
Kecepatan Shuan meningkat seketika, ia maju ke depan dan menghilang seketika lalu muncul tepat di hadapan Rokuro dengan melancarkan satu pukulan yang mengenai wajahnya.
Kerangka Rokuro langsung hancur lagi ketika menerima serangan yang mengandung tekanan Neutron di dalamnya, untungnya Rokuro masih bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
Mammon dan Forest of Darkness yang ia muncul mengumpulkan banyak kekuatan dan Lenergy untuk memulihkan kerusakannya dengan cepat agar bisa bertahan lama melawan Shuan.
"Brengsek...!!! Itu sakit...!" Rokuro mulai mengamuk ketika ia terus menerima serangan kerusakan yang begitu besar.
"Jangan melihat arah lain, Rokuro!!!"
"Jangan sombong dulu, Shuan!!!"
Serangan yang Shuan lepaskan berhasil Rokuro tahan dengan memegang erat lengan kanannya menggunakan kedua tapak tangannya itu.
Rokuro langsung memutarkan tubuh Shuan dan melemparnya ke arah lain lalu ia mulai melepaskan seluruh kekuatan yang kumpulkan melalui tato Greednya itu.
"Sediakan kemenangan untukku lagi, Shuan...!!!" Rokuro menunjuk ke depan lalu melepaskan gelombang kegelapan merah yang tebal ke arah Shuan.
Serangan sihir gelombang itu menghilang seketika Shuan menciptakan pelindung atau Barrier yang berbentuk Neutron.
Rokuro mulai merasa kesal ketika melihatnya karena kekuatan dari Golden Neutron bukanlah hal yang harus dipermainkan karena dapat menyebabkan maut dalam waktu yang dekat.
Rokuro tiba-tiba menyadari sebuah kendala dari Shuan yang terlihat kelelahan bahkan ia sampai menghembus nafasnya yang terasa berat.
"Aku mengharapkan dirimu untuk bertahan lama, Shuan... tetapi Golden Neutron yang kau gunakan sepertinya menyebabkan konsentrasimu buyar ya? Bahkan tubuhmu juga mengalami banyakan tekanan."
Rokuro mengatakannya selagi mengusap kepalanya yang masih bisa merasakan kesakitan ketika menerima dua serangan dari pukulan Neutron itu.
"Jujur... menerima kedua pukulan Neutron tadi menyebabkan diriku sakit kepala." Rokuro tidak mengharapkan sikap negatif apapun dari Shuan yang terlihat sangat serius sekarang.
Ia seharusnya ingat bahwa keturunan Shiratori sangat lah keras kepala jika ingin menghentikan pertarungan, mereka akan terus bangkit lagi dan terus maju tanpa mengenal rasa untuk menyerah.
Mereka akan terus maju sampai tujuan dan misi mereka selesai, Shuan memiliki tujuan untuk mengalahkan Rokuro demi memutuskan tali kekalahannya secara berturut-turut ketika melawannya.
"Belum... masih belum!!!" Seru Shuan keras, mengejutkan para penonton termasuk Morgan dan Jorgez.
"Itu dia...!!! Tekad keturunan Shiratori yang akan terus bangkit dan maju sampai meraih kemenangan, menyelesaikan tujuan sebelum terjatuh!!!"
"Pertarungan ini masih belum berakhir, aku, Shiratori Shuan masih belum merasa puas dalam menghajar dirimu itu! Pukulan sama setaranya dengan kekalahan yang aku rasakan melawanmu...!" Shuan merapatkan taring-taringnya.
Rokuro melihat tatapan baru dari Shuan sekarang sehingga ia dikejutkan dengan Shuan yang menghilang seketika lalu muncul di sebelahnya.
__ADS_1
Wajah Rokuro menerima satu serangan sikut dari Shuan, Rokuro mencoba untuk menyerang balik tetapi perutnya terkena tendang lalu dadanya juga menerima serangan sihir yang mampu mendorongnya ke belakang.
Shuan muncul tepat di belakang Rokuro tanpa memberi dirinya sebuah tanda, Shuan menghantam punggung Rokuro begitu keras sampai menghancurkan tulang-tulangnya.
Lagi-lagi Rokuro terpaksa menggunakan semua kekuatan dan Lenergy yang ia serap untuk dijadikan sebagai pemulihan kerusakan yang ia dapatkan.
"Baiklah... rasa puasku terasa terpenuhi ketika berhasil menyerangnya dengan semua kekuatan yang aku miliki." Shuan tersenyum puas.
Shuan melebarkan matanya ketika melihat Rokuro muncul tepat di hadapannya selagi melancarkan satu sabit yang menebas mata kiri Shuan.
Rokuro melanjutkan serangannya dengan menendang-nendang perut Shuan beberapa kali lalu menusuk perutnya sangat dalam dan melemparnya keluar arena.
Namun, Shuan melepaskan Shining Justice ke bawah daratan demi menyelamatkan dirinya dari batasan arena itu, ia mendarat di atas arena dengan tatapan kesal.
Golden Earth mulai menyelimuti tubuhnya dengan tumbuhan emas yang dapat memulihkan seluruh kerusakan yang ia terima.
Setiap serangan Shuan mengandung banyak dosa amarah, amarah yang sangat murni bahkan Rokuro bisa saja menang jika ia dapat menggunakan dosa Wrath seperti Ayahnya.
Rokuro mendarat di atas daratan, "Serangan yang---"
"Jangan mengeluarkan perkataan omong kosong lagi, Rokuro, kau masih menahan diri! Dimana kekuatan penuhmu yang selama ini aku tunggu-tunggu!?" Shuan mulai mengamuk.
Dua Legenda dengan kekuatan selevel alam semesta bertarung di turnamen dengan pelindung berlapis-lapis di sekitarnya, bisa saja menyebabkan kehancuran dahsyat yang mampu melukai para penonton.
"Aku tidak ingin menanggung risiko, kekuatan penuh kita jika saling di adukan---"
"Aku tidak peduli karena aku duluan akan menghancurkan dirimu dengan melepaskan seluruh kekuatan penuh dari Golden Neutron...!!! Kekuatan penuh atau mati, Rokuro!!!" Seru Shuan keras yang sangat menantikan pertarungan terakhir sengit dengan saingannya.
Rokuro mulai berpikir bahwa Shuan telah kehilangan akal sehatnya, mungkin karena amarah Beast di dalam dirinya sehingga ia bisa melihat Shira dan Arata mulai mempertebal perlindungan itu.
"Jadi... di bolehkan ya...?" Rokuro mengepalkan kedua tinjunya, mengumpulkan semua kekuatan dan Lenergy yang diserap oleh Forest of Darkness dan Mammon.
Kekuatan murni dan Lenergy berjumlah besar mengalir di dalam tubuhnya, membuat Shuan tersenyum serius karena ia mau menunjukkan kekuatan penuhnya di ronde terakhir ini.
Shuan mulai menunjuk ke depan dengan kedua tapaknya yang memegang bola emas.
bola itu terkandung banyak sekali kekuatan dan tekanan karena Shuan mencoba untuk menciptakan Neutron untuk mengakhiri pertarungan finalnya melawan Rokuro.
"Kau menciptakan Lenergy yang begitu besar di dalam Golden Neutron itu..."
"...apakah kau ingin menanggung semua risiko bahkan sampai itu menyebabkan kehancuran dan ledakan di sekitar arena ini?" Tanya Rokuro yang saat ini diam-diam mengumpulkan kekuatannya melalui kedua tapaknya.
__ADS_1
"PERHATIKAN INI...!!!" Shuan melempar Golden Neutron itu ke arah Rokuro.
Rokuro melebarkan matanya ketika ia tertarik ke arah Neutron itu, ia melepaskan seluruh kekuatan yang sudah ia kumpulkan lalu menghantam Neutron itu dengan kekuatan penuh.
Terjadilah sebuah ledakan dahsyat yang mampu mendorong kedua Legenda itu ke belakang, Rokuro melihat tinju kanannya telah gosong, kulitnya dan dagingnya hilang seketika sehingga menunjukkan tulangnya saja.
"Grrrggghhh...!!!" Rokuro mencoba untuk memulihkan diri tetapi itu membutuhkan waktu yang lama sehingga ia mau tidak mau harus melanjutkan pertarungan ini tanpa menggunakan tinju kanannya itu.
"Sepertinya di antara kita berdua, tenaga kita cukup terbatas karena sudah melepaskan seluruh kekuatan dan Lenergy yang kita simpan..." Shuan mulai berbicara.
"Kalau begitu, mari kita akhiri ini." Mereka memasang tatapan tajam dan mengancam sekarang.
Kedua Legenda itu menatap satu sama lain lalu melepaskan seluruh kekuatan dan Lenergy mereka sampai menginjak tingkatan atas, setelah itu kedua Legenda tersebut bergerak menuju arah satu sama lain.
""HAAAAHHHHHHHHH!!!""
Rokuro berhasil mencetak serangan pertama dengan menghantam wajah Shuan, Shuan berhasil menyerang balik dengan menghantam kepalanya juga.
Serangan mereka mampu mengenai satu sama lain sampai menciptakan aura kegelapan merah dan cahaya emas yang tercampur menjadi satu, aura besar itu mulai menghancurkan arena menjadi kepingan kecil.
Menyebabkan pelindung di sekitar mereka bergetar dan memiliki daya ketahanan yang cukup untuk menahan semua dorongan dan tekanan yang mereka lepaskan.
Shuan dan Rokuro terbang ke belakang selagi menatap satu sama lain, tubuh mereka dipenuhi dengan luka dan darah yang mengalir deras.
"Aku tidak pernah merasakan hidup akan menyenangkan seperti ini...! Aku menerima kekuatan dan kerusakan apapun asalkan aku dapat membalasnya berkali-kali lipat kepadamu, Rokuro!" Seru Shuan keras.
"Kau telah melampaui semua harapanku, Shuan. Akhirnya hari ini tiba dimana kau berada di tingkatan yang sama denganku, kau memiliki kekuatan murni dan sihir cahaya yang cukup kuat..."
"...setiap teknik, sihir, dan kemampuanmu juga dipenuhi dengan kekuatan dan daya kekuatan besar yang bisa saja membunuhku." Rokuro tersenyum serius.
"RASAKAN AMARAH KEMENANGANKU, SHIMATSU ROKURO!!!" Shuan mengerahkan seluruh kekuatannya sampai titik akhir, ia berencana untuk mengakhirinya dengan satu serangan sihir.
"KAU TIDAK AKAN BISA MENANG, KEMENANGAN SELALU BERADA DI DALAM DIRIKU, SHIRATORI SHUAN!!!" Rokuro melakukan hal yang sama dan ia melepaskan seluruh kekuatan dan Lenergy yang ia serap melalui tatonya itu.
Kekuatan mereka mulai terlepas kemana-mana bahkan sampai menghancurkan arena dan area yang berada di dalam pelindung itu, semua penonton mendadak tidak bisa melihat pertarungan itu.
"SEBAGAI BANGSA LEGENDA...!!!" Seru Shuan.
"...KITA AKAN MENGERAHKAN SELURUH KEKUATAN TERAKHIR INI DEMI MERAIH KEMENANGAN!!!" Seru Rokuro.
""LEGENDS NEVER DIES!!!""
__ADS_1