Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 355 - Kau ingin Mendekati Kutukan itu?


__ADS_3

"Apa? Kau ingin pergi sekarang? Apakah aman dengan kondisi Kou yang belum pulih--- bukan hanya itu saja, kau yakin masih ingin membawa dirinya?" Tanya Yuriko dengan ekspresi yang terlihat serius, Minami mengangkat ekornya ketika mendengar sesuatu yang mencurigakan keluar dari mulut gadis itu. Minami menoleh ke belakang dan melihat Kou sedang menatap lantai sambil menggerakkan kedua kakinya, "Kata-kata yang keluar dari mulutmu itu terdengar mencurigakan, apakah kau memiliki masalah jika aku membawa temanku sendiri 'kah?"


"Berteman dengan keturunan Comi dalam waktu yang lama sepertinya masih belum membuat dirimu cukup mengerti ya? Kau tidak sadar bahwa bahaya berada tepat di hadapanmu itu, bukan hanya hadapanmu saja tetapi sekitarmu... dunia dipenuhi dengan kutukan yang terus berkembang dan bertambah..." Yuriko mencoba untuk memberi perkataan teka-teki kepada Minami tetapi ia tidak ingin menjawabnya karena Kou berada tepat di belakangnya, pikirannya mulai mengatakan sesuatu kepada bahwa ia ingin pergi sebentar bersama Yuriko dan Kou mengerti lalu ia pergi menghampiri kasur untuk duduk di sana.


Yuriko melebarkan matanya ketika ia berada di tempat yang berbeda sekarang, kecepatan Minami begitu cepat sehingga mereka sekarang berada di luar. Perkataan Yuriko terdengar cukup menyinggung untuk Kou jika mereka terus melanjutkan pembicaraan tadi bersama Kou, "Bicara, jangan mengatakan sesuatu yang tidak ingin aku cari. Aku ingin jawaban yang jelas dan singkat darimu, perkataanmu itu bermaksud kepada Kou--- Tidak, seluruh keturunan Comi?"


"Kutukan, kau tidak pernah mengetahui rahasia mengerikan dari keturunan Comi ya... Sepertinya aku harus menjelaskan-nya kepadamu, keturunan itu lahir dari seorang sang pencipta dan mereka memiliki berbagai kutukan yang cukup merugikan. Masalah yang kau hadapi bersama Ayahmu, tidak terutama pertama kali ia masuk ke dalam dunia ini. Masalah terus bermunculan bukan? Pasti salah satu keturunan dari Comi akan harus ikut campur." Kata Yuriko, perkataan itu membuat Minami kesal karena ia tidak ingin temannya dibicarakan buruk seperti itu.


"Intinya aku memberitahu dirimu untuk tidak berteman lagi dan berurusan lagi dengan keturunan Comi, kau mendekati kutukan itu sendiri dan aku memberitahu dirimu bahwa semua keturunan Comi itu terkutuk. Selama ini kau mendekati kutukan itu, kutukan yang bercantum dengan kematian juga termasuk... jika saja temanmu tidak egois maka kau yang akan mati dan terlupakan karena kehancuran dari kubus hitam."


Minami melebarkan matanya ketika Yuriko mengetahui informasi seperti itu, ia langsung membelit lengan kanan Yuriko menggunakan ekornya sambil menatap dirinya dengan tatapan yang mengancam, "Kau benar-benar mencurigakan, apakah dewi takdir benar-benar mengetahui semua ini?"


"Takdir yang sudah berjalan dan berlalu bisa diberitahu, lagi pula aku mengetahui semua petualangan kalian dan tidak ingin berbicara karena takdir bisa saja berubah kapanpun. Membicarakan kutukan Comi tidak terlalu begitu menghancurkan keseimbangan karena aku mencoba untuk mencegah sesuatu, apakah kau masih yakin untuk berteman dengan kutukan itu sendiri? Mungkin mereka sendiri tahu dan tidak ingin memberitahu kalian karena takut dibenci."


"Jika kau memberitahu-ku ini, kenapa kau mengijinkan anakmu untuk menikahi Korrina?"

__ADS_1


"Kau tahulah anak-anak zaman sekarang, tidak lagi peduli dengan seseorang yang sudah membesarkan dan mengasuh mereka. Aku terlambat untuk mencegah anakku sehingga sekarang ia sudah memiliki banyak keturunan, Korrina sendiri adalah kutukan tetapi ia sudah pergi dan itu cukup aman..." Minami mengepalkan kedua tinjunya karena ia tidak menerima fakta bahwa teman-temannya memiliki kutukan yang membahayakan dirinya.


"Kau kesal ya? Kesal karena tidak menerima suatu kebenaran, jika kau pikirkan kembali... Musuhmu memiliki beberapa tujuan untuk menghancurkan keturunan Comi bukan? Konflik besar yang mengancam dunia pasti memiliki suatu kaitan dengan Comi semisalnya Shinku yang mengincar anakku lalu ia mengincar semesta hanya untuk menghancurkan mereka yang memiliki sihir Sacred? Ya, itu keturunan Comi sendiri." Yuriko mencoba untuk melepas genggaman Minami karena ia terlihat begitu kesal ketika mengetahui kebenaran.


"Rxeonal juga sebenarnya berubah karena seseorang yang berkaitan dengan Comi juga, ya... anak pertama dari Korrina yang bernama Rina dengan sisi Eternal yang bernama Mortem. Titik konflik yang memulai semuanya adalah Mortem yang mampu mengubah Rxeonal menatap kebenaran yang tidak ia ketahui sehingga ia melakukan rencana untuk menghancurkan seluruh ras, intinya kau tahu bahwa seorang keturunan Comi yang membuat ancaman itu." Perkataan Yuriko terdengar masuk akal bahkan Minami terlihat bingung karena ekspresi-nya yang terlihat kesal dan tidak mau menerima fakta itu.


"Kau tidak menerimanya ya? Jika kau pikirkan lagi semua itu benar, seharusnya kau pikirkan dari sekarang tentang takdir dan masa depan yang akan kau hadapi... Kebenaran terkadang menyakitkan, Minami. Konflik Komi saja muncul karena keturunan Comi juga contohnya Korrina dari dimensi yang berbeda memiliki kebencian besar dengan dimensi asli terutama Korrina yang asli, mereka benar-benar kutukan yang selalu menemani kalian semua." Yuriko melihat Minami yang terlihat putus asa, sepertinya ia terlalu mempercayai keturunan Comi sehingga kebenaran itu tidak bisa ia terima dengan mudah.


"Sekarang... kau disini karena...? Dua keturunan Comi 'kan? Haruka dan Okaho---" Minami pergi meninggalkan Yuriko karena ia tidak mau mendengar perkataan lain yang keluar dari mulutnya, "Kau cukup menyedihkan ya, seorang keturunan Shiratori yang dulunya memiliki kekuatan berdasarkan cahaya untuk memberi keadilan lebih memilih untuk menegakkan keadilan terhadap sebuah kutukan... menyedihkan sekali, tidak ada kata terlambat dan kau bisa mencegah semua itu dengan membunuh Kou dan Honoka."


"Keturunan Comi sudah melakukan banyak hal untuk dunia ini terutama ayah dan teman-temannya. Jika Ayah tidak datang maka Touriverse sudah pasti berakhir jika ayah dan teman-temannya tidak berada di sisi Korrina maka semuanya juga akan hancur, dewi takdir seperti dirimu seharusnya memiliki kemampuan untuk melihat takdir alternatif bukan? Korrina tidak hanya disebut sebagai ratu Touriverse melainkan dia sudah membagi harapannya kepada semua orang terutama Ayahku sendiri dan sekarang aku yang akan menjadi harapan bagi Ayah!" Minami menoleh ke belakang dan melihat Yuriko yang terlihat terkejut, sepertinya ia melihat sedikit celah dari takdir alternatif itu.


"Menyedihkan sekali, kau bisa hidup panjang untuk mengetahui kebenaran atau hidup singkat hanya untuk menyesal dengan sesuatu yang selalu bersamamu. Teruslah mendalami perasaanmu, kau tahu semua yang aku katakan dan fakta tentang keturunan Comi itu benar. Garis darah mereka harus segara dicegah sebelum terlambat... kutukan yang merugikan sekitar walaupun kutukan itu memberi banyak harapan dan kecerahan untuk masa depan." Yuriko perlahan-lahan pergi meninggalkan Minami karena ia sudah kehabisan kata-kata untuk menyadarkan dirinya.


"Pikirkan kembali, jalan itu memiliki jalan alternatif yang berbeda setiap pilihan yang sudah kita tujui. Terserah dengan pilihan apa yang kau ingin, aku hanya ingin memperingati saja karena aku sendiri terlambat untuk menyadarkan anakku, keturunan Comi sekarang sudah menjadi teman dekatmu dan bahkan menjadi sesuatu yang cukup terkenal di duniamu sendiri. Mereka tidak tahu bahwa kutukan yang merugikan itu dekat..." Yuriko tersenyum lalu menghela nafasnya, ia pergi meninggalkan Minami sendirian yang terlihat kebingungan.

__ADS_1


Minami pergi menghampiri kamar untuk menghadapi Kou, perasaan dan pikirannya kali ini dipenuhi dengan sesuatu yang tidak bisa ia pilih dengan mudah. Semuanya saling bertentangan dan ekspresi-nya sendiri terlihat sangat kesal dan tidak mengerti lagi dengan dunia yang bernama Touriverse. Penuh dengan misteri yang tidak bisa diketahui dengan mudah.


Beberapa menit kemudian, Minami masuk ke dalam kamar dan melihat Kou yang tertidur di atas kasur dengan wajah yang terlihat damai. Minami dengan pelan menghampiri gadis itu dengan kuku yang memancarkan cahaya emas, wajahnya terlihat seperti menyesal dan kesal yang dicampur menjadi satu. Kuharu selama ini memperhatikan mereka dan ia tertawa terbahak-bahak, pilihan untuk membawa Minami menuju masa kuno sepertinya benar karena terdapat seseorang yang mengetahui tentang kebenaran keturunan Comi.


Minami mengangkat lengan kanannya lalu ia menatap Minami dengan tatapan yang terlihat serius, satu ayunan sudah pasti akan membunuh Kou karena fisiknya yang lemah dan ia juga tidak memiliki pertahanan apapun untuk melindungi dirinya sendiri. Ketika Minami sadar bahwa ia sendiri mengangkat lengan kanannya dan mempersiapkan kuku emas yang bisa menebas apapun membuat air mata mengalir keluar melalui kedua matanya.


Minami sendiri tidak bisa menerima fakta bahwa semua yang dikatakan Yuriko itu benar tetapi ia tidak mau melukai atau membunuh seorang teman yang sangat berharga bagi dirinya, entah kenapa ia mencoba untuk membunuh Kou dan itu membuat Minami semakin membenci dengan pilihan yang selalu membingungkan dirinya. Minami mulai menangis karena ia tidak menerima semua temannya itu adalah kutukan yang dapat merugikan sekitarnya, "Mencegah sesuatu untuk menghentikan masalah lain... itu benar-benar bodoh... lagi pula... tidak selalu kutukan itu membawa sesuatu yang buruk dan kutukan... tidak akan... bertahan untuk selamanya, mereka dapat dicegah dengan cara yang benar."


Kuharu merapatkan giginya ketika melihat Minami benar-benar kebal dengan perkataan apapun, garis keturunan Shiratori benar-benar keras kepala dan itu membuat dirinya kesal sampai ia menggigit jari-jarinya sampai mengeluarkan banyak darah. 


"... ..." Minami duduk di pojok sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal. 


Kou selama ini bangun dan berpura-pura untuk tidur, ia hanya ingin melihat temannya memilih sesuatu yang dapat mengubah masa depan yang begitu besar. Kou tidak menyangka bahwa Minami berhasil menghentikan dirinya untuk mencoba membunuhnya sehingga ia tersenyum kecil dan meneteskan beberapa air mata.


"Mereka adalah temanku, hampir sama seperti keluarga dekat... tugas sebagai seorang teman tentunya selalu mendukung dan membantu mereka..."

__ADS_1


__ADS_2