Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 688 - Runtuhnya Gedung


__ADS_3

Ledakan dari meteor itu sangat dahsyat bahkan sampai mengejutkan semua karyawan yang bekerja di lantai bawah, sebagian dari mereka juga sampai terpental keluar dari dalam gedung itu lalu terjatuh sampai menerima tulang yang patah.


Anehnya, Tech tidak dapat mendeteksi serangan apapun di sekelilingnya, meteor itu serasa muncul tanpa tanda atau aba-aba sehingga Shinobu tidak sengaja melihatnya melalui layarnya itu.


Ketika Kou menoleh keluar, ia tidak melihat apa-apa dalam waktu yang singkat tetapi pandangannya dikejutkan dengan kemunculan meteor itu yang terasa seperti di pindahkan entah itu dari mana.


Ledakan tadi sudah cukup untuk mengaktifkan sistem keamanan darurat, berbagai macam senjata mulai bermunculan untuk mencari penyebab dari ledakan itu.


"Shinobu...! Shinobu, kamu baik-baik saja...?!" Tanya Kou selagi memegang kedua pipi Shinobu.


"Mm... apa yang terjadi, Mama...? Aku takut..." Shinobu mulai menangis karena kepalanya sempat menabrak tembok lumayan keras karena ledakan tadi.


Mental Shinobu masih kecil jadi ketika ia mendengar atau mengetahui ledakan, otomatis dia akan menangis sampai merasa ketakutan bahkan ia juga bisa melihat tubuh Kou memiliki beberapa luka goresan yang mengeluarkan darah.


"Mama... baik-baik saja... hiks..." Shinobu mulai menangis, air matanya hanya keluar melalui mata kanannya.


"Hweehhhh...!"


"Sshhh... jangan takut... Mama di sini." Kou memeluk Shinobu erat lalu ia bisa melihat layar kacamatanya menunjukkan banyak sekali bagian-bagian gedungnya yang sudah hancur.


Semua keamanan darurat juga sampai di hancurkan dalam sekejap sehingga ia sempat melihat beberapa naga muncul dengan Legenda yang menaikinya selagi mengisi Lenergy penuh untuk melepaskan meteor lagi.


Serangan mendadak mereka sudah tidak bisa di tahan lagi bahkan bala bantuan tidak akan datang karena Kou sempat melihat sihir pelindung yang berwarna oranye di sekitar wilayah gedungnya itu.


Serangan meteor lainnya datang, Kou mulai memeluk Shinobu erat tetapi Tech datang lalu melepas gelombang suara yang berhasil mendorong meteor itu ke arah mereka lalu menyebabkan ledakan yang besar.


"Koneko... kamu harus bersikap berani ya, nak... keluar bersama Tech sekarang juga..." Kou mulai memegang kedua pipi Shinobu, ia bisa melihat ekspresinya terlihat ketakutan.


"Mama..."


"Kamu pasti bisa kok, Koneko... selamatkan dirimu bersama Tech, Mama akan menyusul." Ucap Kou karena ia perlu mengambil beberapa barang penting di dalam gedung yang sudah hancur dan hampir runtuh itu.


"Hiks..."


"Kamu Legenda yang kuat, nak." Kou memberikan Shinobu sebuah kecupan di kening lalu ia menghapus air matanya yang terus berjatuhan.


Ledakan mulai muncul tepat di belakang Kou sehingga Tech tidak bisa mendeteksi serangan itu datang dari mana, Kou mulai mendorong Shinobu ke depan dan menerima ledakan itu sampai ia terpental ke belakang lalu mengenai jendela.


Kou hampir saja terjatuh tetapi tangan kanannya masih sempat memegang erat ujung dari lantai itu, Tubuhnya menerima lebih banyak luka sehingga ia melirik ke bawah dan melihat seluruh karyawannya melakukan evakuasi.


Tetapi, ia bisa melihat semua karyawan yang melarikan diri menerima jawaban, jawaban itu adalah kematian oleh semua pasukan Legenda yang membunuh mereka satu per satu.


"Ti-Tidak...!!!" Kou mencoba untuk naik ke atas lantai, punggungnya menerima luka yang begitu besar sampai mengeluarkan banyak darah.


Satori adalah inti dari penyebab serangan gedung Comi's Corporation, ia berhasil melakukan serangan secara diam-diam menggunakan kemampuannya itu bahkan ia juga menciptakan sihir pelindung besar.


Sihir pelindung itu ketika di lihat dari luar akan memperlihatkan gedung Comi's Corporation biasa sedangkan di dalamnya saat ini terjadi kehancuran yang besar karena ledakan meteor itu.


Kou melihat Shinobu duduk di atas lantai selagi menangis keras, ia melihat Tech menahan semua semburan api naga itu yang mencoba untuk meruntuhkan gedung tersebut.


Pikirannya mulai terbelah menjadi beberapa bagian, semuanya di isi dengan keutamaan dan prioritas terhadap keselamatan untuk putrinya, semua karyawan, dan barang-barang penting.


Kou melihat atap di atasnya mulai runtuh dan hampir saja menimpa dirinya tetapi Tech datang untuk menyelamatkan dirinya.


"Nyonya, jika situasinya seperti ini... kita harus mundur secepat mungkin!" Peringat Tech karena ia sudah bisa memprediksi bahwa gedung Co. Corp tidak akan selamat dalam waktu yang dekat.


"Tolong selamatkan putriku dan semua karyawanku... itu adalah sebuah perintah!" Perintah Kou sehingga Tech langsung menerimanya karena ia tidak bisa menolaknya.


Tech menghampiri Shinobu lalu menggendong dirinya, "Mamaaaa...!!!"

__ADS_1


Shinobu mulai menjerit keras selagi menangis karena ia tidak mau pergi tanpa dirinya, situasi yang mereka hadapi sekarang kemungkinan besar akan mempengaruhi mental Shinobu yang masih kecil karena berumur 2 tahun.


Meteor dan semburan api lainnya di lepaskan sampai mengenai gedung bagian tengah, Kou terpental ke belakang sampai punggungnya menabrak tiang.


"Nrggghhh..." Kou sudah merasakan banyak sekali kesakitan karena menerima banyak luka tetapi ia tidak bisa berhenti, dirinya memiliki tanggung jawab yang besar sebagai pemilik gedung itu.


Prioritas utama adalah keselamatan untuk mereka semua agar tidak ada yang harus dirugikan kecuali dirinya sendiri, Kou melihat Tech tidak bergerak sama sekali karena Shinobu memerintah dirinya.


"Mamaaaa!!! Mamaaaaa!!!" Teriak Shinobu keras karena ia tidak mau ditinggal sama sekali.


"Pergi...!!! Cepat pergi sekarang juga!!! Tech, perintah ini mutlak! Lakukan sekarang juga!!!" Seru Kou keras karena nyawa Shinobu jauh lebih penting di bandingkan apapun karena dia adalah harapan baru untuk Touriverse.


"Aku berada di belakang---" Kou melebarkan matanya lalu ia berlutut di atas lantai untuk menyeimbangkan tubuhnya karena lantai mulai terbelah menjadi dua.


"Gedung ini telah terbelah menjadi dua, nyonya!!!" Peringat Tech sehingga kacamata Kou memberitahu dirinya semua kerusakan yang di alami oleh gedung itu.


"Sudah berapa kali aku memerintahmu untuk pergi! Jangan menolak lagi dan bawa putriku ke tempat yang lebih aman...!" Seru Kou yang mulai melarikan diri menuju ruangan persenjataan.


Tech menyalahkan kedua tapak kakinya dengan sihir api sampai ia bisa terbang sekarang, dengan cepat ia mulai menghindari semua serangan naga itu lalu menyelamatkan para karyawan yang ia lihat satu per satu.


Tech melakukan beberapa prediksi melalui sistemnya, semua karyawan tidak bisa ia selamatkan karena keterlambatan, sebagian dari mereka di bunuh oleh pasukan Legenda ketika melarikan diri.


Ada juga yang gugur di dalam gedung itu karena menerima ledakan meteor yang begitu besar bersamaan dengan semburan naga itu, kekuatan dari semua pasukan itu tidak bisa diremehkan begitu saja.


Kou terus melewati semua reruntuhan atap itu demi mengambil beberapa barang penting yang harus ia lindungi, yang paling penting adalah kunci menuju kabin yang di jadikan sebagai tempat tinggal terakhir mereka.


Shinobu bisa melihat kondisi gedung itu bertambah parah karena perlahan-lahan mulai miring, untungnya sistem keamanan darurat masih mampu untuk menahan gedung itu dari keruntuhan.


"Mamaaaaa...!!!"


Kou membuka semua laci yang kotor satu per satu, ia mendapatkan beberapa barang yang di wariskan oleh Minami kepada Shinobu, kemudian ia mengambil foto Korrina dan barang berharga lainnya.


"Ugghhh!!! A-Apa...?!" Kou terlihat kebingungan seketika karena ia tadi berjalan menuju arah barat tetapi ia malah tiba di arah lain, rasanya ia seperti mengalami perpindahan tanpa tanda.


Lantai yang ia injak mulai mengalaminya keruntuhan sampai tubuhnya mulai berguling di atas lantai karena tidak bisa lagi menyeimbangkan tubuhnya di atas lantai yang mulai jatuh.


Kou terdorong ke bawah sampai ia mulai panik karena sebentar lagi ia akan terjatuh dari lantai paling atas tanpa perlindungan apapun.


Kou mengepalkan tinju kanannya sehingga di selimuti dengan garis Crimson, ia menunjuk ke depan sehingga senjatanya yaitu Keris yang berada di ruangan persenjataan mulai terbang ke arahnya.


Kou berhasil meraih Keris itu lalu ia menusuknya di atas lantai sehingga menghentikan dirinya dari kejatuhan itu.


"Super Tech... aktifkan...!" Perintah Kou sehingga semua zirah teknologi itu mulai terbang ke arahnya sampai ia langsung mengenakannya agar bisa bertarung dan melindungi dirinya sendiri.


Kou bisa melihat zirah teknologi itu sudah mengalami beberapa kerusakan dan eror karena serangan yang cukup dahsyat itu, Tech bahkan memperingati dirinya bahwa ia menerima banyak sekali kerusakan.


"Nyonya, Anda menerima banyak sekali kerusakan..."


"Tidak apa... aku harus menghentikan mereka semua... kamu bawa yang lainnya ke tempat aman."


"Sepertinya wilayah ini mengandung sihir pelindung yang begitu kuat, aku sudah mencoba untuk membawa putri Shinobu ke tempat aman tetapi entah kenapa aku malah tiba di wilayah yang berbeda."


"Rasanya saya seperti mengalami perpindahan ketika mencoba untuk menerobos keluar dari sihir pelindung itu... asalnya saya melewati arah timur tetapi saya malah keluar dari arah barat."


Kou merapatkan giginya kesal karena kemampuan seperti itu berkaitan dengan ruang dimensi, kemungkinan besar penyerangan itu berasal dari kerajaan Legetsu dan pemimpinnya adalah Ancient Legenda yang memiliki kemampuan misterius.


"Tech, bawa semua orang ke dalam kabin yang berada di sebelah selatan..." Perintah Kou karena kabin itu mengandung sihir pelindung mutlak yang dilindungi oleh berkah surga.


"Semoga saja... yang lainnya selamat---" Punggung Kou menerima ledakan meteor lainnya yang muncul tanpa tanda sama sekali.

__ADS_1


"Aaaagggghhh!!!" Kou terpental ke depan sampai tubuhnya menabrak sebuah mesin yang sudah hancur, ia mulai membaca semua pikiran pasukan itu.


Apa yang ia dapatkan hanya sebuah nama dan pembantai, ternyata benar mereka datang dari kerajaan Legetsu, pemimpin mereka itu bernama Satori, seorang Legenda bertopeng yang misterius.


"Satori...?" Ungkap Kou sehingga ia mulai menandakan semua pasukan itu satu per satu.


"Mode Aim-Bot...!"


"Aim-Bot di aktifkan."


Semua pasukan dan naga itu berhasil di tandai oleh zirah itu sehingga Kou memegang erat gagang dari Keris itu lalu memunculkan aura Crimson besar yang dapat mempengaruhi fisiknya itu.


"Aku harus melakukan sesuatu... mencegah sebisa mungkin... menyelesaikan nyawa atas tanggung jawabku!!!" Ungkap Kou sehingga ia merapatkan giginya sampai lubang hidung dan mulutnya mengeluarkan banyak darah segar.


Kou melempar Keris itu yang sudah ia modifikasi untuk mengikuti semua tanda yang diberikan oleh zirahnya itu, semua naga itu mulai kehilangan kepala mereka satu per satu sehingga bilah dari keris itu mulai menusuk jantung pasukan Legenda itu.


"Sepuluh terbunuh... masih terdapat dua puluh tersisa..." Ungkap Kou yang mencoba untuk mengontrol nafas dan tubuhnya yang terus merasakan tekanan besar.


"Nyonya, detak jantungmu melemah...! Urat nadimu juga berhenti beberapa detik yang lalu..."


"Aktifkan mode penyembuhan..." Kata Kou sehingga isi zirah itu mulai melepaskan sihir pemulihan yang dapat menahan semua kesakitan itu.


Kou mulai menarik kembali Keris itu yang berhasil dihindari oleh mereka semua, ia mulai melakukan beberapa modifikasi kecil untuk menambah pilihan sistem baru.


Sebagian dari zirah itu mulai terbelah sampai terbang ke arah semua pasukan itu untuk memberikan tanda yang lebih jelas, zirah bagian kepalanya terbuka sehingga Kou melebarkan kedua matanya sampai menghapus pikiran mereka dalam menghindari serangan.


Serangan yang Kou lakukan sekarang berhasil mengenai mereka yang tidak tahu cara untuk menghindar bahkan kerisnya itu sampai mengubah mereka menjadi potongan kecil.


"Kou Comi!" Panggil seorang Legenda yang berada di atas langit, Kou melirik ke atas sampai ia dikejutkan dengan keberadaan Legenda bertopeng itu.


"Kau melanjutkan keturunan itu ya... baguslah..."


Kou melebarkan matanya ketika melihat sebuah meteor muncul di hadapannya, ia juga tadi sempat membaca pikirannya sehingga mengejutkan setengah informasi dan identitas dari Legenda bertopeng itu.


Kou tidak sempat untuk menghindari, ketika ia berbalik badan meteor tersebut sudah meledak tepat di hadapannya sampai ia terjatuh di atas tanah yang mulai hancur sehingga gedung itu juga mulai runtuh.


Tech berhasil menyelamatkan beberapa karyawan, sisanya terbunuh oleh pasukan Legenda dan ledakan meteor itu sehingga mereka semua melarikan diri ke dalam kabin yang terbuat dari kayu kuno itu.


"Mamaaaaa!!!" Teriak Shinobu keras, ia melihat gedung itu runtuh secara perlahan-lahan, ia mencoba untuk menyelamatkannya tetapi Tech tetap menjaganya agar ia tidak keluar dari batasan perlindungan itu.


Kou terjatuh menuju lantai di bawahnya sehingga zirah yang ia kenakan mengalami eror besar karena menerima ledakan meteor dari jarak yang begitu dekat.


Kou menarik kembali Keris itu lalu ia menusuknya di atas lantai, ia melihat sekelilingnya yang sudah hancur tanpa sisa apapun, semua kenangannya dan bahkan tempat lahirnya hancur begitu saja.


Kou merasa sangat sedih dan frustrasi karena tempat tinggalnya yang mengandung banyak kenangan akan runtuh dalam waktu yang sangat dekat.


Terjadi ledakan meteor lainnya di setiap lantai gedung itu sehingga Kou tidak bisa menahannya lebih lama lagi, tubuhnya terasa melemah karena ia sudah melewati semua perbatasan terhadap fisiknya yang lemah.


Kou tidak bisa melakukan apapun kecuali memperhatikan semua ledakan itu, Tech mencoba untuk membantu tetapi Kou memintanya untuk tetap berada di sisi Shinobu agar ia tidak melakukan apapun.


"Mama... jika kamu mendengarku... tolong selamatkan kami..." Ungkap Kou yang merasa pasrah karena semua atap dan lantai mulai hancur sampai runtuh.


Kou tidak bisa menggunakan Heaven's Mind karena tubuhnya melemah sampai pikirannya terus tertekan dengan masalah yang ia hadapi sekarang.


Jika ia mencoba untuk memaksa menggunakan kemampuan itu maka alam sadarnya akan mengalami perpindahan lagi sehingga pendengarannya mendengar suara Korrina.


"Uck..." Tangan kanan Kou terasa lemas karena ia terus memegang gagang keris itu agar tidak terjatuh.


Gedung itu perlahan-lahan terjatuh menuju lautan, Kou tidak bisa melakukan apapun kecuali menerimanya sehingga ia memejamkan kedua matanya, berharap bahwa ia bisa selamat.

__ADS_1


ZBAAASSSSHHHH!!!


__ADS_2