Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 534 - Final yang Terjadi Esok


__ADS_3

Mitsuki merasa tertekan ketika melihat Minami akhirnya menunjukkan kekuatan yang sebenarnya, ia juga terlihat tidak akan menahan diri seperti sebelumnya.


"Selama ini kau hanya menahan diri ya... aku sudah mengetahuinya." Mitsuki tersenyum, mencoba untuk memberanikan diri agar bisa melanjutkan pertarungan demi memenangkan semi final ini.


Minami mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya yang mampu melepaskan cahaya di sekitar arena, Mitsuki mulai melepaskan kekuatan sihir yang dapat memanggil meteor berukuran besar ke arah Minami


Sihir itu memiliki daya ledakan yang besar hingga menyebabkan ledakan di sekitar area menjadi terbakar hebat sampai meninggalkan api yang terus membakar arena sekitar.


Mitsuki terkejut ketika melihat Minami masih bisa menyelamatkan dirinya sendiri tanpa terluka sama sekali, kecepatannya yang begitu cepat tidak dapat ia baca dengan mudah lagi sekarang.


"Ini benar-benar sulit... kekuatan dan kecepatannya bertambah semakin menyulitkan, belum lagi sihir dan kemampuannya cahayanya itu termasuk instingnya sebagai seluruh hewan." Ungkap Mitsuki.


Mitsuki memegang erat tombaknya lalu mereka berdua melesat ke atas langit untuk melancarkan satu serangan yang langsung beradu, aduan serangan itu mampu mendorong mereka ke belakang.


Mitsuki menunjuk Minami dan mempersiapkan seluruh tenaganya untuk melempar tombak itu agar bisa menghentikan Minami tetapi ia terlambat ketika Minami menghilang seketika.


"A-Aku kehilangan jejak...!" Mitsuki menatap ke atas dan menerima satu pukulan tepat di wajahnya sehingga mereka berdua langsung terjatuh di atas arena.


Arena tidak dapat menahan tekanan kedua Legenda yang baru saja terjatuh seperti meteor itu jadi arena terbelah menjadi dua dan api di sekitar arena tersebut langsung bertambah sangat besar.


Minami mencoba untuk melancarkan serangan cakar lain tetapi Mitsuki berhasil menahan serangan itu menggunakan tombaknya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesakitan.


Tidak ada cara lain selain bertahan tetapi setiap rencana dan strategi yang ia coba lakukan akan langsung di tebak atau di gagalkan oleh Minami yang terus bertambah kuat karena insting hewannya.


Tinju Minami yang tertahan dengan tombak Mitsuki mulai menembus pertahanan itu bahkan sampai mengejutkan dirinya ketika melihat serangan Minami dapat menembus seperti cahaya yang tidak dapat di sentuh.


Mitsuki langsung menendang perut Minami sampai ia terdorong ke belakang, Mitsuki segera bangkit sambil mengumpulkan beberapa nafas karena ia bisa merasakan tekanan ketika melawan Minami.


"Sepertinya aku membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa berada di level yang sama denganmu, Minami..."


"...pertahananku tadi yang seharusnya melukai dirimu itu tidak dapat di tembus dengan apapun melainkan melukai mereka yang mencoba untuk menghancurkan pertahanan tersebut."


Mitsuki bergerak laju menuju arah Minami lalu melancarkan beberapa serangan menggunakan tombaknya tetapi Minami berhasil menahan semua serangan itu menggunakan tinju emasnya.


Mitsuki melepaskan badai es melalui tombaknya sampai membutakan kedua mata Minami dalam sekejap, Mitsuki melanjutkan serangannya dengan menendang perut Minami sampai ia terhempas ke belakang.


Mitsuki mencoba untuk tidak memberi Minami kesempatan apapun tetapi ia terlambat karena Minami mulai menghindari semua serangannya lagi dan lagi.


Setiap sihir yang ia lepaskan juga, Minami mampu menangkisnya ke atas langit menggunakan Shining Justice yang ia lepaskan melalui mulutnya.


Mitsuki melempar sebuah tombak es melalui tombaknya itu dan Minami melakukan sebuah putaran lalu menghancurkan tombak itu menjadi kepingan kecil.

__ADS_1


Mereka mulai melancarkan serangan secara bersamaan sampai beradu, menyebabkan dorongan terlepas di sekitar arena itu bahkan ekspresi Mitsuki terlihat kelelahan dan tertekan karena Minami.


Tubuhnya menerima pukulan Minami secara tidak langsung dan ia langsung menginjak daratan untuk membekukan kedua kaki Minami tetapi ia berhasil menghindar ke belakang.


Mitsuki terus mengejar Minami agar ia bisa mengenai satu serangan fatal saja kepadanya tetapi Minami terus menghindar sehingga ia mengembungkan kedua pipinya lalu melepaskan Shining Justice ke depan.


Mitsuki menciptakan tembok es yang tebal di hadapannya sehingga ia dikejutkan dengan Minami yang melompat keluar dari dalam tembok tersebut lalu menghantam perutnya sampai ia terhempas ke belakang.


"Nrrgghh... pukulannya... bertambah kuat..." Ungkap Mitsuki yang baru saja menerima pukulan menyakitkan tadi, pukulan yang Minami lepaskan mampu mengeluarkan sebuah asap di bekas lukanya.


Mitsuki melebarkan matanya ketika Minami mulai bermunculan di sekitarnya selagi melakukan serangan yang mengalami jeda di pertengahan, membuat Mitsuki bingung dimana ia harus menyerang dan menahan.


Mitsuki mulai menggunakan tombak dan sihirnya sebagai pertahanan sekarang sehingga ia bisa merasakan semua serangan Minami mengenai pertahanannya.


Suaranya terdengar begitu cepat seperti Minami melakukan ratusan serangan dalam satu detik karena kecepatan cahayanya itu.


Mitsuki tidak bisa melanjutkan dirinya untuk menetapkan semua pertahanan itu sehingga ia menerima satu serangan Minami yang mampu mendorongnya mundur.


Minami muncul tepat di hadapan Mitsuki dan Mitsuki langsung mengeluarkan sihir mematikan yang dapat merusak bahkan membakar apapun yang ada di sekitarnya dengan api biru dalam radius 150 meter.


Api biru tersebut akan terus menyala tanpa henti meskipun benda yang dibakarnya sudah hangus, tubuh Minami terbakar dan berubah menjadi cahaya sehingga mengejutkan Mitsuki.


"G-Golden Minami lagi...?" Mitsuki telah menggunakan seluruh tenaga dan Lenergynya sehingga ia mendengar jeritan Minami dari atas langit.


Menyebabkan dirinya terjatuh di atas arena sampai arena tersebut hancur menjadi berkeping-keping, Mitsuki langsung terjatuh di atas tanah tanpa perlawanan sama sekali karena ia sudah mencapai batasannya sendiri.


"Mitsuki tidak dapat melanjutkan pertarungan karena menginjak batas arena...!!! Itu artinya pemenangan dan peserta yang akan melanjutkan pertandingannya menuju final adalah..."


"...Shiratori Minami!!!" Seru Jorgez keras, seluruh penonton langsung bersorak keras bahkan sampai melepaskan pakaian mereka lalu memutarnya beberapa kali seperti baru saja melihat seseorang mencetak gol.


"Akhirnya... pertandingan semi final dari turnamen permohonan itu telah selesai, selanjutnya kita dapat melihat fase terakhir yaitu pertandingan Final." Morgan mulai berbicara.


"Hanya tersisa 6 murid dan salah satunya akan menjadi tiga pemenangan! Ketiga pemenangan juga akan menutup turnamen permohonan dengan melakukan pertandingan juga...!"


"Hadiahnya akan mendapatkan Solicitation Order yang dapat mengabulkan tiga permohonan sekaligus!!!" Seru Jorgez keras, semua peserta bertambah bersemangat ketika mendengarnya.


Minami menatap ke atas langit dengan tatapan yang terlihat senang, ia hampir saja berada dekat dengan tujuan utama kenapa ia mengikuti turnamen dan akademi ini.


Ia mulai melepas penutup matanya lalu mengembuskan nafasnya, merasakan perasaan yang begitu lega dan tenang bahkan Mitsuki mulai menghampiri dirinya dengan sebuah senyuman di wajahnya.


"Minami..."

__ADS_1


Minami menatap Mitsuki lalu ia tersenyum, "Pertarungan yang cukup baik, bertarung dengan dirimu memberikan diriku sebuah pelajaran baru."


"Strategi dan rencana, selalu saja muncul dengan sesuatu yang baru... aku harus bisa menebak semuanya menggunakan instingku dan harga diriku." Minami tersenyum.


"Kerja yang bagus, aku sudah mengetahui hasilnya pasti akan tetap seperti ini. Semoga kamu bisa memenangkan turnamen ini ya, lawanmu di Final adalah Mizuhana." Mitsuki mengulurkan lengan kanannya.


"Terima kasih, Mitsuki. Aku akan mencoba sekuat mungkin untuk terus mengejar apa yang aku inginkan sejak awal." Minami dan Mitsuki mulai berjabat tangan sehingga ia mengalihkan pandangannya kepada Kou sekarang.


"Kou... permintaan maafku yang sebenarnya akan tersampaikan kepadamu." Minami tersenyum lalu ia bersama Mitsuki berjalan pergi menuju ruangan peserta.


Morgan mulai mengumumkan tentang Final yang akan terjadi besok pagi, dengan tiga pertarungan yang akan terjadi. Semua penonton termasuk penghuni yang menantikan pertarungan Final itu merasa sangat tidak sabar.


Minami dan Mitsuki memasuki ruangan peserta, mereka langsung mendapatkan banyak sekali sambutan dari seluruh teman-temannya bahwa mereka bertarung dengan baik.


"Setidaknya kamu sudah berusaha sebisa mungkin, Mitsuki. Melawan Minami memang memiliki tingkatan kesulitan itu sendiri... kau bertarung dengan baik." Kata Asriel.


"Terima kasih... untungnya aku tidak mengharapkan kemenangan apapun karena terlalu berharap terkadang cukup menyakitkan." Jawab Mitsuki lalu ia memberi sebuah kecupan kecil di pipi Asriel, membuat dirinya tersipu.


"Final akhirnya telah tiba ya... aku sangat tidak sabar untuk melakukan pertarungan terakhir denganmu, Rokuro." Shuan mengepalkan kedua tinjunya.


Rokuro langsung menepuk punggung Shuan, "Jangan sampai kau memberikan hasil yang sama kepadaku, Shuan."


"Aku menantikan pertarungan terakhir ini sebagai pertarungan yang mampu membuat seluruh penonton terkejut sampai pingsan."


"Ya... kali ini aku tidak akan mengulang hasil yang sama." Shuan menunjukkan tekad dan semangatnya kepada Rokuro, mereka mulai merasa tidak sabar untuk menunggu pertandingan Final.


"Asriel, apakah kau sudah mempersiapkan semua kemampuan, rencana, dan strategimu untuk bertarung denganku?" Tanya Honoka kepada Asriel.


"Mungkin...? Entah apa yang harus aku lakukan untuk bertarung denganmu, Honoka." Asriel menghela nafasnya.


"Ayolah, setidaknya menunjukkan beberapa perlawanan atau lakukan semua yang kau bisa dengan seluruh kemampuan. Teruslah banggakan harga dirimu itu..." Honoka mulai menepuk punggung Asriel beberapa kali.


Minami dan Hana menatap satu sama lain, Hana menantikan hari-hari ini dimana ia mendapatkan sebuah kesempatan untuk bisa bertarung melawan Minami.


Minami adalah gadis yang cukup kuat bahkan latihan yang ia lakukan dengan Shuan di dalam kubus waktu itu memberikan hasil yang tidak begitu jelas bagi beberapa orang, hanya Minami sendiri yang mengetahuinya.


"Minami!" Panggil Hana, Minami yang saat ini sedang berbicara dengan Haruka mulai menatap Hana mendekati dirinya.


"Ahh, Hana, sepertinya kita akan bertarung di pertandingan final ketiga ya? Aku sangat menantikannya, kekuatan dan kemampuanmu itu."


"Hm~ sudah lama sekali kita tidak bertanding dan besok adalah saatnya...!"

__ADS_1


"Ya! Jangan sampai kau menahan diri ya?!" Minami mulai menunjukkan tinju kanannya kepada Hana dan mereka langsung melakukan sebuah jotos sambil tertawa bersama.


""Hahaha~""


__ADS_2