
Babak Final sudah dimulai, pertarungan yang sengit terus berlanjut sampai-sampai semua penonton dan bahkan juri tidak bisa berkomentar dimulai dari pertarungan Megumi melawan Mirai dimana Mirai terus berada di posisi penyerangan dan membuat Megumi terpojok sehingga merasa kesal dan membangkitkan wujud Humanoid Fury-nya, di saat itulah Jorgez tergila-gila sampai semua kancing celana dan bajunya lepas dan ototnya juga mulai membesar karena melihat kekuatan dan kemarahan Megumi yang mampu membuat daratan terbelah menjadi dua.
Pertarungan berjalan cukup lama sehingga hasilnya cukup mengejutkan karena Megumi baru saja memenangkan babak Final dan resmi menjadi peserta yang bisa mengabulkan permohonan dan permintaan dengan menggunakan Solicitation's Order, Megumi bisa memenangkan pertarungan itu berkat auman terakhirnya yang mampu mengguncangkan daratan merah dan arena sampai hancur, bahkan lahar-lahar api panas mulai keluar dari daratan merah dan arena yang hancur itu. Mirai kewalahan sampai-sampai sihir pohonnya terbakar berkat lahar-lahar itu dan ia tidak sengaja terkena serangan Megumi yang mengaum sampai-sampai ia terdorong ke belakang dan mengenai barrier, itu artinya dia kalah karena sudah menyentuh barrier.
Semua peserta dari kelas tiga merasa senang dan bangga terhadap Megumi yang baru saja memenangkan turnamen, mereka semua tidak menyangka bahwa dia akan menang dalam turnamen ini karena dia terlihat tidak terlalu mencolok karena dia adalah bangsa Neko Legenda, imut dan terkadang sangar jika sedang marah atau serius. Semua penonton juga mulai mengenal Megumi lebih sehingga ia perlahan-lahan dikenal oleh semua orang yang menonton turnamen itu karena Megumi adalah petarung yang hebat dan juga tangguh karena bisa menang, walaupun begitu Megumi hanya menggaruk-garuk kepalanya selagi menggerakkan ekornya, "Tehehe~ Terima kasih~" Ucap Megumi yang mulai melambaikan tangannya kepada semua penoton.
Shira hanya bisa tersenyum lebar selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius karena ia tidak menyangka bahwa pacarnya yang akan menang turnamen ini demi dirinya yang sudah kalah, "Megumi... Menakjubkan, aku tidak percaya bahwa pacarku akan bisa memenangkan turnamen ini dan mendapatkan Solicitation's Order yang mengartikan bahwa kau bisa saja jauh lebih kuat dariku." Ucap Shira yang mulai mengepalkan kedua tinjunya lalu ia tersenyum lebar dan menatap langit-langit yang cerah, "Aku akan menjadi kuat suatu saat nanti!"
***
Alvin mulai duduk di atas lantai dimana ia dibantu jalan oleh Rina karena dia sudah tidak bisa lagi jalan, "Ugh..." Rina berlutut dan Alvin melihat beberapa luka Rina yang bersinar kegelapan yang mengartikan dia telah terinfeksi oleh sesuatu dan itu bukan pertandaan yang baik karena sihir Crimson-nya bisa saja berubah menjadi unsur kegelapan dimana ia bisa memakan sihir apapun dan juga berpotensi untuk memakan siapapun yang ia mau termasuk Alvin, "Kamu tidak apa-apa, Rina?" Tanya Alvin yang mulai mengusap-usap punggungnya menggunakkan bahunya, Rina menjawab dengan menggelengkan kepalanya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat semuanya akan baik-baik saja, "Tidak apa-apa kok... Sebentar lagi kita akan sampai yang mengartikan kita bisa lari dari neraka ini lalu kita bisa pulang bertemu dengan Mama dan adik-adikku." Ucap Rina yang mulai menunjukkan senyuman kecilnya.
Alvin bisa melihat wajahnya yang pucat, "Apakah dia melakukan sesuatu yang buruk kepada kamu?" Tanya Alvin karena Rina bisa terluka dan pucat seperti itu karena ia hampir sama seperti Alvin yaitu disiksa dengan prajurit Crimson serta dihukum oleh dewa agung Crimson, untungnya Rina masih bisa hidup, tetapi kondisi-nya terus memburuk setiap mereka mencoba untuk melarikan diri dari labirin itu. Alvin sudah mencoba sekuat mungkin untuk menyembuhkannya dengan berbagai cara, tetapi tidak bisa melainkan itu hanya membuat Rina muntah darah hitam dan juga menangis kesakitan, satu-satu cara adalah ia hanya harus berharap bahwa Rina masih bisa diselamatkan ketika mereka pulang nanti sebelum dia mati busuk karena Dark Crimson yang perlahan-lahan akan merusak tubuhnya jika ia tidak memakan sesuatu seperti sihir, mortal, atau dewa.
"Sebentar lagi, Rina. Kita akan sampai dan kita bisa bebas dari penderitaan ini, Rina---" Ketika Alvin menatap Rina dengan wajah yang terlihat bersemangat dan penuh harapan, Rina terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat sangat pucat. Alvin sudah tidak bisa merasakan keberadaan dan bahkan Lenergy-nya, ia mulai merasa panik sampai-sampai ekspresinya terlihat kesal dan putus asa karena Rina yang jatuh pingsan, "RINAAAAA!!!" Teriak Alvin sehingga ia mulai mengangkatnya lalu meraba leher dan keningnya dimana ia hanya merasakan detak nadi yang tidak lagu berdetak serta tubuhnya terasa dingin.
"AAAAGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Alvin keras sehingga teriakan-nya mampu membuat labirin itu berguncang tinggi dan menghancurkan semua yang menghalangi Alvin sampai ia menciptakan ledakan yang lebih besar dari nuklir. Ledakan itu bisa dilihat oleh banyak makhluk hidup yang berada di Crimson Realm bahkan Dewa Agung juga bisa melihatnya sehingga ia bergegas menghampiri ledakan itu dengan pasukannya yang berjumlah jutaan bahkan miliar.
Ketika ledakan itu selesai, Alvin melepas Rina karena seluruh tubuhnya mulai terasa sangat lemah sekali sampai tubuhnya sudah tidak mampu bergerak lagi, "R-Rina..." Kedua penglihatan Alvin mulai buram dan tiba-tiba ia melihat dewa agung yang mendarat di depannya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat tertarik dan juga puas karena Alvin sudah tidak memiliki peluang untuk lari atau selamat karena ia dikepung oleh jutaan prajurit bersenjata kuat dan memiliki sihir Crimson kuat juga, "Rina..." Alvin menatap Rina yang sudah tidak bisa bangun lagi, ia mulai melirik ke depan dengan kedua matanya yang sipit, ia hanya bisa mengatakan Rina dan tidak bisa mengatakan hal lain. Ia sudah menyadari tentang dewa agung yang berada di depannya, tetapi ia lebih memilih diam dan pasrah karena dewa kematian sebentar lagi menunggu-nya.
Dewa agung itu mulai memegang puncak kepala Alvin lalu mengusap-usapnya, ia tersenyum sinis lalu berbisik di telinga Alvin, "Apakah kau sudah siap dengan semuanya, Alvin...? Sebentar lagi akan dimulai loh karena saat ini semuanya sedang berada di dalam proses, rencana yang sudah akan rancang sampai titik sempurna. Kau tidak akan bisa melihat apapun lagi... Aku tahu rasanya kalah dan aku yakin kau tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain menjadi budak-ku secara paksa." Ucap dewa agung itu yang mulai menghantam wajah Alvin sampai ia pingsan dan terbaring di sebelah Rina yang tidak sadar.
__ADS_1
***
Babak Final yang terakhir dimulai dengan Korrina dan Agfi bertarung, Korrina sudah jelas akan menang berkat bantuan dari sihir Sacred, ilusi, dan waktunya sampai-sampai Agfi tidak diberikan peluang untuk menyerang karena kecepatan Korrina yang tidak bisa Agfi lihat lagi. Semua racun yang Agfi keluarkan kepada Korrina tidak mempan karena ia menggunakan ilusi dan sihir suci yang mampu menghapus racun itu sampai inti-nya, Agfi sudah beberapa kali di serang oleh Korrina sampai-sampai ia dipenuhi dengan luka parah dan tidak bisa bangun lagi. Agfi tergeletak di atas lantai dan ia melihat Korrina yang berdiri di depannya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "...Ma" Agfi mencoba untuk berbicara, tetapi tidak bisa karena tubuhnya mengalami rasa sakit yang tidak terbayangkan.
Agfi memakan seluruh tubuhnya dan kedua kakinya yang lemas, Korrina melihat itu dan ia merasa kesal karena Agfi mencoba untuk menghalangi jalan dan rencana Korrina dengan mencoba untuk menang, "Cih! Kenapa kau tidak membiarkan Mama menang saja?! Rencana kita sama-sama menyelamatkan Papa bukan!?" Tanya Korrina yang mulai menghantam wajah Agfi, "Ughh...!!!" Agfi membalas hantaman itu dengan mengepalkan tinju kanannya yang dipenuhi dengan darahnya yang berbahaya dan beracun, Agfi melesatkan tinju kanannya ke depan dan ia mencoba untuk menahannya menggunakan telapak tangan kanannya, tetapi apa yang ia harapkan tiba-tiba terjadi karena darah dari racun Agfi langsung membuat seluruh tubuh Korrina merasa lemas dan lelah, "A-Agghh...?"
Racun dari darah Agfi itu berefek sangat berbahaya sehingga seseorang yang menyentuh atau terkena setitik darahnya maka seluruh tubuhnya akan melemah sampai pucat sehingga seluruh pembuluh darah yang berada di dalam tubuh orang yang menyentuh darah tersebut akan putus untuk sementara, kedua mata Korrina mulai kabur sehingga seluruh tubuhnya bergetar dan kepalanya juga terasa pusing, kesempatan emas Agfi tidak akan ia sia-siakan begitu saja. Agfi berputar lalu menendang wajah Korrina sampai ia terdorong ke belakang lalu terjatuh di atas daratan merah.
Semua penonton dan juri tercengang bahwa prediksi mereka salah tentang Korrina yang akan menang karena sihir suci, ilusi, dan waktunya. Korrina juga lengah dan melupakan sesuatu tentang efek dari racun Agfi, "A-Agh..." Korrina sendiri bahkan merasa terkejut dan tidak menyangka-nya bahwa ia kalah oleh anaknya sendiri.
"TOURNAMENT OF SOLICITATION TELAH BERAKHIR!!! PEMENANG TERAKHIR ADALAH AGFI GHIFARI!!! UWAAAWWWWWW SUGOIIIIII ESUUUU!!!" Teriak Jorgez yang mulai berbaring di atas lantai selagi berguling-guling, semua penonton tersenyum dan menerima hasilnya. Mereka semua bangkit dari atas tempat duduk mereka lalu bertepuk tangan sekeras mungkin selagi bersorak keras.
"Agfi menang... H-Hebat." Ucap Akina karena ia tidak menyangkanya, ia mulai menatap Korrina yang masih terlihat melemah karena racun darah milik Agfi. Semua penonton kelas tiga juga merasa bangga walaupun Korrina kalah setidaknya anaknya menang dan membanggakan kelas tiga juga. Turnamen berakhir dengan keseruan tinggi sehingga membuat semua penonton ingin melihat pertarungannya lagi direkaman nanti, Morgan sudah menyiapkan dua kubus emas yang bernama Solicitation's Order di depan Megumi dan Agfi.
"Selamat, Agfi Ghifari dan Ryouma Megumi. Kalian berdua adalah pemenang di Tournament of Solicitation dan sebagai janjinya permohonan kalian akan bisa terkabulkan oleh kubus emas ini yang bernama Solicitation's Order." Ucap Morgan. Alasan kenapa permohonan Majin dirahasiakan karena dia adalah pemenang yang tanpa harus melawan seseorang di babak Final, jadi itu sangatlah spesial dan Morgan merencanakan untuk membuat permohonan Majin terkabulkan ditempat yang lebih aman dan sunyi.
Morgan merasa lega bahwa permohonan Majin itu tidak terlalu berlebihan melainkan netral, tetapi ia juga mulai penasaran dengan permohonan Agfi dan Megumi, "Beritahu permohonan kalian kepadaku." Ucap Morgan.
"Tolong hidupkan kembali Ayahku yang sudah mati!" Ucap Megumi.
"Kembalikan kondisi Rina sampai pulih sepenuhnya." Ucap Agfi, ternyata permohonannya berubah menjadi sesuatu yang jauh dari ekspetasi dia sendiri. Ia memohon Rina untuk pulih karena dia sudah menjelaskan semua rencana kaburnya di mimpi Agfi dan dia sepenuhnya mempercayai Rina karena dia adalah kakak kandung dan teman bermainnya sejak kecil, jika Agfi membawa Alvin pulang dengan kubus emas itu maka Yuusuatouri akan terancam oleh semua mahluk hidup yang ada di Crimson Realm.
__ADS_1
Shira sudah mengetahui permohonan Megumi dan itu membuatnya lega sehingga ia menatap langit-langit yang cerah, "Berakhir sudah." Ucap Shira yang tiba-tiba mulai membulatkan kedua matanya karena ia melihat sesuatu.
Morgan mulai menatap kubus emas itu dan ia mulai mencoba untuk mengabulkan permohonan mereka, tetapi...
...
...
BAM!!! BAAAMMMM!!!! BAAAAAMMMMMM!!!
Beberapa sihir meteor yang memiliki efek ledakan tinggi mengenai turnamen itu serta akademi milik Morgan sampai hancur dan ledakannya juga bisa disebut lebih dahsyat dari kemarahan Alvin, meteor-meteor itu berasal dari pasukan iblis yang sedang menunggangi sebuah naga berkepala lima dan mereka semua mulai tertawa terbahak-bahak selagi merayakan keberhasil mereka dalam membuat mereka semua terkena oleh ledakan meteor dahsyat itu, "WAHAHAHAHAHA!!! RENCANA SINGKAT KITA BERHASIL UNTUK MENYINGKIRKAN MEREKA SEMUA!!!" Teriak pemimpin pasukan iblis dan dia bersama pasukan-nya sudah jelas mendapatkan perintah dari Rxeonal untuk menghancurkan akademi dan turnamen itu, Rxeonal mengetahui akademi dan turnamen itu karena Master yang memberitahu semuanya.
Semua ledakan itu telah selesai serta asap-asap yang ditimbulkan oleh ledakan itu mulai menghilang. Pasukan iblis itu melihat banyak sekali korban terluka dan korban yang sudah kehilangan nyawa mereka semua, beberapa korban terluka terpental jauh menuju beberapa semesta seperti Xuusuatouri, Zuusuatouri, dan yang lainnya. Pasukan iblis itu tidak bisa melihat akademi dan turnamen itu lagi karena sudah hancur oleh sihir mereka yang diluncurkan secara bersamaan.
"Sepertinya semuanya telah berakhir. Kita bisa menjalankan tugas raja kita dengan aman. Korban-korban yang terluka dan selamat pasti akan tersesat dan mati dalam proses terjatuh menuju daratan dari berbagai planet, mari kita pergi." Ucap pemimpin pasukan iblis itu yang mulai menyuruh pasukannya untuk bubar dan melapor kepada Rxeonal.
Semuanya sudah hancur dan tidak menyisakan serpihan apapun melainkan korban-korban yang sudah kehilangan nyawa mereka seperti tubuh mereka yang sebagian hilang dan terbelah menjadi beberapa bagian, "N-Nrghh..." Shira menatap semua pasukan iblis itu yang mulai pergi lalu ia menunjuk mereka semua dengan kondisi yang terluka parah, "Siapapun... Tolong..." Ucap Shira pelan dan ia langsung kehilangan terhadap kesadarannya dan pingsan, ia terjatuh menuju semesta Xuusuatouri.
~TAMAT~
~BERLANJUT DI SPECIAL CHAPTER I DAN CHAPTER 75.5 YANG AKAN RILIS BESOK~
__ADS_1
~NANTIKAN YA~