
Regulus tersenyum lebar ketika melihat satu Neko Legenda akhirnya turun tangan untuk bertarung melawan dirinya sendiri, kesempatan akan ia berikan untuk melihat potensi penuh dari Neko Legenda.
Hana saat ini tidak menyangka akan melihat Megumi bertarung, jarang sekali ia turun tangan untuk bertarung demi melindungi sesuatu.
Mungkin karena kehilangan putri yang sangat ia sayangi menyebabkan Megumi ingin kembali untuk bertarung dan berjuang layaknya seperti Legenda layak, berlatih di dalam kuil cahaya itu memberi hasil yang cukup memuaskan.
Hana bisa melihat rambut Megumi yang biasanya hitam telah berubah menjadi rambut emas panjang yang memancarkan sinar cahaya di siang hari, kedua matanya terlihat begitu tajam dengan warna perak itu.
"Megumi... apakah kamu yakin ingin bertarung? Gorila... tidak, Legenda ini adalah seorang raja yang pernah memimpin di masa kuno---"
"Aku mengenal dirinya." Kata Megumi.
Hana terkejut ketika mendengarnya, kemungkinan besar ia sudah mengetahui penyebab dari kepenuhan bangsa Neko Legenda sehingga menyisakan populasi yang begitu sedikit.
"Regulus Khan... ketika aku masih kecil, tidak memiliki pertahanan apapun... aku melihat dirinya menaklukkan desa Neko Legenda."
Regulus menaikkan alisnya ketika ia mendengar perkataan yang cukup menarik perhatian, "Hohhh... jangan-jangan kau Neko Legenda yang selamat dari pembantaian itu?"
"Kepala desa menyelamatkan nyawaku... kamu sudah jelas lupa karena aku masih kecil sejak itu." Jawab Megumi sambil menatap kedua tapaknya.
"Hmph, sejarah akan berubah sekarang juga, Neko Legenda. Tidak ada lagi yang namanya keselamatan untuk bangsa seperti kalian..."
"...kalian akan menikmati penyiksaan, dan aku tentunya merasa puas untuk melihat potensi sebesar apa yang kalian miliki sekarang." Regulus mulai menghantam daratan sampai menciptakan petir besar di sekelilingnya awan hitam.
"Mizuhana, aku membutuhkan bantuanmu... bertarung sendiri bukanlah ide yang cukup baik." Megumi melirik kepada Hana.
"Aku siap untuk membantu kapan pun, Megumi..." Hana bangkit dari atas tanah, ia mulai menepuk wajahnya beberapa kali untuk tetap bersemangat dalam pertarungan serius ini.
"Kamu tidak perlu mengkhawatir soal diriku... aku sudah mendapatkan kembali kekuatan dan semangatku sebagai bangsa Legenda." Megumi tersenyum lalu ia memanjangkan cakarnya yang berwarna perak.
"Pfft... Neko Legenda seperti dirimu mencoba untuk melukai diriku yang sudah berada di tingkatan berbeda...? Aku mengharapkan besar dari kekuatan itu..." Regulus mulai menepuk dadanya beberapa kali.
"Ketika kau membantai semua bangsaku sendiri... rasa benciku tumbuh untuk raja bahkan aku sendiri tidak begitu mudah percaya dengan bangsa Legenda." Megumi mulai berbicara.
"Aku tidak cocok untuk bertarung tetapi... legenda tidak mungkin bisa melakukan apapun, hanya dengan sebuah perjuangan yang kau inginkan maka apapun yang kau mau dapat tercapai!"
"Sejak aku kecil... aku hanya bisa berlatih lagi dan lagi sampai tubuhku tidak bisa menahan rasa lelah dari batasanku sebagai Neko Legenda yang kecil..."
"...tetapi aku berhenti bertarung hanya untuk menikmati kehidupanku sebagai ibu rumah tangga yang mengasuh dua Neko Legenda."
"Aku mengajari mereka berbagai macam hal sampai kedua anakku telah menjadi Legenda yang sangat layak, cukup layak untuk menghentikan dirimu, Regulus."
"Ketika aku mengetahui bahwa Minami gugur... hanya untuk melindungi seluruh alam semesta dengan mengubah tubuhnya menjadi pohon emas itu."
"Ancaman Zoiru hilang karena pengorbanan dirinya, mengetahuinya saja sudah cukup untuk membuat diriku gagal menjadi seorang ibu."
__ADS_1
"Itulah kenapa... aku ingin kembali, kembali menjadi seorang Legenda petarung yang akan melindungi seluruh keluargaku... termasuk suamiku sendiri!!!" Megumi melebarkan kedua matanya sampai melepaskan cahaya putih.
Cahaya putih itu mulai membentuk gelombang yang meluncurkan ke atas langit sampai mengejutkan Regulus dengan rasa tertarik bahwa Neko Legenda yang akan ia hadapi cukup berbeda.
Regulus bisa melihat aura Megumi berubah menjadi warna perak tetapi rambutnya tetap memancarkan cahaya yang emas sampai ia mengetahui jelas bahwa Megumi memiliki kaitan dengan keturunan Shiratori.
"Tidak ada yang dapat lari dari takdir yang sudah terlahir... ancaman yang aku takutkan telah hilang berkat bantuan dari putrimu itu."
"Kau memang memiliki kaitan dengan Shiratori Shira ya... awalnya aku ingin mengincar dirinya untuk membalaskan dendam anakku yang sudah mati."
"Kau tidak siap untuk menghadapi Shiratori Shira." Jawab Megumi sampai membuat Regulus berkeringat dingin seketika karena kata yang dikeluarkan Megumi mengandung sesuatu yang cukup mengerikan baginya.
Megumi menunjuk Hana lalu ia mengeluarkan beberapa partikel cahaya yang langsung merasuki tubuhnya sampai ia mendapatkan beberapa peningkatan yang menguntungkan.
"Ini yang aku butuhkan, terima kasih, Megumi!" Hana melepaskan ombak besar di belakangnya sampai ia memunculkan zirah Leviathan yang jauh lebih kuat di bandingkan sebelumnya.
Warna dari zirahnya itu mulai berubah menjadi emas, ia terasa seperti bekerja sama dengan Minami karena dirinya selalu mendapatkan cahaya emas yang meningkatkan seluruh atributnya.
Regulus menepuk dadanya beberapa kali sampai memunculkan petir ungu di sekelilingnya, setelah itu ia melesat maju ke depan dan melewati Hana untuk menyerang Megumi terlebih dahulu.
Megumi melepaskan cahaya emas melalui seluruh tubuhnya lalu ia bersama Regulus mulai saling bertukar serangan sampai menyebabkan sihir cahaya dan petir mulai beradu.
ZBAAASSHHH!!!
Megumi muncul di belakang Regulus lalu menghantam tengkuknya sampai ia terjatuh, Hana tercengang melihat kekuatan murni Megumi ternyata jauh lebih besar dari yang ia kira.
Kemungkinan besar perubahan dari Beast Neko Legenda itu sudah dapat ia gunakan dengan tubuh Legendanya itu karena ia sempat melihat kedua matanya yang begitu tajam dengan taringnya juga ikut bertambah semakin runcing.
"Aku sudah mendapatkan hasilku di dalam kuil cahaya itu... sudah cukup untuk mencegah dirimu agar tidak berurusan lagi dengan bangsa Legenda!!!"
Megumi membuka mulutnya lebar sampai ia melepaskan gelombang emas yang mendorong mundur Regulus sampai Hana mulai memiliki ingatan tentang Minami.
"Ternyata Minami mendapatkannya dari ibunya ya..." Hana tersenyum bangga.
"Kontrol terhadap Lenergy itu masih lemah... itulah kenapa kekuatan yang besar masih bisa di kalahkan dengan pengendalian penuh terhadap kekuatan kita sendiri."
Megumi mendarat di atas tanah, melihat Regulus yang sedang berbaring di atas tanah dengan tatapan kesal karena serangan sihir tadi sempat melukai dirinya.
"Aku tidak menyangka Neko Legenda dapat menemukan jalan menuju kekuatan yang berkaitan dengan cahaya..." Regulus kembali bangkit.
"Mungkin karena Shiratori Shira itu... kau bisa memperoleh kekuatan dan sihir yang sama karena melakukan [Transfer Lenergy] ya..."
"Sejak dulu aku memang sudah memiliki sihir cahaya, hanya saja aku tidak terlalu melatihnya dengan keras, berbeda seperti sekarang."
Regulus mulai membesarkan ukuran tubuhnya sampai ia menghantam daratan sampai mengeluarkan petir dari dalam daratan, Hana dan Megumi langsung menghindari semua petir itu.
__ADS_1
Regulus membuka mulutnya lebar, dan ia melepaskan petir yang sangat besar ke arah mereka berdua tetapi Hana mulai mengangkat seluruh air lautan dan menciptakan ombak besar yang berhasil menahannya.
Megumi mulai melebarkan tapak kanannya lalu menciptakan gumpalan emas yang begitu besar, Hana mulai mengulurkan waktu dengan menabrak semua sihir itu menggunakan ombaknya.
Megumi mengangkat lengan kanannya ke atas lalu ia melempar sihir itu kepada Regulus tetapi ia melompat ke sebelah kanan sambil menyebabkan guncangan yang sangat besar.
Regulus mulai melepaskan gelombang petir melalui mulutnya tetapi Minami mengubah sihir itu menjadi kupu-kupu emas yang berkumpul di atas langit sampai menyebabkan hujan cahaya yang berbentuk cakar.
Regulus mulai menepuk dadanya beberapa kali sampai menghancurkan semua sihir itu dengan petir yang keluar melalui tepukan itu.
"Primal Legenda memiliki kesamaan dengan Neko Legenda... hanya saja mereka lebih menonjol, berbeda seperti bangsa kami yang hanya memiliki sedikit peningkatan dan keuntungan dari kucing."
Megumi mulai berbicara kepada Hana yang saat ini sedang mengumpulkan lebih banyak air untuk menciptakan ombak besar yang di tabrak kepada Regulus agar ia terjatuh.
Megumi mengangkat jari telunjuknya lalu ia mulai mengontrol gumpalan cahaya yang berhasil di hindari oleh Regulus, sihir cahaya itu langsung menabrak punggung Regulus.
SWOOOSSHHH!!!
Regulus melebarkan matanya ketika ia melihat tubuhnya memancarkan sinar emas yang mengecilkan tubuhnya kembali ke ukuran sebelumnya, ia tidak dapat menggunakan kemampuan untuk memperbesar tubuhnya lagi.
"A-Apa...?!"
"Untuk sekarang kita memiliki kesempatan menang itu lagi, aku menggunakan Golden Spirit untuk memisahkan kemampuan yang membuat dirinya besar."
"Bagus, Megumi...!!!" Hana mulai mengangkat kedua lengannya ke atas sampai menciptakan tsunami besar yang mulai menghantam tubuh Regulus beberapa kali.
Regulus merapatkan giginya sampai ia mulai menghantam daratan beberapa kali, menciptakan lebih banyak petir tetapi Megumi mengubah semuanya menjadi tumbuhan emas.
"Shiratori Megumi... Shimatsu Mizuhana... aku akan membuat darah sungai..."
"...melalui darah Legenda pemberontak seperti kalian semua!!!"
Petir melalui seluruh alam semesta mulai terkumpul sampai menyambar tubuh Regulus, mengubah dirinya kembali menjadi Legenda tetapi dengan otot yang jauh lebih besar.
Tubuhnya terasa menerima serangan petir itu sampai ia bisa merasakan kekuatan yang terus mengalir tiada batasnya, rambutnya mulai berubah menjadi petir yang melepaskan aliran listrik kepada Minami dan Hana.
Hana menciptakan tembok yang terbuat dari daging Leviathan untuk melindungi semua listrik itu, melalui tembok itu yang terbuat dari air, mereka bisa melihat jelas Regulus bertambah lebih kuat lagi.
"Si sialan itu mendapatkan Legend's Ultra Boost lagi..." Hana merapatkan giginya.
"Lenergy terus meningkat tanpa pembatas apapun... apa yang aku harapkan dari raja Legenda yang kuno." Ungkap Megumi.
"Dengan ini..."
"...aku akan mandi dengan darah kalian semua!!!"
__ADS_1