Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 625 - Maksimal


__ADS_3

BAAMMMM!!!


Perut Kuro memiliki lubang yang besar sekarang karena menerima satu serangan laser hijau, ia memuntahkan banyak darah lalu menatap ke depan, melihat Zoiru masih hidup dengan senyuman serius di wajahnya.


"Ahh, maaf, Kuro. Aku awalnya mengarah kepada Kou yang mengganggu pertarungan kita..." Kata Zoiru dengan senyuman lebar di wajahnya bahwa ia merasa puas bertarung dengannya.


Kou terlihat kesal ketika mendengarnya sekarang bahkan Kuro langsung menghalang Kou karena ia adalah satu-satunya harapan yang dapat menyebabkan kesempatan menang bertambah besar.


"Jangan coba-coba menyentuh dirinya." Peringat Kuro dengan tatapan kesal, ia menarik kembali kedua pedangnya lalu menunjukkannya kepada Zoiru.


"Kau adalah satu-satunya mortal yang membuat pikiran diriku terbuka lebar, memang... semuanya bisa menjadi hebat dan terkuat jika terus bekerja keras."


"Aku sendiri yakin kau bekerja keras dalam menciptakan tujuh dosa besar itu, setiap penciptaan membutuhkan kerja dan usaha agar bisa terjadi." Zoiru menepuk tangannya sampai menjatuhkan seluruh pasukan Legenda.


Tubuh Kuro menerima banyak tekenan karena tepukan tangannya itu sampai ia sendiri langsung mengeluarkan banyak darah melalui mulutnya itu.


"Kau bertambah kuat lagi..." Kuro mengepalkan kedua tinjunya, melihat aura Zoiru tadi sempat membentuk seekor naga yang mengamuk dengan membuka mulutnya selebar mungkin.


"Detik terakhir ini... apakah kau masih bisa mengejutkan diriku, Kuro?" Tanya Zoiru sambil melebarkan kedua lengannya, bersedia untuk menerima serangan apapun.


"Apakah kau masih memiliki kekuatan dosa tak terbatas itu untuk menghentikan diriku!?"


"Hibur aku lagi... buat aku puas sampai diriku bisa menganggap bahwa setiap badut juga dapat menginjak tahapan yang sama denganmu." Zoiru tersenyum serius.


"Aku tidak mengerti dengan proses pembangkitan, keabadian, dan reinkarnasi darinya... menerima serangan mematikan tadi dan menghadapi kehancuran masa yang seharusnya menghapus dirinya." Ungkap Kuro.


"Semua itu... dia masih hidup, lebih mengejutkan lagi dia tidak memiliki niat apapun untuk menyerang." Kuro merapatkan giginya, merasa kesal melihat Zoiru sekuat itu.


"Kuro." Panggil Kou.


"Ada apa, ratu Touriverse?"


"Zoiru sudah mengalami tiga reinkarnasi berkat bantuan dari pasukan Bam Bam itu... aku membaca pikirannya tadi." Kou mulai melakukan telepati dengan Kuro.


"Makhluk sihir Oath sudah bergabung dengan Zoiru... bergabung dalam arti jiwa dan kekuatan juga hubungan mereka sangat ketat." Kou menyilangkan kedua lengannya dan mulai menjelaskan.


"Membutuhkan waktu lainnya untuk membaca pikiran dan rencana Zoiru tetapi aku tidak ingin menghabiskannya..."


"...intinya Zoiru masih bisa bangkit karena bantuan dari sumpah Oath untuk membangkitkan Bamushigaru dan pasukan Bam Bam yang dapat melakukan kemampuan reinkarnasi juga."


Kuro terkejut mendengarnya, tantangan yang sangat sulit bahkan Zangetsu tidak ada apa-apanya dengan lawan seperti Zoiru yang memiliki cara alternatif.


Kuro tidak memiliki pilihan lain untuk menghancurkan semua pasukan Bam Bam itu tetapi dia di hentikan oleh Zoiru yang sepertinya tidak mengizinkan dirinya untuk melawan pasukan seperti mereka.


"Kau mengetahuinya... ya... aku tidak bisa mati sampai sumpah itu berjalan sempurna dan aku juga mendapatkan bantuan lain dari pasukan Bam Bam." Zoiru tersenyum serius.


"Sayang sekali, Kuro... kau ingin menggunakan Logic Breaker? Sejak awal Bamushigaru sudah memakannya." Zoiru menepuk perutnya yang memperlihat mulut Bamushigaru sedang mengunyah.


"Dan Kou... aku sendiri tahu bahwa kemampuan The Mind itu sangat menyebalkan... untungnya kau gadis penyakitan yang tidak dapat menggunakan kekuatan itu selamanya." Zoiru tersenyum jahat.


Kou melepaskan sihir Crimson melalui Super Tech tetapi Zoiru tidak perlu bergerak untuk menghapus sihir itu karena pernafasannya sendiri sudah cukup untuk menghilangkannya.

__ADS_1


Zoiru membuka mulutnya lebar sehingga Bamushigaru mulai menghisap seluruh pasukan Bam Bam itu lalu memakannya sampai tubuh Zoiru bertambah besar dan lebih kekar lagi.


"Pasukan Oather mungkin sudah cukup untuk menghentikan bangsa Legenda... Pasukan Bam Bam sudah mendapatkan cukup esensi..." Zoiru menatap Kou dengan tatapan kesal.


"Kou... aku tandai wajahmu... setelah Kuro selesai berurusan dengan---" Kuro menebas wajah Zoiru lalu melanjutkannya dengan melepaskan serangan kombinasi yang mencabik-cabik tubuhnya berkali-kali.


Zoiru terus menerima beberapa serangan dari Kuro tanpa henti, Kou terus memperhatikan Zoiru dan ia sendiri merasa tidak yakin apa yang coba ia rencanakan sekarang.


Mengetahui kuil Oath sudah hancur, sisanya terdapat pada buku sihir Oath yang berada di dalam perut Zoiru, Kou mencoba untuk membaca pikiran dan rencananya tetapi kepalanya langsung terasa pusing.


"Masih membutuhkan waktu ya... sialan..." Kou melihat Kuro terus melancarkan beberapa tebasan kepada tubuh Zoiru yang sudah hilang.


Ia kembali mengalami reinkarnasi tepat di belakang Kuro dan menerima serangan lainnya, proses itu terjadi dengan pengulangan tanpa jeda sehingga Kuro tidak begitu mengerti apa yang coba Zoiru lakukan.


Intinya Kuro sudah menghancurkan semua pasukan Bam Bam itu yang masih tersisa, itu artinya ia tidak dapat menggunakan kemampuan reinkarnasi itu tetapi Zoiru masih bisa kembali hidup.


"The Mind... tersisa dua pemakaian lagi bersama dengan Heaven's Mind, aku harus menggunakannya pada saat keadaan darurat atau semua perisai juga gerbang itu akan hilang." Ungkap Kou.


Kou hanya bisa membaca pikiran Zoiru saja dan isinya dipenuhi dengan rasa senang ketika menemukan musuh yang pantas seperti Kuro untuk melukai dirinya lagi dan lagi.


"Terpaksa... aku harus melepaskan semua itu semaksimal mungkin!!!" Kuro memegang erat kedua pedangnya sampai menciptakan dorongan serta tekanan dahsyat di sekelilingnya yang hanya mempengaruhi Zoiru.


"Sesuai dengan yang di prediksikan oleh Mama..." Tubuh Kou merinding melihat Kuro melepaskan kekuatan maksimalnya.


"Kou..."


"Kekuatan maksimal akan bangkit sesuai dengan penggunaannya ketika melihat keadaan... jika tidak bisa menang maka semaksimal mungkin kekuatan akan terlepas sesuai niat dan kebutuhan..."


Kou mengingatnya dan ia sendiri tidak dapat melepaskan kekuatan dari kemampuan The Mind mungkin karena kebutuhan itu tidak ada di dalam tubuhnya, berbeda dengan Kuro yang merasakan bahaya besar di dalam tubuh Zoiru.


"Aku hanya menginginkannya... bukan membutuhkannya..." Ungkap Kou.


Pandangan Kuro terus melihat aura Zoiru yang membentuk seperti naga yang sedang mengamuk dan ingin terlepas ke arah dirinya, ia terpaksa harus mengakhiri semua ini dengan cepat.


"Aku menghormati dirimu, Kuro! Kekuatan maksimal tidak akan mengubah sumpah yang sudah terlaksanakan!!!" Seru Zoiru keras dengan tatapan serius.


"SEVEN DEADLY SINS...!!! FULL POWER...!!!" Kuro merapatkan giginya, memegang erat kedua gagang pedang itu lalu ia melesat penuh kecepatan ke arah Zoiru dan menabrak dirinya sampai masuk ke dalam celah lagi.


Kuro tidak ingin menghancurkan gerbang surga itu dengan kekuatan penuh jadi ia membawa Zoiru menuju masa alternatif sebagai pelampiasan kekuatan penuhnya itu.


"HAAARRRRGGGGHHHHH!!!" Kuro melepaskan teriakan keras lalu ia menggabungkan kedua pedang itu sampai menciptakan pedang besar yang bernama [Great Sword Sins God Slayer].


Kuro melepaskan satu tusukan yang mengenai dada Zoiru sampai ia terhempas ke belakang dan menabraknya banyak celah di belakangnya sampai mereka memasuki setiap masa alternatif yang berbeda.


Meninggalkan semua masa itu dengan kehancuran dahsyat, kekuatan mereka sudah tidak bisa di ukur lagi bahkan sudah lebih dari seratus masa alternatif mereka hancurkan dan satu saja sudah tidak bisa di bilang biasa untuk makhluk berukuran setinggi manusia seperti mereka.


Haruka merasakannya dengan jelas bahwa seratus masa alternatif lebih sudah hancur, ternyata pertarungan terjadi jauh lebih mengerikan dengan apa yang ia bayangkan.


Serangan Kuro berakhir dengan ledakan dahsyat yang menghancurkan masa lainnya, ia terhempas ke belakang dan masuk ke dalam celah yang membuat dirinya mendarat di atas medan perang itu.


"Hah... Hah... Hah..." Kuro kembali bangkit, berharap bahwa serangan tadi cukup untuk menghentikan Zoiru karena ia sempat membunuh seluruh pasukan Bam Bam yang berada di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Kou mendarat di sebelah Kuro lalu ia menggunakan kristal realitas untuk membalikkan keadaan Kuro menjadi sempurna kembali sehingga ia dapat menggunakan kekuatan maksimalnya lagi.


"Terima kasih, ratu Touriverse..." Kuro menepuk kepala Kou lalu ia memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarungnya.


"Apakah kau gila...?! Banyak masa alternatif hancur karena ulah dirimu! Bisa menyebabkan kekacauan jika kau tidak sengaja membuka celah menuju masa lalu atau dunia asli!" Seru Kou.


"Maaf... tetapi aku bertarung menggunakan akal jadi tenang saja, semua masa alternatif yang aku hancurkan itu tidak berguna." Kata Kuro dengan tatapan serius.


"Sepertinya berhasil... Zoiru telah---"


Tubuh mereka tertarik seketika oleh dorongan yang muncul dari belakangan, semua dorongan itu mulai berkumpul ke depan sampai menciptakan uap hijau yang menghalangi pemandangan semua orang.


Kuro dan yang lainnya langsung menatap uap itu dengan tatapan kaget karena mereka merasakan keberadaan yang sangat mengerikan untuk pertama kalinya.


Kilat hijau bisa terlihat dari luar uap itu bahkan dorongan dari belakang masih bisa terasa, Kuro melebarkan kedua matanya ketika ia merasakan keberadaan Zoiru untuk pertama kalinya, sangat mengerikan bahwa sampai membangkitkan bulu kuduknya.


"Aku merasa puas sekarang..." Zoiru tersenyum, semua uap itu menipis dan membentuk Bamushigaru yang terbuat dari aura hijau, mereka semua tercengang ketika melihatnya.


Kou membaca pikiran Zoiru dan aura itu bukan Bamushigaru melainkan auranya yang dapat ia bentuk menjadi makhluk sihir itu sehingga ia melihat Zoiru mengepalkan tinju kanannya.


"Tahapan selesai... waktunya mengakhiri kalian, para badut, mungkin?" Zoiru mencoba untuk melepaskan dorongan melalui aura Bamushigaru.


"Kapan kau akan mati, sialan!?" Seru Kuro keras dengan tatapan kesal.


"Sudah aku bilang, sumpah adalah sumpah. Sumpah bisa di jadikan sebagai kebohongan tetapi pada akhirnya akan mendapatkan pembalasan terhadap sumpah itu..."


"...lebih buruknya lagi, sumpah Oath adalah mutlak dan aku tidak akan bisa mati. Semuanya terima kasih karena usahaku." Zoiru menunjuk kepalanya sendiri.


Zoiru mengepalkan tinju kanannya lalu ia melepaskan sebuah aura hijau besar yang di lepaskan melalui mulut Bamushigaru yang terbentuk dari aura itu.


Semua aura itu hijau itu langsung menghapus apapun yang mengenainya, Kuro dengan cepat maju lalu menahan serangan itu menggunakan kedua pedangnya sehingga itu masih belum cukup.


Kou dan yang lain mulai membantu dengan mendorong aura itu, Zoiru tersenyum jahat melihat semua bangsa Legenda kesulitan mendorong antaranya yang ia jadikan sebagai pemanasan.


"Lepaskan tenaga kalian...!!!"


"Sudah!!!"


"Jangan menyerah...!!!"


"Kedua lenganku terasa seperti di gigit...!!!"


"Jika kita melepaskan aura ini maka aura Oath itu akan memakan kita...!!!"


"Menyerahkan dan bersatu dengan perut Bamushigaru---" Zoiru menaikkan alisnya ketika melihat semua auranya hilang dan tersedot ke dalam lubang hitam.


"Maaf membuat kalian menunggu..." Terdengar suara pria yang berada tepat di belakang Kuro.


Kou menoleh ke belakang dan terkejut ketika melihat orang yang menyelamatkan mereka dengan lubang hitam itu adalah...


""Haruki!!!"

__ADS_1


__ADS_2