
Hazel dan RonakuĀ terlihat begitu senang ketika berhasil membunuh Minami, melihatnya saja membuat Honoka kesal karena setiap peserta yang di undang tidak memiliki harga diri lagi.
Mereka hanya mementingkan tentang pembunuhan, bukan hanya itu saja tetapi mereka akan lakukan apapun untuk mencatat sejarah dan berada di posisi paling tinggi. Kesempatan itu Honoka gunakan dengan melepaskan Final Shine Attack ke arah mereka.
Sihir gelombang merah itu tiba-tiba tertahan dengan sebuah tembok yang baru saja Hazel ciptakan, gelombang itu mengenai tembok itu dan otomatis menciptakan sebuah ledakan karena Ronaku yang sudah menaburkan bubuk mesiu.
Ternyata semua serangan jarak jauh dapat diserang balik oleh mereka, cukup menyebalkan bahkan Honoka sempat merasa lega ketika melihat Minami sudah kembali, ia tidak mati melainkan tubuhnya hanya mengalami pemulihan.
Bantuan dari Golden Nature mampu menyelamatkan satu nyawa yang bermanfaat bagi dirinya, Minami sekarang kembali pulih karena tubuhnya juga mengandung semua hewan yang berbeda bahkan kehilangan satu anggota tubuh saja tidak masalah, sama seperti ulat dimana mereka dapat melakukan pembelahan atau fragmentasi. Minami berhasil membelah diri dengan menciptakan Golden Minami untuk maju tetapi umpan itu langsung hancur karena menginjak perangkap yang tidak terlihat.
"Sial! Dia kuat, Ronaku! Kemampuan cahaya dan hewan-nya itu tidak bisa kita biarkan begitu saja...! Tetap fokus untuk membunuh dirinya!" Seru Hazel sehingga ia menerima satu serangan laser yang di lepaskan melalui mulutnya itu, hasilnya setengah dari kepala Hazel hancur dan membuat dirinya menjerit tetapi ia berhasil menciptakan kepala lainnya menggunakan batu, di saat itulah Ronaku menggunakan alat-nya itu untuk menciptakan sebuah pelindung yang menyerap serangan sihir dan mengembalikan-nya.
Melihatnya saja, kesulitan mereka untuk menghadapi musuh itu bertambah lebih besar karena serangan jarak jauh akan tertahan oleh pelindung yang baru saja Ronaku lakukan. Minami ingin sekali mengamuk tetapi ia menghentikan efek itu dengan melukai dirinya sendiri dan menggigit keras bibirnya sampai berdarah, ia harus bisa mendekati mereka dan mendapatkan semua keuntungan itu untuk kelas 1C, lakukan karena semua kesakitan yang ia rasakan itu tidak ada artinya.
Minami mencoba untuk mendekat tetapi pergerakan batu dan jumlah batu itu bertambah lebih besar sehingga ia menginjak beberapa ledakan lagi, dengan hasil tubuh Minami menerima banyak kerusakan, ia sampai terjatuh di atas tanah dengan darah yang mengalir keluar dari seluruh tubuhnya tetapi Golden Nature terus membantu tubuhnya untuk melakukan pemulihan, Hazel masih melepaskan semua batu itu untuk membunuh Minami tetapi ia berhasil menghindar dengan berguling ke sebelah kiri tetapi daratan itu tiba-tiba melepaskan duri besar yang menusuk seluruh tubuh Minami.
"A-Aggghhh!!!" Minami berhasil mengubah tubuhnya menjadi cahaya lalu ia muncul di sebelah kanan, ia mencoba untuk muncul di jarak yang sangat jauh tetapi tidak bisa karena ia merasakan penolakan dari sebuah sihir yang tidak bisa ia deteksi dengan mudah, Honoka hanya bisa melihat dan merasa malang melihat kucing kecilnya terus tersiksa seperti itu dengan menerima semua serangan yang fatal.
"Minami...!!!"
__ADS_1
"Tetap fokus, Honoka!!! Terobos semua pertahanan-nya!!! Jangan kasih kesempatan...!!! Tetap fokus kepada Golem anjing dan Cyber-Demon **** itu...!!!" Seru Minami sambil menahan semua rasa sakit itu, ia bisa merasakan organ di dalam tubuhnya ingin meledak tetapi Golden Nature terus menghambat kematian dan kehabisan darah-nya, Minami sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak pernah menyia-nyiakan nyawanya karena ia tidak ingin Honoka memiliki takdir yang sama dengan Okaho.
Minami terus bergerak maju dan menerima semua serangan itu bahkan satu batu runcing menusuk kening-nya, membuat dirinya jatuh lalu batu itu meledak tepat di kepala Minami tetapi ia berhasil menghindari serangan itu dengan waktu yang pas untuk mengubah tubuhnya menjadi cahaya dengan bayaran Lenergy dan tenaga-nya terkuras dengan sangat cepat dan drastis, ia tidak bisa mempertahankan Golden Nature lebih lama lagi.
"GRAGGGHHHHH!!! BRENGSEK!!!" Minami meraung keras lalu ia maju ke depan dan siap untuk menerima semua serangan itu, melihat Minami yang begitu bersemangat membuat Honoka langsung maju dan mencoba untuk melindungi dirinya dengan batu yang ia ubah menjadi besi dan baja, pada akhirnya Minami tidak bisa mendekat lebih lanjut lagi karena ia menginjak sebuah batu besar yang melepaskan ledakan begitu dahsyat sampai mendorong dirinya ke belakang termasuk Honoka tetapi ia berlindung di dalam daratan itu dengan mengubahnya menjadi air.
Tubuh Minami terluka cukup parah bahkan sampai membuat Hazel yakin bahwa mereka berhasil membunuh dirinya, ia tidak merasakan detak jantung apapun dan Honoka mulai memejamkan matanya, melepaskan semua kemampuan realita untuk mengubah bubuk mesiu yang tertera dimana-mana menjadi pasir yang tidak berguna. Ronaku tidak sadar karena ia terlalu fokus kepada tubuh Minami yang sudah busuk dipenuhi dengan darah, sekarang mereka hanya perlu menyingkirkan Honoka untuk mendapatkan poin yang banyak.
"Sekarang... kita hanya perlu menghancurkan Honoka... aku akan mengontrol batu yang sudah diubah menjadi air oleh Hono---" Hazel dan Ronaku tiba-tiba dikejutkan dengan cahaya Flashbang yang menyilaukan mata mereka, selama ini Minami berhasil berpindah tempat dengan seekor semut emas yang sudah berada di jarak yang begitu dekat dengan mereka, mereka tidak begitu memperhatikan tentang semut itu karena terlalu fokus menghentikan Minami.
Pada akhirnya Minami mengubah semut itu menjadi diriny, ekspresi-nya terlihat mematikan bahkan Ronaku sempat melihatnya, gigi yang tajam, mata yang berubah menjadi merah pekat, terutama lagi cakar-nya yang sudah diselimuti dengan warna emas. Mereka mencoba untuk menyerang tetapi kecepatan Minami berada di tingkat berbeda dengan mereka karena ia sudah berada di jarak yang begitu dekat jadi serangan Hazel dan Ronaku terlambat untuk menghentikan pergerakan jarak dekat Minami.
Mendengar sebuah serangan dan cahaya membuat Honoka tersenyum bahkan rencana mereka berhasil, Minami bisa berpindah tempat dengan hewan emas-nya itu dan beruntung juga seekor semut akan menyelamatkan hidup mereka. Minami mulai menggunakan Golden Nature untuk menyembuhkan luka-luka mereka agar ia bisa menikmati penyiksaan yang akan ia berikan kepada mereka berdua, ia terus menyerang Hazel dan Ronaku tanpa henti, membuat mereka menjerit kesakitan.
"Kalian cukup menikmati pandangan untuk melihat diriku tersiksa ya!? Sekarang giliran-ku...! Aku akan menyiksa dan menyembuhkan kalian tanpa henti sebelum melaporkan tindakan brengsek kalian...!!!" Seru Minami keras, ia melancarkan serangan kombinasi yang terus menyiksa mereka satu per satu, Honoka mulai mendekati Minami dan melihat dari jauh penyiksaan yang terlihat sadis dan menyakitkan itu karena Minami tidak menahan diri sama sekali ketika sedang mengamuk.
"Aku tidak akan berhenti...!!!" Minami terus menyiksa dan menghajar mereka habis-habisan, kesabaran dan rasa ampun-nya sudah menghilang dari tubuhnya, ia akan memperdalam harga diri sebagai seorang Legenda yaitu menikmati pertarungan karena pertarungan yang mereka lakukan itu pantas untuk pengecut.
Penyiksaan itu bertahan sampai 10 menit karena Minami sudah cukup puas, ia mencekik leher mereka menggunakan kedua tangan-nya lalu membanting kedua tubuh mereka di atas daratan yang baru saja berubah menjadi baja karena bantuan dari Honoka. Ekspresi mereka terlihat trauma karena sudah menerima semua kesakitan itu, hanya rasa sakit yang bisa dirasakan dan mereka mulai menatap Minami dengan kedua tatapan ketakutan.
__ADS_1
"Sekarang...!!! Keluarkan semua informasi yang kalian miliki tentang pemimpin 1B dan 3C!!!" Seru Minami keras.
"Ti-Tidak ada... kami tidak mengetahui apapun tentang mereka, sumpah... kami hanya melakukan tugas... tugas untuk mendapatkan banyak poin... dan keuntungan jika kita gagal mengikuti akademi ini..." Ucap Hazel.
"I-Itu benar... tidak ada... kami bersumpah... kami tidak menyembunyikan apapun..."
"Astaga, jika Kou berada di sini maka kita bisa mengetahui lebih lanjut tentang kedua pemimpin itu..." Honoka mulai menatap ke depan dan ia tidak bisa melihat satupun penduduk yang lewat, benar-benar tempat yang sepi, mungkin karena aroma dari sampah yang begitu menyengat dan aroma menyengat itu bahkan sangat kuat berbeda dengan sampah biasa.
"Kau adalah Cyber-Demon ya...? Teknologi yang tertera di tubuhmu itu cukup menakjubkan, cukup menyulitkan kami berdua... kerja sama yang kalian lakukan benar-benar hebat, sayang sekali digunakan dengan cara yang salah, terlalu kehausan dengan harta sepertinya..."
"...bagaimana bisa semua penduduk di sekitar sini tidak mendengar suara berisik yang kita ciptakan? Terutama ledakan itu..."
"A-Aku... aku memiliki alat yang dapat menyaring semua suara jadi para penduduk tidak bisa mendengarnya... itulah kenapa... kami sangat mahir dalam jarak jauh, lebih pantas seperti seorang assassin..." Informasi yang didapatkan oleh Honoka sudah jauh dari cukup, sisanya hanya perlu melaporkan tentang tindakan tidak pantas mereka dengan memotret mereka, semua perkataan yang mereka katakan bahkan semua tindakan yang mereka lakukan sudah terekam oleh Honoka yang mengubah kartu Minami dan miliknya menjadi sebuah batu yang merekam segalanya.
"Semua tindakan kalian akan memberi kami poin yang begitu menguntungkan... jumlahnya besar sekali bahkan mendapatkan nilai jelek saja tidak masalah, pengurangan poin juga... tidak begitu masalah untuk kami, terima kasih kepada kalian." Honoka mulai menepuk bahu Minami, mereka berdua tersenyum lembut kepada Hazel dan Ronaku.
"Sebelum penutupan... bagaimana jika kita bersenang-senang dulu?" Tanya Minami, ia mulai meninju kedua tinjunya yang sama, merasa tidak sabar untuk menghajar kedua murid itu bersama Honoka.
Di saat itulah, neraka baru saja muncul... terpaksa Hazel dan Ronaku harus menerima neraka yang menyediakan berbagai macam siksaan, Minami dan Honoka terus menghajar mereka tanpa henti karena rasa dendam mereka masih belum cair, intinya kepuasan bisa terasa jika kedua murid itu sudah merasakan semua kesakitan itu, termasuk membuat mereka trauma juga.
__ADS_1
"Aaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh....!!!!"