
Tetapi tidak satu pun dari mereka berhasil melukai dirinya cukup parah, mendengar Hinoka dan Konomi melapor soal santet itu membuat dirinya lebih waspada dengan rambut panjangnya itu.
Hinoka yang terluka parah karena Vile Energy dan santet membuat pertahanannya meningkat seketika sampai ia tidak ingin satu helai rambutnya di ambil alih, "Kalian kebanyakan menghalang...!"
Mitler bisa melihat Koizumi sudah berada di dalam ruangan 9-1, di sebentar lagi bisa sampai pusat pengendalian pesawat markas itu, ia masih merasa bimbang saat ini karena bingung ingin melarikan diri atau tidak.
Dirinya masih belum memegang kepercayaan diri yang begitu tinggi, tetapi melarikan diri hanya akan membuat Koizumi mengejar dirinya sampai ia tahu dimana letak markas utama dari pihak aliansi itu.
Koizumi kali ini melihat seseorang yang memegang pisau mulai mendekati dirinya, Manusia itu maju menuju arah Koizumi lalu melancarkan pisau tersebut sampai ia melebarkan kedua matanya ketika melihat singa di belakangnya.
Untungnya Koizumi berhasil melompat ke belakang tetapi pisau itu dilempar oleh Manusia tersebut sampai menusuk pahanya, "Ck..."
Koizumi bisa merasakan energi yang berbeda di dalam bilah tersebut sampai ia perlu berhati-hati ketika mencoba untuk menghadapi dirinya, ia mulai menarik keluar pisau itu lalu melihat energi hijau yang bisa dibilang sebagai [Vile Energy].
Singa itu menyerang Koizumi tetapi ia langsung menyerap Vile Energy menggunakan kemampuan Greed lalu mengubahnya menjadi tenaga besar di tinju kanannya sampai berhasil memukul singa itu sehingga terpental ke belakang.
Koizumi melihat Manusia itu melancarkan satu pukulan ke arah dirinya tetapi ia menahan pergelangan tangan itu mengungkapkan tapak kirinya lalu menyerang balik dengan mengangkat tubuhnya lalu menjatuhkan dirinya.
Koizumi melancarkan satu pukulan, tetapi Manusia itu berhasil menangkap tinju Koizumi lalu menarik dirinya ke belakang sampai ia bisa merasakan fisik Manusia itu bertambah kuat karena obat yang disuntik ke dalam dirinya.
Koizumi menangkap Manusia itu lalu ia mengunci tangan kirinya, dan melepaskan banyak sekali tendangan menggunakan lututnya sampai mengenai dada Manusia itu beberapa kali lalu mendorongnya ke depan.
__ADS_1
Manusia itu kembali menyerang tetapi Koizumi menghantam tinjunya sampai tulang bagian tangan Manusia itu patah lalu wajahnya menerima serangan lain dari Koizumi yaitu sebuah pukulan dengan kandungan Lenergy.
Pukulan tadi langsung mengenai saraf otaknya sampai Manusia tidak bisa bergerak sama sekali, singa yang mencoba untuk menyerang dirinya dari belakang langsung menghilang tanpa jejak.
"Fuhh... Vile Energy... Khodam... Teknologi... semua itu tidak mempan kepadaku berkat bantuan teman-temanku." Kata Koizumi yang bergegas menuju lorong selanjutnya selagi memegang lehernya.
Tato Greed itu kembali bersinar lalu menyesuaikan Vile Energy yang berhasil mengenai dirinya di bagian paha untuk meningkatkan resistensi sampai ia sekarang tidak akan jatuh ke dalam trik yang sama seperti energi itu.
Ketika Koizumi mencoba untuk memasuki lorong selanjutnya, ia melihat seorang Manusia dengan pakaian penuh teknologi langsung menabrak tubuhnya lalu memeluknya erat untuk mengunci seluruh tubuhnya di atas daratan.
"... ...!!!" Koizumi merasa sengatan yang sangat kuat pada tubuhnya, tubuhnya langsung terangkat oleh Manusia yang mulai menghantam wajahnya beberapa kali sampai memberikan efek.
"Jadi ini sengatan yang dimaksud oleh Hinoka...? Kuat sekali... listrik ini kemungkinan besar bukan berasal dari Manusia melainkan Malaikat." Batin Koizumi.
Koizumi mencoba untuk melakukan pertarungan tetapi Manusia itu yang dapat melihat cara bertarung Koizumi dengan bantuan sistem dan teknologi, ia langsung melancarkan serangan ke arah berbeda sampai mendorong dirinya menuju tembok.
"Apa...?" Koizumi mengerutkan dahinya ketika prediksi pertahanannya mengalami kesalahan, ia melancarkan beberapa serangan tetapi Manusia itu menghindarinya secepat listrik.
Pelindung yang pakai di bantu dengan energi listrik Malaikat sampai kecepatannya dapat disesuaikan dengan serangan yang dilakukan oleh Koizumi, semakin kuat dan cepat serangan yang dilakukan maka semakin besar kecepatan dan pertahanan pelindung itu.
"Pakaian teknologi ini berbeda... kuat sekali." Leher Koizumi langsung dicekik oleh Manusia itu, setelah itu ia melemparnya ke belakang sampai disambut oleh tentara yang menembakkan banyak peluru.
Semua peluru itu hancur ketika mengenai tubuhnya, ia mengeluarkan sebuah pistol dari sakunya lalu membidik ke belakang dan melepaskan beberapa peluru tanpa harus melihat ke belakang.
Semua peluru itu mengenai sasaran yang mematikan yaitu bagian jantung sampai semua tentara itu tidak memiliki kesempatan untuk melawan dirinya secara dekat, hanya Manusia dengan zirah teknologi baru itu.
Koizumi melancarkan beberapa serangan ke arah Manusia itu tetapi layar di hadapan matanya memperlihatkan semua pergerakannya yang begitu lambat sampai ia bisa menghindarinya.
Sistem itu juga memberitahu Manusia tersebut kapan harus menahan dan menghindar, melihat zirah teknologi terkuat mereka di gunakan membuat Mitler puas sampai ia mulai meminta salah satu tentara untuk menyiapkannya.
"Rasanya dia bisa mengetahui kemana aku akan menyerang... sialan, jika seperti ini dia hanya akan terus melukai diriku." Batin Koizumi, ia mulai melancarkan serangan lainnya.
Manusia itu berhasil menahannya lalu melihat Koizumi melakukan backflip ke belakang sampai dagunya menerima satu tendangan yang tidak bisa di lihat oleh penglihatan zirah di bagian wajah sampai sistem itu tidak dapat melihat tendangan tadi.
Koizumi menoleh ke belakang lalu ia melihat sebuah kotak medis, ia sengaja mendekati Manusia itu agar ia bisa melakukan beberapa serangan kepada dirinya.
Semua yang dilakukan Manusia itu berhasil mengenai tubuh Koizumi, tetapi ia sengaja melakukannya agar serangan yang dilakukan oleh Manusia itu bisa difokuskan dengan tenaga yang lebih besar lagi.
Ketika Manusia itu melancarkan satu tendangan dengan kandung Mana di dalamnya, Koizumi berhasil menghindar sampai kaki Manusia itu menghancurkan kotak medis lalu menyangkut di dalamnya.
Koizumi mengepalkan tinju kanannya dengan penuh Lenergy lalu ia menghantam wajah Manusia itu sampai zirah bagian kepalanya hancur lalu ia mengakhiri serangan dengan menendangnya sampai ia terpental ke belakang, dan terjatuh.
__ADS_1
"Baiklah..."
"...setidaknya kau memberikan diriku waktu untuk menyesuaikan teknologi Malaikat."