Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 326 - Resep


__ADS_3

"Ayo, adik kecil... buka dulu ya mulutnya." Kata seorang dokter, Kou membuka mulutnya dan dokter itu mulai memeriksa tubuh Kou secara keseluruhan. Dokter itu akhirnya datang dan ia terlihat sangat diandalkan, Okaho sendiri awalnya tidak mempercayai bahwa dokter yang sangat hebat itu berasal dari Yuutouri dan seorang manusia yang terlihat seperti berasal dari zaman dahulu. 


Selagi menunggu Kou di periksa, Okaho menghubungi beberapa temannya untuk datang karena sekarang sudah waktunya mereka turun tangan dan mengembalikan Haruka, ketika mereka mendengar berita tentang Haruka yang diculik saja sudah membuat mereka semua panik karena Kuharu yang sudah dijelaskan oleh Okaho benar-benar kuat sampai Rokuro merasa kesal mendengarnya.


Mereka semua setuju dan dalam perjalanan menuju rumah Okaho, Honoka memberitahu Okaho bahwa Minami saat ini sedang menghubungi Shira, sepertinya masalah tentang Kuharu ini menarik perhatian Shira sampai ia ingin mengurus masalah tersebut tetapi Okaho langsung membantu Minami dengan berbicara bahwa masalah yang mereka hadapi saat ini bukanlah suatu yang seharusnya Shira urus, ia lebih baik tetap diam dan bersantai selagi menunggu kedatangan anaknya yang baru itu.


"Percuma saja, Okaho... aku mempercayai dirimu untuk mengurus masalah itu tetapi sepertinya aku tidak percaya dengan anakku sendiri, aku takut bahwa sesuatu terjadi kepada dirinya." Kata Shira sambil mengurus beberapa pembeli, Okaho mencoba segala cara untuk membuat Shira mempercayai terhadap Minami yang memiliki potensi tersembunyi di balik sihir cahayanya itu, ia juga menjelaskan sihir cahaya Minami yang berbeda dengan Shira.


"Teruslah mengubah pikiranku, Okaho... aku tetap tidak akan mengijinkan kalian mengurus Dewi agung itu, apakah kau pernah mengetahui sejarah tentang Dewa Agung Crimson yang bernama Shinku itu? Haruka sendiri bahkan tidak cukup untuk mengalahkannya terutama Ibumu, lebih baik kau serahkan masalah ini kepada orang dewasa---"


"Bagaimana kalau kamu mengijinkan kami jika kami melakukan sesuatu yang dapat membuat kalian percaya bahwa kita... generasi yang akan mengangkat kalian semua--- tidak, meneruskan dan menggantikan kalian semua bisa mengatasi masalah dewi agung itu, aku juga setuju dengan pilihanmu tetapi setidaknya kau juga harus menyerahkan masalah lain kepada keturunanmu, apa gunanya keturunan jika selalu saja kau yang mengurusi-nya!?" Apa yang baru saja Okaho katakan membuat Shira sadar bahwa Minami adalah keturunan Shiratori yang akan meneruskan dirinya jadi ia bisa mempercayai Okaho dengan syarat...


"Baiklah, aku beri kalian kesempatan. Ayo kita adakan latih tanding, kalian bebas untuk memilih siapapun dalam melawan diriku, di tambah... Minami, aku sendiri sudah mempercayainya sejak kamu lahir, aku merasakan potensi cahaya yang hebat di dalam dirimu karena kamu juga memiliki keturunan Mama-mu itu." Shira tersenyum, Okaho ikut tersenyum tetapi senyumannya terlihat serius karena sekarang adalah kesempatan yang pas untuk mengadu Shira dengan Kou agar ia bisa sepenuhnya yakin untuk menyerahkan masalah Kuharu kepada Okaho dan teman-temannya.


"Kalau begitu aku menerima tantangan ini, jangan menyesal dan menahan diri ya karena aku akan meminta Kou untuk melawan dirimu."

__ADS_1


"Apa...? Kou, pilihan yang menarik... walaupun fisiknya lemah dan keturunan yang dilahirkan oleh Korrina paling terakhir maka aku akan menerimanya, apakah kau yakin untuk meminta Kou melawan diriku dengan kondisi seperti itu, Okaho? Aku juga percaya bahwa dia menyembunyikan kekuatan yang sangat hebat karena dia adalah keturunan yang terakhir, penampilannya saja terlihat sama persis seperti Korrina." 


Shira dan Okaho sepakat bahkan Okaho sendiri yakin bahwa pertarungan itu tidak akan berjalan terlalu lama, ia hanya ingin semuanya berakhir dengan cepat agar mereka semua bisa pergi menuju Realm of Time untuk memeriksa dan mencari Haruka. Minami juga berterima kasih kepada Shira karena sudah mengijinkan dirinya untuk ikut jika Kou menang melawan Shira, setelah selesai berbicara Shira memberitahu mereka bahwa pertandingan di mulai besok dan tentunya di halaman Korrina yang dapat berubah menjadi arena.


Mereka setuju dan Minami menutup alat komunikasi itu sambil menghela nafasnya penuh dengan kelegaan bahwa ia yakin Kou bisa menang melawan Shira tanpa harus bergerak, kekuatan The Mind itu bukan tipe sihir atau kekuatan melainkan itu adalah tipe berbeda yang hanya mempengaruhi pikiran dan tubuh, pikiran dapat mengendalikan apapun dan itu juga adalah inti kenapa mereka bisa bergerak serta memikirkan sesuatu.


"Apakah Kakak yakin untuk meminta Kou melawan Shira? Jika Mama disini, dia pasti akan marah besar loh." Kata Honoka.


"Apakah kamu melupakan soal Mama yang sudah mengetahui kekuatannya, Honoka? Mama sendiri tidak memiliki rasa keseganan apapun untuk memberikan senjata mematikan yang bernama Keris itu kepada Kou dan Kou memegang dapat memegang-nya tanpa merasakan kesakitan apapun, The Mind pasti melakukan sesuatu terhadap pikirannya dimana ia memiliki pikiran sama dengan Mama yang sudah menguasai Keris tersebut." Okaho tersenyum, ia benar-benar tidak menyangka bahwa adiknya suatu saat nanti akan menggantikan Korrina, ia merasa sangat senang bahkan dirinya sendiri yakin bahwa Kou sudah bisa mengalahkan dirinya.


"Maafkan aku tetapi Kou sepertinya menggunakan kekuatannya untuk membuat tubuhku mengikuti apa yang aku pikirkan dimana aku harus menggunakan suntikan yang memiliki obat efektif untuk dirinya, cairan itu adalah obat yang aku buat lama sekali dan sepertinya efektif juga untuk Kou sehingga ia merasa sehat kembali. Cairan itu mengandung Mana dan Mana sepertinya tidak memberi efek apapun kepada Kou." Dokter itu mengeluarkan beberapa botol yang berisi tablet biru.


Jika Kou tidak terpengaruh dengan Mana maka Lenergy yang berada di titil nol itu ternyata benar, Kou tidak akan terpengaruh dengan energi sihir apapun, kemungkinan besar dia juga tidak akan terpengaruh dengan sihir yang berasal dari energi sihir yang berbeda. Dokter itu memberi botol itu kepada Okaho, "Ingat ya... jangan memberikan obat itu berlebihan kepada Kou karena dia masih anak kecil, aku juga memeriksa tubuh Astralnya bahwa dia akan memiliki fisik lemah itu untuk selama-lamanya, bukan kutukan melainkan itu memang jati diri Kou yang sebenarnya."


Okaho dan yang lainnya langsung tercengang ketika mendengarnya, itu artinya Kou selama-lamanya akan memiliki fisik lemah dan kecil, ia tidak akan berusia dan demam itu sudah bisa disebut sebagai abadi dan akan menyerang Kou ketika ia lelah, benar-benar seimbang sampai Okaho tidak bisa berkata-kata, "Tenang saja, darah Legenda mengalir di dalam dirinya dan ia akan terus muda dan memiliki wujud anak kecil dengan pikiran yang sudah melampaui apapun... kecerdasannya juga bukan main lagi, terkadang kekuatan yang hebat tertahan dengan sesuatu dan biasanya tidak ada yang sempurna di dunia kecuali sang pencipta."

__ADS_1


"Kau benar... kenapa aku tidak boleh memberi obat ini berlebihan? Apakah ini tablet Mana atau semacamnya?"


"Itu adalah tablet yang berisi seluruh macam kehidupan dan energi yang aku kumpulkan, fisik lemah Kou setidaknya bisa menahan demam ketika ia meminum tablet itu sebanyak tiga kali setelah makan, jika kau memberinya secara berlebihan maka dia akan mengalami overdosis dan itu bukanlah sesuatu yang baik. Obat itu bisa membunuh dirinya dan membuat dirinya kecanduan, walaupun dia setengah Astral... Kou masih memiliki jantung dan jantungnya sangat lemah." Kata Dokter itu, ia menuliskan beberapa resep untuk Okaho agar ia bisa menjaga Kou lebih baik lagi.


"Jangan lupa untuk memberi dirinya obat panas dan sakit kepala ya, secara rutin... jika kau melupakan satu saja maka demam Kou akan langsung menyerang dirinya. Demamnya dan penyakitnya itu seperti musuh utama dan terkuat yang harus dihadapi oleh Kou, ingat itu." Dokter itu memberi resep tersebut kepada Okaho dan ia langsung mengangguk serta berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Dokter itu, ia meminta seorang pelayan untuk memberi dirinya 10 triliun rupiah.


"Okaho, apakah kamu yakin untuk memberikan uang berjumlah besar ini? Aku hanya memeriksa tubuh Kou dan memberi dirinya beberapa obat, bayar dengan ikhlas saja sudah cukup." Kata Dokter itu.


"Terimalah, aku merasa terbantu ketika seorang Dokter hebat bisa mengetahui kondisi Kou, tentu saja aku membayarnya dengan ikhlas karena Aditya menyarankan Dokter paling hebat dan genius sepertimu, terima kasih." Kata Okaho.


"Hahaha, Aditya tidak pernah berubah sepertinya... mungkin ia memintamu untuk memberikan uang sebanyak ini agar aku bisa merasa senang kembali karena aku sudah tidak memiliki seseorang yang berharga di dalam kehidupanku ini." Dokter itu menerima uang tersebut lalu ia mengeluarkan sebuah ponsel untuk memanggil tukang supir yang akan membawa dirinya pulang, "Maaf, aku tidak bermaksud untuk menyinggung dirimu."


"Tenang saja, takdir adalah takdir dan aku merasa bersyukur bahwa mereka meninggal dan dikenang sebagai pahlawan, kalau begitu aku akan pergi sekarang ya." Dokter itu meninggalkan ruangan tersebut, Okaho bersama yang lainnya menundukkan kepalanya dan menunggu kedatangan yang lainnya.


Okaho menatap Kou yang saat ini sedang menghisap ibu jarinya, "Kou, sudah merasa baik?" Kou menatap Okaho lalu ia mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


"Begitu ya, syukurlah..."


__ADS_2