Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1006 - Gems


__ADS_3

""Hoh! Hoh! Hoh! Hoh! Hoh!!!"" Para Zerdians menepuk dada mereka tanpa henti selagi memutari banyak sekali tulang-tulang berbeda yang berada di dalam Touriverse.


Semua tulang itu mereka koleksi pada saat Ragnarok yang pertama dan kedua sampai mereka terus melakukan upacara adat untuk mempersiapkan perang dengan berputar di hadapan tumpukan tulang.


"Semua tulang yang di dapatkan pada saat berperang pada Ragnarok ya, kali ini upacara adat tersebut menunjukkan bangsa Zerdians tidak akan mengulangi hal yang sama." Brimgard terus memperhatikan upacara itu.


"Abang, karena kau telah menjadi Dewa yang mengurus segala hal di dalam Kountraverse maka perubahan baru mungkin akan menghampiri kita." Ucap Zeindall.


"Aku tahu orang tua kita telah gugur dalam peperangan Ragnarok yang kedua, dan bahkan Omni-God yang mengurusi Kountraverse juga tidak menunjukkan tanda kelayakan apapun."


"Intinya begini, Zeindall."


"Jika kau ingin meraih sebuah kemenangan maka raihlah semuanya tanpa harus berbasa-basi, Omni God yang sebelumnya terlalu banyak menyombongkan kekuatan dan harga dirinya..."


"...itu adalah sebuah kelemahan terbesar bagi seorang petarung, terutama lagi ras Kountraverse lainnya yang tidak mirip seperti Zerdians."


"Zerdians yang tidak pernah meremehkan musuhnya dan langsung melawan musuhnya... tidak menunjukkan kelemahan apapun melainkan ketangguhan dalam sebuah pertempuran!" Brimgard menepuk dadanya.


"Hanya Zerdians yang melakukannya sedangkan sisanya menghabiskan banyak waktu bodoh sampai kita kekurangan banyak penghuni di Kountraverse yang menyebabkan kekalahan."


"Ini bukan siapa yang kuat atau siapa yang menaklukkan perang... kekuatan sejati dan pengakhiran adalah segalanya." Brimgard terus mengatakan kata demi kata selagi menepuk dadanya.


"Aku memutuskan untuk membunuh Omni God hanya agar bisa diangkat menjadi Omni God itu sendiri agar bisa mengatur segalanya untuk tetap mempelajari kesalahan kita sebelum."


"Menunjukkan kelemahan berdasarkan harga diri, kepercayaan, harapan, kesombongan, pamer, dan semua hal negatif lainnya adalah untuk orang lemah."


"Mereka yang pasti akan merasakan arti dari kekalahan sebenarnya, entah itu siapa... bangsa Zerdians akan tetap melawan dan tidak menahan diri tanpa menunjukkan kelemahan apapun." Brimgard mengepalkan kedua tinjunya.


Kepalan tinjunya membangkitkan api hitam bergejolak besar di semua tulang itu sampai menyebabkan seluruh Zerdians langsung menepuk dada mereka sebanyak dua kali, "Bertarung...!"


"Berperang...!"


"Bertahan...!!!"


"Memberi kesakitan dan pengakhiran lebih cepat...!"


Brimgard melayang ke atas langit lalu Zeindall mengikuti dirinya sampai ia hanya bisa tersenyum bangga akan saudaranya yang memang berhasil mengubah segalanya secara seratus persen.


Terutama lagi Ragnarok ketiga ini adalah waktu yang sangat pas dan cocok untuk mengubah semua kesalahan penghuni Kountraverse menjadi kesuksesan.


"Zerdians terlalu peka akan bahaya dan peperangan, kita langsung saja mengunjungi ras layak bagi pandanganku untuk berada dalam barisan depan di Ragnarok."


"Bangsa itu adalah...?"


"Gems."


***

__ADS_1


Semua orang atau ras yang dikunjungi oleh Brimgard rata-rata dimulai dari mereka yang sudah menempati domain tertinggi untuk dipilih menjadi pasukan barisan depan.


Sesuai dengan tingkatan dari ketiga Domain yang berada di dalam Dountry, Domain of Varka dipenuhi dengan penghuni yang sangat kuat dan benar-benar terlatih sampai mereka akan berposisi paling depan dengan bangsa Zerdians.


Karena Zerdians saat ini menghuni planet yang bernama [Zergard], Brimgard memilih untuk pergi menuju ras yang berdekatan dengan planet tersebut bernama [Gemgard] dimana ras Gems menghuni tempat tersebut.


Ras [Gems], berpenampilan tidak jauh berbeda dari Humanoid dengan perbedaan yang terlihat sangat jelas di bagian kening karena ras Gems memiliki berbagai macam permata mencolok yang menempel dengan dahinya sendiri.


Contohnya permata merah bisa memunculkan permata yang sangat panas seperti api, atau biru bisa memunculkan serpihan permata sebagai aliran air.


Semua itu bisa dibilang basis mereka tersendiri, dan tentunya ras Gems memiliki ketangguhan dan potensi mereka tersendiri berdasarkan pertama tersebut.


Terbagi menjadi tiga jenis ras Gems, mereka terkadang akan memiliki berlian yang menempel pada tapak kanan dan ada juga yang memiliki sebuah berlian serta kristal yang menempel di tapak kanan dan kiri.


Ras Gems yang berhasil menerima ketiga hal tersebut bisa dibilang cukup kuat karena mereka dapat membalikkan serangan apapun hanya menggunakan permata tersebut sampai tubuh mereka dapat berubah menjadi kristal.


Kristal yang dapat mementalkan serangan musuh dalam segi apapun termasuk menggunakan kekuatan mereka yang sudah menyentuh pertama itu, mereka juga dapat meniru wujud atau kekuatan seseorang dengan menunjukkan lambang itu tersendiri di permata kening mereka.


Brimgard melihat potensi seluruh ras Gems berdasarkan permata mereka yang sangat kuat, seseorang yang mencoba untuk menarik keluar atau menyerang permata itu maka mereka akan tersedot ke dalam dan terjebak seperti penyegelan.


Wilayah dari planet Gemgard dipenuhi dengan kekayaan alam terbesar dalam Kountraverse karena seluruh bangunan, perabotan, atau segala jenis seperti makhluk hidup serta pohon terbuat dari permata, berlian, dan kristal.


Dan tentunya planet itu akan memiliki keamanan dan penjagaan yang ketat sampai Brimgard disambut dengan makhluk kristal yang begitu besar.


Mereka tidak menyerang sama sekali ketika Brimgard menepuk dadanya satu kali untuk menunjukkan identitas aslinya sebagai seorang Zerdian yang berkunjung untuk mendiskusikan sesuatu.


"Dia pasti datang untuk membahas yang tadi..." Gadis itu menyentuh kepalanya yang merasa sangat pusing karena ia tidak ingin mengingat masa kelam Ragnarok yang terjadi jutaan abad lalu.


"Ketika aku masih kecil, untuk apa aku harus berurusan perang bodoh seperti itu sampai menjatuhkan banyak sekali orang yang kita sayangi..."


"...pada akhirnya kita tetap kalah sebanyak dua kali, lebih baik lagi kita menerima sebuah hukuman untuk diturunkan dari layer ini dibandingkan menerima sebuah penjara yang mengerikan."


"Selamat siang, Grace." Brimgard dan Zeindall memasuki ruangan itu atas izin dari para penjaga sampai Grace yang sedang merasa pusing langsung menghadapi mereka.


"Apakah kalian ingin membahas tentang Ragnarok yang ketiga?" Tanya Grace yang langsung mengangkat kakinya ke atas lalu menempatinya di meja.


"Walaupun aku bisa melihat potensi dan ketangguhan yang besar dalam dirimu terutama lagi ras Gems, rasa ketakutan bukanlah sebuah jawaban yang sebenarnya." Brimgard mengepalkan tinjunya.


"Ketakutan hanyalah untuk yang lemah, Grace... apakah kau berniat untuk menunjukkan kelemahan tersebut kepada penghuni Touriverse?"


"Tentu saja tidak, leluhur... bukan soal ketakutan atau ketidakyakinan, yang aku khawatirkan---"


"Kekhawatiran hanyalah untuk mereka yang lemah dan tidak mau menerima sebuah perubahan kesalahan menjadi kesuksesan!"


"Dengar, Grace... masa depan dari Kountraverse berada pada tangan kita masing-masing, kita semua yang akan bangkit kembali dari kesalahan menjadi kesuksesan!"


"Dengan kekuatan dari bangsa Gems, menggunakan pertama itu kalian semua bisa melindungi barisan paling depan hanya untuk membalas balik semua serangan yang mereka lakukan..."

__ADS_1


"...terutama lagi pertama di dahi kalian dapat meniru apa yang dapat mereka lakukan sampai kesempatan untuk menyedot mereka ke dalam ketiadaan dari pertama itu juga adalah pilihan yang baik."


"Bukannya kalian juga dapat mengubah segala sihir dan kemampuan yang digunakan menjadi sebuah kristal?"


"Sebuah kristal yang menjebak serangan tersebut di dalamnya sampai kalian bisa menggunakannya...! Itu adalah ketangguhan sejati..."


"...menggunakan apa yang musuh gunakan dan membalas mereka dengan sesuatu yang lebih efektif menggunakan kemampuan mereka sendiri yang terjebak dalam [Crystallized]."


"Dengan pasukan yang tercipta dari permata, berlian, dan kristal juga akan sangat membantu untuk menahan mereka semua karena serangan sihir yang mengenai tubuh mereka akan memantul dan terjebak di dalam tubuh pasukan itu."


"Apakah kau masih ingin menunjukkan sebuah sikap yang memperlihatkan kelemahan terbesar?" Tanya Brimgard.


Grace hanya bisa diam lalu ia tersenyum serius, "Kau memang tidak akan pernah bisa mengejutkan diriku, leluhur."


"Kau yang dulunya sekedar Zerdian yang mementingkan pertarungan dibandingkan Kountraverse telah berubah sepenuhnya."


"Zerdians tidak menerima kekalahan... terutama lagi menunjukkan kelemahan akan peperangan, semua kelemahan itu ada pada diri kalian..."


"...itulah kenapa aku memutuskan menjadi Dewa untuk mengubah kalian dengan menjalani tradisi Zerdians yaitu Gladiator untuk memperlihatkan ketangguhan kalian masing-masing."


"Grace!" Panggil Brimgard dengan ekspresi serius sampai gadis itu bangkit lalu ia melakukan kebiasaan Zerdian yaitu menepuk dadanya untuk menghormati desanya.


"Ya, leluhur."


"Kumpulkan bangsamu yang aku angkat ke dalam Domain ini, beritahu mereka bahwa perang akbar akan terjadi untuk ketiga kalinya..."


"...tetapi kali ini, kita yang akan mengalahkan kelemahan kita demi meraih kesuksesan akan dunia kita." Brimgard berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Mereka yang mendapatkan kehormatan dan kepercayaan Abang adalah sebuah pencapaian terakhir dalam kehidupan berjenis apapun, Grace." Zeindall mulai berbicara.


"Zeindall..."


Zeindall menghampiri lemari milik Grace lalu ia membukanya hanya untuk melihat peralatan perang yang ia gunakan pada saat perang Ragnarok yang kedua yaitu pakaian Gladiator serta pedang yang bisa dibilang mengerikan.


Zeindall mengambil sarung pedang yang terbuat dari berlian tersebut lalu ia memegang gagang pedang permata lalu menariknya keluar sehingga suara dari ketajaman dan kelicinan dari pedang itu langsung terdengar.


"Apakah kau bisa mendengarnya...? Itu adalah suara baru yang dikeluarkan oleh pedang [Crystallized Honor]..."


"...sebuah kemenangan dan kesuksesan untuk masa depan kita." Zeindall mengayunkan pedang tersebut yang terbuat dari berlian sampai mengeluarkan banyak sekali suara yang terdengar nyaman dalam telinga mereka.


Grace terkekeh, "Apakah itu sebuah perkataan untuk memenangkan diriku...? Hal tersebut bisa disebut sebagai lamaran loh."


"Tolak percintaan..."


 


"...jadilah kemenangan dalam peperangan."

__ADS_1


__ADS_2