
Shiki bersama pasukan-nya terbantai habis-habisan oleh Haruki yang mengamuk, tanpa menggunakan sihir atau kemampuan apapun... Dia berhasil mengalahkan mereka semua dengan hanya mengayunkan pedang-nya saja dan melepaskan beberapa dorongan yang mampu membelah mereka menjadi dua.
Makarov dan Haruka mundur karena dorongan yang dilepas oleh Haruki memberi isyarat kepada mereka berdua untuk tidak mengganggu dirinya menghabisi semua pasukan iblis itu, Haruka segera memperingati Makarov untuk berhenti dan beristirahat saja sambil menikmati segelas Vodka yang sudah terdapat es batu di dalam-nya.
Haruki melepaskan aura negatif-nya di sekitar wilayah itu sampai Haruka sempat menciptakan beberapa perisai Sacred untuk melindungi Makarov dan Legenda lain-nya agar mereka tidak mati konyol karena amarah dari Haruki sendiri. Haruki maju menuju arah pasukan yang berjumlah lebih dari ribuan dan ia mulai menggunakan kemampuan pedang-nya sekarang.
"Calamity Impact!" Seru Haruki, ia menyerang seluruh pasukan iblis yang berada di hadapan-nya dengan menggunakan kedua pedang sebanyak lima kali berturut-turut, dan mengambil darah serta nyawa untuk dijadikan sebagai penyembuhan luka diri.
"Cih...!" Shiki maju ke depan dan berhasil menahan serangan Haruki menggunakan pedang tipis-nya sampai pedang mereka yang beradu mulai mengeluarkan suara bising yang bergema di sekitar wilayah tersebut.
Haruki hampir saja memenggal leher Shiki, kecepatan Haruki mendadak meningkat ketika ia mencoba untuk menyerang. Untungnya Shiki berhasil merasakan serangan selanjutnya berkat insting iblis-nya yang dapat memperingati dirinya bahwa Haruki akan melancarkan beberapa serangan lagi. Shiki segera melompat mundur dan melepaskan beberapa darah es yang ia lepaskan melalui bilah pedang-nya.
Haruki menendang semua es itu sampai hancur dan ia bisa merasakan bahwa darah yang ada di dalam-nya terserap oleh serpihan es darah tersebut, Haruki tidak membiarkan Shiki untuk mundur atau memulihkan diri, dia segera mengejarnya hingga beberapa pasukan Shiki mulai menyerang-nya dengan cara mengepung tetapi Haruki menggunakan [Calamity Impact]-nya lagi.
Haruki muncul tepat di belakang Shiki dan ia segera mengayunkan kedua pedang-nya secara bersamaan, tetapi Shiki mulai menumbuhkan sebuah duri yang terbuat dari tulang keras-nya serta tulang itu mulai diselimuti dengan es darah, hasilnya kedua pedang itu tidak mampu melukai Shiki tetapi hanya menghancurkan es yang menyelimuti-nya.
"Demolishing Slash!" Seru Haruki, ia melakukan serangan tebasan yang sangat kuat kepada Shiki, mengabaikan setiap pertahanan yang ia lakukan sampai membuat dirinya terdorong ke belakang dan meninggalkan luka pendarahan di bagian perut-nya.
"Cih...!" Shiki mulai menutup pendarahan-nya dengan menggunakan sihir manipulasi tulang-nya.
Shiki tersenyum sinis dan tertawa terbahak-bahak melihat seorang Legenda layak, mampu untuk melukai dirinya sendiri. Raut wajah Shiki mulai terlihat serius sampai ia melepaskan kegelapan dari tubuh-nya dan melepaskan sihir es darah berduri di sekitar wilayah itu, Makarov melompat ke atas dan berhasil menghindari serangan sihir es itu.
"Tadi itu hampir saja, jangan sampai kau menyentuh es itu... Rasa dingin-nya mampu menyerap darah-mu seperti lintah." Ucap Haruka dengan ekspresi yang terlihat serius, Haruki segera menghancurkan semua es itu, tetapi es itu mulai muncul kembali dengan ukuran yang lebih besar dan panjang.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Haruka...?" Tanya Makarov.
__ADS_1
"Kita pergi setelah Haruki berhasil mengalahkan pemimpin iblis yang bernama Shiki itu." Jawab Haruka.
Haruki membasmi seluruh pasukan iblis yang menghalangi jalan-nya, ia mencoba untuk menyerang Shiki tetapi ia terus bersembunyi di balik seluruh pasukan-nya itu. Haruki melompat ke atas dan Shiki menyambut Haruki dengan beberapa serangan kombinasi yang terlihat sangat cepat hingga Haruki tidak sempat untuk menahan semua serangan itu karena pedang Shiki yang terlalu tipis.
Shiki mundur ke belakang dan segera mengontrol semua es darah itu menggunakan pedang yang ia pegang, seluruh es berduri itu melesat menuju arah Haruki tetapi ia segera menebas semua es berduri itu dengan satu ayunan saja. Semua es darah itu mulai membentuk seekor naga yang besar.
Naga itu mengerang keras dan melesat menuju arah Haruki, Haruki menahan mulut naga tersebut agar ia tidak melahap dirinya. Tenaga yang dimiliki naga es itu sangatlah besar sampai Haruki sempat terdorong ke belakang, tetapi ia berhasil menghancurkan naga itu menggunakan [Calamity Impact].
"Kau hebat juga...!" Shiki melompat menuju arah Haruki dan mereka berdua mulai saling beradu pedang, serangan mereka sama setara-nya bahkan pedang mereka terus berbenturan sampai membuat wilayah di sekitar bergetar dan retak.
Haruki mengerahkan kemampuan [Calamity Impact] dan [Blade of Downfall] secara bersamaan, semua serangan itu berhasil mengenai Shiki sampai ia tidak memiliki tubuh apapun. Tetapi sisa tubuh kecil-nya mampu meregenerasi tubuh yang baru serta membuat kekuatan-nya bertambah dua kali lipat dari sebelumnya, ia melihat Haruki yang melancarkan beberapa serangan.
Shiki menundukkan kepalanya dan mendorong Haruki mundur, tubuhnya dipenuhi dengan keringat dingin karena Haruki hampir saja menghabisi seluruh sisi tubuh-nya itu. Jika tidak ada lagi sisa tubuhnya yang masih aman maka dia sudah pasti akan diselimuti dengan kematian yang diberikan oleh Haruki.
"Sepertinya kau jauh lebih kuat dari yang aku harapkan..." Ucap Haruki pelan karena ia bisa melihat seluruh aura kegelapan yang berbeda mulai merasuki tubuh Shiki sampai memberi dia kekuatan yang terus meningkat tiada batas-nya.
"Ini adalah [Satan's Blessing], kekuatan setan dan seluruh rekan-rekanku memberiku kekuatan hebat ini...!"
Haruki dan Shiki sama-sama melesat menuju arah satu sama lain lalu mereka mulai mengadukan pedang mereka lagi dan lagi, tidak ada satupun yang berhasil menghindari serangan mereka masing-masing. Tetapi serangan Haruki mampu membuat Shiki merasakan kesakitan yang sangat pedih.
Walaupun sudah mendapatkan kekuatan lebih dari iblis lain-nya, Shiki kalah telak oleh serangan kombinasi Haruki yang membuat dirinya terjatuh berlutut di depan Haruki. Shiki tidak bisa melakukan apa-apa lagi kecuali menatap Haruki yang mencoba untuk memenggal kepala-nya, tetapi Shiki masih bisa bertarung dengan berubah menjadi patung es.
"Ck...!"
Haruki meningkatkan kecepatan-nya cukup drastis sehingga ia melesat maju menuju arah keberadaan Shiki yang mulai menjauh, setelah ia menemukannya... Shiki tidak diberi rasa belas kasihan apapun karena ia melancarkan satu serangan yang menusuk perut-nya sampai Shiki terpental ke belakang dengan luka pendarahan yang besar di bagian perut-nya.
__ADS_1
"Kau mau lari...? Jangan membuatku ketawa..." Ucap Haruki pelan dimana ia melihat Shiki memuntahkan darah segar.
"Aku akan lari tentu-nya...!" Tubuh Shiki mulai membeku dan Haruki segera menghancurkan es itu sampai Shiki sudah menghilang entah kemana, keberadaan-nya tidak bisa lagi ia rasakan karena semua es darah itu adalah keberadaan yang mampu membuat Haruki sendiri tertipu.
"Ternyata kau benar-benar melarikan diri, awas saja jika aku bertemu dengan-mu..." Haruki memasukkan kembali kedua pedang-nya ke dalam sarung-nya.
"Pada akhirnya Shiki melarikan diri..." Ucap Makarov pelan.
Haruka menepuk-nepuk puncak kepala-nya, memberi dia isyarat untuk pergi menghampiri Haruki dan mencoba untuk menenangkan dirinya agar ia kembali seperti semula. Haruki berhenti bergerak ketika merasakan keberadaan Haruka yang mulai mendekat.
"Apa yang kau mau...?" Tanya Haruki yang mulai menatap Haruka.
"Kematian dari adik-adikmu itu merubah-mu, Haruki. Kau berencana untuk mengejar Shiki dan melarikan diri dari kenyataan bukan...?" Tatap Haruka serius.
"Jangan ikut campur. Tujuan-ku itu bukanlah urusan kalian berdua." Haruki segera menghilang dengan cepat.
Haruka dan Makarov tidak sempat untuk melihat kepergian Haruki yang pergi begitu saja, keberadaan-nya juga bahkan sudah tidak bisa lagi dirasakan oleh Haruka, sepertinya Haruki telah menjadi seorang Legenda yang berbeda karena amarah dan rasa sedih sudah ditinggal oleh adik-adiknya.
"Apa dia akan baik-baik saja...?" Tanya Makarov.
"Yahhh, aku berharap dia bisa pulang ketika perang antar semesta dimulai, tugas kita disini sepertinya selesai... Singkatnya kita hanya menonton dan tidak melakukan apapun." Haruka mulai menyentuh kedua bahu Makarov sampai ia bisa terbang dan meninggalkan planet Legendarius yang saat ini masih diserang.
"Sekarang, Haruka... Apa yang akan kau rencanakan?" Tanya Makarov.
"Mencari seseorang yang dapat membuatku tertarik seperti-mu, Makarov. Kita lapor kepada Mama dulu." Jawab Haruka dengan sebuah senyuman di wajah-nya.
__ADS_1