
"Kalau begitu semuanya simpan saja di sana." Ucap Shira yang mulai menunjukkan sebuah wilayah sampai semua suruhannya yaitu hewan-hewan dan tentunya peri mulai memindahkan beberapa barang.
"Shira, aku tidak menyangka Realm of Light akan dipenuhi dengan penduduk seperti peri dan hewan-hewan, semuanya berwarna emas dan memancarkan cahaya cerah seperti pagi hari..."
"...aku kira isinya hampir sama seperti pasukan Oather itu, seorang Vampir yang mendapatkan berkah dari kekuatan sumpah yaitu Oath." Ucap Megumi selagi melihat semua hewan emas itu bekerja.
"Hanya hewan yang tinggal di habitat seperti hutan dan rumput yang menerima berkah cahaya... peri juga karena mereka semua lahir melalui bunga itu sendiri."
"Kamu tidak mengetahui nama mereka...?"
"Nama...? Apakah mereka membutuhkan nama?"
"Tentu saja... rasanya kurang jika tidak ada nama yang menjuluki mereka sendiri."
"Tidak ada ide... kamu pikirkan sendiri saja karena aku sedang fokus mengerjakan hal yang lain." Shira berjalan pergi selagi menyilangkan kedua lengannya.
"Ternyata kamu memang tidak begitu peduli ya... hahhhh..." Megumi memasang tatapan khawatir melihat Shira yang tidak pernah bersikap santai seperti biasanya.
Sekarang ia dipenuhi dengan keseriusan, ternyata dunia memang dapat mengubah seseorang berdasarkan ujian dan kekejaman yang diberikan.
Megumi menyadarinya karena kedua anak Shira, kakaknya, termasuk seluruh keluarga yang ia kenal dekat telah meninggalkan dirinya sendiri sampai mengubahnya pelan-pelan menjadi sesosok Legenda yang lebih serius.
Tidak ada lagi candaan atau rasa bahagia yang ia tunjukkan sejak dulu sekali, ia sekarang terlihat lebih dingin dan serius sampai pekerjaan apapun akan selesai dalam sekejap tanpa menghabiskan waktu apapun.
"Semua yang ia sayangi dan percayai menghilang di hadapannya... malang sekali, aku harap bisa tetap berada disisinya untuk menemani dirinya bersikap positif sampai akhir." Megumi mulai mendekati Shira.
Ketika ia mencoba untuk mendekati dirinya, insting hewannya bisa mendengar suara dari jauh sampai suara itu berasal melalui pikirannya sendiri.
"Suara ini...? Shinobu?" Megumi langsung melakukan telepati dengan suara yang berbicara melalui pikiran, ternyata Shinobu mencoba untuk menghubungi dirinya.
"Nenek, apakah Nenek mendengar?"
"Mm~ mendengar kok, aku senang kamu baik-baik saja... apakah kamu merasa kesepian sekarang? Butuh kunjungan dari Nenek?"
Shira mengalihkan pandangannya kepada Megumi yang mulai berbicara dengan Shinobu melalui telepati, Shinobu menjawab hal yang positif untuk Megumi sampai ia ingin membahas sesuatu yang lebih penting.
"Anu... Nenek, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu yang penting..."
"Mm, apa itu?"
"Tentang seorang penyihir."
"Penyihir ya..." Megumi mulai memegang dagunya, ia mencoba untuk mengingat penyihir berbahaya dan baik yang ia kenal sampai tidak ada satu pun yang dapat dirinya ingat.
Shira hanya bisa diam ketika mendengar Shinobu baru saja membahas sesuatu yang berkaitan dengan penyihir, ia mulai mendekati Megumi.
"Anu... jadi tadi... Koneko bertemu dengan seorang penyihir yang memanggil dirinya dengan sebutan penyihir suara."
"Penyihir itu juga bermain musik dengan sangat merdu, suara dan musiknya bahkan dapat membangkitkan perasaan bahaya dan menenangkan."
"Rasanya... penyihir itu dapat mengubah pola pikiran seseorang yang sudah rusak... seperti kehancuran mental... atau perasaan negatif lainnya."
__ADS_1
"Dan... beliau baru saja memberitahuku bahwa penyihir yang bernama Anastasia De Vorde telah menemukan sebuah peta menuju bangsa Neko Legenda yang masih hidup."
Megumi dan Shira memasang tatapan yang terlihat kaget seketika, itu artinya bangsa Neko Legenda yang sempat dihidupkan kembali oleh Minami berkat bantuan dari Solicitation's Order masih hidup.
"Kamu ingin memeriksanya sendiri, Shinobu?"
"Tidak, aku akan memeriksanya bersama yang lain... sepupu dan temanku, mereka bersedia untuk menemani diriku." Kata Shinobu yang selama ini dalam perjalanan menuju pulau persembunyian.
"Mengetahui era kacau seperti ini... aku yakin bangsa Neko Legenda menyimpan dendam yang sangat besar untuk dunia luar." Shira mulai berbicara di sebelah Megumi.
"...dunia luar bukan lagi tempat aman seperti alam melainkan Medan tempur untuk mereka sendiri karena banyak sekali orang yang mengincar mereka demi mendapatkan keuntungan itu sendiri."
"Mental mereka sudah jelas hancur dan akan sensitif tentang dunia luar... kau perlu berhati-hati soal itu, Shinobu." Shira langsung melakukan telepati dengan Shinobu sampai mengejutkan dirinya.
"Kakek..."
"Mereka tetap hewan yang waspada dengan bahaya apapun... sensitif Neko Legenda dapat memicu Beast yang terdapat di dalam mereka, jadi sambutlah dengan halus dan lembut."
"Jangan sampai salah satu dari kalian mencoba untuk menakut-nakuti mereka atau membuat mereka trauma dengan dunia luar..." Shira menyilangkan kedua lengannya sampai ia dapat merasakan keberadaan Shinobu sudah dekat.
Selama ini Shira sudah mengetahui berbagai tempat persembunyian bangsa Neko Legenda, ia membiarkan mereka semua menghabiskan waktu di sana tanpa sepengetahuan siapa pun agar mereka bisa menjaga mental dan ketenangan mereka lebih stabil.
"Aku mengerti..." Shinobu mengangguk lalu ia bisa melihat pulau yang sangat kecil di hadapannya, ia mulai memeriksa kembali peta tersebut dan mereka sudah berada di lokasi pertama.
Shira merasa penasaran tentang tujuan Shinobu, kenapa dia ingin mengunjungi tempat persembunyian itu jika ia tidak memiliki niat atau tujuan yang pantas untuk dilakukan.
"Sebelum itu, Shinobu." Panggil Shira.
"Apa yang sebenarnya engkau pikirkan...? Kenapa datang menuju tempat persembunyian mereka...? Alasan apa yang kau miliki, apakah itu tujuan atau niatmu sendiri karena ingin melihat sesama bangsa?"
"Anu... sebenarnya aku tertarik melihat sesama bangsaku sendiri... tentunya aku datang untuk memperbaiki mental mereka sedikit demi sedikit..."
"...rasanya malang sekali membiarkan mereka semua bertahun-tahun bersembunyi tanpa melihat kembali dunia luar atau hutan yang sangat cocok untuk kita sebagai bangsa Neko Legenda."
"Begitu ya... aku tebak bahwa sebagian Neko Legenda sudah mati menjadi tengkorak di sana." Kata Shira.
"E-Ehh...?"
"Semakin banyak stres yang mereka rasakan sampai tidak dapat melihat kembali dunia luar atau mereka alam alami akan menyebabkan mereka untuk mati..."
"...sama seperti hewan ketika merasa stres, mereka juga akan mati. Coba pikirkan kembali, Shinobu Koneko." Shira menyilangkan kedua lengannya, mencoba untuk memberikan samaran kata untuk dirinya.
Megumi hanya bisa diam, melihat Shira terlihat seperti memberi suatu pelajaran penting untuk Shinobu sendiri karena mereka pergi mengunjungi bangsa Neko Legenda di era sekarang bukanlah hal yang baik.
Mereka telah kehilangan pengendalian emosi dan perasaan yang diajarkan oleh Hana dan Minami karena merasakan terlalu banyak penderitaan dan stres karena era kerajaan.
"Apakah menurutmu ide baik untuk memperbaiki mereka semua...? Apakah kau sanggup untuk menyadari jutaan bahkan jumlah tak terhingga atas seluruh penduduk Touriverse tentang Neko Legenda...?"
"Anu... aku..." Shinobu mulai merasa kebingungan seketika sampai ia sadar bahwa membawa mereka kembali menuju dunia luar hanya akan menyebabkan masalah lebih rumit.
"Apakah selama ini mereka menginginkan hal tersebut...? Ketenangan dan dunia luar... aku yakin dendam mereka memberikan mereka motivasi untuk berperang dan melawan bangsa Legenda."
__ADS_1
"Terutama lagi dengan wujud Beast Neko Legenda, mereka menerima kekuatan besar yang sangat menakutkan bahkan berpotensi penuh kehancuran yang besar."
"Apakah menurutmu itu ide yang baik untuk membiarkan mereka semua merasakan sugesti darimu...?"
"Aku yakin kamu dapat mencari jawaban yang aku coba maksud, cucuku." Shira menyilangkan kedua lengannya, membiarkan Shinobu memilih jalannya mulai dari sekarang secara mandiri.
Perkataan tadi sudah cukup untuk membuat Shinobu bimbang, banyak pilihan yang bermunculan sampai ia mengerti dengan maksudnya, ia memasang wajah gugup dan sedih seketika karena belum menemukan pilihan yang baik untuk mereka.
"Mulai saat ini... waktu yang pas untukmu menunjukkan kelayakan dan harga dirimu sebagai bangsa Legenda era kacau ini kepadaku..."
"...apakah kau layak dan bisa mengakui kelayakan dirimu kepadamu, Shinobu? Jika tidak maka aku akan membawa dirimu ketika kau sudah siap."
"Aku ingin memastikan saja. Mencoba untuk melihatnya secara langsung." Kata Shinobu sampai Shira langsung berjalan menjauh dari Megumi karena urusannya sudah sampai seperti itu.
"Yah... pokoknya berhati-hati ya, memang benar Neko Legenda akan sangat sensitif jika mengingat kembali tentang kejadian yang trauma untuk mereka sendiri." Kata Megumi.
"Kalau begitu... Nenek akan menunggu ya, berikan kabar tentang apapun dengan menghubungiku melalui telepati."
"Baiklah, nenek... sampai jumpa lagi." Shinobu mengangguk lalu ia bersama kedua sepupu dan temannya mendarat di atas pasir sampai mereka bisa melihat pulau itu berukuran sangat kecil.
"Jadi... apa yang mereka katakan?" Tanya Koizumi.
"Setuju saja... asalkan kita berhati-hati untuk tidak membuat mereka sensitif dan ketakutan karena era sekarang benar-benar mempengaruhi mental dan pola pikiran mereka."
"Aku mengerti... kucing juga memang seperti itu, anu... jika kita mendekat maka dirinya akan mengira keberadaan kita yang mencoba untuk mendekat adalah bahaya di pandangan mereka." Kata Ako.
"Kalau begitu, aku akan mencoba untuk berdansa di hadapan mereka demi membangkitkan rasa bahagia seperti yang dilakukan oleh Anas---"
Koizumi menyentil kening Hinoka, "Tidak, jangan... kau hanya akan menakuti mereka karena kucing juga merasa takut melihat seseorang yang kelebihan gula sampai mengubahnya menjadi aneh dan gila."
"Kalau begitu, kita hanya perlu menyambut mereka dengan baik-baik. Jika Shinobu ikut bersama kita maka tidak akan ada hambatan yang menghalang." Ucap Konomi sampai mereka semua mengangguk.
"Baiklah, kita cari keberadaan mereka..." Shinobu memejamkan kedua matanya, mencoba untuk mencari keberadaan mereka sampai ia langsung menemukannya.
"Di bawah..." Shinobu mulai menggali pasir yang ia injak dengan kecepatan penuh sampai lubang yang ia ciptakan langsung menjatuhkan mereka semua menuju gua yang dipenuhi dengan tumbuhan.
Shinobu melihat sekeliling, ternyata di dalam pulang terpencil itu memiliki hutan di dalamnya, mungkin karena efek dari sihir alam mereka sehingga Shinobu merasa keberadaan mereka di depan.
Ako dan Konomi dikejutkan dengan tengkorak di belakang mereka yang berbentuk seperti Neko Legenda, "Tengkorak...!?"
"Hati-hati... terdapat banyak sekali mayat yang sudah lama di tinggal karena mereka sendiri belum pernah keluar lagi." Peringat Shinobu yang maju ke depan sampai ia mencium aroma darah.
Shinobu menatap Hinoka sampai Koizumi langsung menutup kedua mata dan hidungnya menggunakan daun emas yang Shinobu berikan kepada dirinya karena ia tidak ingin amarahnya bangkit.
"Persembunyian mereka akan sangat mengerikan jadi berhati---..." Shinobu melebarkan matanya ketika melihat beberapa Neko Legenda yang sedang memakan salah satu Neko Legenda lainnya.
"K-Kanibal...?" Tanya Koizumi.
"Hueegghhhh... menjijikkan..." Konomi menutup mulutnya sendiri.
Shinobu langsung berpikir kembali tentang perkataan Shira, semuanya benar bahwa mereka perlahan-lahan mulai stres dan gila sampai mengubah mereka menjadi hewan liar yang asli.
__ADS_1
"Aku mengerti..."