Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 369 - Setiap waktu! Setiap waktu! Setiap waktu!


__ADS_3

Kuharu merasakan jelas keberadaan Asriel, ia berhasil menghindari serangan itu dengan membekukan tubuhnya menjadi es. Kemampuan seperti itu masih belum cukup untuk menghentikan Kuharu karena ia dapat mengendalikan badai dan letusan Crimson itu hanya menggunakan jarinya, Asriel melihat Kuharu menyadari dirinya dan ia mencoba untuk melarikan diri tetapi letusan itu terjadi tepat di belakangnya sampai membakar punggungnya.


"Agghhh!!!" Asriel melepaskan sihir es untuk memulihkan semua lukanya, ia hanya perlu terbang jauh ke atas untuk menjaga jarak dengan semua sihir itu. Ia bisa melihat Kuharu saat ini sedang tersenyum kecil selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat senang, ia tidak bisa merasakan serangan apapun yang mencoba untuk mendekati dirinya melainkan badai itu yang terus membesar tetapi tidak bisa mengenai Asriel.


Tanpa Asriel sadari, lengannya berpindah tempat secara tiba-tiba yang mengartikan waktu mulai dipermainkan lagi oleh Kuharu. Asriel mendengar suara kebakaran tepat di belakangnya dan ia menyempatkan diri untuk melirik ke belakang dan melihat semua letusan Crimson itu berada di jarak yang sangat dekat dengan dirinya. Kuharu menggunakan lompatan waktu agar Asriel tidak menyadari serangan yang mencoba untuk mendekati dirinya.


Untungnya tubuh Asriel melepaskan suhu yang sangat ekstrim dan mampu mengubah semua letusan itu menjadi es yang sangat keras. Asriel melesat ke arah Kuharu dengan kecepatan tinggi lalu melepaskan badai es lagi untuk menyembunyikan keberadaannya itu, ia melepaskan beberapa es yang mencoba untuk menyamar menjadi dirinya dan semua Asriel itu sudah mempersiapkan beberapa serangan. Tanpa disadari waktu berhenti dan kembali berjalan dengan letusan yang sudah berada tepat di hadapan Asriel.


"... ...!" Untungnya Asriel dapat melakukan jeda untuk berhenti menyerang Kuharu, jika ia terus mendekat maka tubuhnya akan terbakar dengan letusan Crimson itu. Asriel bernafas berat karena tadi itu hampir saja, ia bisa melihat celah dari letusan itu yang menunjukkan wajah Kuharu dengan tatapan yang dipenuhi dengan rasa senang, "Asriel... apakah kau bisa melanjutkan pertarungan ini...? Kau tidak akan bisa mendekati diriku..." Kuharu mengangkat lengan kanannya sehingga letusan Crimson itu mulai menyelimuti lengannya.


Kuharu mengayunkan lengannya itu tetapi Asriel berhasil berubah menjadi es dan menghindari serangan itu, ia mulai melepaskan beberapa kegelapan di dalam tubuhnya untuk menghalang penglihatan Kuharu. Asriel mencoba untuk menggunakan cara yang baru untuk menghentikan Kuharu, sekali saja caranya berhasil maka ia harus mempergunakannya dengan baik. Jika bisa, ia harus menghentikan dirinya itu dengan melakukan beberapa serangan yang mengarah ke arah bagian vital-nya itu.


Membekukan organ dan pembuluh darah saja masih belum cukup, jika saja Kuharu tidak memiliki kemampuan dalam mengundurkan waktu maka kesempatan menang Asriel bertambah lagi luas. Sekarang ini bertambah lebih sempit karena sihir Crimson yang baru saja Kuharu pelajari, sekali lagi Asriel tidak menyangka bahwa Kuharu akan menjadi sisi Eternal dari Haruka. Hal ini membuat dirinya yakin bahwa seluruh masalah pasti berkaitan dengan keturunan Comi, "Sulit sekali... tetapi aku setidaknya harus mencoba lagi dan lagi selagi aku masih memiliki nyawa..."

__ADS_1


Kuharu menjentikkan jarinya sehingga letusan Crimson itu bertambah besar dan muncul dalam jarak yang dekat dengan Asriel, Asriel melebarkan seluruh jarinya lalu melepaskan suhu ekstrim yang sangat dingin untuk membekukan letusan itu. Asriel mengalihkan pandangannya ke arah Kuharu yang sudah menghilang karena mengalami lompatan waktu, keberadaannya mulai terasa dekat dan ia berada tepat di belakang Asriel dengan letusan yang terbentuk menjadi bola di tapak tangannya.


Asriel terlambat untuk melarikan diri jadi ia lebih memilih untuk menahan bola itu menggunakan kedua lengannya yang sudah dilapisi dengan es. Bola itu membesar dan menimbulkan letusan yang sangat besar sehingga kulit Asriel mulai mengeluarkan beberapa darah karena rasa nyeri dari efek yang dimiliki oleh sihir tersebut, setidaknya ia dapat menahannya karena bantuan dari sihir kegelapan yang mulai menyelimuti letusan itu lalu perlahan-lahan mengubahnya menjadi es.


"Kau memiliki potensi yang cukup menjanjikan, Asriel! Aku sungguh terkesan dengan kemampuan es dan kegelapan yang kau miliki, kedua elemen itu bekerja sama dengan baik dalam melawan diriku!" Kuharu meningkatkan kekuatannya untuk menambahkan daya kekuatan yang besar di dalam letusan itu tetapi Asriel menatap Kuharu tajam dengan iris yang berubah menjadi biru muda, "Aku... baru saja mulai!!! Aku akan mencoba untuk sekuat mungkin untuk mengulurkan waktu sampai teman-temanku yang lain datang!!!"


Letusan itu berubah menjadi es yang menciptakan duri tajam bahkan sampai menusuk tubuh Kuharu dan membekukan pembuluh darahnya, "Ck!" Kuharu melompati waktu untuk memulihkan tubuhnya dan ia langsung menghancurkan letusan es itu menggunakan tinjunya, "Jika kau ingin bermain seperti itu maka aku akan menghentikan semua pertarungan ini sebelum kau mendapatkan sesuatu yang dapat melawan semua sihirku lagi...!!!"


Kuharu menciptakan badai Crimson yang sangat besar untuk menggetarkan wilayah tersebut, beberapa letusan Crimson muncul dan mulai mengepung Asriel. Semua letusan itu bergerak seperti panah yang mencoba untuk mengenai target, Asriel terbang ke atas lalu melepaskan suhu ekstrim besar di sekitarnya yang dicampur dengan kegelapan agar ia dapat mengecohkan Kuharu, penglihatan Kuharu mulai kacau ketika melihat banyak sekali Asriel yang bermunculan dimana-mana bahkan konsentrasi-nya hilang ketika mendengar suara bising dari badai es itu.


Semua kristal es itu menggores tubuh Kuharu dan perlahan-lahan membekukan organ bagian dalamnya termasuk tulang-tulangnya itu, ia mencoba untuk menghentikan waktu dan memulihkan-nya dengan cepat sehingga ia terus tertekan oleh Asriel. Tanpa basa-basi lagi Kuharu melebarkan matanya untuk membaca masa depan, ia bisa melihat jelas semua serangan dan wilayah yang cukup berbahaya untuk dirinya jadi ia menjaga jarak dan melepaskan beberapa letusan Crimson lagi dan lagi.


Asriel melihat Kuharu melakukan sesuatu lagi dengan waktu, ia menghindari semua letusan itu selagi membekukan-nya menjadi kristal waktu yang cukup kuat dan tahan dalam melawan sihir Crimson milik Kuharu. Tanpa disadari ia berubah menjadi es dan melakukan perpindahan denganĀ  tempat yang memiliki suhu sangat dingin, sangat menguntungkan untuk Asriel karena merasakan sesuatu yang dingin di tubuh Kuharu jadi ia bisa mendekati dirinya hanya untuk melancarkan satu tendangan yang sudah dilapisi dengan kristal es.

__ADS_1


Tendangan itu terarah ke arah perut Kuharu dan mengenai tepat sasaran sampai ia memuntahkan darah segar yang sangat banyak dan semua darah itu langsung membeku. Asriel melakukan beberapa putaran lalu mengumpulkan semua kristal es itu untuk diubah menjadi kegelapan yang membentuk sebuah pedang besar, ia mengayunkan pedang itu ke arah Kuharu dan berhasil membelah dirinya menjadi dua dan membeku begitu saja menjadi es yang berwarna merah.


"Hah... hah... hah..." Asriel mengangkat pedangnya menggunakan kedua tangannya lalu menghantam Kuharu menuju daratan sampai tubuh Kuharu yang membeku itu mulai hancur menjadi kepingan kecil, melihat Kuharu yang sudah kalah ketika menerima serangan sihir es yang sangat kuat membuat Asriel dipenuhi dengan rasa takut bahwa ia hampir saja terbunuh tadi.


Asriel melepaskan pedang besar itu lalu ia mencoba untuk menatap tangannya sehingga tapaknya sudah berada tepat di hadapannya, "Ahhh!?" Asriel merinding ketika melihatnya karena ia bisa melihat kejadian yang berkaitan dengan lompatan waktu, ia tidak sempat untuk melakukan sesuatu karena waktu sudah berhenti dan Kuharu masih bisa dibilang hidup, Kuharu muncul tepat di hadapan Asriel dengan tatapan yang terlihat kesal tetapi ia masih bisa tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.


"HAHAHAHAHAHA...!!! Kau pikir serangan tadi itu sudah cukup untuk mengalahkan diriku...!? APA KABAR, ASRIEL!? APAKAH KAU SUDAH YAKIN UNTUK BISA MENGALAHKAN DIRIKU...!? Apa...? Kau tidak mendengarku...? Tentu saja bodoh, waktu telah berhenti dan hanya aku yang dapat melakukan apa yang aku mau di dalam penghentian waktu tersebut...! Apakah kau sudah merindukan diriku...? Apakah kau sudah mendapatkan pencapaian yang terbesar untuk melukai diriku seperti ini...!?" Kuharu merasa sangat kesal tetapi ia masih bisa tersenyum, tubuhnya dipenuhi dengan garis merah dan bahkan sebagian tulang di dalam tubuhnya sudah membeku.


"Kalian semua penerus keturunan dari setiap keluarga yang berbeda tidak akan bisa menghentikan diriku!!! Aku tidak peduli dengan harga diri seorang dewa, aku hanya peduli dengan diriku sendiri dan menjalankan tugasku sebagai bawahan Zenzaku...!!! Apakah kalian pikir mempermainkan waktu seperti diriku sudah memberi kalian kepercayaan yang cukup tinggi untuk mengalahkan diriku...!?"


"Apakah serangan seperti tadi...!!! Tidak bukan hanya kau saja Asriel tetapi aku mengatakan semua ini kepada kalian semua terutama dirimu anak cahaya sialan Minami!!! Apakah kalian pikir kekuatan itu sudah cukup untuk mengalahkan dewi agung waktu seperti diriku, hah...!? Apakah kalian sudah puas dengan pencapaian itu...!? Setiap kalian melukai diriku dan aku terluka oleh serangan kalian, aku hanya akan terus... BERTAMBAH KUAT! SETIAP WAKTU! SETIAP WAKTU! SETIAP WAKTU! SETIAP WAKTU DALAM PERTARUNGAN...!"


"AKU AKAN TERUS BANGKIT DENGAN KEKUATAN YANG JAUH LEBIH KUAT SEHINGGA LUKA YANG KAU BERIKAN KEPADAKU DAPAT MEMBERI DIRIKU TAMBAHAN TERHADAP KEKUATAN SAMPAI-SAMPAI AKU MEMBUKA KEMAMPUAN DALAM MELAKUKAN ILUSI...! Aku sudah diserang oleh serangan yang berbeda dari kalian semua dan aku... MASIH TETAP HIDUP!" Kuharu tersenyum jahat dan menunjukkan ekspresi yang sangat gila karena ia sudah kecanduan terhadap rasa kemenangan karena bantuan dari mengendalikan waktu.

__ADS_1


"MATI...!!!" Kuharu melancarkan satu serangan yang terarah kepada dadanya.


"...ASRIEL!!!"


__ADS_2