
Hana saat ini memikirkan tentang kejadian sebelumnya, ia melihat Minami yang terlihat aneh ketika membicarakan soal kekasih.
Wajahnya terlihat senang tetapi Hana bisa melihat Minami yang memaksakan dirinya untuk tersenyum, bukan hanya itu saja tetapi terlihat jelas dari ekor dan telinganya yang menandakan turun.
Kucing ketika sedih kadang akan menunjukkan gejala seperti itu dan Hana tidak pernah melihat Minami menangis atau merasa sedih.
Jarang sekali ia melihat ekor dan telinganya turun karena kesedihan, biasanya ia melakukan itu ketika sedang merasa kecewa tetapi Hana merasakan perasaan yang berbeda sekarang ketika melihat Minami dari dekat.
Hana mulai melamun dan Minami langsung melambaikan tangannya di hadapan wajahnya itu, tidak lama kemudian Hana sadar lalu melihat Minami yang sedang memegang sebuah handuk.
Minami memberitahu dirinya bahwa ia ingin menikmati air panas untuk mengistirahatkan tubuhnya yang masih terasa pegal, hari ini ia menghabiskan seluruh waktunya dengan berlatih keras dan belajar dengan giat.
Minami masuk ke dalam kamar mandi dan Hana tiba-tiba melihat sebuah buku kecil yang terjatuh di atas meja, buku kecil itu memiliki warna hitam bahkan tidak memiliki hiasan apa pun dan itu jarang sekali bagi Minami.
Hana merasa penasaran, ia mendekati buku itu lalu mengambilnya dan mencoba untuk membukanya sedikit sehingga ia bisa melihat tulisan yang panjang di dalamnya.
"Ehh...? Ini buku Diary milik Minami...?" Hana membacanya sedikit karena ia ingin mengetahui isi buku itu.
Rasa penasarannya berada di tingkat paling tinggi karena kejadian menyedihkan tadi ketika Hana melihat Minami menunjukkan perasaan sedih yang ditutup dengan senyuman pahit.
Minami menulis tulisan yang sangat panjang di dalam buku itu dan Hana mulai memotret setiap halaman agar bisa dibaca dengan aman.
Setelah itu ia menempati buku itu kembali di atas meja dan mencoba untuk tidak meninggalkan jejak, Hana kembali berbaring di atas kasur lalu ia menatap mulai memilih pilihan foto di kartu itu untuk membaca Diary Minami dari halaman pertama.
Tulisan itu berisi tentang perasaan dirinya sejak kecil, Minami lahir pada saat penyerang iblis dan tanggal lahirnya kebetulan dua hari dari sekarang sehingga membuat Hana terkejut ketika membacanya.
Ia harus melapor kepada teman lainnya untuk merayakan ulang tahun Minami dengan penuh ceria dan rasa bahagia, ia melanjutkan membaca tulisan itu, kali ini menceritakan tentang kehidupan Minami di dalam akademi yang tidak memiliki teman sama sekali.
Hana terkejut ketika membacanya, ia juga baru sadar sekarang bahwa Minami lebih tua dari dirinya karena lahir di era ketika Rxeonal menyerang.
Ia terpaksa harus mengikuti akademi itu karena kehendakkan dirinya yang ia belajar dan memiliki banyak teman tetapi yang Minami harapkan tentang teman-teman menghilang begitu saja ketika seluruh teman-temannya menanggap dirinya sebagai Legenda jadi-jadian.
__ADS_1
Neko Legenda sebenarnya sangat ditakutkan dan dibenci oleh sebagian Legenda karena amarah mereka yang tidak bisa dikendalikan bahkan penampilan Neko Legenda terlihat aneh karena memiliki ekor dan telinga kucing, Minami menjalani hari-harinya di akademi sendirian tanpa memiliki satu pun teman.
Mereka semua tidak ingin bertemu dengan Legenda yang berbeda jenis, ternyata buku Diary itu dipenuhi dengan perasaan sedih Minami yang ia sembunyikan di dalam buku itu agar tidak ada orang yang bisa mengetahui kesedihan yang selalu ia alami.
Minami sempat memiliki seorang teman tetapi ia membenci dirinya ketika temannya itu diganggu oleh Legenda lain karena sudah mau berteman dengan seorang Legenda yang berbeda jenis.
Minami mencoba untuk melindungi teman pertamanya dan berakhir merasakan amarah yang begitu besar bahkan sampai melukai seluruh Legenda itu termasuk temannya sendiri, di saat itulah Minami memutuskan untuk berhenti dan mengurung diri di rumah.
Belajar mandiri dengan terus membaca buku, ia juga berjanji kepada dirinya untuk tidak pernah menunjukkan perasaan sedihnya, cukup menyakitkan bagi dirinya karena tidak memiliki satu pun teman yang datang ke ulang tahunnya bahkan mengunjungi dirinya ketika sakit.
Shira terlalu sibuk mengurusi masalah semesta, hanya Megumi yang selalu menemani dirinya ketika kesepian bahkan Minami mulai mencoba untuk menumbuhkan sikap barunya yaitu berkhayal agar dirinya di anggap sebagai gadis yang ceria.
Shira dan Megumi tidak pernah mengetahui kesakitan yang dirasakan oleh Minami, mungkin sekarang hanya Hana yang mengetahui semua rahasia kesedihannya itu karena Diary itu dipenuhi dengan perasaan dan kejadian sedih yang ia rasakan.
Ia benar-benar menyembunyikan banyak rahasia kesedihan yang ia alami, ketika Hana mencoba untuk membaca halaman ketiga, Minami membuka pintu kamar mandi lalu ia melihat Hana terkejut ketika Minami baru saja selesai mandi.
"Ehh? Hana, kenapa terkejut begitu?"
"Tidak apa-apa... sudah waktunya untuk tidur ya?" Tanya Hana.
Beberapa menit kemudian, ruangan itu sudah gelap dan Minami tidur di lantai karena ia ingin tamunya yaitu Hana tidur di kasurnya agar bisa merasakan kenyamanan dari kasurnya itu.
Hana bisa menginap karena Minami yang menghubungi pemilik hotel itu untuk meminta Shimatsu Hana menginap malam ini di kamarnya dan pemilik hotel itu sudah pasti akan mengizinkannya.
Hana saat ini tidak bisa tidur karena pikirannya dipenuhi dengan perasaan sedih Minami, ia melirik ke kiri dan melihat Minami yang sudah tertidur dengan damai.
Melihat ekspresi yang begitu damai membuat hati Hana terasa sesak karena ia selama ini menyembunyikan semua rasakan kesakitan itu, tidak ragu lagi jika ia marah ketika Haruka lumpuh karena Haruka adalah teman pertamanya yang sudah mau menerima dirinya apa adanya.
"Sejak itu aku masih belum lahir... Haruka mungkin tidak mengetahui tentang perasaan yang ia sembunyikan, hanya aku saja. Minami memiliki masa kecil yang menyedihkan ya."
"Lahir di era perang, semua anak Legenda menganggap Neko Legenda berbahaya sehingga tidak ingin menemani dirinya..."
__ADS_1
"...semua yang ia lakukan salah di pandangannya karena amarah Neko Legenda yang terus mempengaruhi dirinya, ia tidak bisa melakukan apa pun."
"Dia lebih memilih untuk terus tersenyum dan menunjukkan sikap bahagianya kepada seluruh dunia, itu yang aku baca dari buku itu." Ungkap Hana sehingga ia terus menatap Minami.
Hana terus melanjutkan membaca Diary milik Minami dan ia bisa membaca kesedihan lainnya termasuk rasa bersalah ketika memarahi Kou.
Lagi-lagi amarah Neko Legenda mempengaruhi dirinya sehingga ia mengulang kesalahan yang sama berkali-kali, semua orang memiliki kesempatan kedua tetapi bukan untuk masalah yang sama, itu tulisan yang Minami tulis di bukunya.
"Minami... Minami sendiri tersiksa di masa lalu bahkan... aku yakin mentalnya hancur ketika dirinya merasakan kematian tanpa henti yang disebabkan oleh Kuharu."
Hana mulai menangis, entah kenapa ia merasa malang kepada Minami sehingga air matanya mengalir deras karena tidak tega melihat Minami yang selalu ceria dan bahagia selama ini hanya berpura-pura bahwa ia baik-baik saja.
Suara tangisan Hana bisa terdengar oleh Minami karena ia memiliki pendengaran yang begitu kuat, ia menatap Hana dan terkejut ketika melihat dirinya menangis selagi menutup kedua matanya.
Minami bangkit lalu meraih tangannya, ia berpikir bahwa Hana baru saja merasakan mimpi buruk yang begitu mengerikan sampai membuat dirinya menangis.
"Hana, apakah kamu baik-baik saja? Mimpi buruk ya...?"
"Minami...! Minami...!" Hana memeluk Minami erat sehingga ia terkejut dan tidak mengetahui jelas kenapa Hana memeluk dirinya dan menangis tepat di bahu kanannya.
Tangisan itu terasa begitu asli bahwa ia menangis untuk Minami yang selalu menyembunyikan semua kesakitan itu.
"Ternyata mimpi buruk ya, sshhh, sudahlah. Tidak ada yang asli di mimpi buruk." Minami mengelus kepala Hana lalu ia menghapus air mata yang terus mengalir keluar dari kedua matanya.
Melihat Hana yang menangis seperti itu entah kenapa membuat dirinya merasa bersalah.
***
Pelajaran baru saja di mulai, Hana mengingat kejadian kemarin bahwa ia tidak bisa menahan air matanya. Ia terus mengingat kesakitan dan kesedihan yang di alami oleh Minami sampai ia tidak fokus di pelajaran sejarah saat ini.
Ia mulai menatap Minami yang sedang fokus belajar bahkan ia melihat Honoka yang melambaikan tangannya selagi menunjukkan senyumannya itu.
__ADS_1
"Aku benar-benar dikelilingi oleh teman-teman baik tetapi rahasia yang mereka sembunyikan pasti..."
"...menyakitkan."