
"Suamiku memang hebat sekali dalam memenangkan undian apapun ya~ sampai bisa menerima tiket emas yang berjumlah banyak sekali." Kata Megumi selagi memijit kedua bahu Shira.
"Bukan hal yang begitu spesial, aku mendapatkannya bukan dengan niatan tertentu sih karena harta orang yang sudah di taruhkan tidak ada lagi jadi mereka memilih tiket menuju Sunshine Heaven." Jawab Shira.
"Apakah kau memiliki hobi baru sekarang...?" Tanya Ophilia.
"Ya, ketika aku bosan... aku lebih memilih untuk pergi menuju berbagai macam dunia hanya untuk mencari tempat yang cocok untuk berjudi..."
"...seperti main poker dan taruhan. Entah kenapa rasanya cukup menyenangkan sampai itu mengisi waktu luang diriku." Shira meminum kopinya lalu ia membagi semua tiket emas itu kepada mereka yang sudah berkumpul di restoran Shimatsu.
"Kau mendapatkan ini bukan menggunakan uang?" Tanya Haruki.
"Bukan... sudah aku bilang mereka mempertaruhkan tiket ini hanya untuk bisa mengalahkan kemenangan diriku dalam memainkan kartu."
"Taruhan apapun yang mereka berikan, aku tidak akan pernah kalah... sekali saja menerima kekalahan maka harga diriku sebagai seorang penjudi akan hancur!"
"Sudah-sudah, jangan terlalu banyak membicarakan tentang hobi barumu itu ya... lebih baik kamu juga ikut dengan kami untuk beristirahat." Kata Megumi sambil mengusap kepala Shira.
"Aku akan ikut, Sunshine Heaven memiliki berbagai macam fasilitas yang begitu hebat sampai cocok untuk menghilangkan semua beban yang kalian rasakan..."
"...aku baru saja terdapat sebuah bangunan yang menyediakan Kasino besar dimana aku bisa bertemu dengan banyak sekali orang kaya untuk mempertaruhkan harta mereka."
"Sunshine Heaven... terdengar cukup menyenangkan untuk dijadikan sebagai liburan panjang ya, aku tidak mengira tempat itu akan sehebat yang dibicarakan oleh semua orang." Kata Shinobu selagi menunjukkan sebuah layar besar.
Layar tersebut memperlihatkan banyak sekali ras berbeda berkunjung menuju Sunshine Heaven sampai semua fasilitas diperlihatkan, yang lebih menarik perhatian tentunya pantai serta pemandian yang katanya diberkahi dari surga.
Pemandangannya juga terlihat begitu indah dan murni seperti merasakan surga itu secara nyata dengan kesadaran penuh, "Akhirnya... kita tidak perlu lagi mengikuti pengocokan sialan itu!"
"Benar juga, akhirnya kita para Nenek bisa beristirahat dengan tenang di Sunshine Heaven." Kata Chloe.
"Entah kenapa perkataan yang mengandung nenek tidak cocok untuk mereka... yang memiliki rupa seperti orang dewasa." Ucap Ako pelan yang melihat para 'nenek' mulai membicarakan berbagai macam tempat dan pakaian.
"Yang lebih hebat lagi adalah kita bisa berlibur bersama sebagai satu keluarga dekat." Kata Konomi yang melihat banyak sekali Legenda ingin ikut liburan menuju Sunshine Heaven.
"Lima belas orang yang akan ikut, terdengar cukup langka untuk melihat Kakek dan Nenek ikut berlibur terutama lagi Tante Hana..."
"...kalau begitu aku juga akan ikut untuk melihat fasilitas yang mereka maksud tentang olahraga." Kata Koizumi.
"Kamu memang tidak akan pernah berubah soal latihan ya~ kenapa tidak bersikap lebih feminin lagi seperti melihat pakaian serta menikmati tempat yang sangat disukai oleh para gadis?" Tanya Hinoka.
"Kau gadis mesum tidak bisa mengatur seseorang... tidak bisa menyebut seorang gadis feminin jika dirimu adalah orang paling mesum yang aku ketahui."
"Buuuuuuu...!"
***
Mereka semua mempersiapkan berbagai macam pakaian, aksesoris, dan semua peralatan yang selalu digunakan oleh para gadis ketika ingin berlibur serta memiliki penampilan yang cantik juga.
Tetapi untuk Shira, Haruki, dan Arata. Mereka lebih memilih untuk memakai apa adanya tanpa menghabiskan waktu lebih lama lagi dibandingkan istri serta cucu yang hampir menghabiskan satu jam untuk memilih-milih.
Beberapa menit kemudian, mereka tidak membutuhkan alat transportasi apapun untuk pergi menuju alam semesta Xuutouri karena penerbangan mereka sendiri sudah cukup sehingga memiliki kecepatan yang menembus perbatasan alam semesta itu.
Tidak menghabiskan waktu selama satu detik saja, mereka sudah tiba di alam semesta Xuutouri yang memiliki wilayah begitu indah karena pancaran cahaya surga menyebabkan banyak sekali wilayah terlihat begitu cerah dan murni akan kebajikan.
__ADS_1
"Whoaa...! Semuanya menyegarkan mata, pemandangan yang terlihat begitu murni akan cahaya surga!" Kata Shinobu yang bisa melihat banyak sekali keberhasilan ketika sudah memasuki wilayah Sunshine Heaven.
"Langitnya juga terlihat begitu bersih dan suci... begitu biru sampai aku tidak melihat sedikit pun awan yang berbentuk aneh seperti abstrak." Kata Ako sambil melihat langitan.
"Mataharinya juga terlihat sangat jelas, seolah-olah sumber pancaran cahaya yang diterima wilayah ini berasal dari matahari itu sendiri." Ucap Koizumi yang sedang memperhatikan matahari itu.
"Ngomong-ngomong, hotel yang akan kita tempati adalah ini..." Ophilia menghampiri mereka semua untuk menunjukkan majalah perhotelan.
Mereka semua memasang tatapan kaget ketika melihat majalah tersebut memperlihatkan hotel yang sangat besar dan mewah sampai terletak di tengah pulau yang begitu besar.
"Banyak sekali fasilitas yang disediakan oleh hotel ini, mungkin harganya mahal tetapi kita baru saja membawa seorang bank, 'kan?" Tanya Ophilia.
"Seorang bank?" Tanya Yuuna.
Mereka semua seketika menatap Shinobu yang sedang sibuk mengambil foto menggunakan kacamatanya, Shira seketika menghalang Shinobu dengan sebuah kantung penuh berlian yang ia peroleh dalam taruhan.
"Hartaku saja sudah cukup untuk mentraktir kalian semua bukan?" Tanya Shira.
"Hohhh... tidak salah lagi, seorang pahlawan Touriverse memang memiliki harta yang tak terbatas!" Kata Megumi sambil bertepuk tangan sampai mereka semua ikut senang kecuali Arata dan Haruki.
"Bukannya dia mendapatkan harta itu modal taruhan dan judi...?" Tanya Haruki.
"Begitulah... tetapi mereka lebih memilih untuk melihat sisi yang sangat baik yaitu harta untuk memenuhi kebutuhan di Sunshine Heaven."
"Baiklah, semua masalah sudah diselesaikan... lebih baik menyimpan semua barang yang kita bawa di dalam hotel itu terlebih dahulu." Saran Chloe.
""Ayo!""
"Aku bisa merasakan aura yang begitu berbeda... semuanya penuh dengan kebajikan sampai aku tidak merasakan apapun yang bercampur aduk." Ucap Koizumi selagi melihat-lihat perumahan kecil di sekitarnya.
"Ya, atmosfernya terasa begitu berbeda dari setiap tempat atau wisata yang aku kunjungi sebelumnya..." Jawab Hana.
Beberapa menit kemudian, mereka bisa melihat pintu kaca di depan terbuka lebar sampai menunjukkan banyak sekali Elf yang berpakaian seperti pembantu mulai menyambut mereka semua.
"Selamat di perhotelan Sunshine Hotel, atas nama siapa?" Tanya Elf tersebut yang mulai melihat Shira menunjukkan sebuah kertas emas kepada dirinya sampai mereka semua menundukkan kepalanya.
"Kalau begitu kalian bisa ikut dengan kami untuk pergi menuju lantai lima puluh." Semua pembantu itu mengantar mereka menuju kamar yang sudah dipesan oleh Shira.
"Kalau begitu aku hanya perlu melihat setiap fasilitas yang ada dalam hotel ini." Kata Shira sambil memperhatikan kertas yang menunjukkan semua fasilitas di dalam hotel tersebut.
"Semuanya benar-benar memenuhi kebutuhan serta keinginan, aku bisa melihat Kasino di lantai delapan." Kata Shira yang mulai menandakan lantai delapan dengan ruangan yang menyediakan Kasino itu.
"Kamu sudah ingin berjudi lagi?" Tanya Haruki.
"Mungkin, aku hanya ingin melihat isi dari ruangan hotel itu saja serta melihat pemandangan yang setara dengan surga ini karena dinamakan Sunshine Heaven." Jawab Shira yang mulai membuka kaleng kopi lalu meminumnya.
"Shira, memangnya kamu memesan berapa kamar?" Tanya Yuuna.
"Aku memesan tiga kamar dengan lima kasur... tentunya kita semua dengan jenis kelamin yang berbeda akan berpisah." Shira melempar dua kunci kepada Megumi dan Shinobu yang langsung mengambilnya.
"Kami berempat sebagai seorang pria menempati kamar berseberangan dengan kalian, pembagian sudah cukup jelas bukan?" Tanya Shira sampai mereka mengangguk lalu bergegas menuju kamar masing-masing.
Shinobu membuka kamar di hadapannya dengan kunci canggih itu lalu pintu di depannya terbuka lebar sampai mengejutkan dirinya bersama teman-temannya ketika melihat desain ruangan terlihat begitu indah dan mewah.
__ADS_1
Hampir seperti hidup di dalam surga, kasur juga terlihat begitu bersih sampai semua yang mereka lihat mengandung hal-hal yang begitu cerah dan mengilat.
Shinobu melompat ke depan lalu berbaring di atas kasur yang begitu empuk sampai punggungnya merasakan sensasi yang begitu kuat sampai menenangkan seluruh tubuhnya, "Kasurnya...! Nyaman sekali..."
Ako duduk di atas kasur tersebut lalu ia menyentuhnya sampai tekstur dari kasur tersebut terasa seperti jeli tetapi ketika mencoba untuk berbaring dirinya langsung menerima sensasi ketenangan yang sangat besar sampai tidak ingin bangun.
"Jika seperti ini sensasinya tidur di dalam hotel yang sangat mewah dan mahal maka aku memilih untuk terus tidur..." Kata Ako sambil meregangkan tubuhnya.
"Percuma saja kita berlibur di Sunshine Heaven jika tujuannya adalah tidur di dalam hotel ini." Konomi membantu Ako kembali untuk bangkit dari kasur yang mengandung gravitasi besar itu.
Shinobu mengeluarkan sebuah jurnal untuk menulis pengalaman dan kenangan yang ia rasakan saat ini, semuanya terasa begitu kurang jika dirinya tidak menulis apapun dalam sebuah jurnal.
"Makanan juga sudah disediakan dalam kulkas dengan suhu berbeda ini loh~" Kata Hinoka sambil membuka beberapa kulkas yang mengeluarkan suhu berbeda sampai ia langsung mengambil satu piring dengan hidangan mewah.
"Kalau begitu aku makan duluan~"
Koizumi merebut piring tersebut lalu menahan wajahnya, "Lebih baik kita semua membuat sebuah jadwal agar tidak menyia-nyiakan waktu apapun dalam hiburan yang sangat mahal ini."
"Shira sudah membayar semuanya maka dari itu kita perlu menggunakan setiap detik, menit, dan jam sebagai sesuatu yang berharga." Koizumi menyimpan kembali makanan tersebut lalu ia mendengar suara pintu terbuka di belakangnya.
"Yo, bagaimana dengan ruangannya?" Tanya Arata.
"Pertanyaan macam apa itu? Sudah bisa dilihat dengan jelas bahwa kita menghabiskan banyak sekali waktu karena seisi ruangan dipenuhi dengan sesuatu yang hebat." Jawab Koizumi.
"Kalian sudah menyimpan semua barang itu sekarang, bagaimana jika sekarang mencoba untuk melakukan aktivitas?" Tanya Haruki.
"Soal jadwal itu, sekarang masih pukul satu siang di zona waktu planet ini... itu artinya kita bisa menikmati pantai dengan mengenakan bikini baru!" Seru Hinoka yang terlihat begitu bersemangat.
"Pantai adalah pilihan yang terbaik, aku dengar pemilik hotel ini pernah membicarakan lautan tersebut diberkahi oleh surga itu sendiri..."
"...ketika kalian mencoba untuk berenang dalam lautan mungkin siapa tahu keberuntungan atau kesucian akan menghampiri para gadis seperti kalian." Kata Shira.
"Kalau begitu kita akan menghabiskan waktu lebih lama di pantai sampai menjelang sore dengan berenang, bermain pasir, voli, perahu, dan lain-lain!" Seru Hinoka keras yang terlihat bersemangat.
"Itu ide yang bagus, kalau begitu ayo kita menggunakan bikini itu!" Kata Ako yang mulai memegang bajunya tetapi Konomi menghentikan dirinya.
"Untungnya aku memilih bikini yang sangat seksi." Ucap Hinoka yang mulai membuka pakaiannya sampai ia sadar bahwa Shira bersama teman-temannya masih berada di dalam ruangan itu.
"Uhh... kalian tidak melupakan kami bukan?" Tanya Shizen.
"... ..."
"... ..."
"... ..."
***
"Kenapa kita menunggu lama di sana?" Tanya Haruki yang sudah dikeluarkan bersama teman-temannya.
"Entahlah... fokus yang aku miliki malah tertuju kepada jendela yang memperlihatkan keluasan laut."
__ADS_1