Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 89 - Kekuatan yang Mengerikan


__ADS_3

"Siapa sebenarnya dirimu...?" Tanya Makuzin, ia mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki untuk bersiap melawan Shira.


"Aku adalah sang Legenda yang legendaris, Shiratori Shira..."


Yuffie dan semua pasukan-nya tidak bisa merasakan batas kekuatan yang dimiliki oleh Shira. Akina menghela nafasnya lega bahwa bantuan datang dan menghabisi semua pasukan Iblis itu dalam sekejap, ia terkesan dengan peningkatan Shira yang baru.


Mirai dan Akina jelas mengenal Shira karena mereka pernah bertemu di turnamen sejak itu, Mirai memberitahu Yuffie bahwa semuanya akan baik-baik saja jadi biarkanlah pasukan-nya untuk beristirahat dan memulihkan diri.


"Dia adalah sang Legenda legendaris... Itulah yang aku ketahui dari prediksi-ku, Yuffie." Ucap Muu melalui telepati.


"Semua pasukan beristirahat kembali, kita akan pergi setelah semua pasukan iblis telah terbasmi." Perintah Yuffie, semua pasukan-nya segera mundur dan mencoba untuk memulihkan diri mereka sendiri.


Yuffie mendarat di belakang Shira, cahaya yang ia pancarkan mampu membuat tubuh Yuffie terasa bugar bahkan luka yang tadi ia dapatkan dari iblis mulai kembali pulih.


"Tidak mungkin... Aku tidak pernah melihat sumber cahaya sehebat ini..."


"Sumber cahaya yang kau rasakan adalah cahaya yang hanya dimiliki oleh orang tertentu. Cahaya ini memiliki berbagai macam efek yang berbeda untuk sang penggung, musuh, dan rekan. Sepertinya dia telah menjadi satu dengan cahaya dan matahari." Ucap Ruu.


"W-W-Waktu akan... T-Terus berjalan s-sebelum legenda ini... Mencapai tingkat dimana d-dia bersatu dengan segala... C-C-Cahaya yang ada..." Ucap Puu.


"Terima kasih karena sudah datang tepat waktu, Legenda Shiratori Shira. Sepertinya dengan kekuatan kami yang terbatas ini, kami tidak mampu membasmi pasukan iblis dan membunuh pemimpin mereka juga." Yuffie menundukan kepalanya karena merasa bersalah.


"Ini sudah kewajiban-ku untuk datang dan menyelamatkan seseorang yang telah membantu Megumi... Tentu saja, kalian sekarang telah aku anggap rekan. Terima kasih karena sudah menjaga, Megumi." Shira melirik kepada Yuffie.


Tatapan Shira mampu membuat Yuffie tersipu karena betapa tampan-nya Shira ketika melirik kepada-nya, kedua matanya yang bersinar itu membuat Yuffie segera menepuk pipi-nya beberapa kali.


"Sudah menjadi pekerjaan-ku untuk melindungi seseorang yang membutuhkan-nya. Sebenarnya hubungan apa yang kau miliki dengan Megumi...?" Tanya Yuffie.


"Bisa disebut diriku sebagai calon suami-nya..." Jawab Shira.


Megumi segera merona ketika mendengar itu sampai Minami menatap wajah-nya dengan ekspresi yang terlihat bingung.


"Kau memang tidak pernah berubah dalam cara menggoda-mu itu..." Megumi menghela nafas-nya.


Makuzin sudah muak mendengar mereka yang terus berbicara sampai ia menyemburkan api mimpi buruk yang cukup besar. Shira menatap tajam semburan api itu sampai berubah menjadi partikel emas kecil yang memulihkan kembali tenaga-nya.

__ADS_1


"A-Apa...!?" Makuzin melotot ketika melihat Shira baru saja menyerang tanpa menyentuh sesuatu.


Shira melebarkan matanya hingga ia membuat Makuzin terdorong ke belakang, Shira melesat menuju arah Makuzin dengan kecepatan cahaya.


"Shira... Memang benar-benar berubah..." Megumi tersenyum lebar.


Shira menyerang Makuzin tanpa menyentuhnya karena seluruh tubuhnya diserang bertubi-tubi dengan cahaya yang Shira pancarkan, Makuzin terasa seperti ditusuk-tusuk dengan cahaya tersebut.


Makuzin dan Shira bertukar serangan tetapi serangan yang mengenai Shira tidak mempan bahkan sampai membuat tinju Makuzin terbakar ketika menyentuh tubuh-nya, terdengar bunyi cahaya yang menipis dan bersinar ketika Shira menyerang tanpa menyentuh Makuzin.


"Luar biasa... Baru kali ini aku melihat seseorang menyerang tanpa menyentuh lawan..." Gumam Yuffie, ia membuka mulutnya selebar mungkin ketika melihat pertarungan itu.


"Grrggghhh...! Ternyata kau Legenda yang membunuh seorang iblis hebat bernama Majiru ya... Tidak ragu lagi bahwa kekuatan-mu sehebat ini...!" Makuzin terbang mundur dan melepaskan hawa membunuh yang membesar sampai Shira bisa merasakan peningkatan kekuatan dan sihir secara bersamaan di dalam tubuh Makuzin.


Makuzin bergerak mengelilingi Shira dan mampu membuat cahaya di sekitarnya menjadi tipis. Shira bisa melihat beberapa aura kegelapan yang mencoba untuk menghapus cahaya-nya.


"Sepertinya Iblis memang memiliki aura kegelapan yang tinggi..." Ucap Shira pelan.


Makuzin melancarkan sebuah pedang yang besar menuju arah Shira mengenai kedua lengan Shira yang sempat untuk menahan serangan tersebut, daya serangan pedang itu sangat besar dan mampu menyeret Shira sampai daratan.


"Tidak buruk..." Shira tersenyum serius karena dirinya memang tidak sempurna karena sudah terluka.


Makuzin melebarkan matanya dan memancarkan cahaya merah melalui pupil tajam-nya. Semua serangan Shira tidak dapat mengenai Makuzin saat ini dan Shira muncul di depan-nya.


Makuzin mulai bergerak cukup gesit sambil menggenggam erat pedang besar-nya, Makuzin melancarkan  serangan bertubi-tubi ke arah Shira tetapi semua serangan itu hanya mengenai cahaya-cahaya yang bergerak lincah hanya untuk melindungi Shira.


Bahkan Shira bisa melihat Makuzin mengerahkan seluruh tenaga yang ia punya untuk membelah Shira menjadi dua, tetapi ia menahan serangan tersebut dengan hanya menggunakan jari telunjuk.


CLAAAAAAANG...!!!


Makuzin menunjukkan rautan wajah yang kesal melihat Shira menahan pedang-nya dengan hanya menggunakan jari telunjuk. Kali ini Makuzin meningkatkan kekuatan-nya lagi dan melakukan serangan lain yang membuat Shira menaikkan alis-nya.


Makuzin melancarkan seribu serangan dengan hanya satu ayunan, walaupun pedangnya berat dan mengandung banyak kekuatan tetapi Makuzin dapat melancarkan serangan sebanyak seribu kali. Shira tidak menggerakkan tubuhnya karena semua serangan itu tidak mengenai tubuhnya.


Makuzin terasa seperti menghantam sebuah tembok tebal di sekitar Shira, bukan... Pedang yang Makuzin pegang terasa berat dan di dorong mundur dengan udara di sekitar Shira. Makuzin menatap wajah Shira dimana saat ini tatapan-nya sangat tajam.

__ADS_1


Makuzin segera memejamkan kedua matanya karena sinar yang dipancarkan melalui kedua matanya dapat menyebabkan silau atau efek yang lebih merugikan yaitu buta.


"Sun Breaker..." Telepak tangan kiri Shira bersinar dan menciptakan sebuah pedang berwarna emas yang memancarkan cahaya matahari.


Shira menyerang balik dengan melancarkan tiga serangan ke arahnya, Makuzin bahkan tidak bisa menghindar karena seluruh tubuhnya terasa seperti mengenai beberapa tinju yang tidak bisa ia lihat dengan mata.


Pedang itu mampu melukai Makuzin dan meninggalkan bekas luka yang memancarkan cahaya emas, Shira mundur ke belakang dan seluruh tubuh Makuzin terlihat seperti di serangan dengan serangan yang tertubi-tubi. Hal itu bisa disebut sebagai sihir mematikan yang Shira gunakan.


Seluruh tubuh Makuzin bergetar dengan sendirinya sampai terdapat banyak sekali tanda emas, tanda emas itu berasal dari serangan cahaya yang mengenai dirinya. Makuzin melebarkan matanya dan memuntahkan darah hitam.


Darah hitam mengalir keluar dari kedua mata dan kedua lubang hidung-nya. Shira tidak melakukan apapun kecuali menatap Makuzin yang saat ini diserang dengan sihir cahaya-nya.


"Kau pasti akan mengira semua ini sihir 'kan...? Yah, hampir sama. Cahaya yang menyerang-mu adalah kemampuan murni yang aku pelajari dari guru-ku sendiri." Shira menyerap kembali pedang yang ia genggam.


"Grrrrggghhhh...!!!" Kedua mata Makuzin berubah menjadi warna merah darah secara keseluruhan, ia menyemburkan api hitam yang besar ke arah Shira.


"... ..." Seluruh tubuh Shira terkena api sembur itu tetapi ia tidak merasakan panas, api-api itu tidak mampu melukai dirinya juga.


Seluruh tubuh Makuzin tiba-tiba merasakan satu serangan tinju yang besar, Shira bergerak gesit mengelilingi-nya sampai seluruh tubuh Makuzin bersinar cerah dan mengenai tinju sinar yang bertubi-tubi.


Makuzin berputar dengan cepat dan terseret menuju daratan dimana tubuh-nya bergerak ke belakang karena cahaya-cahaya yang mengenai perutnya membuat Makuzin menggali lubang menggunakan tubuh-nya sendiri.


Shira muncul di atas langit sambil menatap lubang yang memiliki sinar matahari itu. Shira menunjuk lubang itu dan menarik semua cahaya yang terdapat di dalam lubang itu. Semua cahaya yang berada di dalam lubang itu langsung Shira serap sampai habis.


Tubuh Makuzin tertarik ke atas langit dan sudah tidak bernyawa, Shira menunjuk Makuzin dengan telapak tangan-nya dan tubuh Makuzin segera memancarkan cahaya terang lalu berubah menjadi partikel emas kecil.


"Aku masih belum cukup kuat..." Ucap Shira pelan, ia menyerap partikel emas tersebut.


Pasukan iblis lain-nya datang dari arah barat dan Shira bisa langsung mendeteksi-nya berkat cahaya di siang hari dapat meningkatkan segala atribut-nya termasuk mendeteksi ancaman dan bahaya.


"Light Vanisher..." Shira melirik ke arah barat dan menggerakkan lengan kiri-nya sampai membuat semua pasukan iblis itu berubah menjadi partikel emas dan hanya menyisakan pemimpin-nya saja.


"Cih... Jadi kau memang Legenda yang legendaris itu... Pembunuh prajurit terhebat Oni Majiru..." Ucap sang pemimpin.


"Ya, aku melakukan hal yang benar dan aku harus memberimu pelajaran, pemimpin iblis." Shira mengangkat lengan kiri-nya ke atas dan menyerap semua partike-partikel emas yang ada di hadapan-nya.

__ADS_1


"Namaku adalah Kuramura---"


Shira melepaskan cahaya besar yang mampu mendorong Kuramura mundur, "Tidak perlu membuatku mengingat nama yang sebentar lagi akan aku lupakan."


__ADS_2