Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 889 - Dewa agung es


__ADS_3

Demetrio menahan pukulan Shinobu lalu ia merasakan keberadaan Erion yang sudah menghilang, ia hanya bisa memasang tatapan tenang selagi berhadapan dengan Shinobu yang belum memberikan dirinya ancaman.


"Sudah dua ya... sisanya hanya lima lagi... tetapi aku tidak melihat keberadaan Rosa sama sekali, apakah dia memutuskan untuk mengkhianati diriku lagi?" Batin Demetrio.


Shinobu mengalihkan pandangannya ke sebelah barat dimana ia bisa mengetahui Koizumi sudah memenangkan pertarungannya melawan Erion.


Entah apa yang Demetrio rencanakan sekarang sampai menganggap mereka semua itu pion bagi dirinya, yang perlu Shinobu harapkan adalah semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk karena ia akan terus menahan dirinya.


***


Konomi melesat maju menuju arah Asper lalu ia memutar tombaknya menggunakan kedua lengannya untuk mencoba mengecohkan Asper agar ia tidak tahu kemana dirinya akan menyerang.


Asper hanya bisa membekukan tubuhnya itu yang mampu menahan serangan tombak Konomi sampai membeku begitu saja, Asper menyerang balik dengan menghantam perutnya cukup keras.


Hantaman melalui pukulan itu menyebabkan pembekuan besar di belakang punggungnya itu sampai mengeluarkan banyak kristal es, Konomi mencoba untuk menghindar tetapi tubuhnya menerima pukulan lain.


Konomi terpental ke belakang dimana Asper memunculkan banyak gunung es yang langsung ditabrak oleh Konomi sampai ia menerima banyak luka yang cukup dalam karena tulang di dalam tubuhnya terasa rapuh karena membeku.


Konomi terbang ke atas langit lalu ia mengerahkan Semua kekuatannya untuk menggunakan wujud [Crosslight], auranya yang biru kekuningan mulai melindunginya dari suhu ekstrem yang dilepaskan Asper.


"Menyerah lah... tidak seharusnya seorang Mortal menentang kepercayaan Dewa dengan memberontak sejauh ini..."


"...sekali lagi kau mencoba untuk memberontak perintah Dewa maka yang kau dapatkan bukan hanya sekedar hukuman melainkan neraka yang bisa dibilang dingin."


"Kebalikan dari neraka panas, semua kulitmu akan terkupas dan tubuhmu bisa merasakan hawa yang begitu dingin sampai mereka menyesal karena sudah memberontak."


"Mereka lebih memilih neraka panas dibandingkan neraka dingin..." Kata Asper sehingga Konomi menjawabnya dengan tatapan kesal.


"Aku tidak akan mempercayai akan hal seperti itu darimu, aku tahu banyak sekali dewa di luar sana yang berkuasa tetapi kau tidak jauh berbeda dengan yang namanya harga diri dan ego terhadap julukan."


"Yang aku percayai adalah beliau yang sudah menciptakan semua ini menjadi kenyataan... bukan kalian melainkan Dewa yang sudah lama menghilang dan tidak ada yaitu Dewa Zangges!"


Asper langsung melepas beberapa laser es melalui jari-jarinya itu, Konomi menangkis semua itu dengan memutarkan tombaknya sampai serangan laser itu terpental ke arah yang berbeda lalu membekukannya menjadi kristal es.


Konomi melesat maju menuju arah Asper lalu ia menghilang tiba-tiba sampai Asper tidak menyadarinya sebelum ia merasakan keberadaan Konomi yang asli di belakang, ternyata Asper berhasil ditipu oleh aura yang membentuk tubuhnya itu.


Konomi dari belakang melancarkan satu tebasan yang mengenai punggungnya itu, Asper terpental menuju daratan dengan pendarahan besar di bagian punggungnya.


Asper kembali terbang menuju arah dirinya lalu ia memunculkan sebuah kipas yang langsung ia ayun sampai mengubah setengah tubuh Konomi menjadi es dimana ia tidak bisa menahan serangan yang Asper lakukan selanjutnya.


"Hueegghhhh!!!" Konomi memuntahkan banyak darah ketika menerima satu pukulan dari Asper lalu ia melanjutkan serangan dengan mengipas wajahnya sampai meninggalkan luka tebas yang besar di pipinya.

__ADS_1


Asper mendorong Konomi mundur lalu ia melepaskan banyak sekali suhu dingin menuju arah dirinya menggunakan kipas itu sampai tubuhnya mulai membeku sedikit demi sedikit sampai mengeras.


Jari kelingking Konomi yang sudah sepenuhnya berubah menjadi es, ia mencoba untuk menghancurkannya dengan satu pukulan tapi jari kelingking ikut hancur sampai mengeluarkan banyak darah yang membeku.


"Gawat... musuh ini kuat sekali... berbeda dengan kandidatnya yang berdasarkan daya tahan, dewa satu ini murni berdasarkan sihir esnya...!"


Konomi mengeluarkan Railgun nya lalu ia melepaskan banyak peluru energi yang berbentuk di atas langit karena pembekuan milik Asper yang langsung ia kipas balik kepada dirinya itu.


"Artes Chaos Multi-Blaster...!!!"


Konomi memunculkan beberapa meriam Blaster yang melepaskan gelombang sihir kepada Asper tetapi serangan itu sudah membeku sebelum menyentuh tubuhnya.


Asper melakukan perpindahan dengan es yang berada di bawah tanah, Konomi memasang tatapan kaget ketika melihat Asper memegang kedua kakinya lalu membekukannya.


Setelah itu ia mengangkat tubuh Konomi ke atas dan memutarnya, setelah ia menyambut perutnya dengan hantaman sikut yang sangat keras sampai terpental ke belakang.


Tubuhnya terus menabrak banyak tembok es sampai Asper memunculkan kristal yang sangat tajam di belakangnya, dengan cepat Konomi menyeimbangkan tubuhnya tetapi mata kaki kanannya terkena oleh tusukan kristal itu.


"Nrrgghhh...!!!"


Konomi memegang erat tombaknya lalu ia melemparnya sekuat tenaga menuju arah Asper, ia mencoba untuk membekukan tetapi tombak itu mengandung banyak sekali Lenergy milik Konomi untuk menghentikan proses pembekuan.


Asper berhasil menghindarinya tetapi ia dari depan disambut oleh satu tendangan yang mengenai dadanya sampai ia memuntahkan banyak darah lalu wajahnya dihantam sangat keras menggunakan kedua lengannya sampai es yang membeku itu pecah.


Pergerakan Konomi berhenti seketika menerima pembekuan yang sangat keras, Asper menampar wajahnya menggunakan kipas itu lalu ia menendang dadanya menggunakan kedua tapaknya sampai ia terpental ke belakang.


Tombak itu jatuh dari tangannya karena kedua lengannya sudah tidak bisa ia gerakan lagi karena mati rasa, Asper mulai mengangkat kipasnya itu yang mengumpulkan banyak harapan pengikutnya.


"Ini adalah peringatan terakhir... kau mati menjadi seorang pendosa atau kau hidup menjadi seseorang dengan kepercayaan terhadap Dewa!" Peringat Asper.


Konomi bangkit lalu ia mencoba untuk menghancurkan kristal es di lengan kirinya tetapi apa yang ia hancurkan bukan hanya esnya saja melainkan lengannya juga ikut hancur sampai mengeluarkan banyak darah.


"Aaagggghhhhh...!!!"


Melihat Konomi yang masih memberontak seperti itu membuat Asper tidak memiliki pilihan lain selagi mengayunkan kipas itu ke depan sehingga melepaskan gelombang tipis biru muda yang mengarah kepadanya.


Konomi berlutut di atas tanah lalu ia menggunakan kemampuan lainnya yaitu sebuah portal yang sangat besar, portal berwarna putih yang terbuat dari energi murni muncul di hadapan Konomi sampai memindahkan gelombang itu.


Sebuah portal besar muncul di belakang Asper sampai mengembalikan serangan yang ia berikan kepada Konomi.


Namun, serangan yang mengandung sihir es tidak akan memberikan dirinya efek kehancuran apapun melainkan hanya membuatnya bertambah kuat.

__ADS_1


"Aku memang perlu sebuah rencana untuk menghentikan sihirnya yang terus menahan diriku..." Konomi meminum botol pemulihannya sampai mengembalikan lengannya yang hancur itu.


Tombak milik Konomi menghilang karena ia langsung menggunakan sebuah pedang dengan bilah berbentuk trapesium sampai ia akan menggunakannya untuk menyerap suhu dingin itu.


Konomi memegang erat pedang itu lalu ia muncul tepat di hadapan Asper dengan beberapa tebasan dan tusukan yang coba ia kenakan kepadanya, tetapi ia berhasil menghindar dan menahan serangan itu dengan serpihan kristal es di sekitarnya.


Semua serangan yang terus dihindari oleh Asper memberikan dirinya kesempatan untuk langsung menghantam wajahnya itu sampai membekukan setengah wajahnya.


Konomi membalas serangan tadi dengan melancarkan pedangnya tetapi Asper menahannya menggunakan kipas itu sampai ia berhasil menghantam perut dengan sikutnya itu.


Setelah itu, ia melihat banyak celah serangan dimana ia melepaskan pukulan es yang beruntun sampai tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi karena sudah membeku menjadi kristal.


Asper menendang pinggang Konomi cukup dalam sampai ia terjatuh di atas daratan, tidak bisa bangun lagi karena daratan yang sudah menjadi es itu bersatu dengan kristal di beberapa bagian tubuh Konomi.


"Sial... apakah aku perlu menggunakannya...? Kekuatan yang bisa saja menghancurkan tubuh dan pikiranku..."


"...Dewa ini kuat sekali, bukan hanya daya tahannya yang terbuat dari kristal es melainkan sihirnya bisa saja menghentikan Ako bersama yang lainnya."


"Sihir yang aku lepaskan saja selalu dibekukan oleh dirinya itu... aku tidak ingin mereka menghadapi musuh menyulitkan seperti ini... dia adalah tugasku jadi aku perlu menyelesaikannya sendiri...!"


"Apakah kau masih belum menyadarinya...? Sihir es ku dapat membekukan apapun yang aku inginkan, hampir sama mengerikannya dengan Demetrio."


"Mungkin aku bisa membekukan semua orang dan tentunya planet sekaligus... bahkan jika kau ingin sesuatu yang lebih mengerikan maka akan aku jadikan satu semesta sebagai kristal es!"


Konomi kembali bangkit dengan tubuh yang melepaskan suhu panas sekali sampai melelehkan semua kristal yang menempel pada tubuhnya itu.


"Kali ini... aku sudah mengetahui seberapa jauh kemampuan Dewa yang kau miliki..."


"...batasanku akan aku hancurkan demi bisa menghentikan dirimu, seperti kaca yang memiliki daya tahan tidak begitu baik... aku akan mengubah es yang kau punya seperti kaca juga!"


"Kekuatan penuhku untuk mencegah masalah seperti dirimu bagi teman-temanku...!" Konomi mengerahkan semua kekuatan dan Lenergynya yang langsung menyatu sampai memunculkan aura yang sangat besar melalui tubuhnya itu.


Asper menghalangi semua dorongan yang Konomi lepaskan, kali ini ia bisa menerima tantangan yang bisa dibilang sulit jika Konomi ingin meningkat lebih tinggi lagi untuk menghentikan sihir esnya itu.


"Tiphereth Oath Keeper...!!!"


Sebuah sihir kuat yang dapat memanggil entitas Sephira yang kuat bernama Tiphereth, dengan tubuh terdiri atas 3 belati panjang saling berjajar dengan sayap 8 buah dan 4 bola kristal pada bagian pangkal yang menghubungkan 2 sayap ke tubuh utama.


Bola energi arwah berwarna putih keemasan yang kuat ditembakkan dari bagian ujung masing-masing sayap ke arah target yang diinginkan untuk menciptakan sebuah serangan area dengan daya serang yang tinggi. Sihir ini dapat diturunkan kepada siapa pun yang layak untuk menggunakannya.


"Aku sudah siap sekarang, Asper...! Ini adalah kekuatan penuhku...!!!" Sebuah tanda Oath Keeper muncul di pergelangan tangan kanannya.

__ADS_1


"Menarik... mungkin ini yang memang aku tunggu sejak awal, melihat dirimu menggunakan kekuatan penuh sebelum..."


"...menikmati neraka yang sangat dingin!"


__ADS_2