
"Sepertinya Shiratori Shira dan Zoiru memang seimbang..." Kata Shizen selagi memperhatikan pertarungan yang terjadi begitu cepat.
"Tidak juga... Shira sudah jelas lebih cepat." Kata Kuro.
"Jadi dia bisa menang?" Tanya Haruki.
"Yah... aku sendiri tidak tahu tetapi jika Shira menerima serangan fatal saja dari Zoiru maka semuanya akan berakhir." Peringat Kuro karena apa yang ia takutkan dari Zoiru adalah kekuatan murni dan sihirnya.
Zoiru terjatuh di atas tanah, menerima beberapa luka yang menembus tubuhnya karena serangan Shira bagaikan cahaya mematikan dengan efek penetrasi tinggi.
Zoiru mengangkat kedua lengannya untuk menciptakan sihir piring berputar yang mengandung taring Bamushigaru, punggungnya mulai melepaskan beberapa taring Bam Bam ke arah Shira.
Shira dengan cepat berubah menjadi cahaya sampai mengejutkan Zoiru yang tidak bisa lagi merasakan apapun dari Shira, rasanya seperti ia telah hilang dari dunia.
"Dia menghilang...!" Kata Yuuna dan ia dikejutkan dengan pembentukan cahaya di belakang Zoiru sehingga Shira muncul lalu menghantam tengkuknya itu.
"Ternyata kau di sana..." Zoiru memegang erat lengannya lalu ia melempar Shira ke atas langit dan melepaskan beberapa laser melalui jarinya itu.
Shira kembali berubah menjadi cahaya dan menghilang keberadaannya secara keseluruhan sehingga tidak ada satu pun orang yang dapat merasakan dirinya.
Zoiru bisa melihat sinar cahaya yang terpancar di sekeliling dirinya, prediksinya mengatakan bahwa semua sinar itu adalah jejak yang Shira lepaskan atau kemungkinan besar perangkap berbahaya.
"Kau sangat misterius, Shiratori Shira. Cukup menakjubkan untuk seorang Mortal pejuang dapat mengalahkan cucu sang pencipta dan membuatku puas seperti ini." Zoiru tersenyum penuh dengan kepuasan.
"Tentu saja! Dia bergerak dengan sangat cepat untuk menghindari semua serangan Zoiru... kecepatan dengan campuran dari pengubahan cahaya." Kata Minami yang sudah mengerti apa yang Shira lakukan.
"Aku tidak tahu kalau kau dapat bertahan lama menjadi cahaya... apakah Ayah merahasiakan kita bahwa dia selama ini memiliki Golden Spirit?" Tanya Shuan.
"Tidak, Shuan... aku merasakan Ayah melakukan semua ini murni dengan sihir cahayanya yang selalu ia latih dengan penuh usaha dan kerja keras." Minami tersenyum, Shira dapat menciptakan sihirnya sendiri berdasarkan cahaya.
Hal itu sudah terdengar sangat menakjubkan karena Minami sendiri masih dalam proses latihan untuk menciptakan sihir sendiri atau baru melalui sinar cahaya dan alam emasnya itu.
"Itu artinya dengan sihir ciptaan Shira melalui cahaya, ia pasti dapat menghentikan kemampuan memakannya itu bukan?!" Ophilia terlihat lega ketika Shira masih melakukan performa dengan baik.
"Percuma sama jika salah satu kemampuan Shira di makan karena aku sendiri yakin... sesuatu yang di makan dari Shira adalah---" Kuro mulai berbicara dan terpotong oleh Kou seketika.
"Last Stand." Kata Kou sehingga mereka semua mulai menatap dirinya yang baru saja menyelesaikan sebagian dari halaman itu dengan menggabungkannya kembali.
"Last Stand...? Apa itu...?" Tanya Haruki.
"Last Stand adalah kemampuan khusus Shiratori yang membuat mereka keras kepala terhadap pertarungan, mereka tidak akan pernah berhenti atau menyerah..."
"...apa yang harus mereka lakukan hanya terus berjuang sekuat mungkin sampai memenangkan pertarungan, walaupun mereka sekarat atau menghadapi kematian..."
"...mereka sangat kental terhadap menganut arti dari legenda tidak akan pernah mati, Last Stand membantu mereka untuk tetap bangkit sampai mengalahkan musuhnya itu."
"Mereka akan terus maju dan mengalahkan musuh itu, setelah menyelesaikan maka mereka semua akan gugur menjadi Legenda kebanggaan yang masih berdiri di saat-saat kematiannya."
__ADS_1
"Itulah arti dari Last Stand... aku membaca pikiran Zoiru tadi dan ia sudah memakan kemampuan tersebut agar Shira bisa mati tanpa bangkit lagi dan lagi ketika ia menerima beberapa serangan fatal..."
Mereka semua terlihat kaget seketika, merasa takut dan khawatir bahwa Shira bisa saja dalam waktu yang dekat akan menerima serangan fatal yang langsung membunuh dirinya karena perbedaan kekuatan murni yang besar.
"Tenang saja." Minami mulai berbicara, mencoba untuk membangkitkan kembali semangat mereka.
"Ayahku tidak terlalu mengandalkan Last Stand, dia adalah Legenda dengan penuh semangat dan kebanggaan tinggi untuk terus bertahan tanpa berhenti atau mengucapkan kata menyerah..."
Perkataan Minami bisa terdengar jelas oleh Shira sampai ia mulai bertarung sekuat mungkin, Kou dan yang lainnya mempercayai Shira bahwa ia adalah satu-satunya harapan untuk Touriverse dan seluruh alam semesta lainnya.
Shira melancarkan serangan yang tak terbatas ke arah tubuh Zoiru sampai ia terus tertekan ke belakang karena jumlah serangan cepatnya itu yang tidak dapat ia susul.
Shira menendang perut Zoiru lalu ia menunduk untuk menghindari pukulannya itu, tidak lama kemudian ia melakukan beberapa backflip ke belakang untuk menjaga jarak dengannya.
Shira muncul di hadapan Zoiru dan mengejutkan dirinya dengan menendang pinggangnya itu sampai ia mengeluarkan banyak darah melalui mulutnya.
"Guhhh..." Zoiru melihat kulit tulangnya mulai retak, setiap serangan Shira melepaskan cahaya yang mengandung kekuatan besar di dalamnya sampai menembus apapun.
Shira maju ke depan dan melakukan putaran lain dimana serangannya sekarang mengenai dadanya Zoiru sampai ia terdorong ke belakang dan melihat Shira melakukan pantulan cahaya yang menabrak dirinya ke belakang.
"HRAAAHHHH!!!" Shira menendang wajah Zoiru sampai ia terhempas ke belakang dan terjatuh di atas tanah dengan tatapan serius karena Shira terus melukai dirinya dengan serangan cahaya itu.
Jika ia memuntahkan kemampuan Last Stand milik Shira dan memakan kemampuan sihirnya maka keadaan semakin buruk karena kecepatannya murni dari dirinya sendiri bukan sihir cahayanya.
"Seperti biasa, siapa yang tahu latihan seperti apa yang Shira selalu lakukan... aku kira dia selalu berdatang bersama Megumi." Kata Haruki.
"Ahh... masuk akal, jadi dia juga memiliki tujuan lagi dalam membanting tulangnya untuk bekerja dan berlatih." Kata Kuro sambil memperhatikan pertarungan yang terus berlangsung.
"Dengan kekuatan seperti itu saja sudah cukup untuk menghentikan Zoiru... kita hanya perlu menunggu sampul itu keluar." Ucap Kou.
"Bayangkan saja Shira menggunakan Light of Hope, kemungkinan besar daya serangan yang ia lakukan bisa membunuh Zoiru dan mengubahnya menjadi cahaya untuk selamanya." Kata Shizen.
Shira menendang wajah Zoiru sampai ia terdorong ke belakang dan melihat Shira mencoba untuk mendekatinya tetapi ia mengalami sebuah jeda ketika melihat Zoiru memunculkan perisai hijau tebal di hadapannya.
"Kenapa? Kau tadi sepertinya bersemangat untuk menyelesaikan ini..." Zoiru tersenyum dan memperbesar perisai itu agar ia bisa memakan salah satu anggota tubuhnya.
"Kau yakin sudah menemukan cara menghadapi sumpah Oath? Strategi dan cara yang kau lakukan tidak akan mengubah fakta bahwa aku akan membangkitkan sahabatku." Zoiru menyilangkan kedua lengannya.
"Aku hanya ingin menikmati hidangan penutup ini sebelum aku menyiksa dirimu dan memakan sebagian dari anggota tubuhmu."
"Melemahkan kawanku dan memperkuat Bamushigaru hanyalah efek samping, bukan tujuan utama. Intinya kebangkitan Bamushigaru adalah prioritas agar kita dapat bersatu seperti peliharaan dan majikan."
"Karena begitu aku akan sangat senang memakan sebagian dari anggota tubuhmu, Shira... setelah kau merasakan kekalahanmu." Zoiru melepaskan dorongan dan tekanan besar ke arah Shira.
Semua tekanan dan dorongan itu tidak mempengaruhi Shira sama sekali melainkan merubah semuanya menjadi partikel emas yang memancarkan tubuhnya dengan cahaya menyilaukan.
"Kalah? Bagaimana...?" Tanya Shira.
__ADS_1
"Kau kira hanya ini kekuatanku? Dasar bodoh..." Zoiru tersenyum serius sehingga mengejutkan Kou bersama yang lainnya bahwa ia masih menyembunyikan sesuatu.
"Apa yang baru saja dia katakan?!" Tanya Yuuna.
"Ternyata seratus persen dan kekuatan penuh itu hanya sekedar omongan kosong tetapi aku sendiri tidak yakin bahwa Zoiru memang tidak memiliki kekuatan maksimal..." Kata Kuro selagi fokus menatap Zoiru yang meningkatkan seluruh kekuatannya.
"Haaaaahhhhhh!!!" Tubuh Zoiru bertambah besar dan auranya sekarang membentuk kembali Bamushigaru sampai membuatkan kedua mata Shira.
"Sekarang aku mendapatkan berkah dari kekuatan sahabatku Bamushigaru... dengan ini aku akan mempercepat keadaan agar dirinya bisa bangkit." Zoiru mampu membuat Shira lumpuh seketika.
Kekuatannya sekarang bercampur aduk dengan keberadaan Bamushigaru sampai membuat beberapa kekacauan untuk Indra perasa Shira dan yang lainnya.
"Kekuatan murni itu..."
"...besar sekali! Jauh lebih besar dibandingkan tadi, sangat mengerikan! Ucap Kou yang melepaskan Heaven's Blessing yang ia tumpuk untuk melindungi dirinya bersama yang lain.
Shira melebarkan kedua matanya ketika melihat Zoiru meluncurkan sebuah sihir berbentuk taring ke arahnya, dengan cepat Shira menghantam sihir itu ke atas langit.
Shira awalnya mengiri ia berhasil menghentikan sihir itu tetapi ia mendapatkan kekuatan dari Zoiru yang kemunculan dirinya tepat di belakang Shira sehingga ia langsung memeluknya dengan kasar dari belakang.
"Nrggghhh...! Lepaskan aku, brengsek!" Seru Shira yang mencoba melarikan diri dari pelukan Zoiru yang perlahan-lahan meretakkan tulang-tulangnya.
"Sekarang aku paham kenapa kau tidak memiliki cukup kekuatan untuk melukai diriku!" Zoiru mengerutkan pelukannya sehingga sebagian dari tulang Shira mulai hancur.
"Aaaagggghhh!!!" Shira melebarkan matanya ketika melihat perutnya mengeluarkan taring dari Bam Bam sehingga ia bisa merasakan usus di dalam tubuhnya tertusuk.
Zoiru melepaskan dirinya dan ia mendapatkan apa yang ia inginkan, luka fatal untuk Shira tetapi luka itu masih belum cukup karena Shira kembali bangkit dengan kekuatan besar yang ia lepaskan.
Zoiru menendang Shira tetapi ia langsung menangkap kakinya dan melempar dirinya ke arah lain, "Ternyata keturunan Shiratori memang keras kepala."
"Tetapi hidangan penutup ini sepertinya sangat lezat sampai aku terpaksa harus memakannya dengan pelan." Zoiru tersenyum lebar dan melihat Shira berjalan ke arahnya dengan tatapan serius.
"Aku sudah menyadari kekuatanmu meningkat ketika kau mendapatkan bantuan dari makhluk sihir yang bernama Bamushigaru itu." Kata Shira yang masih bisa melihat aura berbentuk Bamushigaru itu.
"Jika kau hanya mengulurkan waktu, itu artinya kau tidak mengira bahwa kau bisa mengalahkan diriku dengan kekuatan penuh dan Bamushigaru bukan?" Tanya Shira sampai membuat Zoiru terdiam.
"... ..."
"Dan jika aku bisa terus memukulmu dengan seluruh tenagaku, aku bisa memenangkan ini karena aku ingin kau memuntahkan sesuatu untukku."
"Maaf, Zoiru... tetapi aku bertarung bukan untuk memenuhi hasrat melainkan ingin menghentikan kekacauan seperti dirimu!"
"Aku berlatih hanya untuk bisa bertambah kuat agar aku dapat melakukan apapun ketika berhadapan dengan lawan yang kuat..." Aura Shira bertambah besar sampai membuat rambutnya terus bergerak.
"Jadi kau masih memiliki kekuatan yang lebih tinggi lagi ya...? Bagus, sekarang aku lebih tertarik denganmu."
Shira tersenyum, "Lihat saja..."
__ADS_1
"...Zoiru."