Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 421 - Potensi Nilai


__ADS_3

Minami masuk ke dalam kelas-Nya dengan ekspresi yang terlihat masih mengantuk, kebetulan ia datang lebih lambat karena terlalu lama tidur di kasur empuknya itu. Pertarungan kemarin benar-benar membuat dirinya lelah.


Ia sempat melihat Honoka yang sedang mengobrol bersama Marie dan Lyazen, melihat Honoka yang terlihat baik-baik saja membuat Minami tersenyum sehingga dua murid sekelas mulai menyambut kedatangan Minami.


"Selamat, Shiratori Minami, seperti kamu berhasil menyingkirkan tiga yang berasal dari kelas 1B ya... kau sendiri bahkan mengalahkan seorang kakak kelas." Kata Centaur itu.


Melihat Centaur itu entah kenapa membuat Minami ingin menyerangnya tetapi Honoka langsung menghentikan dirinya karena Minami masih memiliki masalah trauma ketika melihat musuh yang memiliki penampilan mirip.


"Sudah dulu ya, teman-teman. Minami masih lelah, jangan ganggu dia dulu." Honoka menyeret dirinya ke tempat duduk.


Minami menatap Honoka dengan ekspresi yang terlihat bingung, semua murid kelas 1C mengetahui tentang Honoka dan Minami yang berhasil melaporkan tindakan yang melanggar tata tertib.


Kebetulan hanya mereka saja yang tahu sedangkan murid dari kelas yang berbeda tidak akan mendapatkan berita itu.


"Sistem eksklusif... sepertinya semua teman-teman di kelas ini mengetahui kita baru saja mengeluarkan empat murid dari akademi ini."


"Semua murid tidak tahu jelas kenapa keempat murid itu bisa keluar, hanya semua teman sekelas kita yang mengetahuinya." Kata Honoka.


Minami mengangguk lalu ia mulai menandai wajah seluruh teman sekelas-nya, sekali saja ada yang berkhianat maka ia akan menggunakan mereka sebagai samsak tinju untuk menghajar-Nya sampai trauma.


***


"Apa?! Minami dan Honoka kemarin di serang?!" Shuan tercengang ketika mendengarnya dari Haruka.


Rokuro, Asriel, dan Mitsuki sudah mengetahuinya karena Minami sempat memberitahu mereka ketika ia menyelesaikan kopi es-Nya itu, informasi yang mereka dapatkan sudah tersampaikan kepada mereka dan itu adalah hal yang baik.


"Kalian harus berhati-hati jika kalian ingin mengunjungi kota karena pergi berdua saja tidak menjamin selamat karena mereka akan mengincar murid baru terutama Kakak kelas."


"Kita juga tidak tahu... kelas yang dekat dengan kita bisa saja memiliki rencana untuk menyerang kita semua, jangan pernah menurunkan pertahanan kalian dan jangan pernah lengah sedikit pun, lakukan hal yang sama seperti Minami..."


"...jika melihat murid mencurigakan maka sebisa mungkin untuk menjauhi dirinya tetapi jika ia menyerang pertama maka lawan saja mereka sebagai [Self-Defense], mengerti?" Tanya Haruka.


Mereka semua mengangguk dan kelas 1-S ini semuanya memiliki murid yang dapat dipercayai karena sudah saling mengenal sejak awal berkat kedekatan orang tua mereka juga berdua.


Haruka hanya mengkhawatirkan tentang kelas 1-C terutama teman-temannya yang sudah menjadi ancaman bagi Kakak kelas.


Pelajaran baru saja dimulai, setiap wali kelas akan memberi mereka semua informasi tentang empat murid yang baru saja dikeluarkan dari akademi karena sudah melanggar tata tertib secara berlebihan.

__ADS_1


Setelah itu semuanya dilanjutkan dengan sebuah pelajaran. Mereka juga harus tetap fokus dengan pelajaran.


Bersikap malas saja maka poin yang mereka miliki bisa berkurang kapan saja karena setiap kelas memiliki alat pengawasan yang begitu ketat.


Pikiran Shuan dipenuhi dengan rasa khawatir, ia tidak ingin diserang secara tiba-tiba karena ia sangat membenci serangan pengecut seperti itu.


Mencoba untuk menusuk dari belakang hanya membuat dirinya kesal ditambah lagi ia takut sesuatu terjadi kepada Kou.


Ia tidak bisa melindungi dirinya sendiri jadi ia membutuhkan seorang pelindung untuk tetap menjaga dirinya dari segala arah agar ia bisa melaksanakan aktivitas akademi ini dengan damai tanpa harus terseret ke dalam masalah.


Kebanyakan murid di satu minggu pertama ini menghabiskan waktu dengan beristirahat dan mengumpulkan poin sesanggup mungkin, pelajaran juga pasti akan tetap mereka dalami untuk mempersiapkan ujian yang akan diadakan setiap minggu.


Pada hari Sabtu, semua murid harus mengerjakan lima ujian dan keesokan harinya mereka akan mengalami penilaian poin, jika poin kurang maka otomatis murid itu akan dikeluarkan, kebetulan Haruka dan Kou mendapatkan nilai sempurna di kelima ulangan itu berkat kecerdasan mereka.


Itu artinya mereka tidak memerlukan penilaian itu, mereka sudah bisa dibilang lolos jika mendapatkan lima nilai sempurna. Tanpa memikirkan apa pun, semua murid rata-rata mendapatkan nilai yang sangat jelek dan rata-rata untuk lolos ujian itu mendapatkan 95.


Sepertinya ujian di minggu pertama ini yang mendapatkan nilai pas hanya beberapa orang, mereka yang mendapatkan nilai di bawah 95 terpaksa mendapatkan pajak poin yang harus mereka selesaikan sebelum hari penilaian tiba.


Para murid yang tidak memiliki nilai pas itu bekerja keras untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya agar bisa lolos di minggu pertama ini.


Pilihan informasi berita yang terdapat di kartu itu mulai memperingati para murid bahwa terdapat seorang murid yang rela membunuh untuk mendapatkan poin, di saat itulah para murid mulai panik tetapi tidak terlalu peduli karena pikiran yang sudah dipenuhi dengan pengumpulan poin.


Beberapa orang tertentu bisa merasakan tekanan kesulitan yang besar bahkan bisa saja mempengaruhi mental seseorang dan mengubah mereka menjadi gila, hanya peduli dengan diri sendiri dan poin, asalkan mereka bisa lolos maka semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja.


Penilaian sudah tiba, tidak disangka beberapa murid harus di keluarkan dalam penilaian pertama ini dan rata-rata angkatan satu. Paling banyak murid yang dikeluarkan itu berasal dari kelas 1-E dan 1-G.


Sebanyak 10 sampai 12 murid harus dikeluarkan karena mendapatkan poin yang begitu kecil bahkan remedial mereka tidak bisa terpenuhi dengan poin juga.


Para wali kelas sudah pasti akan menjelaskan-Nya kepada murid-murid bahwa tekanan kesulitan akan diperberat lagi karena sudah memasuki minggu kedua.


"Sepertinya minggu pertama berjalan cukup tidak terduga untuk angkatan satu bisa kekurangan banyak murid tetapi ibu bangga untuk bisa melihat kelas ini... semua bertahan dengan aman!"


Ibu ingin memperingati kalian tentang sesuatu bahwa angkatan di atas kalian adalah penyebab kenapa angkatan satu mengalami pengurangan murid dalam jumlah yang sangat banyak bahkan satu murid dari angkatan satu mati..."


"...mencoba untuk melarikan diri dari sebuah tempat yang begitu sepi." Sakura mulai membuka kertas yang ia bawa lalu menempelkan-Nya di papan untuk menunjukkan statistik pengurangan murid."


"Angkatan tiga hanya mengalami tiga pengurangan murid dan salah satunya keluar karena Minami sedangkan Angkatan dua mengalami pengurangan murid sebanyak 10."

__ADS_1


Yang lebih parah lagi adalah angkatan satu karena mendapatkan 14 pengurangan murid di minggu pertama. Sakura hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Ia merasa kecewa sebenarnya karena murid yang di undang itu bukan sekedar murid biasa melainkan murid yang begitu berbakat sampai diberi kesempatan untuk mengikuti akademi permohonan.


"Ibu merasa bangga untuk bisa menjadi wali kelas dari kelas 1-S, sangat bangga... kalian berhak mendapatkan sebuah perayaan untuk diri kalian sendiri karena angkatan satu sangat diincar oleh angkatan yang paling atas."


"Kalian perlu mengalahkan mereka juga dengan kemampuan dan kecerdasan kalian, jangan sampai minggu satu terulang di minggu kedua." Sakura mulai menepuk papan tulis beberapa kali.


Ia terlihat serius sekarang karena tidak ingin murid berpotensi di kelas 1-C mengalami kegagalan untuk lolos di minggu kedua.


"Dengan mendapatkan yang begitu banyak, kalian harus memikirkan cara untuk mengalahkan angkatan yang berada di atas kalian tetapi jangan lengah dengan angkatan yang sama dengan kalian."


"Semua angkatan yang berada di atas kalian sudah memiliki tempat persembunyian dan perkumpulan, hampir seperti geng yang sudah tercipta."


"Kalian hanya perlu berhati-hati ketika berjalan sendirian di kota karena di situlah inti kenapa pengurangan murid angkatan ke satu bisa terjadi..."


"...semua pengurangan murid itu juga mengalami trauma yang besar karena sudah disiksa dan lebih buruknya sampai diperkosa."


"Kami guru hanya akan bertindak untuk seseorang yang berhasil melaporkan-Nya dengan bukti yang kuat, di saat itulah kami dapat mengeluarkan mereka.


"Melaporkan itu tidak mudah loh, sekali saja ketahuan maka kalian akan menjadi ancaman yang sangat besar."


"Kecerdasan... kemampuan... pikiran... strategi... otak... kelima itu adalah hal yang harus kalian gunakan untuk bisa bertahan di akademi permohonan, semuanya itu sulit dan dipenuhi dengan tekanan."


"Murid yang lemah bisa memilih jalan pintas yaitu keluar dengan sendirinya jika tidak ingin melanjutkan semua tekanan kesulitan ini... lebih baik jika melakukannya dari sekarang agar masalah tidak bertambah besar."


Mendengar penjelasan Sakura membuat sebagian murid kelas karena mereka semua bisa merasakan situasi hidup atau mati.


Bertahan adalah inti dari segalanya, jika tidak bisa bertahan maka mereka bisa mendapatkan hukuman atau lebih buruknya kematian.


"Akademi ini menilai seluruh murid berdasarkan potensi mereka secara keseluruhan tentang lima hal itu, gunakan dengan baik dan pakailah dengan benar untuk bisa bertahan sampai bulan ke lima."


"Semua murid yang sudah dikeluarkan itu kami anggap rendah dan tidak memiliki potensi apa pun yang dapat digunakan sedangkan bagi mereka yang menggunakan kelicikan atau cara yang salah adalah potensi yang cukup baik..."


"...lebih baik lagi jika tidak diketahui oleh kami dan tidak menerima pelanggaran apa pun."


"Jangan sampai kalian menjadi potensi yang tidak memiliki nilai apa pun, ibu bisa melihat kelas 1-C memiliki banyak potensi besar yang dapat membantu kalian untuk menginjak puncak paling atas, puncak yang akan mendaftarkan kalian langsung di turnamen itu..."

__ADS_1


"...minggu kedua kalian baru saja dimulai, ibu harapkan kalian masih bisa bertahan sampai minggu ketiga bahkan sampai bulan ke lima..."


"...mengerti?"


__ADS_2