
Kouko melepaskan gelombang tebasan merah ke depan, mampu untuk membelah celah menjadi dua sehingga Hana mulai melompat ke atas lalu melepaskan beberapa Leviathan yang terbentuk dari air.
Semua Leviathan itu mengarah kepada Kou tetapi Kouko langsung menghancurkan semua Leviathan itu menggunakan Kerisnya yang dapat menyerap sihir lalu mengubahnya menjadi kekuatan sihir Crimson yang besar.
Hana mendarat di atas lantai sehingga Kou mulai menghalang dorongan kekuatan melalui kedua tatapan Hana yang tajam, Kou sekarang bisa merasakan tekanan yang begitu besar dari tubuh Hana.
Suasana di arena dipenuhi dengan air bahkan sekarang sedang terjadi hujan yang sangat deras, Kou menatap ke atas dan tubuhnya saat ini sudah basah karena air hujan itu, semoga saja tidak terjadi kendala apapun dengan fisiknya yang lemah.
Kouko melesat ke arah Hana lalu mengayunkan Kerisnya beberapa kali tetapi tubuh Hana mulai terbagi menjadi beberapa bagian berkat bantuan dari sihir airnya yang dapat membentuk wujudnya.
Kouko mulai menyerang semua Hana itu satu per satu sehingga Kerisnya sekarang tidak mampu membelah Hana yang berada di hadapannya itu, Hana menghindari semua serangan itu lalu ia melepaskan beberapa serangan gelombang air melalui kedua tapaknya.
Kouko berhasil menghindari semua serangan itu dan ia melancarkan serangan lainnya sehingga Hana mulai memegang erat tangan Kou menggunakan tangan airnya lalu ia membanting tubuh Kouko di atas daratan.
Kou memasang wajah yang terlihat kaget karena Keris dan tubuh Astral Kouko tidak dapat menahan serangan dan bantingan tadi, sepertinya Keris yang di pegang Kouko memang tidak bisa di gunakan secara keseluruhan oleh dirinya kecuali Kou.
"Kouko kembali...!" Kouko merasuki tubuh Kou sehingga tubuh Kou melepaskan aura putih yang memunculkan sebuah keberadaan Astral di sekitarnya.
Hana bisa melihat seluruh tubuh Kou berubah menjadi putih, "Apa ini kemampuan barumu, Kou...? Jarang sekali aku melihat dirimu berubah menjadi wujud Astral."
"Kouko mengendalikan tubuhku, melindungiku... aku telah melatih hubunganku dengan Kouko selama ini agar aku bisa bertarung." Kou berbicara melalui pikirannya dan Hana mendengarnya cukup jelas.
"Kou akan menggunakan [Astral Bonding Form] untuk bertarung dengan Hana sepertinya..." Haruka menyilangkan kedua lengannya, mencoba untuk memunculkan rasa yakin yang besar bahwa Kouko dapat melindungi dirinya dari dekat.
"Aku tidak begitu mengerti soal Astral Form ini... aku pernah melihat Kou bertarung secara langsung dengan wujud itu tetapi apakah itu memiliki risiko tersendiri?" Tanya Shuan selagi menunjukkan ekspresi serius.
"Wujud itu bisa di bilang seperti memperketat hubungan dengan hantu atau Astral, Kouko saat ini sudah merasuki tubuh Kou dan mengendalikannya agar kekuatan mereka bisa bersatu..."
"...kutukan Eternal itu bisa di bilang membelah dua orang yang sama menjadi dua individu yang berbeda, memiliki sikap yang berbeda juga tentunya."
"Kou menggunakan wujud itu agar ia dapat bertarung melawan Hana dengan pikirannya serta kekuatan fisik dari Kouko, setiap serangan yang Kou terima memberikan dirinya sedikit rasa sakit tetapi Kouko lebih merasakan kesakitan itu."
Kou dan Hana melesat menuju arah satu sama lain lalu mereka melancarkan beberapa serangan dengan kecepatan yang sama, Keris yang Kou terus ayunkan membuat Hana fokus karena Kou sekarang yang memegangnya.
Jika ia mencoba untuk menahan atau menggunakan sihir kepada Keris itu maka semuanya akan hilang dan hancur begitu saja, Hana bisa melihat Kou memiliki pergerakan yang sama juga dengan Kouko.
__ADS_1
Hana menciptakan sebuah gelembung besar di kedua lengan Kou sampai menghentikan pergerakannya itu, Kou tidak bisa menggerakkan kedua lengannya sehingga ia menerima satu pukulan di perut.
Kou terlempar ke belakang, mengejutkan semua orang karena Hana memukul Kou tanpa menahan diri sehingga membuat Arata dan Ophilia bahkan tidak bisa berkata-kata.
"Arata...! Hana sepertinya kehilangan kendali...! Dengan pukulan tadi, ia bisa membunuhnya!" Seru Ophilia sambil menepuk-nepuk punggung Arata.
"Tidak... jangan cepat khawatir seperti itu. Kou terlihat berbeda sekarang, serangan tadi tidak cukup untuk melukai dirinya dengan parah." Kata Arata sambil menunjuk Kou yang bangkit.
Kou menginjak genangan air yang besar sehingga genangan air tersebut mulai membentuk Hana yang melancarkan satu pukulan, mengenai dagu Kou sampai ia terlempar ke atas.
Hana menyambut dirinya dari atas lalu ia menghantam wajah Kou sampai ia terjatuh di atas tanah, hujan semakin bertambah besar bahkan wilayah arena itu menjadi milik Hana sepenuhnya.
Hana dapat muncul di setiap tempat yang mengandung air bahkan kecepatannya juga meningkat sangat drastis ketika hujan turun, ia mendarat di sebelah Kou lalu memegang erat kakinya.
Hana langsung membanting tubuh Kou beberapa kali sampai Kou mulai merasakan kesakitan itu, fisiknya yang lemah masih terlindungi oleh Kouko yang tetap merasuki tubuh Kou.
Kou tidak dapat menggunakan kekuatan The Mind secara berlebihan karena itu dapat memisahkan Kouko dari dalam tubuhnya dan penyakit kutukannya akan muncul, berupa garis merah yang menyelimuti tubuhnya.
"Crimson... power..." Kou memejamkan kedua matanya, mencoba untuk fokus bersama Kouko.
"ITU DIA...!!! AURA CRIMSON YANG TERLIHAT SAMA PERSIS SEPERTI RATU TOURIVERSE!!!" Seru Jorgez keras, membuat seluruh penonton bertepuk tangan keras dan melepaskan suara bising karena pertarungan yang sebenarnya baru saja di mulai.
Hana bangkit lalu ia memegang erat kaki Kou dan melemparnya ke depan, Kou berputar dan mendarat di belakang. Kedua penglihatannya dikejutkan dengan naga Leviathan besar yang melesat ke arahnya.
Kou berhasil menghindarinya lalu menunjuk Kerisnya untuk menghapus Leviathan tersebut, Hana mengendalikan seluruh air di sekitarnya lalu menciptakan ombak besar yang melesat ke arah Kou.
Kou memegang erat Kerisnya lalu ia menunjuk ke depan sehingga ujung bilah dari Keris itu melepaskan gelombang Crimson besar sampai mengejutkan Hana, untungnya ia berhasil menciptakan tembok air yang berlapis-lapis.
Bammmmm!!!
"Ini pertama kalinya aku melihat Kou bertarung dengan normal seperti itu..." Rokuro sendiri terlihat terkejut ketika Kou mampu bertarung cukup baik ketika Kouko merasukinya.
"Semua itu aku buat menjadi kenyataan, dengan kerja keras dan usaha, semuanya pasti memiliki jalan bahkan Kou setiap harinya terus bekerja demi Co. Corp dan memperketat hubungannya dengan Kouko." Shuan tersenyum bangga ketika melihatnya.
Kou melancarkan beberapa gelombang tebasan ke arah Hana tetapi ia terus menghilang dan bersatu dengan air sampai membingungkan Kou karena pergerakannya yang begitu cepat.
__ADS_1
Ia tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan awan hitam di atasnya dengan menghapusnya menggunakan Kerisnya itu tetapi Hana muncul di tetesan hujan yang baru saja melewati tubuh Kou.
Hana meraih kedua kaki Kou lalu ia memutar tubuhnya beberapa kali, mencoba untuk membuat dirinya pusing bahkan Kou sampai menjatuhkan Kerisnya itu.
Hana melemparnya menuju daratan tetapi Kou menyeimbangkan tubuhnya lalu melesat maju ke arah Hana, mencoba untuk melepaskan sihir Crimson ke arahnya.
Dua bola Crimson muncul di kedua tapak Kou lalu ia menyambungkan kedua sihir itu dan melepaskannya ke arah Hana, air-air di sekitarnya mulai muncul di sekitar Hana sampai menciptakan sebuah zirah biru untuk dirinya.
Serangan sihir yang Kou terlambat mengenai tubuh Hana sebelum terlindungi dengan zirah, Hana sekarang mendapatkan durabilitas yang meningkat berkat zirahnya.
Setiap sihir yang mengenai zirahnya itu maka sihir tersebut otomatis akan berubah menjadi air untuk mempertebal pertahanan dari zirah Leviathan yang Hana ciptakan.
"Bukannya ini yang kau inginkan, Kou? Sekarang aku memiliki rasa keyakinan besar untuk berhadapan denganmu tanpa menahan diri." Hana mulai berbicara.
Kou menjawab perkataan itu dengan senyuman lebar karena ia saat ini dipenuhi dengan semangat karena Kouko yang berhasil merasuki tubuhnya secara keseluruhan.
Dengan wujud barunya itu, ia dapat merasakan arti dari pertarungan yang sebenarnya tanpa harus memerintah Kouko untuk menyerang lawan, kerja keras dan usaha yang selalu ia lakukan dengan Shuan memberikan hasil yang cukup baik.
"Mari kita lanjutkan, berbicara bukanlah cara yang selalu Legenda lakukan melainkan..."
"...kekuatan. Kita biarkan kekuatan yang berbicara!" Hana tersenyum serius sehingga mereka berdua melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan serangan secara bersamaan.
Setiap serangan mulai beradu dan Hana terus menjaga jarak dengan serangan Keris yang dapat membuka celah setiap serangan berhasil di lepaskan bahwa air yang ia lepaskan dimana-mana terhisab masuk ke dalam celah itu.
Hana menunggu Kou melancarkan serangan yang memberikan dirinya sebuah celah, tidak memakan waktu lama sebelum Hana memegang erat lengan kanan Kou lalu menendang perutnya sampai ia terhempas ke belakang.
Kou terjatuh di atas tanah sehingga kepalanya mulai di injak oleh Hana sampai wajahnya menghantam daratan, dosa dari Envy perlahan-lahan menguasai Hana sampai ia melupakan tentang rasa belas kasihan.
Untuk Kou itu adalah rencana yang baik karena ia menginginkan pertarungan ini dari Hana, dia sekarang terlihat begitu dingin, berbeda dengan sebelumnya yang terlihat khawatir dan pesimis.
Kou mulai bernafas berat karena serangan tadi cukup mengenai tubuhnya yang asli bahkan Kouko tidak tahu kapan bisa bertahan menerima serangan Hana yang dipenuhi kekuatan.
Hana mulai menginjak punggung Kou cukup kasar lalu menarik rambut Kou sehingga membantu dirinya untuk berdiri.
"Selesai sudah..." Hana menghantam perut Kou sampai ia memuntahkan aura putih melalui mulutnya, pukulan tadi di lanjutkan dengan sebuah sihir gelombang air yang menghempas Kou mundur sampai terjatuh di atas arena.
__ADS_1
"...aku menang."