
Roket itu melaju begitu cepat sampai sudah melewati alam semesta Yuusuatouri, John dengan semangat terakhirnya mencoba untuk membawa roket itu menuju pohon emas agar bisa merebut kristal tersebut.
"Baiklah, ayo...!" Shinobu yang sudah mengenakan zirah teknologi di bagian kedua lengannya mulai memunculkan laser yang dapat membelah bagian luar roket itu agar mereka bisa masuk.
"Tahan kekuatan kalian agar tidak menghancurkan roket ini... kita perlu mengurusi kristal itu terlebih dahulu sebelum John memberikan kita hiburan lainnya." Shinobu mengubah kedua lengannya menjadi senapan laser besar yang dapat ia kendali ketika mengenai tembok.
Mereka semua menyusup ke dalam roket itu sampai memicu alarm merah yang memperingati seluruh Manusia yang ikut dengan John untuk merebut kristal kekacauan.
"Lapor! Komandan, mereka telah mengikuti kita dengan menyusup ke dalam roket ini...!"
"Bunuh saja mereka, tidak perlu melapor setiap---" John melebarkan matanya ketika ia bisa mendengar teriakan pasukannya termasuk dengan daging yang digorok oleh serangan tajam.
"Sesuai dengan apa yang aku katakan sejak itu, John..." Shinobu berbicara menggunakan alat komunikasi yang digunakan oleh Manusia tadi.
"I will find you..."
"...and I will kill you." Shinobu menghancurkan alat tersebut lalu ia bersama teman-temannya bergegas menuju ruang utama dari roket tersebut sehingga menyebabkan John mulai panik.
Tubuhnya dipenuhi keringat dingin yang mengalir deras sampai ia terus menancap gas untuk mempercepat roket terbesar, pandangannya seketika melihat roket lainnya di sebelah kanan dan kiri.
"Apa...?"
John yang masih mengenai zirah itu mulai memperbesar pandangannya agar bisa melihat seseorang yang mengendarai roket tersebut, ternyata isinya adalah Fallen Angel dan Dark Elf yang mencoba untuk merebut kristal itu juga.
"Maaf, John. Kami juga sebenarnya membutuhkan kristal itu untuk mengubah konsep." Ucap seorang Fallen Angel.
"Maaf sekali, Fallen Angel... tetapi tujuan kami jauh lebih penting dibandingkan dirimu! Aku ingin mengubah konsep Elf agar seluruhnya bisa menjadi Dark Elf...!!!"
"Jangan menghalangi diriku...!!!" John mulai menekan lebih banyak tombol untuk membantu kecepatan roket terbesar sampai Shinobu bersama yang lainnya dapat merasakan tekanan kuat.
Semua Manusia yang coba mereka lawan terpental menuju ujung ruangan roket karena tidak bisa menahan tekanan tersebut, Shinobu mendapatkan peringatan dari Cyber bahwa mereka sudah meninggal Touriverse dengan roket itu.
Roket yang mereka kenakan memiliki kecepatan cahaya sampai bisa melakukan lompatan cahaya untuk mempercepat perjalanan mereka menuju pohon emas yang saat ini sudah bisa dilihat oleh John.
Shinobu melepaskan pembakaran besar melalui kedua tapak dan kakinya sehingga mempercepat penerbangan menuju ruang pengendali sampai ia memegang erat kepala John.
"Shinobu---" Shinobu menghantam wajah John dengan kaca di hadapannya lalu ia mencoba untuk melancarkan satu pukulan ke arah dirinya tetapi John mulai menahannya karena ia mendeteksi pergerakannya.
John melancarkan satu pukulan yang mengenai wajah Shinobu, ia tersenyum serius karena pukulan itu berhasil mengenai dirinya tapi tidak memberikan efek apapun melainkan kepada zirahnya sendiri.
Zirah bagian tinju kanannya pecah sampai ia terkejut ketika melihatnya, Shinobu mengulurkan lengan kanannya ke depan lalu ia mencekik leher John dan menatap wajahnya dengan tatapan mengancam.
"A-Aggghhhh...!!!"
"Kau pikir umat Manusia biasa mengalahkan bangsa Legenda!? Teruslah bermimpi, John!" Shinobu melempar John ke depan sampai ia langsung menabrak pohon emas itu yang menekan tubuhnya dengan gravitasi besar.
"Aku... Aku tidak bisa bergerak...!!! Aggghhhh...!!! John mencoba sekuat mungkin dengan memperkuat zirah itu sampai menerima banyak lapisan logam, ia melepaskan pembakaran besar melalui kedua kaki dan tangannya untuk terbang menjauh dari pohon emas itu.
Koizumi yang mencoba untuk mendekati Shinobu seketika dikejutkan dengan serangan yang datang dari luar yaitu seorang Dark Elf menyusup hanya untuk melawan mereka semua agar tidak sampai menuju puncak pohon emas.
"Sialan!" Koizumi mengangkat tubuh Dark Elf itu lalu membantingnya dengan tembok sampai tubuhnya langsung pecah karena menerima tekanan besar.
Bukan hanya Koizumi saja yang menerima serangan Dark Elf, penyusup lainnya mulai berdatangan hanya untuk menahan mereka semua sampai menuju puncak emas itu.
Shinobu berpikir sebentar lalu ia menatap dua roket yang berada di sebelah kanan dan kirinya, ia mulai meminta Cyber untuk menyusup masuk ke dalam sistem roket mereka untuk meningkatkan kecepatan.
__ADS_1
"Apakah Anda yakin, putri kecil?" Tanya Cyber.
"Ya... kita harus menabrak satu sama lain untuk memberikan sedikit kerusakan terhadap kristal itu yang sudah menyelimuti pohon emas itu dengan tentakel berbentuk kristal."
"Semuanya...! Tingkatkan Lenergy kalian karena kita akan merebut kristal tersebut lalu menghancurkannya untuk mengembalikan konsep sihir!!!" Shinobu menyalurkan Lenergy ke dalam roket tersebut.
Dark Angel dan Fallen itu melakukan hal yang sama sehingga roket mereka langsung menerima penyusupan dari Cyber yang mengendalikan arah penerbangan mereka sehingga ketiga roket itu terbang menuju arah satu sama lain sampai membentuk segitiga.
"Sekarang...!!!" Seru Shinobu keras yang langsung menyelimuti tubuhnya dengan tingkat Lenergy paling tinggi untuk selamat menerima tabrakan ketiga roket itu.
John melihat ketiga roket itu mulai saling bertabrakan sampai menyebabkan ledakan yang begitu besar sampai menghancurkan seluruh tentakel kristal sehingga menyebabkan kristal kekacauan itu mulai mengecil.
John masih bertahan hidup ketika menerima ledakan itu karena ia menghabiskan seluruh Mananya, dan tubuhnya juga menerima banyak sekali suntikan dari Mana agar bisa memperkuat fisik lebih jauh lagi.
Ledakan besar itu mementalkan mereka semua ke arah yang berbeda sampai Shinobu bisa melihat kristal kekacauan itu sudah mengecil sampai satu serangan lagi sudah cukup untuk menghancurkannya.
"Haaarrggghhh!!!" Shinobu melepaskan pembakaran besar melalui kedua kakinya tetapi dua Fallen Angel langsung memegang erat kedua kakinya sampai ia mulai tertahan.
"Si-Sial...!"
"Semuanya cepat incar kristal itu...!" Lapor Shinobu kepada seluruh temannya yang mencoba untuk mencari serpihan lain agar ia bisa melompat menuju kristal tersebut tetapi mereka selalu saja di tahan oleh Fallen Angel dan Dark Elf.
Mereka juga sudah mengenakan zirah teknologi agar bisa melepaskan pembakaran melalui kedua kaki dan tangannya untuk mendekati kristal itu.
Koizumi memegang kedua Dark Elf yang menahannya lalu ia melemparnya ke arah Fallen Angel dan Dark Elf yang berada di dekat dengan kristal itu.
Mereka mulai saling bertabrakan, ia bisa melihat Hinoka yang mendarat di pohon emas itu lalu ia melangkah cepat selagi menahan semua tekanan gravitasi itu yang terus memperbesar ketika ia mencoba untuk sampai menuju puncak.
"Dukung Hinoka...!" Shinobu menginjak perut Dark Elf di hadapannya lalu ia melompat sekuat tenaga sampai mendarat di belakang Hinoka lalu mengikutinya dari belakang.
Koizumi dan Shinobu mulai melawan beberapa Dark Elf yang menghalangi jalan mereka semua, perlawanan yang mereka lakukan mulai memberikan Hinoka bersama kedua temannya untuk melangkah lebih jauh lagi menuju puncak pohon.
"Shinobu, kita akan serahkan kristal itu kepada mereka?" Tanya Koizumi.
"Ya! Kita hanya perlu menahan mereka yang mencoba untuk mengganggu...!" Shinobu memegang erat tubuh seorang Fallen Angel lalu Koizumi menendangnya sekuat tenaga sampai malaikat itu terpental menuju arah rekannya sendiri yang menghalangi Hinoka.
"Konomi...! Aku akan menahan mereka sekarang...!" Seru Hinoka yang mulai melancarkan satu tendangan menuju arah Fallen Angel di hadapannya sampai Konomi dan Ako terus maju ke depan.
Mereka terus tertahan oleh Dark Elf itu tetapi Koizumi dan Shinobu langsung melempar rekan mereka menuju Dark Elf itu sampai melepaskan tubuh Konomi dan Ako yang mulai melangkah lebih cepat menuju puncak.
"Ako! Lempar aku menuju kristal itu!!!" Seru Konomi.
"Baiklah...!!!" Ako menyatukan kedua tangannya untuk memberikan Konomi sebuah pijakan agar bisa terlempar menuju kristal itu.
Konomi mengambil ramuan dari dalam sakunya menggunakan tangan kirinya lalu ia menginjak tangan Ako yang mulai ia salurkan dengan penuh Lenergy, "Haahhhhhh...!!!"
Ako melempar Konomi sekuat tenaga menuju kristal itu sampai ia dapat melihat dirinya mendekat, ia langsung mengerahkan seluruh Lenergy ke dalam ramuan itu yang dia lempar langsung menuju kristal itu sampai pecah.
Kristal itu mulai meleleh sedikit demi sedikit bahkan pukulan yang Konomi lakukan saja masih belum cukup, Hinoka dan Ako mulai tertekan oleh beberapa Dark Elf yang menarik mereka mundur agar bisa menjauhi kristal itu.
"Kakak...!" Panggil Shinobu.
Koizumi menatap Shinobu dengan tatapan bingung, "Hanya Kakak yang memiliki serangan fisik mematikan...! Apakah Kakak mengingat dengan perkataan Yuffie bahwa pukulan penuhmu bisa menghancurkan seluruh alam semesta!?"
Koizumi mengangguk lalu ia melihat Shinobu melepaskan kedua tinju zirah itu sampai mengejar John lalu menarik dirinya menuju arah Koizumi sampai ia mengerti dengan apa yang dia coba maksud.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu...!!!" Koizumi tersenyum serius lalu ia melompat menuju arah John dan menginjak perutnya sampai ia memuntahkan banyak darah.
"Jyaaaahhhh...!!!" Koizumi menginjak perut John lebih dalam sampai ia melompat menuju arah kristal tersebut lalu mengeluarkan kedua lengannya hanya untuk menarik Ako dan Hinoka yang ia lempar menuju kristal tersebut.
"HAAAHHHHH!!!" Ako dan Hinoka melancarkan satu pukulan yang meretakkan kristal tersebut lalu mereka menunjukkan kedua tapak kaki mereka kepada Koizumi.
Koizumi menginjak kembali kedua tapak mereka lalu ia melompat ke belakang, ketiga temannya melakukan hal yang sama yaitu menginjak kristal tersebut lalu melompat menuju arah Koizumi.
"ROOOAAARRRRR!!!" Shinobu melepaskan raungan yang mengandung Lenergy di dalamnya sampai mementalkan mereka semua menuju kristal itu.
Konomi melempar lebih banyak ramuan beracun sampai melelehkan kristal tersebut.
"Hah...!!!" Konomi menghantam kristal tersebut.
"Hyah...!!!" Hinoka menghantam kristal tersebut.
"Jyah...!!!" Ako menghantam kristal tersebut lalu mereka bertiga melihat Koizumi mengepalkan tinju kanannya sehingga ekspresinya terlihat begitu bersemangat untuk menghancurkan kristal tersebut.
"Kembali lah...!!!"
"Konsep sihir!!! HAHHH!!!" Koizumi menghantam kristal itu sampai pecah sehingga memicu ledakan yang begitu besar sampai mementalkan mereka semua ke belakang.
Tubuh mereka merasakan perasaan yang sama ketika konsep sihir dihapus yaitu merinding, Shinobu berubah kembali menjadi wujud Legendanya lalu ia melepaskan pembakaran melalui kedua tangan dan kakinya untuk merebut Eldritch yang berada di dalam serpihan kristal.
Kehancuran kristal itu sudah menghentikan kemusnahan konsep itu sampai mereka semua bisa terbang kembali sampai menggunakan sihir, Shinobu tanpa ampun melesat maju menuju arah John lalu membawa dirinya kembali menuju Yuutouri.
"Mari kita akhiri urusan kita, John!" Kata Shinobu dengan tatapan mengancam sehingga ia mulai melempar John kembali menuju planet Mars sampai menghancurkan planet itu menjadi berkeping-keping.
John mulai merasa kesakitan di bagian punggungnya tetapi tubuhnya memancarkan cahaya emas karena Shinobu yang menyembuhkan seluruh lukanya sampai ia bisa melihat kelima Legenda itu mendarat di depannya.
"Golden Sunshine." Shinobu mengangkat lengan kanannya ke atas sampai memperbaiki kehancuran Mars sehingga membentuknya kembali menjadi sempurna.
Hinoka mengumpulkan seluruh umat Manusia tersisa di hadapannya sampai mereka semua tidak bisa melakukan apapun karena tubuh mereka tertekan dengan kekuatan yang dilepaskan.
"Sekarang kalian mengerti bukan...? Sekali saja membuat diriku marah maka kau harus menerima akibatnya..."
"...terutama lagi sampai mengkhianati diriku dan menyia-nyiakan bantuan dariku, lebih baik kalian umat Manusia musnah saja untuk mencegah kebencian." Kata Shinobu.
"Tunggu sebentar...!!!" John mencoba untuk membujuk mereka tetapi Shinobu langsung menghilangkan kemampuan John untuk berbicara menggunakan The Mind.
"Dengar ya..."
"...jangan macam-macam dengan kami." Ancam Shinobu dengan tatapan tajam sampai teman-temannya mulai mengeluarkan banyak sekali sihir.
"Siksa mereka..."
"...ini semua demi bangsa Legenda... bukan hanya bangsa Legenda saja tetapi seluruh penghuni yang tak bersalah mati karena nuklir itu."
"Aku akan menggunakan Golden Sunshine untuk terus menyembuhkan mereka semua..."
"Kami mengerti." Koizumi tersenyum serius.
"Kalau begitu, aku bisa mencoba semua sihirku yang sudah lama tidak digunakan karena masalah konsep hilang itu." Kata Ako.
John bersama seluruh Manusia mulai menangis ketakutan sampai sebagian dari mereka mengompol di celana ketika melihat aura yang muncul di tubuh mereka masing-masing.
__ADS_1
""AAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!""