
Kuro terus mencekik Shinku dengan sangat erat sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat Korrina yang sedang membaca semua buku itu dengan pelan-pelan, semua pasukan Crimson-nya mulai bersikap aneh karena Korrina mulai mengendalikan mereka semua karena buku itu, dia ingin mencari tahu agar semua pasukan Crimson itu bisa hilang serta menghancurkan kutukan Crimson yang menyebarkan.
Kuro berdiri tegak tepat di belakang Shinku, Haruki melepaskan lubang putih tepat di perutnya sampai Shinku terus terdorong ke belakang dan tidak bisa bergerak sama sekali karena dorongan yang dimiliki oleh lubang putih itu.
"Sekarang, Dewa Agung... Kau akan merasakan apa arti dari kesakitan...!!!" Kuro mulai membanting tubuh Shinku ke atas dan ia segera menginjak wajah berkali-kali menggunakan kedua telapak kaki-nya.
"Apa yang kau lakukan...?! Dia nanti melarikan diri!" Kata Haruka.
"Tenang saja, dengan jumlah sebanyak ini mencoba untuk menghalang-nya... Bukannya lebih baik jika kita memberi diri-nya kesakitan dan siksaan yang pantas ia miliki karena sudah melakukan semua ini?" Tanya Kuro dengan ekspresi yang terlihat serius, mereka segera mengerti apa yang dimaksud oleh Kuro dan mulai menyiksa Shinku bergiliran.
Tanpa harus menanggung resiko dimana Shinku terus bertambah kuat karena kesakitan, kemampuan itu sudah hilang ketika Korrina mengambil alih kekuasaan-nya menggunakan buku itu sampai sihir Crimson-nya tidak bisa ia gunakan, tetapi Korrina membiarkan dia memiliki sihir pemulihan-nya itu.
Mereka mulai menyiksa Shinku dengan pelan dan bergiliran sampai ia mulai menjerit kesakitan, ia ingin semua penderitaan-nya untuk cepat berakhir tetapi tidak bisa karena wilayah itu terus memulihkan kembali dirinya, Korrina hanya bisa menatap Shinku rendah... Tiada arti untuk memanggil diri sendiri sebagai Dewa Agung jika tanpa Grimoire, dia hanyalah sampah yang busuk.
"Sangat rendahan... Tanpa Grimoire kau bisa apa...? Dewa dan Dewi semua-nya memang bermula dari Mortal, tetapi pencapaian yang kalian dapatkan... Seharusnya itu tidak pantas untuk dibanggakan." Kata Korrina sambil mempelajari buku itu, Tech mendapatkan banyak informasi ketika melihat isi buku tersebut.
Korrina mulai menatap Haruka yang sedang menyiksa Shinku, melihat hal itu saja sudah membuat dirinya merasa bahagia karena anak kecil-nya sudah tumbuh menjadi sesosok yang akan menggantikan dirinya suatu saat nanti. Korrina menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan-nya lalu ia melirik ke arah Shira dan Rxeonal yang masih bertarung dengan hasil setara.
"Shira... Jika aku berhasil mengalahkan Shinku... Maka aku yakin kau bisa mengalahkan iblis sialan itu..."
"Tech, beritahu aku... Informasi apa yang kau dapatkan...? Apakah kau mengetahui cara menghancurkan Grimoire ini...?" Tanya Korrina.
__ADS_1
"Tentu saja, Korrina... Aku sudah mempelajari Grimoire ini dan sekarang aku mengerti dengan seluruh isi Grimoire yang ada di dunia ini, Grimoire tidak akan bisa bertahan dan juga... Tidak akan ada tulisan yang tercantum di dalam-nya jika tersebut tidak memiliki pemilik atau pemilik-nya sudah mati..."
"...Itu artinya Grimoire yang tidak memiliki tulisan apapun di dalam-nya itu karena disebabkan oleh pemilik-nya yang sudah tidak ada. Grimoire ini sebenarnya barang yang cukup abadi dan tidak bisa hancur, tulisan itu akan kembali jika seseorang dapat memenuhi syarat-nya untuk menjadi pemilik buku tersebut, kau sudah sepenuh-nya memenuhi syarat itu."
"Intinya Grimoire adalah buku sihir yang memiliki sihir berbeda-beda, sihir itu dapat kita gunakan semaunya dan tanpa harus mengenal batasan serta resiko yang dimiliki-nya... Cara untuk menghancurkan buku sihir tersebut itu mudah, kau hanya harus menghancurkan dengan diri-nya sendiri." Kata Tech.
Korrina melebarkan matanya, "Menghancurkan dengan dirinya sendiri...? Jadi yang kau maksud adalah Grimoire ini hanya bisa hancur dengan halaman yang tercantum di dalamnya?"
"Benar sekali... Halaman yang kau coba cari adalah halaman terakhir, dengan tulisan yang kau baca dan pelajari di halaman itu maka kau dapat menghancurkan Grimoire itu dan mengakhiri semua kutukan Crimson ini, kau juga dapat mengembalikan mereka semua ke dimensi mereka sendiri."
Korrina segera membuka halaman yang terakhir, ia mulai mencoba untuk membacanya lalu mempelajari-nya. Di sisi lainnya Shira dan Rxeonal terus bertarung sampai mereka sudah merasa muak dengan satu sama lain yang tidak mau mati, setiap serangan yang Shira lakukan sudah mampu melukai Rxeonal beberapa kali tapi luka-nya bisa cepat pulih.
"Wujud ini pasti memiliki kelemahan...!!! Aku tahu itu...!!!" Kata Rxeonal yang terus menyerang Shira beberapa kali tetapi Shira hanya bisa diam sambil menatap kedua mata-nya dengan ekspresi yang terlihat serius.
"Ada kelemahan, tetapi kelemahan itu aku bisa lawan kembali hingga wujud ini bisa bertahan kapan-pun...! Aku hanya muak bertarung dengan-mu, sekali saja aku membunuh-mu maka kau hanya akan kembali lebih kuat...!" Shira merapatkan gigi-nya dan ia melayangkan sebuah pukulan dahsyat yang mengenai wajah Rxeonal sampai ia terlempar ke belakang.
Rxeonal mulai menyeimbangkan tubuh-nya dan setelah itu ia mulai sadar bahwa Korrina sudah mengambil alih buku Grimoire itu, di tambah lagi Shinku saat ini sedang disiksa habis-habisan oleh mereka semua. Pasukan Crimson tampak tersiksa juga oleh beberapa pasukan aliansi yang masih bertahan hidup.
"Dasar Dewa tidak berguna... Kenapa selalu aku yang harus diandalkan...!? Hmph, seharusnya aku melakukan semua ini dari awal jika hal ini akan terjadi. Dewa Agung darimana...!? Yang ada hanya Dewa Agung setan Rxeonal...!!!" Rxeonal mengeluarkan suara keras yang menggema di sekitar-nya hingga tubuhnya mulai membesar lalu mengecil, proses pengecilan itu mulai melakukan sesuatu dimana dirinya menciptakan kembaran-nya yang terus membelah diri untuk menciptakan Rxeonal lainnya.
"A-Apa yang kau lakukan...!?" Shira melebarkan matanya ketika Rxeonal mampu melakukan kemampuan fragmentasi seperti seekor Giblis, tetapi kemampuan satu ini jauh lebih kuat karena dia dapat menciptakan kembaran-nya sendiri yang mulai menyebar dan membantu pasukan Crimson.
__ADS_1
Kuro mulai menyadari hal itu dan ia segera memerintah mereka semua untuk menahan semua klon Rxeonal sampai Korrina bisa menghancurkan Grimoire dan Shira memiliki rencana lain untuk mengakhiri kehidupan Rxeonal. Mereka semua yang menyiksa Shinku langsung melesat menuju arah semua kembaran Rxeonal dan melawan-nya dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki.
Kuro membanting wajah Shinku di atas dan setelah itu ia mulai menginjak kepala-nya sangat keras, ia menatap Shira yang terlihat sudah kehabisan rencana melawan Rxeonal, "Shira...!!! Takdir masa depan Touri bukan hanya terdapat di dalam diri Korrina...!!! Kau juga harus bisa berusaha dan mengalahkan Iblis itu agar semua kehancuran ini bisa berakhir...!!!"
"Aku tidak bisa...!!! Dia abadi...!!! Jika aku membunuh-nya lagi maka kita tidak akan tahu kekuatan dan kemampuan apa yang akan dia miliki...!" Jawab Shira dengan ekspresi yang terlihat kesal, ia terus menyerang Rxeonal menggunakan cahaya-nya yang sangat tajam.
"Tidak ada yang bisa kau lakukan lagi sekarang, Shira...! Seluruh kembaran-ku itu memiliki kemampuan dan sihir yang sama denganku...!!! Mereka semua abadi!!!" Seru Rxeonal dengan ekspresi yang terlihat kesal.
"Aku pasti akan menikmati-nya... Melihat kalian semua menderita oleh diriku sendiri. Amat sangat menikmatinya...!"
Pasukan aliansi sudah tidak mampu bertahan karena kekuatan dan batasan mereka, tetapi semua itu berubah ketika beberapa serangan sihir mulai menyerang kembaran Rxeonal bersama dengan seluruh pasukan Crimson. Korrina bersama yang lainnya melebarkan matanya ketika melihat semua serangan itu yang berasal dimana-mana.
"A-Apa...?"
"Semua populasi Touri...!!! Mari bersatu untuk memberi resolusi terhadap konflik yang kita alami untuk Touri kita yang dulu...!!!" Koura mulai berbicara hingga seluruh populasi Touri yang baru dan berjumlah lebih banyak datang dan mengepung Touri yang sudah tua, Rxeonal dan Shinku melebarkan mata mereka ketika semua populasi Touri yang baru telah datang.
"P-Populasi apa ini...!?" Rxeonal mulai kelihatan bingung.
Shira mulai menatap Rxeonal dengan ekspresi yang terlihat serius, "Kesempatan menang-mu sekarang sudah berkurang cukup drastis..."
"...Rxeonal!"
__ADS_1