
Perang Ragnarok telah kembali seperti semula, semuanya mencoba untuk berjuang sebisa mungkin agar bisa bertahan sampai titik dimana Zephyra menghentikan peperangan itu karena waktu yang sudah habis.
Pertarungan Shira dan Brimgard tadi tidak sampai satu detik sudah berakhir karena kecepatan mereka yang sudah merusak banyak sekali kalkulasi dan hal lainnya, jika satu detik sudah terlewati maka Shira akan kehilangan anggota tubuh lainnya.
Itulah kenapa mereka semua tidak menyadari pertarungan Brimgard dan Shira berakhir begitu cepat sehingga mereka tidak memiliki kesempatan apapun untuk melihatnya.
Asuka dan Akina saat ini mulai tertekan oleh Orihime yang tidak perlu melakukan serangan apapun kecuali bertahan menggunakan kipas yang ia pegang itu, "Ayo, aku dengar kalian memang menyukai satu sama lain..."
Orihime melihat Akina menarik kedua lengan Asuka lalu ia lempar ke depan agar ia bisa melancarkan beberapa tebasan menggunakan katana itu tetapi ia berhasil menahannya menggunakan kipas itu.
Namun, fokus Orihime terpecah ketika mengetahui Akina berada di hadapannya lalu menghantam wajahnya sampai pukulan itu bisa dibilang cukup efektif karena berhasil membuatnya kesal.
Asuka muncul di belakang Orihime lalu ia melancarkan beberapa tebasan yang mengenai wajah Orihime sehingga ia terdorong menuju arah Akina, Orihime sekarang bisa merasakan tekanan dari strategi baru yang mereka lakukan.
Topeng Kitsune itu masih belum ia gunakan karena kekuatan besar akan ia simpan sampai dirinya memang membutuhkan semua itu untuk menghentikan kedua gadis yang mencoba melawan dirinya lebih lanjut.
Akina muncul di hadapan Orihime lalu ia berhasil menarik perhatiannya untuk menyerang dirinya tetapi ia tidak tahu bahwa Asuka sudah melancarkan tebasan lainnya sampai mengenai punggungnya itu.
Bekas luka yang diterima oleh Orihime menumbuk banyak sekali bunga mawar yang melepaskan gelombang merah muda menuju arah dirinya tetapi ia berhasil memotong semua itu menggunakan kipasnya.
Orihime melayang ke atas langit lalu ia melihat Akina menggunakan wujud Fallen Angel untuk melepaskan banyak sekali sihir kegelapan yang membentuk tombak menuju arah dirinya yang langsung menghindar.
Asuka melesat menuju arah Orihime dari depan yang sedang sibuk menghindari semua serangan Akina, tetapi ia untungnya berhasil menyelamatkan dirinya dengan membuka kipas sampai menghempas dirinya ke belakang.
"Orihime...!!!" Akina melesat menuju arah Orihime lalu ia mencekik lehernya karena merasa kesal ketika melihat Asuka yang menerima serangan darinya.
"Berani-beraninya kau melukai dirinya, sekarang adalah giliranku untuk melukai dirimu...!!!" Akina mulai melancarkan banyak sekali pukulan dan tendangan yang berhasil melukai Orihime.
Tetapi Orihime berhasil menyerang balik dengan menyentuh perut Akina menggunakan ketiga ekornya lalu melepaskan laser putih yang mendorong dirinya ke belakang sampai perutnya mengeluarkan banyak sekali darah.
"Nrrgghh...!!!"
Asuka muncul di sebelah Akina untuk menumbuhkan kelopak bunga mawar yang menutupi semua luka itu sampai mereka telah kembali bersatu untuk mencoba melawan Orihime dan menekan dirinya lagi seperti tadi.
"Ayo, Asuka! Kita akan bertarung bersama agar bisa menghentikan dirinya itu..." Mereka berdua melesat menuju arah Orihime yang masih bisa memperlihatkan senyumannya itu.
Orihime terpental ke belakang lalu ia mengipas ke depan sampai melepaskan banyak sekali dorongan dan angin tipis yang mencoba untuk memotong tubuh mereka menjadi bagian kecil.
__ADS_1
Akina melepaskan sihir kegelapan berasap yang menghalangi pemandangan Orihime sehingga ia hanya bisa tertawa karena mencoba trik yang begitu simpel, "Sungguh mengocok perutku... teruslah berjuang untuk membuatku puas."
Asuka muncul di belakang Orihime sampai ia mulai melepaskan angin dari kipas itu tetapi ia hanya menyerang bunga mawar yang dijadikan sebagai tumbal.
Asuka yang asli mulai muncul di sebelah Orihime hanya untuk memegang erat kedua lengannya itu sampai ia sepenuhnya telah terkunci, "Teruslah mengunci dirinya seperti itu, Asuka!"
Akina mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menghantam perut Orihime beberapa kali sampai ia mulai merasa puas sedikit demi sedikit karena setiap luka yang diberikan oleh kedua malaikat itu.
Setiap serangan yang mengenai Orihime membuat dirinya serius sedikit demi sedikit sampai ia mulai melompat lalu memutarkan tubuh Asuka sampai ia terjatuh.
Orihime melepaskan aura putih yang membentuk rubah ditubuhnya sampai mementalkan mereka berdua menuju arah yang berbeda, "Lihatlah itu... sudah saatnya aku bermain dengan serius ya."
Orihime langsung mengenakan topeng Kitsune itu sampai dirinya mulai menerima banyak sekali kekuatan besar dari rubah kuno yang sudah hidup cukup lama.
Akina dan Asuka memasang tatapan serius ketika melihat tubuh Orihime diselimuti aura putih yang membentuk rubah sampai ketiga ekornya terangkat ke atas, ia mulai menumbuhkan banyak sekali kuku yang begitu tajam di jari-jarinya.
Kipas yang Orihime pegang berubah menjadi rubah kecil yang melayang di sekelilingnya tubuhnya sampai beristirahat di atas dadanya itu, "Kalau begitu aku bisa menggunakan kekuatan topeng ini untuk melihat potensial yang sebenarnya...!"
Asuka dan Akina bergerak menuju arah yang berbeda untuk mencoba menipu Orihime yang sedang menunggu kedatangan mereka, sebelum mendekat saja mereka langsung tertarik oleh kedua tapaknya itu.
Asuka melihat Akina menerima sayatan dari kuku itu sehingga ia mencoba untuk menyelamatkan dirinya tetapi tubuhnya langsung terkunci dengan ketiga ekornya yang mulai meremukkan tubuhnya pelan-pelan.
"Asuka...!" Akina merapatkan giginya lalu ia mencoba untuk menyerang balik tetapi Orihime melepaskan banyak sekali angin tipis yang merobek pipinya itu sampai mengeluarkan banyak darah.
"Sungguh gadis yang malang, kau tidak akan pernah bisa melewati angin sakral ini...!!!" Orihime mengepalkan kedua tinjunya lalu ia melepaskan angin tipis ke depan sampai menebas perut Akina lalu menghancurkan bola mata kirinya.
Semua luka yang Akina terima seketika menghancurkan sirkuit sihirnya sehingga ia mulai berlutut di atas tanah lalu mengeluarkan banyak sekali darah karena serangan angin sakral itu, "Apa... apa yang sebenarnya terjadi...!?"
"Aku... tidak bisa menggunakan sihir sama sekali terutama lagi sirkuit itu hancur sampai menyebabkan tubuhku untuk hilang kenda---" Orihime muncul di bawah Akina dengan cengkeraman yang mengenai lehernya sampai kukunya mulai menembus lehernya itu.
"ACCCKKKK...!!!" Akina memuntahkan lebih banyak darah yang berhasil Orihime ubah menjadi aura sakral untuk memberikan dirinya ketahanan dalam menggunakan topeng tersebut.
Orihime melepaskan banyak sekali kuku yang menusuk punggung Akina beberapa kali sampai ia terjatuh di atas tanah dengan kedua tatapan kosong karena dirinya yang berhasil menerima serangan fatal sakral dari Orihime.
"Apakah... aku... sekarat...?" Akina melihat Asuka yang mengeluarkan banyak sekali darah dari tubuhnya karena ia terus diremukkan oleh ekornya itu sampai dirinya kehilangan banyak sekali kekuatan.
Ekor yang dimiliki Kitsuna dapat menyerap habis semua kekuatan dan energi sihir sampai habis sehingga Asuka tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima semua kesakitan itu tanpa henti.
__ADS_1
"Asuka... Asuka... aku... tidak bisa berbicara... dan bergerak..." Akina memegang erat kaki Orihime sampai ia dapat melihat Asuka yang terjatuh di sebelahnya dengan tubuh yang dipenuhi banyak darah.
"Kakak... aku... tidak akan menyerah..."
"...tetapi sayang sekali..."
"...aku tidak seperti Kakak... seorang bangsa Legenda yang akan terus maju..."
"...aku hanyalah malaikat... yang sudah mengecewakan dirimu beberapa kali..."
"...setidaknya sekarang... kau tidak akan... melihat sesuatu yang mengecewakan lagi..."
"...Touriverse... never dies... semoga kemenangan ketiga ini dapat diraih dengan mudah demi semua... penghuni yang membutuhkan kebebasan..."
Asuka dapat merasakan esensial kehidupan Akina mulai menurun karena serangan sakral yang ia terima cukup mematikan sampai melemahkan dirinya sedikit demi sedikit sampai ia tidak memiliki kekuatan tersisa.
Asuka merangkak menuju arah Akina lalu ia mencoba untuk menatap wajahnya tetapi kedua lengannya langsung putus olah cakaran Orihime agar ia tidak bisa melakukan serangan apapun.
"Kau seharusnya merasa senang ketika dirimu tidak menerima serangan sakral itu..."
"...kau pasti akan menderita seperti yang dirasakan oleh istrimu itu." Orihime menendang wajah Akina sampai Asuka memasang tatapan kaget ketika melihat kedua tatapannya yang sudah mati sampai ia gugur dalam keadaan mata terbuka.
"Akina... bangun... Asuka... tidak bisa ditinggal oleh Akina..."
Asuka memeluk tubuh Akina erat lalu ia mulai menangis selagi mencoba sebisa mungkin untuk membangunkan dirinya tetapi ia tidak akan pernah bisa membalas kasih sayangnya itu.
"Akina... Akinaaaaaa...!" Asuka menunjukkan sesuatu yang bisa disebut langka karena ia jarang sekali menunjukkan ekspresi apapun, ia mulai menangis selagi memberikan Akina beberapa kecupan.
Orihime melayang ke atas langit lalu ia mengeluarkan kedua lengannya ke depan sampai auranya membentuk rubah yang mulai meraung keras karena akan memakan mereka semua.
"Tenang saja... aku akan membawa kalian menuju dunia kematian dimana kalian masih bisa bersama dan menikmati penderitaan lainnya dimana Touriverse tidak akan menang!!!!"
"Akina..."
"...aku akan... menemui dirimu lebih cepat." Tubuh Asuka dan Akina langsung remuk menjadi potongan kecil ketika rubah siluman itu berhasil memakan mereka dengan satu gigitan sampai tubuh kedua gadis itu menghilang.
[Shimatsu Akina - Gugur]
__ADS_1
[Hanami Asuka - Gugur]