
"Bagus sekali... hal yang mengerikan lainnya muncul, pernah kau membayangkan sebuah Beast dengan sebuah sayap?" Tanya Koizumi kepada mereka semua.
"Masuk akal sih... kita bangsa Neko Legenda memang memiliki semua gen dan DNA dari semua hewan tetapi sayapnya itu tidak alami." Kata Shinobu selagi menatap Beast itu melayang di atas langit dengan senyuman lebar.
"GROOOOAAAGGGGHHHHH!!!" Beast itu mengangkat kepalanya lalu membuka mulutnya lebar sambil mengeluarkan gumpalan tinta yang sangat besar.
Gumpalan itu bertambah semakin besar sampai melebihi ukuran planet Legenia itu sendiri, mereka semua memasang tatapan kaget seketika karena masalah ini bisa di bilang sudah jauh dari urusan mereka sendiri.
"Seharusnya para pemberontak tahu soal ini...!" Seru Ako yang melihat gumpalan itu terus membesar sampai menjatuhkan banyak tinta yang mengotori tubuhnya.
"Si sialan itu mencoba untuk menarik perhatian Legenda lain...!? Tidak dalam pengawasanku! Kita sebagai Legenda pemberontak perlu menyelesaikannya tanpa mengandalkan siapa pun...!" Seru Koizumi.
Koizumi langsung mengerahkan seluruh Lenergy dan kekuatannya sampai auranya muncul, lambang Greed juga mulai memancarkan cahaya yang membantu dirinya untuk menyerap semua sihir tinta itu.
"Itu benar... kita harus bisa menghentikannya bersama~" Hinoka langsung membakar kedua tapaknya untuk mempersiapkan ledakan yang paling dahsyat.
Mereka semua melakukan hal yang sama dengan mengerahkan kekuatan penuh demi menghentikan gumpalan tinta yang dapat menyelimuti planet Legenia ketika meledak.
"Jangan biarkan gumpalan itu meledak, planet ini bisa saja ternodai oleh tinta itu sampai mengubah semuanya menjadi pasukan tinta." Peringat Anastasia yang mengeluarkan sebuah trompet besar.
"Sungguh nikmat bisa bekerja sama dengan gadis kecil seperti mereka..." Ungkap Anastasia yang merasa sangat senang sampai perasaannya kali ini bertambah semakin senang.
Aerith yang berada di belakang mereka mencoba untuk mengganggu tetapi Anastasia sudah melepaskan perlindungan musik besar yang melepaskan nota untuk membawa serangan tinta Aerith ke arah lain.
"GRRRRGGGHHHHH!!!"
"Baiklah...!!! Ayo lakukan...!" Seru Shinobu keras.
Beast itu langsung melepaskan sihir tersebut ke arah mereka, Shinobu membuka mulutnya lalu ia melepaskan gelombang emas menuju gumpalan tinta tersebut untuk mendorongnya ke belakang.
Konomi mengerahkan semua peluru energi yang sudah diperkuat menuju arah gumpalan itu menggunakan Railgun nya, Ako melakukan hal yang sama tetapi ia terus menambak banyak sekali panah es menuju sihir tinta itu.
Koizumi mengumpulkan Lenergy yang cukup untuk melepaskan gelombang tebasan Crimson melalui belatinya, Honoka yang berada di belakang mereka terus mengubah batu kecil menjadi rudal yang ia lempar ke depan.
Anastasia dari belakang meniup trompetnya sangat keras sampai melepaskan gelombang suara yang mampu untuk mendorong gumpalan itu mundur bersama serangan para pemberontak kecil.
BAAAAAAMMMMMMM!!!
Serangan dari kedua pihak itu mulai saling mendorong satu sama lain, para pemberontak kecil mulai terus terdorong ke belakang sampai kedua tapak mereka mampu meretakkan daratan.
"ROOOOOAAARRRR!!!" Beast itu melepaskan raungan singa sampai helmnya memancarkan cahaya merah yang memberi dirinya dorongan penuh ke arah sihir tinta itu.
"TERUS DORONG!!!" Teriak Koizumi keras yang mulai tertekan ke belakang, kedua lengannya terus bergetar karena ia sendiri tidak cukup untuk menahannya.
Mereka semua terus tertekan sampai tubuh kecil mereka bergetar tanpa henti tetapi harga diri mereka tentunya tidak akan pernah mati, perjuangan harus di lakukan sampai selesai.
"Nrggghhh...!" Shinobu mulai merasa keram di bagian rahangnya karena ia terus membuka mulutnya sangat lebar demi bisa melepaskan gelombang emas yang lebih kuat.
"Aku tidak akan membiarkanmu menodai planet ini...!!!" Teriak Shinobu yang dicampur dengan raungan singa.
Gumpalan tinta itu menyentuh daratan sampai menghancurkannya hingga menguarkan banyak sekali gelombang lahar, "Sihir itu sudah menyentuh daratan...!"
"RRRROOOOOOOAARRRR!!!" Beast itu kembali meraung sampai mereka semua dikejutkan dengan gumpalan tinta yang bertambah semakin besar sampai berada di jarak tidak jauh dengan mereka.
Hinoka mengerutkan dahinya lalu ia memunculkan aura Crimson yang berbentuk bulat untuk melindungi dirinya sendiri, ia langsung melompat ke depan dan menyentuh gumpalan tinta itu.
"Hinoka...?!" Panggil Konomi.
"Apa yang kamu lakukan...!?" Teriak Koizumi yang sudah merasa lelah walaupun tato Greednya terus menyerap tinta yang diubah menjadi Lenergy.
"Terus tahan mereka...! Biarkan aku turun tangan soal masalah ini...!" Hinoka menerima daun emas yang membungkus tubuhnya sendiri, ia langsung menatap Shinobu yang mengerti dengan rencananya.
__ADS_1
"Cepat!" Seru Shinobu.
Hinoka mengangguk lalu ia masuk ke dalam gumpalan tinta tersebut dan melepaskan ledakan besar melalui kedua tapak kakinya untuk mendekati Beast tersebut.
Satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah menghancurkan peralatan di kepalanya.
"HAAAAAHHHHHH!!!" Teriak Hinoka keras yang terus maju ke depan walaupun daun yang membungkus tubuhnya mulai ternodai oleh tinta sampai menyerang tubuhnya sendiri.
"ROOOAAARRRRR!!!"
Hinoka merapatkan giginya karena ia tidak yakin bisa menembus gumpalan itu sampai menyambut dirinya dari depan.
Namun, Hinoka langsung menggigit bibirnya sampai berdarah sampai ia segera mengusapnya lalu menatapnya hingga kedua matanya berubah menjadi merah darah yang membangkitkan amarah dan kekuatannya.
"BRENGSEEKKKK!!!" Hinoka berhasil terlepas keluar dari gumpalan tersebut sehingga Beast itu melihat dirinya yang mulai melesakkan semua daun hitam itu di tubuhnya.
Hinoka langsung memfokuskan semua Lenergy di dalam tubuhnya ke dalam tinju kanannya, "MAKAN INI...!"
"GRROOOAAAAAAGGGGHHHH!?"
Hinoka langsung menghantam peralatan di kepalanya dengan sekuat tenaga sampai tubuhnya menerima serangan tinta yang berbentuk garis sampai menusuk-nusuk setiap anggota tubuhnya tetapi tidak sampai mengenai alat vital.
"Grrgghh...!!! Aahhhhhhh!!!" Hinoka menjerit kesakitan sehingga Koizumi melompati waktu lalu menangkap tubuh sepupunya untuk melarikan diri dari lokasi tersebut.
Beast itu mulai kehilangan kendali ketika peralatan di kepalanya mengalami kesalahan, Ako melepaskan panah es ke atas langit sampai menurunkan hujan es yang mengenai tubuh Beast itu.
"ROOOOOAAARRRRR...!!!"
"SEKARANG...!!! HINOKAAAA!!!" Seru Koizumi keras yang muncul di belakang Shinobu.
"Switch...! On!" Hinoka menjentikkan jarinya sampai ia mengendalikan realitas dengan apa yang ia sedang atau sentuh.
Konomi dan Ako mengerahkan kekuatan penuh lalu membekukan gumpalan tinta itu sampai Shinobu mengepalkan tinju kanannya sampai memancarkan cahaya yang begitu cerah.
Koizumi menyentuh tato Greed itu lalu ia mengeluarkan gumpalan Lenergy melalui tapak kanannya, setelah itu ia melemparnya kepada Shinobu sampa ia menerima peningkatan besar.
"Semuanya...!!! BERIKAN DORONGAN YANG TERAKHIR...!!!" Seru Shinobu keras sehingga suaranya menggema dengan raungan singa.
Hinoka dan Koizumi kembali menyerang gumpalan tinta itu yang mengalami pembekuan, mereka semua terus mendorong tinta tersebut sehingga Shinobu melepaskan pembakaran melalui kedua tapak kakinya.
Shinobu terbang ke depan lalu di bantu oleh kedua teman dan sepupunya yang menghalangi semua serangan tinta garis itu yang mencoba melukai tubuhnya sendiri.
"GOLDEN...!!!" Shinobu merapatkan giginya sampai kedua matanya memancarkan cahaya emas yang begitu besar.
"...OVERDRIVEEEEE!!!" Shinobu langsung menghantam sihir di hadapannya sekuat tenaga sampai hantaman dari pukulan emasnya melepaskan dorongan yang sangat besar.
Dorongan itu menjalar luas sampai menyelimuti Legenia dengan cahaya emas yang memperbaiki semua kerusakan dan kehancuran secara instan berkat dorongan Golden Overdrive.
Pukulan tadi juga cukup untuk mendorong sihir tinta itu ke belakang sampai mengenai ledakan yang masih terjadi di atas langit, Hinoka menjentikkan jarinya lagi sampai gumpalan tinta itu langsung meledak.
BAAAAAAMMMMMMM!!!
Mereka semua terjatuh di atas tanah dan terpental ke belakang karena tekanan yang dilepaskan dari langit, kerja sama mereka memberikan hasil yang memuaskan untuk menghancurkan inti Chip dari Beast itu.
"Hah... Hah... Hah..." Shinobu mulai kehabisan nafas sampai ia melihat Konomi melempar sebuah botol yang cukup untuk memulihkan kembali stamina dan Lenergynya.
"Kita berhasil... kerja yang bagus, teman-teman." Koizumi tersenyum bangga kepada mereka semua, hubungan mereka bertambah semakin erat setiap bertarung bersama seperti tadi.
Konomi bangkit dari atas tanah lalu melihat Beast di hadapannya tidak lagi bernyawa, peralatan di kepalanya sudah hancur sampai nyawa ke delapannya membangkitkan dirinya kembali dengan keadaan amarah besar.
"Uhhh... kenapa mereka masih mengamuk seperti itu?!" Tanya Konomi yang melihat Beast itu mulai menyerang pasukan Legenda dan tinta yang menghalang jalannya sendiri.
__ADS_1
"Chip itu hanya memberikan mereka kekuatan dan amarah yang semakin besar... tetapi, percuma saja Chip itu hancur... amarah dari Beast Neko Legenda sangatlah murni..."
"...mereka akan terus mengamuk seperti itu." Peringat Shinobu yang mencoba untuk menggunakan the Mind tetapi wajahnya menerima satu pukulan dari tinju tinta yang besar.
Shinobu terlempar ke belakang lalu melihat tinta itu mencoba untuk memukulnya kembali tetapi ia langsung menghantam daratan sampai menumbuhkan gunung emas yang menahannya.
Gunung emas itu langsung hancur menjadi daun emas yang mengelilingi tubuhnya, "Kita perlu menghentikan semua sihir tinta itu...!"
Koizumi menoleh ke belakang, melihat pasukan tinta mulai menyerang dirinya secara beregu sampai ia langsung melompati waktu untuk menghentikan mereka semua.
Hinoka membantu Koizumi dari belakang dengan menghantam tubuh mereka sampai mengubahnya menjadi ledakan, Koizumi dan Hinoka bertarung bersama.
Di sisi lainnya, Konomi dan Ako dikepung oleh banyak sekali pasukan Kesatria sampai mereka perlu bertarung untuk mengakhiri semua kekacauan ini.
Anastasia yang sudah kelelahan karena memberi mereka semua peningkatan melalui musik mulai mengubah tubuhnya menjadi nota lagu yang melayang tepat di atas bahu Shinobu.
"Shinobu... aku akan membantumu menghentikan Aerith..." Peringat Anastasia yang melayang di atas bahunya agar ia bisa memulihkan kembali semua Lenergy itu.
"Tidak aku sangka... aku akan melawan dirimu, Shinobu Koneko~ tolong lukai aku lebih jauh ya~ jangan menahan diri~"
"Cakarlah aku sampai muncrat..."
"Menjijikkan..." Shinobu memasang tatapan ketika ia menatap sebuah sampah busuk..
"Ahhhnnnn~ tatapan itu~ aku suka tatapan itu~ gadis polos seperti dirimu menunjukkan sisimu yang asli...!" Aerith memeluk tubuhnya sendiri sampai mengeluarkan banyak cairan tinta.
"Selama ini... apa yang aku inginkan hanyalah lulus dari kelas karya tetapi karyaku di anggap sampah oleh mereka...!"
"Karya yang cukup untuk menghasilkan uang disebut sampah...!? Di saat itu aku menunjukkan kepada mereka bahwa karyaku akan merasa sakit hati jika di hina...!!!"
"Tintaku...!!! Adalah cintaku...!!! Uang adalah tujuan aku hidup...!!! Kegagalan dalam sebuah karya...!!! Adalah kebencianku...!!!" Aerith memasang tatapan murka sampai ia mulai memunculkan kembali tongkat sihirnya.
"Kenapa kau merasa benci dan terobsesi dengan uang hanya karena alasan itu adalah gagal dalam kelas seni?" Tanya Shinobu.
"Jika kau adalah seorang Legenda maka kau akan bangkit kembali lalu menunjukkan kepada mereka bahwa dirimu mampu untuk bertambah lebih baik...!!!"
"Aku membunuhnya... dengan tinta~ mengubahnya menjadi maha karya yang menghasilkan banyak uang untuk membeli alam semesta...!"
"Aneh sekali!" Shinobu memasang tatapan kesal.
"Hohhh... ada apa dengan tatapan polos itu...? Langka sekali untuk melihatmu kesal seperti itu...!"
"Rasanya geli di bagian bawah ketika melihatnya...!!! Ahn~"
"Kau perlu tahu... kamu pantas menjadi mahakarya yang memberikan diriku banyak uang untuk membeli alam semesta...!"
"Alam semesta yang dipenuhi seni dan maha karya...!!!"
"Pertarungan itu tidak menyenangkan... tetapi... pertarungan yang bersangkut paut dengan karya dan tinta... rasanya cukup nikmat~"
"Berhati-hati lah, Koneko... jangan sampai tinta itu menyentuh atau melukai tubuhmu karena efeknya akan terasa lebih menyakitkan."
"Kau bisa saja dijadikan sebagai karya yang mirip denganmu sampai menyerang dirimu sendiri." Peringat Anastasia cukup membantu Shinobu untuk mengangkat kedua tinjunya.
"Dua Legenda yang di anggap rendah... Witch Legenda dan Neko Legenda akan memperlihatkan siapa yang lebih rendah...!"
"Dengan ini aku sudah menyatakannya..." Shinobu menarik Keris dari dalam sarungnya sampai mata kanannya mulai menajam seperti kucing yang melihat tikus.
"Shinobu Koneko..." Shinobu memasang tatapan mengancam.
"...akan membunuhmu!!!"
__ADS_1