Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 603 - Sumpah


__ADS_3

"Kamu baik-baik saja, Arata...?" Tanya Kou, ia bisa melihat tubuh Arata dipenuhi dengan urat-urat yang mempengaruhi tubuhnya karena sudah nekat melepaskan kekuatan penuhnya itu.


"Ya... sementara." Arata menancap kedua pedangnya di atas tanah laku ia berlutut dengan tatapan yang terlihat kelelahan, ia mencoba untuk bernafas seperti biasanya.


"Untuk sekarang... Ophilia dan Kirua berada di kondisi yang aman, Tech baru saja menjemput mereka dan kemungkinan mereka sekarang sudah pulang, mendapatkan beberapa perawatan."


Kou mencoba untuk mengambil sebuah suntikan lain yang ia bawa di dalam jasnya tetapi ia tidak menemukannya sama sekali, mungkin ia melupakannya tetapi Kou terus mencarinya.


"Tidak apa, Kou... aku tidak membutuhkan suntikan itu, lebih baik kita pergi saja sekarang." Kata Arata, Kou mengangguk lalu ia mencoba untuk membantu dirinya berdiri.


"Kau tidak perlu repot-repot."


"Tidak, sebagai ratu Touriverse... aku harus bisa membantu siapa pun." Kou tersenyum lalu ia mencoba untuk menghubungi Tech untuk menjemput dirinya bersama Arata.


"Tech? Halo?"


"Bzzzttt..."


"Tech...?"


Kou dan Arata tiba-tiba terdorong ke depan dengan dorongan besar yang muncul di belakang mereka, tubuh mereka langsung merinding seketika terkena angin yang terasa begitu dingin bagi mereka.


Kou dan Arata menoleh ke belakang dengan cepat, mereka berdua dikejutkan dengan asap hijau besar yang muncul dengan petir hijau di sekelilingnya.


Arata tercengang ketika merasakan keberadaan yang sama yaitu Zoiru, serangan dan kekuatannya tadi tidak cukup untuk menghentikan dirinya yang benar-benar abadi.


Keabadiannya tidak dapat ia hancurkan menggunakan God Slayer atau gabungan dari pedang tujuh dosa itu, aura hijau mulai terlepas kemana-mana sampai membuat Arata tidak bisa berkata-kata lagi.


"Tidak mungkin... aku sendiri yakin... tujuh pedang dari dosa besar dan God Slayer mampu menghancurkan apapun... semuanya akan hancur dengan mutlak... maupun itu dewa, keabadian, atau sesuatu yang tidak bisa dibunuh." Kata Arata dengan nada yang lemas.


"Kekuatan ini... jauh lebih mengerikan di bandingkan sebelumnya, reinkarnasi sihir Oath mampu memperkuat mereka sendiri, Arata." Kata Kou dengan tatapan serius sampai kacamatanya mendeteksi banyak kekuatan murni.


Kacamatanya dapat mengukur kekuatan seseorang yang berada di dalam asap itu sehingga ia bisa melihat angka itu terus meningkat tanpa pembatas atau jeda yang menghentikannya.


Kacamata Kou mulai menunjuk arah panah ke sebelah kanan dimana ia melihat Tech bersama Ophilia dan Kirua masih berada di area sihir itu karena tertarik dengan dorongan yang besar itu.


"Tidak mungkin...!" Kou memperingati Arata lalu ia menunjuk Ophilia dan yang lainnya.


"A-Apa...?!"


Zoiru mengangkat jari telunjuknya lalu ia melepaskan satu laser yang menembus perut Arata, "Hugggghhhh...!!!"


"UAAAAGGGGHHHHH!!!" Arata terlempar ke belakang dengan perutnya yang menerima satu serangan cukup mematikan sampai mulutnya mengeluarkan banyak darah.


"Teriakan siapa ya itu...? Hahaha, mungkin aku salah sasaran." Terdengar suara Zoiru dari dalam asap itu sehingga Kou tercengang ketika melihat dirinya berhasil bangkit dengan kondisi yang terlihat sempurna sekarang.


"Awalnya aku ingin menembak dirimu, Kou... tetapi, mana mungkin aku melukai seorang gadis yang tidak memiliki Ayah dan Ibu seperti dirimu." Zoiru tersenyum jahat sampai membuat Kou kesal ketika mendengar ejekan itu.


"Kau... bagaimana bisa...?!" Kou mengepalkan kedua tinjunya ketika melihat Zoiru yang mulai menampakkan dirinya ketika asap hijau itu menipis.


"Apa yang kau katakan sebelumnya benar... Rencana dan strategi mu jauh lebih cerdik dan efektif sepertinya, Kou." Zoiru tersenyum penuh rasa hormat karena ia tadi sempat kalah oleh Arata yang melepaskan kekuatan penuhnya.


"Aku harus memberi dirimu nilai, Kou, tanpa rencanamu maka Arata hanya akan berakhir menghancurkan seluruh alam semesta." Zoiru mulai bertepuk tangan dan Kou hanya bisa diam.


"Dengan [Logic Breaker], sumpah Oath dari reinkarnasimu itu seharusnya sudah menghilang dan hancur, kemampuan penciptaan dagingmu juga..." Kata Kou yang sudah mengetahui penuh kemampuannya.


"Oh, jangan bersikap bodoh, Kou. Apakah kau pikir dewa Oath seperti diriku akan terkalahkan dengan sekedar rencana dan kemampuan mutlak seperti itu...?"


"Aku sendiri berlatih selama seumur hidupku, merancang berbagai macam rencana yang dapat memperbesar kemungkinanku untuk membangkitkan Bamushigaru." Zoiru menatap kedua tapak tangannya.

__ADS_1


"Sihir Oath... adalah sihir yang mengandung banyak sumpah dan kutukan, memiliki makna penuh tidak seperti nama keturunanmu, Corrupted Omni." Zoiru mulai mengepalkan kedua tinjunya beberapa kali.


"Sumpahku berdasarkan Oath... sebagai dewa agung adalah membangkitkan kembali Bamushigaru agar rantai makanan makhluk sihir bisa berjalan dengan lancar."


"Bukan itu saja, Kou... jangan harap kau bisa melupakan harga diriku dan niatku yang sangat besar, aku tidak berniat jahat atau apapun itu tetapi..."


"...mereka yang mencoba untuk menghalang jalanku maka mereka akan menjadi makanan untuk Bamushi, apakah kau bisa setuju dengan itu?" Tanya Zoiru, Kou membaca pikirannya dan ia langsung dikejutkan dengan sesuatu yang tidak bisa ia sangka.


"Sumpah Oath..." Kou mengerutkan dahinya, merasa kesal karena ia tidak memiliki pilihan lain selain mundur atau Zoiru akan membunuh dirinya bersama yang lainnya.


"Sumpah itu jauh lebih mutlak, seberapa besar atau kuasanya kemampuan itu... sumpah Oath akan terus berjalan sampai penggunanya puas, aku dapat menjadikan wilayah apapun sebagai wilayahku."


"Aku dapat menjadikan apapun sebagai makanan termasuk pedang tujuh dosa besar itu tetapi aku membiarkannya saja karena aku ingin bertarung dengan Arata lagi." Zoiru menepuk dahinya beberapa kali.


"Logic Breaker hanya mempengaruhi pergerakan diriku sehingga aku terpaksa harus menerima semua serangan itu, kali ini... aku mengerti dengan Legenda seperti Shimatsu Arata, dia cukup hebat..."


"...aku menghormati dirimu, Shimatsu Arata!"


"Sekarang, aku mengakui dirimu sebagai lawan terkuat pertama yang pernah aku lawan!" Zoiru tersenyum serius sambil menatap Arata yang mengeluarkan banyak darah melalui mulut dan lubang di perutnya itu.


Kou menundukkan kepalanya, mengetahui sebuah fakta bahwa ia tidak akan bisa menang bahkan jika Arata memanggil Kuro seperti nol yang di kali dengan angka apapun tetap menghasilkan nol.


Untuk sekarang Kou harus mundur, merencanakan sesuatu karena Arata bertarung sendirian tidak akan menambahkan satu angka di dalam angka nol.


"Aku cukup terkesan ketika melihat Arata berhasil menyiksa diriku di persentase tujuh koma lima..." Ketika Zoiru berbicara seperti itu, Kou dan Arata langsung tercengang mendengarnya.


"Tujuh koma lima...?" Arata kembali bangkit dengan luka di tubuhnya yang mulai pulih kembali.


"Ya... aku sendiri tidak dapat menyerang ketika kau terus melancarkan banyak serangan, aku tidak bisa menunjukkan tubuh asliku ini." Zoiru menepuk perutnya.


Arata menarik kembali kedua pedangnya, mencoba untuk bertarung lagi dengan Zoiru dan mengakhiri semuanya dengan cepat karena ia tidak ingin mengurusi masalah yang sama seperti Zangetsu, Komi, dan Rxeonal.


Haruki dan Shira tidak bersama dirinya, ia harus bisa mencegah masalah Zoiru sendirian sebelum semuanya terlambat, Shizen dan Yuuna sendiri tidak mengetahui soal masalah ini.


"ZOIRU...!!! HAARRRGGGGHHHH!!!" Arata menaikkan seluruh kekuatannya lalu ia melesat maju ke arah Zoiru dan melancarkan beberapa serangan melalui kedua pedangnya yang mampu melepaskan gelombang tebasan.


Semua gelombang tebasan itu mengenai tubuh Zoiru beberapa kali sampai membelah celah dimensi yang menghisap seluruh anggota tubuhnya.


Kou mulai menahan dorongan itu dan ia bisa melihatnya dengan jelas bahwa kesempatan nol itu tetap di kalikan dengan angka yang lain.


"HAAARRGGGGHHHH!!!" Arata mempercepat serangannya sampai ia menciptakan ledakan yang begitu besar sampai bercabang, Kou mulai memunculkan Heaven's Gate di hadapan Tech untuk melindungi mereka.


Arata terus melepaskan semua kekuatan dan sihirnya tanpa memberi jeda apapun, kedua pedangnya terus melepaskan gelombang tebas yang menciptakan ledakan semakin besar.


Kou hanya bisa diam untuk memastikan cara Arata akan berhasil lagi atau tidak, ledakan terus terjadi dan Kou mundur beberapa langkah.


Beberapa menit kemudian, Arata menjatuhkan kedua pedang itu karena ia sudah mencapai titik risiko untuk tubuhnya sendiri yang mulai mengalami keram sampai ia hanya bisa berlutut di atas tanah.


Zoiru muncul tepat di hadapan Arata sampai mengejutkan dirinya, "A-Apa...!?"


Arata merapatkan giginya lalu ia menarik pedang God Slayer dan mengayunkannya kepada Zoiru walaupun kedua lengannya mulai mengeluarkan banyak darah.


Pedang itu mengenai kepala Zoiru sehingga menyebabkan logam dari God Slayer langsung patah sampai mengejutkan Arata dan Kou, ia mulai menampar wajah Arata sampai ia terhempas ke belakang dan terjatuh di atas tanah.


"Apakah kau bercanda, Arata? Kau mencoba untuk menghancurkan diriku dengan pedang yang sudah ketinggalan zaman itu?" Tanya Zoiru yang mulai menunjuk Arata.


"Cukup sampai titik ini, Arata."


Zoiru mengisi kekuatan penuh melalui jari telunjuknya dan lengan kanannya tiba-tiba bergerak sendiri tanpa kendalinya.

__ADS_1


Ja dikejutkan dengan kanannya yang mulai menunjuk dirinya sendiri sampai laser itu terlepas tepat di wajahnya dan meledak.


BAAMMM!!!


Kepala Zoiru hancur dan Kou mulai menghalang Arata, mencoba untuk melindungi dirinya agar Zoiru tidak mencoba untuk melakukan sesuatu kepada dirinya.


"Sungguh mengejutkan..." Zoiru menatap lengan kanannya dan ia masih belum mengetahui kemampuan apa yang Kou miliki.


"Sudah cukup, Zoiru. Kami tidak menghalangi jalanmu lagi..." Kata Kou dengan tatapan serius.


"Apa...?"


Kou langsung membaca pikiran Arata, "Kuro... untuk sekarang, kita mundur dulu. Pertarungan yang akan kau ciptakan dengan Zoiru dapat menciptakan kehancuran yang dahsyat, tahan dulu."


Kuro mendengarnya dengan jelas, cukup mengejutkan bagi gadis kecil sepertinya dapat berkomunikasi dengan alam sadarnya yang cukup jauh.


"Kau memiliki rencana?" Tanya Kuro.


"Ya... rencananya adalah mundur, kita tidak akan bisa menang. Kita hanya akan mati bersama di area sihir ini..." Kou menatap Zoiru.


"Kau bisa pergi sekarang, Zoiru." Suruh Kou karena ia tidak ingin melihat korban yang melayang di hadapannya, untuk sekarang Kou menyimpan kekuatan Kuro sebagai kartu as.


"Kau menarik sekali, Kou. Sama seperti Korrina, kau juga penuh dengan misteri yang tidak dapat aku ketahui..." Zoiru mulai tertawa karena ia tidak menyangka Kou akan membiarkannya pergi.


"Kou... apakah kau yakin...?" Tanya Arata.


"Arata, apakah kau mempercayaiku?" Tanya Kou yang mulai menatap dirinya, Arata tidak memilih pilihan lain selain mempercayai rencananya.


"Baiklah, ratu Touriverse. Dengan penuh kehormatan, aku akan menerima tawaranmu itu untuk memintaku pergi dari Yuusuatouri..."


"...tetapi, jangan melupakan sesuatu, aku masih akan membangkitkan Bamushigaru." Zoiru tersenyum serius.


"Sekali lagi kau menginjak wilayah Yuusuatouri dan menyebabkan kerugian di semesta lain maka kau akan membayarnya...!" Kou menunjuk Zoiru sehingga ia mulai memukul dirinya sendiri.


"Apa...?"


"Sekarang pergi! Pergi...!" Kou mulai mengusir Zoiru.


"Ck... aku ingin menghancurkan dirimu sekarang tetapi itu bertentangan dengan harga diriku." Zoiru mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menyelimuti tubuhnya dengan aura Oath.


"Ophilia, jaga dirimu baik-baik." Zoiru menatap Ophilia yang baru saja bangun, ia menghilang dengan cepat dan Kou mulai membantu Arata.


"Maaf, Arata, Kuro... ini adalah satu-satunya jalan yang dapat kita tempuh."


"Tidak apa... setidaknya kau memiliki sesuatu di dalam pikiranmu maka aku akan mengikutinya..." Arata mengusap kepala Kou.


"Arata...!" Ophilia menghampiri Arata lalu ia memeluknya erat.


"Ophilia..." Arata tersenyum penuh dengan rasa syukur ketika melihat istrinya baik-baik saja, ia melihatnya dengan erat sampai semua luka yang ia rasakan sembuh seketika.


Kou berjalan pergi mengambil gagang pedang God Slayer lalu ia menariknya, "Arata..."


"Ada apa, Kou?" Arata menatap Kou.


"Bolehkah aku meminjamnya...?" Kou memegang erat gagang itu sampai mengejutkan Arata karena ia dapat mengangkatnya.


"Meminjamnya untuk apa...?"


"Biarkan aku meningkatkan pedang ini dan tentunya..."

__ADS_1


"...memberikan banyak keuntungan."


__ADS_2