Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 525 - Heaven's Time Vs Heaven's Reality


__ADS_3

Honoka mencoba untuk bergerak tetapi tubuhnya terasa seperti membuka, tidak bisa di gerakan sama sekali karena pukulan tadi. Kedua mata Haruka terus memancarkan cahaya putih yang mengartikan ia menggunakan Heaven's Time.


"Pukulan tadi memasukkan dirimu ke dalam waktu di surga... Kau tidak akan bisa melakukan apapun, di surga memiliki waktu yang begitu panjang di bandingkan dunia apapun." Haruka menunjuk Honoka menggunakan tapak tangannya yang diselimuti warna putih.


Haruka mencoba untuk mendorongnya mundur tetapi membutuhkan waktu karena Honoka terlihat mencoba untuk melawan sihir dari Heaven's Time menggunakan realitas.


Haruka maju ke depan lalu melancarkan beberapa serangan yang mengenai tubuh Honoka, seluruh serangan itu mampu melukai dirinya sehingga ia mengeluarkan banyak darah melalui mulutnya.


"Sudah terlambat, Honoka...!" Haruka terus menghantam wajah Honoka dan menendang perutnya beberapa kali tetapi Honoka memaksa diri untuk tetap berdiri tegak dan tidak terjatuh dari atas arena.


Haruka melebarkan matanya ketika melihat Honoka mengepalkan tinju kanannya, ia mulai bergerak secara bertahap. Haruka dengan cepat melompat mundur dan melepaskan beberapa dorongan ke arah Honoka.


Honoka terus maju mendekati Haruka dengan tatapan tajam karena ia akhirnya mendapatkan sebuah tantangan yang besar dari Kakaknya.


"Bahkan Heaven's Time ku tidak cukup untuk menghentikan dirinya dan mendorong dirinya mundur... Terdapat banyak penolakan dan setiap serangan Replay ku hanya terus memulihkan luka Honoka." Ungkap Haruka.


Haruka mengepalkan tinju kanannya yang melepaskan aura sihir Crimson berjumlah sangat besar, ia mulai melesat maju ke arah Honoka lalu melancarkan satu pukulan yang mengandung banyak kekuatan dan tenaga.


Baaammmmm!!!


Dorongan terlepas kemana-mana bahkan sampai mengejutkan seluruh penonton karena dorongan tadi telah melempar seluruh camilan yang mereka bawa, sebagiannya juga pingsan seketika merasakan kekuatan yang besar itu.


"Apa!?" Hana terkejut ketika melihat tinju Haruka tidak mampu mengenai tubuh Honoka sekarang.


Dengan tatapan tajam Honoka, tinju Haruka mendadak mengalami penolakan dalam melukai Honoka.


Honoka mulai memegang erat tinju itu lalu ia tersenyum serius karena dirinya tidak dapat melanjutkan pertarungan tanpa menggunakan strategi yang sama.


"Heaven's Reality!" Aura putih yang menyelimuti Honoka mulai pecah sehingga ia dapat bergerak dengan bebas sekarang, kedua keturunan Comi itu telah menggunakan Heaven untuk bertarung.


Mereka semua seketika tidak dapat merasakan keberadaan Haruka dan Honoka tetapi mereka tetap bisa melihat kedua gadis itu sedang saling menatap satu sama lain di atas arena.


"Aku tidak akan menyerah, Honoka...!!!" Haruka mengerahkan kemampuannya untuk melepaskan seluruh Replay untuk menyerang masa lalu Honoka, prediksi pergerakannya, dan masa alternatifnya.


Haruka yang asli mulai melompat melewati Honoka hanya untuk menghantam keras Honoka yang sebelumnya terjebak di dalam waktu surga miliknya, ia akhir mengakhirinya dengan satu pukulan.


Semua yang Haruka lakukan tiba-tiba terbalik, Haruka bersama seluruh Replay nya berhasil menyerang setiap Haruka yang berbeda tetapi efek dari serangan itu berpindah ke pada Haruka.


"AAAGGGHHHHH!!!" Haruka menjerit penuh kesakitan karena ia menerima sebanyak jutaan serangan lebih di tubuhnya, itu terasa seperti kemampuan dan sihirnya mengkhianati dirinya sendiri.


Honoka tersenyum serius, "Kerahkan semuanya sampai akhir, KAKAK!!!"


Haruka mulai mengerahkan seluruh aura Crimson di dalam dirinya lalu ia memejamkan kedua matanya, "Aku berjanji untuk mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatanku untuk melawan Honoka..."


"...arti lainnya adalah menghancurkan batasan dan kelebihan dari realitas. Aku ingin menjadi lebih kuat... Lebih kuat seperti rasa cintaku kepada Rokuro!"


"Untuk melakukan itu, aku tidak bisa berhenti... Aku tidak bisa kalah dan menyerah begitu saja!" Haruka menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.


"... ..." Kali ini Honoka menganggap pertarungan ini cukup serius karena berkaitan dengan kemampuan dari surga, ia juga tidak merasakan kendala apapun dari panggilan Korrina.


"Sebagai keturunan Comi yang paling tua... yang mengasuh kedua adiknya dengan benar, tidak bisa kalah begitu saja! Aku ingin menunjukkan harga diriku sebagai Kakak yang kuat!" Kedua tinju Haruka diselimuti dengan aura Crimson.


"OH YEAAHHH!!! PERTARUNGAN SEPERTINYA MASIH TETAP BERLANJUT, KALI INI KEDUA PESERTA TERLIHAT SANGAT SERIUS!!!"


"APAKAH INI AKAN MENJADI SEBUAH PENENTUAN!?"

__ADS_1


""HONOKA! HONOKA! HONOKA!""


""HARUKA! HARUKA! HARUKA!""


Semua penonton mulai bersorak dan mendukung kedua gadis itu, mereka bertepuk tangan cukup keras untuk menyemangati kedua gadis itu agar lebih bersemangat dalam mengakhiri pertandingan ini.


"Aku harus menumpuk semuanya... Setiap sihir yang berkaitan dengan waktu agar aku dapat menjatuhkan Honoka dengan cepat!" Haruka menarik nafas dalam-dalam.


Haruka menghembuskan nafasnya, melihat Honoka melaju cepat ke arah dirinya. Haruka langsung menumpuk seluruh sihir penghentian waktu dan waktu yang melambat tetapi Honoka berhasil menghancurkan semuanya.


Haruka mulai membaca masa depan secara diam-diam dengan lambang jam pasir yang muncul di keningnya yang terhalang dengan poni rambutnya.


"Aku bisa melihatnya... setiap kesempatan dan kemungkinan untuk memenangkan pertarungan, terdapat 8.980.229 kesempatan dan tersisa tiga yang bisa aku menangkan!" Haruka terus menyerang Honoka dengan tumpukkan sihir waktunya


Setiap Replay Haruka mulai mencoba untuk menyerang setiap Honoka yang berbeda tetapi semua Honoka itu berhasil menahan semua serangan itu lalu mencoba untuk mengalahkan semua Replay Haruka.


Honoka melihat Haruka mengangkat kedua lengannya, melepaskan lahar Crimson besar dari dalam daratan, Honoka mulai menginjak lahar itu menggunakan kedua kakinya lalu mendekati Haruka dengan cepat.


Setiap serangan Crimson juga Haruka lepaskan tetapi Honoka hanya perlu menghindari semua itu dan mengubahnya menjadi udara, hanya menunjuknya menggunakan jari telunjuk dan sebuah tatapan tajam.


Tubuh Haruka diselimuti dengan aura putih berlambang waktu, kali ini ia terjebak kembali di dalam ruangan waktu surga yang Haruka tumpuk berlapis-lapis.


Tubuh Honoka terasa tertekan sehingga ia terjatuh di atas arena dengan tatapan serius, Haruka mulai mengangkat kedua lengannya, menciptakan ombak waktu yang dapat mengulangi kejadian seperti Replay.


Honoka melihat sekeliling dan ia bisa melihat dirinya dimana-mana, terjebak di dalam Heaven's Time-Cage, ketika Honoka mencoba untuk menghancurkannya, ruangan waktu itu terus kembali seperti tak terbatas.


Honoka mengepalkan tinju kanannya lalu ia melepaskan dorongan besar ke depan, mengenai perut Haruka sampai menyebabkan perutnya berlubang cukup besar.


"Hugghhh!!!" Haruka terjatuh di atas tanah, melepaskan Replay lebih banyak sehingga Honoka menoleh ke belakang lalu menghancurkan semua Replay itu satu per satu hanya dengan menyentuhnya dan menghembuskan nafasnya.


"Loh...!? KOK PADA HILANG!? KEMANA MEREKA PERGI!?" Seru Jorgez keras.


Honoka mulai di tekan dengan banyak sekali Replay dan versi Haruka serta Honoka yang berbeda-beda, semuanya menyerang Honoka secara bersamaan tanpa menahan diri atau memberi ampun.


"Di dalam wilayah ini... Surga waktu, semuanya aku kuasai dan tidak akan ada yang selamat di dalamnya... Semuanya hanya akan terus menuruti perintah dari dunia waktu surga ini." Ungkap Haruka selagi melepaskan banyak sekali Replay.


Ia juga sampai menciptakan sebuah pelindung di seluruh Replay nya itu, pelindung yang dapat memindahkan serangan ke dunia atau dimensi alternatif berbeda, tidak akan pernah kembali.


Honoka terus bergerak begitu cepat selagi menghancurkan seluruh Replay itu, kali ini ia benar-benar di tekan sampai tingkat keseriusan yang sangat tinggi.


Kakaknya sangat kuat dan tidak bisa di remehkan begitu saja karena rencana serta strategi yang bercabang-cabang.


"Setiap Replay yang Honoka serang hanya akan melukai dirinya sendiri sampai seluruh Lenergy, tenaga, dan kekuatannya terus terkuras." Haruka mengepalkan tinju kanannya yang memancarkan aura Crimson.


Seluruh Replay nya juga mulai memiliki tinju yang sama, tinju yang diperkuat dengan aura Crimson. Semua rencana telah ia gunakan sampai titik akhir sehingga seluruh Replay termasuk dirinya.


Mencoba untuk menyerang seluruh versi Honoka, di mulai dari yang asli, alternatif, masa lalu, pergerakan prediksi, dan masa depan dengan melancarkan satu pukulan Crimson yang di jadikan sebagai penentuan kemenangan.


Haruka melesat ke arah Honoka dari belakang, "HAHHHH!!! RASA INI..."


"...HONOKAAAAAA!!!" Haruka melancarkan satu pukulan ke arah Honoka yang sangat lambat, melihatnya saja membuat Haruka melebarkan kedua matanya karena ia melihat Honoka menoleh ke belakang.


"Heaven's Reality: Reversal." Honoka menggunakan sihir realitas yang bisa di bilang tahapan awal.


Kemampuan yang dapat mengubah apapun menjadi ke balikan tanpa perlu menyentuh atau melihat, hanya dengan membayangkannya saja sudah aktif.

__ADS_1


Setiap serangan yang Haruka lakukan bersama seluruh Replay mengalami pembalikan dimana target mereka bukan Honoka melainkan diri mereka sendiri sehingga setiap serangan itu berpindah sekaligus ke dalam tubuh Haruka.


Menghancurkan dunia waktu surga itu sampai mengejutkan para penonton karena mereka bisa melihat Honoka yang berdiri tepat di hadapan Haruka yang terdiam, tidak bisa mengatakan apapun.


"Terima kasih, Kakak... Pertandingan yang cukup menyenangkan." Honoka tersenyum sehingga Haruka terhempas ke belakang sampai mengenai batasan arena.


Tubuhnya menerima banyak kerusakan dan serangan yang terus berlangsung tanpa jeda atau penghentian, untungnya Honoka berhasil menghentikan semuanya dengan mengontrol realitas tetapi Haruka telah terjatuh dari atas arena.


Hanya dengan menyentuh batasan arena saja, kekalahan telah ia dapatkan sehingga mengejutkan para penonton, tidak mengetahui apa yang terjadi sebelumnya, hanya Haruka dan Honoka saja yang mengetahuinya.


"Apa yang terjadi...!? Apa yang terjadi!?" Tanya Mitsuki, seluruh orang terlihat kebingungan tetapi mengetahui siapa yang menang dan itu adalah Honoka.


"Apakah semua ini efek dari waktu dan realitas yang saling beradu...?! Sebuah dorongan dan hempasan kuat, mampu untuk menjatuhkan Haruka!" Seru Jorgez yang terlihat kebingungan.


"Semi Final kedua telah berakhir...!!! Pemenangnya adalah..."


"...Honoka Comi!!!' Seru Jorgez keras, membuat seluruh penonton bersorak keras selagi bertepuk tangan dengan keras, mereka tetap mendukung dan menyemangati kedua gadis itu.


""PERTARUNGAN YANG HEBAT!!!""


""PERTARUNGAN YANG INTENS...!!!""


Para penonton tetap menunjukkan rasa positif, membuat Honoka tersenyum lega sehingga ia mulai maju ke depan untuk mendekati Haruka.


"Aku tidak menyangka... Kak Haruka kalah begitu saja...?" Ungkap Kou, hanya penonton seperti dirinya yang melihat pertarungan sebelumnya di ruangan waktu.


"Bisa terlihat sekarang... Honoka memang terlalu kuat dengan sihir realitasnya, sangat mengerikan. Apakah dia memiliki kelemahan?" Tanya Methode.


"Entahlah... Intinya salah satu dari kita pasti akan bertemu dengannya di Final nanti..." Kata Asriel, setidaknya ia sudah mendapatkan banyak informasi ketika melihat Honoka bertarung.


Haruka melihat Honoka mendekati dirinya, luka-luka mereka sembuh seketika berkat bantuan dari Honoka yang mengembalikan rasa sakit menjadi rasa bugar seperti pemulihan.


"Kakak... Bagaimana tadi...?! Apakah aku sudah berkembang?" Tanya Honoka dengan sebuah senyuman, senyuman yang di tunjukkan Honoka sangat berbeda sehingga Haruka mengingat dirinya sejak kecil terutama Okaho.


"Ba-Ba-Bagaimana, Kakak...?" Tanya Honoka.


"Tadi sungguh menakjubkan! Kamu hebat sekali, Honoka, tetapi membutuhkan waktu untuk melampaui diriku." Jawab Haruka.


"Bagaimana, Kakak?! Apakah sihir realitasku sudah cukup untuk membalikkan seluruh efek dari sihir waktu itu?" Tanya Okaho.


"Sungguh menakjubkan...! A-Aku tidak menyangka kau dapat mengubah semua efek itu menjadi terbalik dan tentunya... Kau memerlukan banyak waktu untuk mencoba melampaui diriku."  Jawab Haruka.


Haruka tersenyum penuh dengan rasa bangga, jika ia merasakan rasa kebanggaan yang begitu besar kepada adiknya maka Korrina juga pasti akan merasakan hal yang sama.


"Menakjubkan... Dengan ini kau memang yang terhebat, Honoka." Haruka bangkit dari atas tanah berkat bantuan Honoka lalu ia mendapatkan sebuah pelukan hangat darinya.


"Kakak juga sangat menakjubkan... Sangat hebat, nomor kedua yang sangat penting di kehidupan ku..." Honoka tersenyum lebar.


"Kakak merasa hal yang sama... Kamu dan Kou adalah kedua hal penting yang muncul di kehidupanku..."


"Aku sangat menyayangimu, Kakak."


"Aku juga menyayangimu, adikku..."


"...lebih dari apapun."

__ADS_1


__ADS_2