Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 774 - Penyakit Respon Lenergy yang Lambat


__ADS_3

Shinobu mendapatkan istirahat yang cukup selama beberapa menit, ia juga tadi sempat membenarkan beberapa kekacauan di dalam sistem Tech sampai semuanya telah kembali seperti semula.


Sekarang ia tidak sabar untuk bertemu dengan Kou dan Megumi yang sudah pasti menunggu dirinya di rumah, tetapi ia tetap merasa hampa ketika mengetahui Leon kalah karena tidak memiliki sedikit rasa kepercayaan kepada dirinya.


Seharusnya ia sudah mengetahui dengan jelas bahwa Shinobu tidak berniat untuk melakukan apapun, Tech mulai membantu dirinya untuk berdiri sampai ia mulai memegang perban tersebut.


"Tech... apakah kamu mempercayai diriku...?" Tanya Shinobu.


"Selalu dan sampai akhir, saya telah di program untuk mempercayai kalian semua oleh Nenekmu, tentunya saya akan tetap loyal kepada Anda yang sudah mengambil alih sistemku sendiri."


"Hehehe... terima kasih." Shinobu tersenyum lalu ia melepas perban itu sampai dirinya melihat luka bakar di bagian pipi kirinya.


Sebuah luka yang ingin Shinobu simpan karena dirinya pernah mengingat sebuah perkataan dari Shuan bahwa luka yang terima adalah sebuah tanda perjuangan dan usaha.


Seseorang mulai mengetuk pintu ruangan tersebut, Shinobu langsung membuka pintu sampai ia bertemu langsung dengan kedua sepupu dan temannya.


"Shinobu...! Kamu baik-baik saja?" Tanya Koizumi yang terlihat khawatir.


"Konekoooo~" Hinoka mendekati Shinobu lalu memberi dirinya sebuah pelukan yang begitu erat.


"Aku baik-baik saja... mungkin sudah saatnya untuk diriku pulang..." Shinobu terkekeh pelan.


"Lukamu itu terlihat buruk... kamu yakin tidak ingin menyembuhkannya?" Tanya Konomi.


"Hm... ini keinginanku sendiri, tidak perlu mengkhawatirkan diriku."


"K-Kamu hebat sekali ya, Shinobu... Kakek Koizumi bahkan mengatakan sesuatu tentang dirimu ketika kami menerima sebuah undangan dan peningkatan julukan." Ucap Ako.


"Fueehhh...!? D-Dia membicarakanku apa...?! Aku tidak suka... seseorang membicarakanku tanpa sepengetahuanku." Ucap Shinobu dengan pipi yang merah.


Mereka semua mulai tertawa seketika, kelima gadis kecil itu telah kembali seperti biasanya, mereka mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk memenangkan tubuh dan pikiran karena sudah mengikuti misi pemberontak.


"Kakekku bilang bahwa kamu akan menjadi pemimpin yang hebat suatu saat nanti, walaupun membutuhkan proses..."


"...kau pasti bisa menjadi pemimpin yang selalu kau inginkan."


Membicarakan tentang pemimpin membuat Shinobu terdiam seketika, ia tidak bisa menjadi seperti itu sesuai dengan kemauan dan keinginan semua orang karena dirinya sendiri tidak mendapatkan cukup kepercayaan.


Mungkin rasa kepercayaan yang ia dapatkan adalah dengan cara wajar, mereka semua yang dekat dengan dirinya sudah pasti akan percaya tetapi Shinobu hanya bisa diam lalu memasang ekspresi yang begitu palsu.


Kepalsuan yang terlihat sangat asli karena ia sangat mahir dalam melakukannya agar tidak mengkhawatirkan mereka yang sangat Shinobu sayangi dan percayai.


"Hm! Koneko... akan berjuang!" Shinobu tersenyum polos, di balik senyuman itu terdapat banyak kepalsuan yang tidak bisa mereka ketahui kecuali dirinya sendiri.


Beberapa menit kemudian, kelima pemberontak kecil itu memutuskan untuk pulang tetapi Shinobu masih memiliki keperluan untuk bertemu dengan Arata.


"Sejak awal aku tidak memiliki harapan buruk apapun kepada keturunan Comi dan Shiratori seperti dirimu, Shinobu."


"Mengetahui dirimu berhasil mengalahkan pemimpin itu tanpa mengandalkan siapa pun benar-benar cara bertarung seperti pemberontak..."


"...apakah kau yang menyebabkan ledakan nuklir pada pukul lima pagi itu?" Tanya Arata.


Wajah Shinobu memerah seketika, kemungkinan besar rumor itu mulai diketahui oleh semua orang, jawaban yang Shinobu berikan hanya kepala yang di anggukan sampai Arata mulai tertawa lalu mengelus kepalanya.


"Legenda semakin maju benar-benar dipenuhi dengan evolusi baru ya... umur empat tahun seperti dirimu dapat menyebabkan ledakan nuklir besar yang sudah menjadi beberapa perbincangan."


"Fueeehhhhhh!?!? Tolong... Tolong jangan kasih tahu nama dan identitasku...!" Kata Shinobu yang terlihat panik seketika.


"Aku tahu, tidak ada satu pun Legenda yang mengetahui Legenda di balik pembunuhan pemimpin Zodiac Crusaders, semuanya akan terjaga aman karena identitas pemberontak harus tetap terjaga."

__ADS_1


Arata mulai mengeluarkan sebuah lencana di dalam sakunya lalu ia memberikannya kepada Shinobu, "Kamu memang pantas menjadi pemimpin dalam pemberontakan."


Shinobu menatap lencana tersebut lalu ia mengambilnya dengan rasa penuh bersalah, semua yang ia lakukan itu adalah paksaan dari mereka sampai lakukan demi memenuhi kepuasan terhadap keinginan mereka untuk dirinya.


"Kalau begitu, silakan beristirahat, aku yakin Kou sedang menunggu dirimu di rumah."


"Terima kasih, paman..." Shinobu menundukkan kepalanya lalu ia berjalan keluar dari dalam ruangan itu dengan tatapan yang terlihat kosong.


***


"Baiklah... mari kita pulang, Tech." Shinobu melihat Tech yang sedang menunggu kehadirannya di luar bangunan khusus pemberontak itu.


"Ayo, putri kecil." Tech menyalakan pembakaran di kedua tapaknya lalu ia melayang ke atas langit dan melihat Shinobu ikut melayang juga menggunakan Lenergynya.


"Tech, bagaimana dengan Kondisi Mama...?" Tanya Shinobu.


"Sayang sekali, putri kecil... maafkan saya untuk memberitahu Anda tentang berita buruk, kondisi nyonya bertambah semakin parah setiap harinya."


"Suaranya terdengar sangat pelan sekarang bahkan setiap hari ia hanya bisa tidur... tidurnya sangat lama sampai ia sulit untuk di bangunkan."


"Tenang saja... Nona Megumi masih menjaga dirinya bersamaan dengan mesin pemulihan yang mencoba untuk menyembuhkan dirinya sedikit demi sedikit."


"Begitu ya..." Shinobu mendapatkan berita buruk yang melubangi harinya lebih dalam lagi sampai kedua telinga dan ekornya turun seketika.


Tech berbelok ke sebelah kanan sedangkan Shinobu terus melayang ke depan sampai ia mulai berhenti seketika dan menatap Shinobu dengan ekspresi bingung karena ia pergi menuju arah yang salah.


"Loh...? K-Kenapa ini...?"


"Tubuhku... tidak bisa di kendalikan..."


"Berbalik lah...!" Tubuh Shinobu berputar seketika sehingga Tech mulai memeriksa kedua lengan dan kakinya tetapi tidak ada kesalahan apapun.


Untungnya Tech berhasil menangkap lengan Shinobu lalu membantu dirinya untuk mendarat dengan selamat, ia mulai memeriksa tubuh Shinobu dari dekat sehingga menemukan sebuah masalah.


"Sistem Tech masih terjaga dengan aman, tidak ada kendala juga terhadap tubuh buatanmu itu..."


"...Anda juga tidak memiliki mata buatan karena itu sudah hancur karena kelebihan kekuatan yang kau lepaskan."


Shinobu menatap tubuhnya sendiri, ia tidak bisa merasakan apapun seperti demam atau sakit-sakit melainkan semuanya berjalan begitu alami dan seperti biasanya.


"Permisi, putri kecil... biarkan saya memeriksa tubuh Anda." Ucap Tech, kedua matanya menyalakan sebuah pemindaian agar bisa memeriksa seluruh tubuh Shinobu secara keseluruhan.


"Ahh... ini... sepertinya risiko dari penumpukan kekuatan yang besar sejak itu." Kata Tech yang mendapatkan informasi tentang penyakit di dalam tubuh Shinobu yang sementara.


"Ini dinamakan penyakit respon Lenergy yang terlambat."


"Ahh... I-Itu ya..." Shinobu menyadari penyakit itu muncul karena kekuatan yang ia lepaskan beberapa jam yang lalu ketika berhadapan dengan Leon.


"Saat seorang menggunakan Lenergy dengan ceroboh, di saat yang tertentu mereka akan mengalami penyakit seperti ini dan itu membuat mereka kesulitan untuk mengendalikan Lenergy dengan benar."


"Hebat sekali, seperti biasanya, putri kecil. Pengetahuan Anda tidak pernah membuat saya lebih terkejut lagi dari ini." Tech memuji Shinobu untuk menyemangati dirinya.


"Akibat dari Light of Hope, Golden Sunshine, dan Crimson Bloodlust yang aku tumpukkan dengan tingkatan berbeda." Kata Shinobu.


"Yah, itu akan sembuh sendiri setelah beberapa saat sama seperti kerusakan pada otot." Ucap Tech yang mulai menyalakan sistem penerbangan di kedua lengan dan kaki Shinobu.


"Itu akan sembuh, tapi... Anda tidak mendengar peringatan dari nona Megumi ya? Jangan pernah sekalipun menaikkan tingkatan itu melebihi lima puluh."


"Anda juga bahkan menggunakan kemampuan terlarang dari sihir kuno Crimson... jika nona Megumi dan Kou mengetahuinya maka Anda pasti akan di hukum."

__ADS_1


Shinobu memasang tatapan yang terlihat takut, "T-Tolong jangan perlihatkan rekaman itu kepada mereka--- ehh, bebas... tidak apa... biarkan aku menerima konsekuensinya."


"Beberapa saat itu kira-kira berapa lama ya?" Tanya Shinobu.


"Tergantung, intinya Anda hanya perlu beristirahat dari latihan dan pertarungan, lebih baik mengembangkan pengetahuan dan sistemku lagi."


"Hm~ ide yang baik... aku masih bisa menunggu." Shinobu terkekeh.


"Sekali lagi, saya sarankan untuk tidak pernah memaksakan diri Anda sendiri, putri kecil."


"Jika kau mencoba untuk memaksakannya lagi maka Anda bisa kehilangan semua indramu dan tidak bisa bertarung lagi." Peringat Tech.


"Anda juga tidak bisa menjadi lebih kuat lagi..."


"Fueeehhhhhh...!?"


"Kalau begitu aku akan istirahat... Koneko... akan beristirahat!" Shinobu mengangguk dengan penuh semangat sampai Tech mengangguk lalu kembali melayang.


"T-Tech..." Panggil Shinobu dengan pipi yang memerah, ia juga mulai menyentuh kedua jarinya bersamaan selagi menatap arah lain.


"Ada apa, putri kecil?"


"Gendong..."


"Baiklah."


Tech mulai mengangkat tubuh Shinobu, mungkin dirinya tidak berniat untuk terbang menggunakan alat karena masih merasa takut dengan sebelum-sebelumnya.


Ledakan nuklir tadi sudah jelas akan membuat Shinobu mempelajari kembali tentang tubuh buatannya, ia akan berusaha untuk meningkatkan semuanya menjadi sesuatu yang baru semua kesalahan yang ia terima akan di ubah menjadi kesempurnaan.


Beberapa menit kemudian, Tech menurunkan Shinobu yang bergegas masuk ke dalam kabin itu lalu menyambut Megumi dan Kou dengan tatapan yang terlihat khawatir.


"Aku pulang..."


Megumi yang sedang menyuapi Kou mulai menatap dirinya dengan ekspresi kaget, Kou sendiri bahkan sama terkejutnya dengan Megumi karena luka bakar yang ia terima di wajah bagian kirinya.


Mata buatannya juga sudah hancur, luka seperti itu bukannya membuat mereka khawatir melainkan percaya bahwa Shinobu pasti bisa berjuang lebih jauh lagi dengan melindungi dirinya sendiri selagi melanjutkan tujuan itu.


Kou tersenyum bangga sampai kedua matanya mengeluarkan banyak air mata, waktu-waktu yang sangat ia nantikan dimana dirinya dapat melihat putrinya pulang dengan bukti perjuangan yang ia bawa.


Sekarang, tidak ada lagi yang namanya khawatir dan takut melainkan Kou mempercayai Shinobu sepenuhnya bahwa ia akan menjadi Legenda layak yang selalu ia inginkan.


"Kone... Uhugh... Kone... Koneko..." Kou mencoba untuk menyebut nama Koneko dengan suara yang serak tetapi ia tetap memaksakan dirinya sendiri.


"Koneko... selamat datang... kembali..." Kou tersenyum lalu ia mengulurkan kedua lengannya.


"Mama...! Mama!!!" Shinobu bergerak menuju Kou lalu memberikan dirinya sebuah pelukan selagi tersenyum sangat bahagia bahwa ia dapat melihat Kou lagi.


Kou juga sama tetapi ia merasa lebih bangga dan senang sampai ia memberi putrinya beberapa kecupan dan usapan bahwa ia telah berjuang dengan keras menjadi seorang pemberontak.


"Jadi ini ya... rasa bangga yang begitu besar sampai tidak bisa di ukur dan di jelaskan..." Ungkap Kou selagi mengelus kepalanya lalu ia menatap foto Korrina di hadapannya.


"...rasa bangga yang tidak dapat di jelaskan... rasa bangga yang selalu ingin di dapatkan suatu saat nanti..."


"...Mama, aku mendapatkannya... inilah kebahagiaan besar yang selalu Mama maksud... kebahagiaan besar karena sudah mau mempercayai dan mengharapkan anak kita sendiri..."


Kou menangis seketika, "Maafkan... aku... Koneko..."


"...Mama tidak bisa bersama terlalu lama dengan dirimu... tetapi sekarang... sekarang adalah hari dimana aku bisa percaya... percaya bahwa kamu akan menjadi harapan besar untuk Touriverse."

__ADS_1


"...semoga kamu bisa menerima kepergianku... nanti..."


__ADS_2