
"Saat ini saya masih tidak begitu mengerti dengan posisi seperti apa yang harus di gunakan dalam perang Ragnarok..." Artemus kembali menulis beberapa rencana dan strategi.
"Lakukan lah dengan pelan-pelan, kau perlu mengatur medan perang dengan baik dan benar seperti kau mencoba untuk menjalankan beberapa pion untuk menyerang raja."
Brimgard duduk di hadapan Artemus hanya untuk mengambil beberapa pion yang berbentuk ras dari Kountraverse, ia mulai menempati beberapa pion di baris paling depan salah satunya adalah bangsa Zerdians.
"Kami Zerdians akan maju duluan untuk menghancurkan pertahanan dari barisan depan, dan tentunya kita tidak akan maju sendirian karena Serpentine serta Gems akan membantu kita."
"Ketika barisan paling belakang yang ahli dalam bidang sihir menyerang maka semua ras Gems akan mementalkannya kembali menggunakan berlian..."
"...sebagian dari sihir itu juga akan menjadi kekuasaan bagi Gems sehingga mereka dapat menempelkannya pada tubuh mereka masing-masing untuk menggunakan sihir mereka."
"Serpentine dapat melepaskan banyak sekali pasukan ular kecil yang dapat melewati barisan paling depan hanya untuk melepaskan satu gigitan yang memberikan hukuman mati untuk barisan tengah dan belakang..."
"...mereka yang tidak mampu menahan hukuman tersebut akan langsung mati dengan mulut yang mengeluarkan banyak sekali busa." Brimgard mulai menempati pion lainnya di atas.
"Karmacoma akan mendominasi pertarungan dari atas langit, mereka akan berusaha untuk menjatuhkan pasukan atas langit dan juga daratan di bagian tengah."
"Yang masih membuat diriku khawatir adalah bukan mereka... aku memang sudah memiliki rencana dan strategi yang pas, hanya saja Touriverse memiliki banyak sekali makhluk sihir."
"Sebagian dari makhluk sihir itu memiliki ukuran tersendiri salah satunya adalah Bamushigaru yang dapat membesar sebesar alam semesta sampai meratakan kita semua seperti dulu."
Zeindall dan Brimgard menatap satu sama lain lalu mereka hanya bisa memberitahu Artemus bahwa mereka menerima sebuah berita baik, "Zoiru dan Bamushigaru tidak akan mengikuti perang..."
Ketika mendengar berita baik seperti itu, ekspresi wajah Artemus yang terlihat sangat mengkhawatirkan tentang hal itu menghilang seketika sampai ia langsung membalikkan meja di hadapannya.
"BAIKLAAAAHHHHH!!!" Teriak Artemus keras dengan penuh semangat karena ia sekarang bisa menjalankan berbagai macam rencana dan strategi.
"Leluhur, sudah saatnya kita hancurkan cangkang yang selalu menjebak kita semua untuk bisa meriah kemenangan...!!!" Seru Artemus yang terlihat begitu semangat.
Brimgard dapat melihat ketangguhan yang sebenarnya dari Artemus bahwa ia pasti akan memberikan sebuah rencana dan strategi yang cocok untuk digunakan sampai mereka dapat meraih kemenangan itu sendiri.
"Tetapi Touriverse juga sudah berkembang cukup jauh, tahapan pertama dimulai dengan melaksanakan latih tanding."
"Musuh yang Zeindall lawan memiliki kecepatan tak terukur sama sekali... ia sempat membuat dirinya kebingungan karena dengan kedua mataku ini, kecepatan murni dari Legenda tersebut dapat menembus alur waktu dalam nol detik."
"Jika aku tidak memiliki daya tahan dan kekuatan yang cukup menjatuhkan dirinya maka aku sudah pasti akan kalah menjadi samsak oleh Legenda yang bernama Shiratori Shira."
"Ditambah lagi kita memiliki seorang Legenda yang dapat mengendalikan blackhole, jika dia mampu mengacaukan formasi kita dengan kemampuan tersebut maka kau perlu mempersiapkan formasi cadangan."
"Dan yang terakhir adalah bangsa Legenda dengan kekuatan dosa, ia dapat memakan kemampuan seseorang menggunakan pedangnya dan juga menyerap sihir..."
"...ketiga Legenda itu dikatakan berhasil mengalahkan Bamushigaru tanpa kehilangan nyawa sekali, itu yang dikatakan oleh Korrina Comi."
Informasi penting seperti itu langsung Artemus catat, ia juga sudah mempersiapkan beberapa informasi cadangan, "Kalau begitu kita sudah menjelaskan semuanya kepada dirimu..."
"...sisanya kita perlu mengumpulkan seluruh penghuni Kountraverse di dalam Domain yang sama untuk memberitahu mereka bahwa Ragnarok telah tiba."
"Dan akan aku jamin bahwa ketangguhan kita sekarang akan menggendong kita semua menuju puncak kemenangan yang pantas untuk diterima karena sudah berjuang jutaan abad lamanya."
__ADS_1
***
Brimgard meniup sebuah trompet yang berbentuk tanduk, suara yang dihasilkan dari tanduk itu menyebabkan seluruh penghuni Kountraverse merasakan ketegangan bahwa itu adalah panggilan serius.
Mereka semua bergegas untuk pergi menuju Domain khusus persatuan dari seluruh penghuni Kountraverse dinamakan sebagai [Domain of Vorgorok].
Karena Brimgard sangat membenci mereka yang terlambat datang, tidak ada satu pun penghuni yang ketinggalan pertemuan itu karena semuanya sudah berkumpul di dalam Domain itu dalam waktu lima menit.
Maupun itu di dalam Dountry dan luarnya, semua penghuni telah berkumpul di dalam Domain itu sampai dapat melihat Brimgard dan Zeindall yang berada di atas langit bersama dengan ras lainnya yang ia percayai.
"Semua penghuni Kountraverse yang aku percayai dan banggakan sebagai petarung yang memiliki ketangguhan besar karena sudah mengikuti tradisi Gladiator tanpa henti!" Brimgard melebarkan keempat lengannya.
"Bergembiralah...! Sebuah kesempatan masih bisa terlihat, dan kesempatan itu diberikan kepada kita semua untuk memperbaiki semua kesalahan serta mengubahnya menjadi sebuah kesuksesan!"
Brimgard memperingati seluruh penghuninya bahwa Ragnarok telah kembali, reaksi yang di dapatkan awalnya ketakutan tetapi Brimgard melepaskan teriakan ketangguhan besar untuk kembali menyemangati mereka..
"Ini adalah kesempatan kita semua...!!! Kesempatan untuk bisa meraih kesuksesan, dan tentunya membalas kembali apa yang sudah berikan oleh Touriverse!"
"Sejak Ragnarok yang kedua telah dimulai... Kupikir kali ini kita semua akan menang, dan bisa menginjak layer tertinggi sehingga terlepas darinya!"
"Aku tidak begitu mengerti tujuan apa yang diberikan oleh Zephyra, tetapi sekarang aku mengerti..."
"...kita adalah penghuni yang menduduki berbagai macam layer, salah satunya adalah kita yang menginjak tingkatan yang tertinggi!"
"Zephyra memberikan kedua belah pihak sebuah kesempatan untuk memberikan penghakiman, mereka yang lemah akan musnah sampai tidak bisa melanjutkan kehidupan di layer tingkatan atas ini!"
"Dua kali kita kalah... terbantai habis sampai kita hampir saja turun dari tingkatan layer ini, tetapi untungnya bangsa Zerdians tetap mengangkat Kountraverse untuk menginjak layer ini!"
"Dengan keguguran Bamushigaru dan Zoiru dalam Touriverse, kita masih memiliki banyak kesempatan untuk meraih kemenangan di Ragnarok ketiga..."
"...memberikan hukuman mati kepada penghuni Touriverse yang tidak berdaya, mereka yang tangguh akan tetap bertahan sampai waktu habis dimana mereka akan mengetahui hasil dari perang ini!!!"
"Apakah kalian semua bersedia untuk mengikuti Ragnarok yang ketiga...!? Menggunakan semua pengalaman yang kalian terima dari tradisi Gladiator...!!!"
""YAAAAAA!!!"" Teriak seluruh penghuni Kountraverse yang terbakar dengan semangat ketika mengetahui Zoiru dan Bamushigaru tidak akan menjadi masalah terbesar bagi mereka.
Perkembangan Kountraverse bisa dibilang cukup besar sejak Brimgard menjadi Dewa karena ia mengatur semuanya dengan baik dan benar sampai tradisi Gladiator terus membantu ketangguhan mereka sekaligus dengan mental.
Tidak ada rasa sakit membekas dari masa lalu atau trauma karena semua itu hanyalah kelemahan terbesar yang perlu disingkirkan, mereka juga tidak saling bermusuhan karena semuanya disatukan oleh Brimgard yang memberikan kedamaian kepada seluruh ras.
"Kita tidak bisa kehilangan lebih banyak penghuni, dan membangunnya kembali.. Ikutlah dengan diriku untuk melangkah maju sampai bisa meraih kemenangan itu!!!"
"Persatuan Kountraverse akan bertahan untuk selamanya..."
"...termasuk dengan kemenangan kita di Ragnarok!" Seru Brimgard keras.
Semua penghuninya telah menerima banyak semangat sampai memiliki ketangguhan yang besar untuk diperlihatkan pada saat perang nanti, ia juga akan mengadakan tradisi Gladiator of Death sampai perang tiba.
Dengan melaksanakan tradisi itu maka semuanya sudah sepenuhnya siap untuk berperang, terjun ke dalam sebuah penghakiman dimana mereka yang akan memilih siapa yang mati dan gugur.
__ADS_1
Kedua pihak yang saling menghakimi satu sama lain dan memperdekatkan takdir kematian atau bisa disebut sebagai mempercepat waktu kematian mereka.
"Jika melihat Kountraverse sudah bersatu seperti ini..." Brimgard mulai berbicara kepada Zeindall sampai mereka menatap satu sama lain dengan ekspresi serius.
"Touriverse juga pasti akan memiliki perkataan yang begitu kuat dari Korrina Comi ya..."
"...tetapi melihat dirinya yang memohon kepada Zephyra dan melakukan permintaan memalukan itu, ia tidak menunjukkan ketangguhan apapun."
"Ketangguhan satu orang tidak akan membawa kemenangan, membutuhkan ketangguhan yang tidak terhitung untuk bisa meraih kemenangan."
"Dan aku percaya Touriverse pasti sedang mengalami semangat yang sama dengan Kountraverse..."
***
Perkataan yang Brimgard sebutkan sebelumnya tidak memperlihatkan persatuan apapun di Touriverse melainkan perpecahan karena mereka tidak ingin mengikuti perang.
Terutama lagi mereka terpaksa harus bersatu dan berdamai antar satu sama lain, banyak sekali riwayat benci yang mereka simpan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Perkumpulan itu berakhir dengan kacau sampai mereka mulai saling berdebat sampa turun tangan secara kasar, Korrina memasang tatapan mati ketika melihat penghuni Touriverse tidak akan pernah berubah.
Shinobu terlihat khawatir karena ia tidak bisa menghentikan mereka walaupun sudah menaikkan suara lembutnya itu, "Benar-benar kacau..."
"...apakah kita bisa memenangkan Ragnarok jika seluruh penghuni Touriverse pecah belah seperti ini sampai saling bermusuhan." Tanya Shira.
"Lebih baik aku mati dibandingkan bekerja sama dengan dirimu...!"
"Apa kau bilang?! Justru bangsamu yang sudah menyebabkan kekacauan di duniaku ini!"
"Lebih kita semua berperang melawan satu sama lain dibandingkan mereka yang berada di luar dunia Touriverse!"
"Kau sudah membunuh keluargaku, orang waras sudah pasti tidak akan pernah bekerja sama dengan musuhnya sendiri."
Telinga Shinobu yang begitu tajam menangkap banyak sekali keluhan dari mereka semua, sebagiannya juga sudah saling memukul satu sama lain sampai terdengar tangisan beberapa anak kecil dan bayi yang terlibat.
"Uggghhh...!!!" Shinobu menutup kedua telinganya karena semua suara yang ia dengar terasa seperti mimpi buruk yang membuat dirinya kesulitan untuk tidur.
Korrina sendiri tidak bisa melakukan apapun walaupun sudah berbicara seperti dulu sekali dimana seluruh penghuni Touriverse bersiap untuk melawan Zangetsu.
Karena identitas dirinya sudah terlihat sebagai Dewi Touriverse, mereka semua tidak mempercayai seseorang yang belum pernah membantu atau menyelamatkan mereka semua.
Suaranya yang Shinobu tangkap semakin keras sehingga memicu amarah yang membakar di dalam tubuh Shinobu sampai kedua pupilnya mulai memerah bersamaan dengan taringnya yang menajam.
"Grrrgggghhhh... memalukan...! Sangat memalukan...!!!" Shinobu merasa sangat kecewa melihat seluruh penghuni Touriverse saling membenci satu sama lain walaupun tahu Ragnarok akan datang.
"BERISIK!!!" Shinobu meraung keras seperti singa sampai menghentikan pergerakan mereka semua termasuk dengan menghilangkan suara yang keluar dari dalam mulut mereka.
Korrina melebarkan matanya ketika Shinobu berhasil menghentikan seluruh penghuni Touriverse hanya dengan meraung keras, ia dapat melihat mereka semua menjadi menurut seketika.
"DIAM!!! JANGAN MEMPERLIHATKAN HAL YANG MEMALUKAN LAGI DI HADAPANKU!!!" Seru Shinobu selagi memasang ekspresi kesal.
__ADS_1
...
...