
"... ..." Honoka perlahan-lahan membuka kedua matanya, ia sadar bahwa malam telah tiba dimana jendela besar di belakang-nya sudah tertutup oleh tirai, dia tidak melihat Hana dan Haruka di ruangan itu. Dengan hasil Honoka langsung panik dan turun dari kasur-nya untuk mencari mereka berdua sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat ketakutan.
"Kakak..." Honoka melihat sekeliling-nya sambil mengintip di bawah kasur, untung sekarang dia akan berkeliaran di ruangan itu sambil melihat-lihat... Walaupun ditinggal sendiri seperti itu Honoka hanya merasa panik dan tidak menangis sama sekali, tetapi mata-nya terlihat berkaca-kaca.
Haruka membuka pintu kamar mandi dan melihat Honoka yang sedang melihat lemari, "Honoka, aku disini kok..." Kata Haruka sambil mengusap rambut-nya yang basah, Honoka menatap Haruka dengan ekspresi yang terkejut lalu ia berjalan menuju arah-nya dengan pelan dan memeluk-nya.
"Hanacchi sudah menunggu di kantin, semua murid akademi akan makan malam bersama, ikut yuk." Haruka mencoba untuk mengajak Honoka dan Honoka mengangguk karena jika dia tidak ikut maka dirinya hanya akan menyusahkan Haruka.
Suara bel mulai berbunyi berkali-kali, raut wajah Haruka berubah kesal ketika mendengar suara itu karena Minami sudah pasti dibalik pintu itu karena tidak sabar untuk pergi ke kantin bersama dirinya dan Honoka.
Haruka menghentikan waktu untuk beberapa detik, ia menghampiri pintu itu lalu membuka-nya dan menyentil kening Minami hingga waktu kembali berjalan dan Minami berakhir dengan terdorong ke belakang lalu terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat terkejut, Haruka menatap dirinya sambil mengepalkan kedua tinju-nya.
"Satu kali sudah cukup untuk menekan bel... Dasar kucing garong...!!!"
"Ampun, nyonya Haruka...!!!" Seru Minami keras.
***
Haruka bersama yang lain-nya berada di sebuah elevator untuk mengunjungi kantin yang ada di ruangan bawah tanah, kantin itu hanya digunakan untuk acara penting dan sambutan bagi para murid-murid baru. Lift berhenti di tingkatan negatif dua lalu terbuka dan menunjukkan Korrina yang sedang menatap jam tangan-nya.
"Lohh, Mama...!" Haruka terkejut ketika melihat Korrina yang akan datang, ia mulai menatap mereka semua, "Ahh... Beruntung sekali."
Korrina masuk ke dalam elevator itu dan Honoka mulai mendekati Korrina sambil memeluk kaki-nya dari belakang, Mitsuki bersama kedua teman-nya mulai menyapa Korrina dengan hangat hingga Korrina kembali menyapa mereka dengan sebuah senyuman.
"Loh... Hana, Asriel, dan Rokuro tidak bersama kalian?" Tanya Korrina.
"Tidak, sepertinya mereka duluan pergi..." Jawab Mitsuki.
"Ahh... Begitu ya, apakah Honoka sudah berteman...?" Korrina tersenyum sambil mengelus kepala-nya, Honoka mengangguk pelan hingga mereka semua tersenyum karena Honoka sekarang sudah tidak malu lagi berbicara dengan mereka semua, tetapi Honoka sendiri masih mencoba untuk melawan rasa malu-nya itu.
__ADS_1
"Honoka itu sebenarnya baik dan imut!" Kata Marie.
"Benar sekali, Honoka sangat menyukai cahaya keadilan seperti diriku!" Kata Minami sambil bergaya.
"Ahh, syukurlah jika dia sudah berteman. Aku kira dia hanya akan menjadi penyendiri seperti-ku dulu." Korrina terkekeh pelan.
Pintu elevator terbuka lebar dan menunjukkan sebuah ruangan yang sangat luas dan juga mewah, semua meja sudah di tata dengan baik serta semua murid sudah duduk di atas kursi sambil menikmati makan malam mereka, ditambah lagi terdapat seseorang yang sedang menyanyi merdu di atas panggung tersebut.
"Sepertinya kita harus berpisah untuk sementara..." Korrina mulai memberi Honoka kepada Haruka kembali, "Kalian berteman-lah dengan akrab ya..." Korrina melambaikan tangan-nya kepada mereka semua sambil berjalan pergi meninggalkan elevator itu.
Hana bisa melihat kedatangan Haruka dan ia segera menghampiri mereka semua dengan ekspresi yang terlihat senang, "Ayo teman-teman, makanan yang sangat lezat sudah menunggu di meja kita masing-masing!" Kata Hana sambil membawa mereka menuju tempat yang sudah disediakan.
"Kalian lama juga ya..." Kata Rokuro sambil menyilangkan kedua lengan-nya.
"Apakah kalian tersesat?" Tanya Asriel.
"Biasa, pengikut-ku Honoka ini yang jalannya lambat sampai dia sudah tertinggal sebanyak lima kali. Seharusnya kau berjalan menggunakan cahaya ilahi---" Sebelum Minami membereskan pembicaraan-nya, Haruka menepuk kepala-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
"Kau bersikap bodoh, kucing garong...! Yahh, maafkan adik-ku yang suka bergerak lambat... Dia daritadi ketakutan melihat sekitar-nya." Kata Haruka hingga Honoka maju ke depan sambil menundukkan kepala-nya beberapa kali dan membuat mereka semua merasa bersalah ketika Honoka mencoba untuk meminta maaf beberapa kali.
"Baiklah, lebih baik kita menikmati makan malam kita saja." Kata Hana hingga mereka semua mulai duduk di kursi yang masih kosong, mereka menikmati makan malam mereka sambil mendengarkan musik yang cukup merdu, seorang gadis menyanyikan sebuah lagu yang cukup lama.
Beberapa menit kemudian, mereka semua menghabiskan makan siang itu dan masih mendengar lagu yang masih dinyanyikan oleh gadis yang sama. Keringat mulai memenuhi tubuh-nya dan dia tidak terlihat lelah sama sekali.
"Apakah itu penyiksaan...?" Tanya Asriel.
"Dia sudah nyanyi hampir satu jam loh..." Kata Marie.
Korrina datang menghampiri murid-muridnya sambil memegang sebuah kertas, "Baiklah, anak-anak. Sudah waktunya untuk memilih ketua murid untuk kelas A-10, sebelum kita memulai-nya... Aku ingin memberitahu kalian semua bahwa akademi Yuzu benar-benar berada di masalah yang kritis."
__ADS_1
"Masalah kritis apa yang Mama maksud...?" Tanya Haruka.
"Sebenarnya aku mengumpulkan kalian karena sebuah alasan yang cukup darurat, kalian memiliki orang tua yang aku kenal jadi aku sudah yakin sepenuhnya bahwa kalian sudah pasti akan membawa kebanggaan untuk akademi Yuzu. Pesta makan malam ini sebenarnya dipenuhi oleh murid-murid terbaik dan terhebat yang berasal dari akademi berbeda.
""Apa...!?""
"Cara agar akademi Yuzu ini bisa menginjak tingkat yang paling tinggi adalah dengan bersaing melawan murid-murid yang berasal dari akademi berbeda. Bersaing dalam cara yang berbeda, kecerdasan dan kekuatan adalah yang paling inti jadi kalian harus bisa mengalahkan mereka semua. Apalagi soal kerja sama juga penting...!" Korrina mulai menempati sebuah formulir perjanjian di atas meja itu yang mengatakan bahwa akademi Yuzu siap untuk bersaing.
"Jadi kita tidak akan belajar...?" Tanya Asriel.
"Tentu saja kalian akan belajar karena akan ada tes kecerdasan nanti, ini hanya sementara tapi kalian harus lebih fokus tentang persaingan melawan kelima akademi yang berada di tingkat lima besar! Jika kalian kalah maka akademi Yuzu sudah pasti akan jatuh dan hancur...!" Kata Korrina sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.
"Intinya masih banyak yang harus kalian pelajari dariku agar bisa membawa akademi Yuzu ke tingkat lima besar, aku meminta bantuan kalian semua untuk bisa bekerja keras dan menganggap semua ini serius...! Darurat sekali, kita hanya memiliki satu minggu untuk belajar dan setelah-nya kalian akan bersaing!"
Mereka semua mulai berpikir lagi tentang apa yang mereka bicarakan, tidak ada cara lain untuk membantu akademi Yuzu agar bisa maju, persaingan ini bisa menjadi sebuah pelajaran untuk masa depan nanti. Salah satu dari mereka mulai mengangguk dan ingin sekali membantu akademi Yuzu untuk menginjak tingkat lima besar.
"Baiklah, teman-teman...! Mari kita membawa nama baik akademi Yuzu ke tingkat lima besar dari setiap akademi yang ada!" Kata Hana.
""Yaaaa...!!!""
"Terima kasih banyak, anak-anak! Mari kita bekerja sama!!!" Korrina merasa sangat senang melihat mereka yang benar-benar ingin membantu, dimulai dari sekarang A-10 lah yang akan bangkit untuk membantu. Satu-satunya harapan agar akademi Yuzu bisa bertahan untuk waktu yang sangat lama.
Ketika pesta makan malam sudah selesai, Korrina memperingati mereka semua bahwa pelajaran akan dimulai besok serta pemilihan ketua kelas dan juga pasangan, mereka sudah pasti akan menantikan-nya pada esok hari.
TO BE CONTINUED...!!!
"Apakah kau pernah bertanya-tanya kenapa semua kehidupan sudah pasti akan memiliki kembaran-nya...? Yahhh, aku juga bahkan tidak mengerti kenapa aku baru saja mengetahui tempat seperti ini..." Seorang gadis yang memiliki rambut perak melayang menuju arah Korrina dengan ekspresi yang terlihat kesal.
"Apa yang kau mau dariku...?!"
__ADS_1
"...Komi!"
~The Fake Touriverse~