
Korrina mulai mendarat di sebelah Shira hanya untuk memulihkan dirinya secara sempurna sebelum masalahnya bertambah semakin besar dimana ia tidak akan bisa sadarkan diri.
Serangan yang dilepaskan oleh Zeindall cukup mematikan dan mengerjakan karena sihir Void yang sempat mengenai perut Shira mulai menjalar luas sampai mengenai seluruh intinya satu per satu.
Semua tubuhnya mendadak tidak berfungsi bersamaan dengan sihirnya itu, Korrina sekarang mendapatkan sebuah pelajaran baru tentang Zerdian bahwa ia perlu memperkuat daya tahan juga ketika menghadapi mereka.
Shira kembali sadarkan diri dimana kedua pupilnya bisa terlihat lagi, ia mulai bernafas berat lalu melihat Korrina dengan ekspresi khawatir karena melihat seorang pahlawan yang sering menyelamatkan Touriverse telah kalah.
"A-Aku kalah...?" Shira memasang kecewa terhadap dirinya sendiri.
"Tetapi kau tidak perlu menanggapinya sebagai hal yang serius, bangsa Zerdians memang sangat kuat dalam segi daya tahan..."
"...jika saja kau memiliki daya tahan yang bisa menahan serangan Void itu maka kau pasti bisa mengubah Zeindall kembali menjadi wujud asalnya menggunakan Golden Spiritual."
Shira menatap ke depan hanya untuk melihat Zeindall yang dibantu oleh Brimgard, ia tidak membutuhkan pemulihan apapun karena tepukan dada yang ia lakukan menggunakan kedua tinjunya mampu memulihkan dirinya kembali.
"Aku tidak menyangka masih ada ras petarung hebat di luar sana yang melampaui ekspektasi ku..."
"...entah kenapa rasa frustrasi kembali muncul seperti dulu sekali dimana aku tidak bisa menang melawan musuhku sendiri." Shira bangkit dari atas lantai lalu meregangkan tubuhnya.
"Aku akan berjuang lebih keras lagi agar bisa melampaui daya tahan yang dimiliki oleh Zerdians, sepertinya aku perlu melapor kepada Shinobu agar ia bisa menemukan cara yang lebih jenius."
Korrina tersenyum lega melihat Shira kembali termotivasi karena mengalami kekalahan melawan Zeindall, "Aku senang kamu kembali seperti biasanya..."
"...pertarungan yang terjadi saat ini bisa kau gunakan untuk memperbaiki kesalahan itu menjadi kesuksesan." Korrina melayang kembali menuju takhtanya hanya untuk memperhatikan pertarungan lainnya.
Shira terus memperhatikan Zeindall yang sempat menatap dirinya juga, mereka berdua saling bertatapan dengan ekspresi serius dan menantikan Ragnarok untuk dimulai.
"Aku menantikannya... tetapi kali ini aku akan kembali dengan kekuatan yang dapat mengimbangi untuk melawan Brimgard Zio." Shira lebih tertarik dengan apa yang dimiliki oleh Brimgard.
"Sial... entah kenapa aku sudah tidak tahan untuk bertarung lagi! Shinobu harus mendengar semua ini, pasti dia juga akan bersemangat!" Ucap Shira yang sangat menantikan pertarungan lainnya dengan bangsa Zerdian.
***
Memoria melepaskan banyak sekali gelombang merah muda yang terus membentuk hati menuju arah Haruki, tetapi ia berhasil memotongnya menggunakan pedangnya yang diselimuti dengan lubang hitam.
Memoria memegang erat tongkat Magical itu lalu ia melepaskan banyak sekali tembakan hati menuju arah Haruki yang mengarah menuju jantungnya, tetapi ia berhasil melempar sebuah blackhole untuk menyedotnya.
"Tembakan hati entah kenapa tidak bisa aku sebut sebagai sihir karena tidak ada konsep apapun di dalamnya..."
"...apakah dia mencoba untuk mempermainkan konsep di hadapan seorang Legenda yang sudah merasakan penghapusan sihir itu?" Batin Haruki.
Haruki dan Memoria melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan satu serangan senjata yang saling berbenturan, Memoria terdorong ke belakang lalu ia memunculkan sebuah aura yang membentuk pedang tajam di atas tongkatnya itu.
__ADS_1
Satu tebasan berhasil mengenai perutnya itu bahkan sampai menembus pertahanan lubang hitam yang sudah ia pasang di sekitar tubuhnya untuk menjaga keamanan.
Haruki melompat ke atas langit lalu ia mencoba untuk mengecoh Memoria yang terlalu fokus mengandalkan sihir, satu sihir sempat mengenai tubuh Haruki tetapi berhasil digagalkan karena pedangnya itu.
Pedang yang ia ayunkan berhasil mengabaikan sihir serangan yang dilakukan oleh Memoria, satu tebasan ia lepaskan sampai mengenai punggungnya itu tetapi ia langsung berubah menjadi kupu-kupu.
"...apakah ini termasuk ke dalam ilusi juga? Aku tidak berhasil mengacaukannya." Batin Haruki.
"Di atasmu, Haruki!" Peringat Korrina sampai menyebabkan Haruki langsung menoleh ke atas lalu menerima beberapa tembakan hati yang meninggalkan luka bakar hitam.
"Ck...!" Haruki hanya perlu menggunakan satu pedang saja demi bisa melawan balik Memoria yang mengandalkan sihir.
Membutuhkan waktu dan momen yang pas agar ia bisa mengenai serangan yang langsung menjatuhkan musuhnya itu, "Eiiii...!!!"
Memoria melepaskan gelombang merah muda menuju arah Haruki tetapi ia langsung mengulurkan lengan kirinya ke depan sampai menciptakan lubang hitam yang menyedot semua serangan itu.
"Ck! Musuh yang menyebalkan, aku perlu melakukan sesuatu untuk menghentikan dirinya!" Memoria menyambut serangan Haruki dengan menahannya menggunakan tongkat sihir itu.
Tetapi perut Memoria mengeluarkan lambang kupu-kupu yang langsung menghantam perutnya sehingga tubuhnya terbawa dengan semua kupu-kupu aura itu yang menyerangnya tanpa henti.
"Omega Distortion!" Haruki melakukan serangan sihir non-tipe yang mampu menyerap pertahanan, energi sihir, dan kekuatan musuh yang secara langsung membatalkan seluruh kekuatan musuh.
Semua kupu-kupu yang menyerang dirinya menghilang bersamaan dengan lambang di bagian perut Memoria, "Mengisi ulang kekuatan dalam proses..."
Haruki melakukan backflip ke belakang hanya untuk menghindari tembakan hati itu lalu ia bisa melihat Memoria melepaskan banyak sekali pedang yang terbentuk dengan aura merah muda di sekitarnya.
Tetapi Haruki disambut dari depan oleh Memoria dengan menghantam wajahnya menggunakan tongkat yang langsung melepaskan gelombang laser sehingga ia terdorong ke belakang lalu melihat banyak sekali bola cahaya yang mengejar dirinya.
Haruki memunculkan sebuah pertahanan tetapi bola cahaya itu berhasil menembus bertahannya dan mengejar dirinya, semakin ia memberontak maka bola tersebut menerima kekuatan dan kecepatan dahsyat.
Semua bola itu menembus lengan kiri Haruki sampai memutuskannya, ia memasang ekspresi kesal ketika mengetahui sihir yang dimiliki ras Witchest memiliki daya kekuatan cukup besar.
Tetapi untungnya ia berhasil menumbuhkan lengannya kembali dengan bantuan sihir pemulihan yang mengabaikan bekas luka sihir itu, "Ada apa ini...?"
"Kenapa Memoria menahan diri melawan musuhnya?" Tanya Zeindall selagi memperhatikan Memoria yang kesulitan menjaga jarak ketika Haruki terus mendekati dirinya.
"Apakah kau tidak tahu, Zeindall...?"
"Karena peraturan yang disebutkan oleh Zephyra tadi, Memoria tidak dapat menunjukkan potensial yang sebenarnya dari seorang Magical Girl dimana ia bisa membunuh musuhnya secara instan."
"Lagi pula ia saat ini sedang melatih ketangguhan menggunakan sihir biasa yang mencoba sebisa mungkin untuk tidak membunuh Legenda tersebut..." Jawab Brimgard.
Kecepatan Haruki tidak dapat dilihat lagi oleh Memoria yang terus melarikan diri hanya untuk melepaskan sihir dari jauh agar bisa menekan dirinya itu.
__ADS_1
"Butter, apakah tidak ada cara lain untuk menyerang Legenda ini dari jarak dekat? Dia selalu saja mendekati dan menghapus semua sihir itu hanya dengan menggunakan pedang saja..." Kata Memoria.
Haruki menendang wajah Memoria sampai ia terpental ke belakang, bilah pedangnya mulai diselimuti dengan aura hitam yang mengandung esensial negatif di dalamnya, sangat cocok untuk mengabaikan sihir.
Haruki muncul di hadapan Memoria sampai mengejutkan dirinya karena ia sudah tidak bisa melihat kecepatannya sama sekali, tetapi Butter dapat mempertahankan Memoria secara pasif.
Tongkatnya itu berhasil menahan bilah pedang itu sebelum menyentuh kulit Memoria, tetapi Haruki langsung berputar dan menendang kepala Memoria sampai tengkoraknya retak.
"Agghhh...!!!"
"Tolong tahan sebentar, Memoria...! Biarkan saya yang mengaktifkan seluruh kekuatan darurat untuk mengimbangi dirimu dengan Legenda tersebut!" Peringat Butter.
"Jika kondisinya menjadi seperti ini... kenapa kau tidak membawa petarung lainnya?" Tanya Zeindall.
"Petarung lainnya hanya akan membunuh mereka lebih cepat, terutama lagi Ogun dengan pukulannya itu yang sangat berbahaya."
"Aku hanya ingin melihat Memoria melawan seorang Legenda ketika berurusan dengan ras Witchest dalam segi pertarungan sihir dan kekuatan murni."
Haruki mulai bermunculan di sekitar Memoria sampai menyebabkan dirinya untuk merasakan kebingungan, ia mulai menghantam lantai menggunakan tongkat itu sampai melepaskan banyak sekali hati.
Hanya dengan satu putaran sudah cukup untuk menghapus semua hati itu, Butter berhasil menyalurkan kekuatan darurat untuk Memoria yang membantu dirinya bertarung dalam jarak dekat ketika melawan Haruki.
Tetapi Memoria tidak memberikan perlawanan apapun kepada Haruki yang menghindari semua tebasan itu karena kecepatannya masih belum di imbangi.
Memoria memegang erat tongkat tersebut lalu ia menembak banyak sekali gelombang hati untuk menekan Haruki selagi menunggu kehadiran tingkat yang perlu ia gunakan dalam situasi genting.
"Apa yang dilakukan mengeluarkan [Spear of Love] dalam pertarungan ini...!?" Tanya Brimgard ketika melihat Memoria sudah muak menerima banyak sekali tekanan dari Haruki.
Memoria melepaskan gelombang merah muda melalui tongkat itu tetapi Haruki langsung memegang bilah pedang itu selagi memfokuskan pandangannya kepada leher Memoria.
"Soaring Death Blade..." Haruki melesat ke depan sampai menembus gelombang tersebut.
Serangan tebasan non-tipe yang mengabaikan pertahanan dan kemampuan manipulasi musuh serta memberikan efek 'hukuman mati'.
Kekuatan serangan diskalakan berdasarkan banyaknya kapasitas energi sihir musuh, semakin banyak energi sihir yang disimpan oleh musuh semakin besarnya kerusakan yang dibuat oleh tebasan tersebut.
Haruki berhasil memutuskan lengan kiri Memoria sebelum ia menarik keluar tombaknya itu lalu ia menendang kedua kaki Memoria sampai patah sehingga ia terjatuh di atas tanah.
Ketika Memoria mencoba untuk bangkit, wajahnya sudah diperlihatkan oleh ujung dari bilang pedangnya itu, "Sudah cukup..."
"Sekarang aku mengerti dengan yang dimaksud oleh Korrina, mereka memang memiliki ketangguhan untuk melampaui Zoiru dan Bamushigaru..." Kata Brimgard.
"Seperti biasanya, Haruki memang hebat." Kata Shira.
__ADS_1
"Pihak Touriverse mengamankan satu poin...!"
"Sekarang adalah penentuan antara kedua petarung yang bernama Shimatsu Arata dan Grace Holica untuk mengamankan informasi layer mereka sendiri...!"