Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 453 - Ingin Meraih Pendaftaran


__ADS_3

"Sepertinya kemampuan yang membantu dirimu untuk membuka celah, bisa digunakan untuk menyerang dan bertahan adalah kemampuan yang harus kau simpan dengan baik. Aku merasakan potensi yang besar di dalamnya tetapi kau masih jauh untuk bisa membuka berbagai macam potensi itu."


Cranell mengayunkan satu lengan sisanya untuk menciptakan celah lainnya tetapi Minami melompat-lompat ke belakang sampai Hana melihat beberapa celah serangan, ia melepaskan beberapa gelembung yang meledak tepat di belakang punggung Cranell sampai membuat dirinya terjatuh di atas tanah.


"Sialan...!" Cranell melebarkan matanya ketika melihat Minami berhasil menciptakan anggota tubuhnya kembali dengan tanaman emas yang menempel di tubuhnya.


"Kau hanya dapat menghilangkan anggota tubuh yang tidak begitu fatal dengan bintik hitam itu, coba kau pikirkan kembali jika potensi yang aku maksud itu kau dapat gunakan... bintik putih itu mungkin dapat menghilangkan jantungku atau kelemahan lainnya." Minami meregangkan kedua ototnya dan ia mulai menghindari beberapa celah serangan.


Cranell mulai berpikir kembali, ia tidak bisa fokus menyerang Minami karena Hana semakin lama bertambah kuat entah kenapa, kekuatan yang ia lepaskan terasa lebih menyakitkan dari sebelumnya. Rasa iri yang ia miliki cukup besar sampai memperkuat Hana tanpa sengaja, rasa iri karena ingin memiliki sihir yang sama seperti Minami yaitu cahaya.


Cranell melebarkan matanya ketika kedua kakinya tersedot ke dalam pasir, ia bisa melihat padang pasir itu mulai dipenuhi dengan air yang keluar dari dalam pasir itu. Minami mempersiapkan cakarnya dan ia mulai melakukan pantulan ke dalam gumpalan air yang Hana ciptakan karena ia baru saja merancang rencana lain bersama Hana melalui telepati.


Cranell membuka celah yang begitu besar untuk menarik Hana dan ia berhasil tetapi ana berubah menjadi cairan yang masuk kembali ke dalam pasir sehingga cairan lainnya keluar, kali ini Minami dengan satu serangan yang ia arahkan pada leher Cranell menggunakan cakarnya.


"Apa yang kau rencanakan, Shiratori Minami!?" 


Cranell membuka celah besar yang berhasil menghapus lengan kanan Minami sampai melepaskan tapak tangannya ke depan.


"Akhirnya aku mendapatkan tanganmu itu!"


"Aku ingin tahu, siapa bos kecil yang kau bicarakan tadi? Aku mencium banyak kemungkin darimu bahwa kau mengenal seseorang yang cukup menarik." Minami mulai berbicara dengan lengan kanannya yang mengeluarkan banyak darah.


"Aku ingin bertemu dengan bos yang kau maksud itu, dengan ini aku menjaminkan keselamatan bagi kemampuan yang kau miliki itu." Minami mundur beberapa langkah.


Cranell tercengang ketika melihat tubuhnya dipenuhi dengan sisa keringat yang membesar karena Hana, Hana melompat keluar dari dalam pasir lalu memperbesar air keringat Cranell sampai menciptakan gumpalan yang begitu besar.


"Situasi yang kau hadapi sekarang saat ini adalah waktu yang begitu tepat untuk menyerah, apakah kau lebih memilih terbunuh dengan tenggelam di dalam air keringatmu sendiri?" Tanya Hana.


Cranell sadar bahwa ia telah di jebak, saking fokusnya dengan Minami sampai ia panik dan mengeluarkan cairan keringat yang dapat dimanfaatkan oleh Hana, membuka celah sekarang mungkin terlambat karena ia bisa merasakan tubuhnya seperti diserap oleh gelembung keringat itu.


"Aku berjanji setia kepada bos ke---" Lengan terakhir yang dimiliki oleh Cranell hancur begitu saja karena di gigit oleh beberapa piranha emas yang diciptakan oleh Minami.


"Aku ini bisa dibilang ibu alam dan hewan loh, kau berada di dalam air, itu artinya aku dapat menciptakan beberapa hewan air mematikan yang dapat membunuhmu secara langsung." Minami menumbuhkan tanaman emas kembali lalu memulihkan lengannya yang hilang itu.

__ADS_1


"Brengsek!" Cranell mencoba untuk menyerang tetapi Minami mencekik lehernya menggunakan ekornya emasnya itu agar ia bisa berhenti menyerang.


"Aku tidak ingin memperlakukan dirimu dengan cara yang kasar, kami membutuhkan informasi. Seorang bos adalah sesuatu yang tidak bisa aku biarkan begitu saja..."


"...beritahu kami!" Hana memperbesar gelembung itu dan hidung Cranell tidak dapat menghirup udara kembali, tubuhnya sendiri bahkan tidak bisa bergerak karena cekikan ekor Minami yang begitu kuat.


"Ucckkk...!"


Tidak ada pilihan lain, Cranell hanya bisa mengangguk dan menyerah karena kedua Legenda ini memiliki banyak kemampuan yang begitu unik dan strategis dalam keadaan apapun.


Hana menjentik jarinya untuk menghilangkan gelembung itu dan Cranell terjatuh di atas tanah, ternyata sungguh mudah bagi dirinya untuk dilepaskan sampai ia menggunakan percobaan lain untuk membuka celah dan melepaskan bintik itu.


"Kalian mudah sekali percaya ya!"


"Kau memiliki hak apa untuk melawan dalam keadaan menyerah?" Tanya Minami.


"Apa...!?"


Cranell melebarkan matanya ketika kedua lengannya menumbuhkan berbagai macam tumbuhan emas yang mulai membesar sampai mengendalikan tubuhnya itu.


"...aku berkaitan dengan cahaya alam yang menyediakan keindahan dan keemasan alam serta seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalamnya!" Hana mendekati Minami lalu berdiri di sebelahnya untuk memperbesar seluruh tanaman itu menggunakan airnya.


"Sihir air milik Hana dapat memperkuat dan memperbesar skala tumbuhan emas ini, cahaya yang masuk ke dalam tubuhmu lalu berubah menjadi bibit adalah tanda kau tidak bisa melakukan apapun." Minami tersenyum serius.


"Aku tidak melihat cahaya yang masuk ke dalam diriku--- Ti-Tidak..."


"Kau pikir semua cahaya itu dapat di lihat dengan mata telanjang begitu? Kau salah." Hana mulai berbicara.


"Sekarang, kami sudah siap mendengar kapanpun! Siapa bos yang kau maksud itu?" Tanya Hana, ia mulai menarik kerah baju Cranell lalu mengancam dirinya dengan tinju kanannya itu.


"Percuma saja... Walaupun informasi yang aku katakan, semua aksi yang kalian dapat lakukan tidak memiliki arti apapun..."


"...sebenarnya apa rencana yang kalian rancangan, apa yang kalian pikirkan untuk mengikuti tes yang sebenarnya neraka ini? Turnamen dan akademi ini adalah penghalang neraka."

__ADS_1


"Tidak pantas untuk Legenda seperti kalian yang berhati murni dan lemah, tidak ada gunanya memberi belas kasihan... Tidak ada gunanya mendaftar..."


"Tidak ada, tidak ada! Tidak ada gunanya kalian bisa mengalahkan bos kecil! Informasi yang kalian butuhkan hanya satu yaitu menyerah dan lari sejauh mungkin sebelum terlambat...!"


Cranell mencoba untuk tidak memberitahu mereka, Hana dan Minami sudah siap untuk mengancam dirinya dengan melancarkan satu serangan tetapi terlambat karena Minami merasakan sesuatu yang aneh.


"Hana!!!" Minami memeluk Hana lalu melompat ke belakang untuk menghindari ledakan yang begitu besar, ledakan tersebut mampu menghancurkan wilayah gurun dan melempar jauh Minami yang saat ini sedang melindungi Hana.


Hana sendiri tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, ledakan tadi muncul begitu saja dengan skala yang begitu besar sampai mengejutkan seluruh murid yang sedang mengumpulkan poin.


"Mi-Minami!" Hana melihat Minami yang terluka cukup parah karena menerima ledakan tadi dari jarak yang cukup dekat.


Dengan cepat Hana mencoba untuk membantu Minami berbaring di atas tanah yang mulai melepaskan beberapa partikel emas, semua partikel itu membentuk tumbuhan kecil dan Hana segera menyiram seluruh tanaman itu menggunakan sihir air.


"Seharusnya kau tidak perlu melakukan hal seperti itu." Hana menyentuh leher Minami dan bersyukur karena merasakan detak nadinya.


Situasi yang ia hadapi cukup ekstrim karena ia bisa melihat asap yang begitu besar tepat di belakangnya, entah apa yang terjadi tetapi Cranell sudah pasti mati karena ia tadi sempat melihat ledakan di dalam tubuhnya ketika Minami mencoba untuk membantu.


"Sepertinya kalian benar-benar gambaran yang aku harapkan ketika mengetahui anak para Legenda yang mengikuti perang sejak itu datang."


Hana melebarkan matanya ketika mendengar suara yang sangat dalam, ia melihat sekitar dan dikejutkan dengan bola mata yang memiliki sayap di langit-langit.


Hana mencoba untuk menyerang tetapi sihir yang ia lepaskan menghilang begitu saja, sama halnya dengan kemampuan yang dimiliki Cranell, menghapus apapun atau memindahkannya ke tempat yang lain.


"Percuma saja kau menyerang... Aku memiliki penghapusan yang lebih kuat dibandingkan siapapun."


"Selamat karena sudah mengalahkan bawahanku yang bernama Cranell. Kau memiliki rasa hormat tetapi tidak rasa belas kasihan..."


"Aku akan datang... Aku sudah dekat... Aku akan mengambil apa yang sudah orang tua kalian ambil dariku, semua ini tidak seharusnya terjadi..."


"...ingatlah, perang belum berakhir. Aku sebagai anaknya akan memulai kembali, dengan syarat kalian akan mati... Semua yang kalian miliki akan hilang."


"Aku akan mengambil apa yang sudah kalian---" Mata itu langsung dilahap oleh Leviathan yang muncul dari arah barat, mendengar perkataannya yang terdengar menyebalkan membuat Hana kesal sampai ia ingin memberitahu Rokuro dan melaporkannya kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Perang... Perang apalagi...?"


__ADS_2