Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 462 - Membutuhkan Satu sama Lain


__ADS_3

Minami menunggu selama beberapa menit untuk berbicara dengan Shira, entah kenapa ia merasa begitu gugup ketika ingin berhadapan dengan Ayahnya, kali ini bukan memberi berita yang cukup baik melainkan serius, ia ingin mengetahui sejarah Shiratori Shira yang pernah membunuh dua musuh terkuat.


Lima menit berlalu, Minami merasa mengantuk, sampai-sampai ia duduk di atas kursi lalu menaikkan kedua kakinya ke atas meja untuk mencoba menjaga dirinya tetap bangun. Ia juga tidak lupa untuk meminum segelas kopi yang membuat dirinya batuk beberapa kali karena rasa pahit yang begitu kuat.


"Lama sekali... Sudah larut malam seperti ini... huahhh..." Minami memejamkan mata kirinya dan dikejutkan dengan kesadaran tentang Megumi yang pergi beberapa menit yang lalu, sebelumnya ia dengar bahwa Shira sedang mandi, pikirannya mulai melompat kemana-mana.


"Jangan-jangan...!?"


"Tidak mungkin... mereka melakukan itu pada saat aku menunggu panggilan mereka...!?"


"Menikmati...!?"


"Menikmati makan malam yang begitu lezat tanpa diriku!? Ahh! aku iri sekali...!" Minami mulai bergerak-gerak di atas kursi dengan ekor yang bergerak cepat, ia bertingkah layaknya seperti kucing kelaparan sampai Shira dengan handuk di atas kepalanya mulai datang dan dikejutkan dengan tingkah laku Minami.


Shira hanya bisa tersenyum dan merasa bangga melihat dirinya masih selamat sampai bisa menjadi murid pertama yang di daftarkan ke dalam turnamen, ia mulai mendekati layar virtual itu selagi mengeringkan kepalanya dengan handuk itu dan ia bisa melihat Minami yang bergetar dan berputar di tengah-tengah kursi.


"Minami, oi, Minami." Panggil Shira.


Minami terkejut sampai kedua bahunya terangkat, ia menatap Shira yang duduk di atas kursi lalu mengambil segelas air yang berisi bir, "Apa yang kamu butuhkan dariku, nak?"


"Ahh... Papa..."


"Tidak perlu di mulai dari awal, aku mengetahui semuanya dari Ibumu itu. Itulah alasan kenapa aku memakan waktu yang lama untuk datang ke kamar ini. Kau benar-benar membanggakan, tidak ada duanya lagi Minami dan aku yakin Shuan bisa menyusul dirimu juga pada saat pendaftaran nanti."


"Te-Terima kasih... Papa... Hehehe~ Mendengar Papa menyemangati diriku dan bangga kepadaku hanya memperbesar cahaya semangat di dalam diriku ini, aku merasa tidak sabar untuk mengerahkan semuanya pada saat turnamen." Minami mengangguk selagi menunjukkan ekspresi serius.


"Itu baru putri kecilku! Peningkatan dan pengembangan yang begitu hebat, dulu kamu sangat kecil dan mungil, lihatlah dirimu sekarang, Minami. Seorang Neko legenda layak yang mampu memberitahu dunia dan yang lainnya bahwa Neko legenda adalah bangsa Legenda yang sangat berpotensi dan unik!"


"Papa... terima kasih karena sudah mau melatih diriku sejak kecil... tidak ada rasa sia-sia yang aku rasakan, aku dapat mengontrol seluruh kekuatan yang Papa sarankan kepadaku dan sekarang aku hanya perlu terus berlatih lebih giat dan keras lagi untuk mendapatkan apa yang aku mau!"


"Itu bagus, Minami, anak pintar." Shira mengangguk cepat, harga dirinya sebagai Ayah terus terpenuhi karena dapat mengasuh anak-anak yang kuat.


"Shuan bagaimana? Apakah kamu melihat sebuah pengembangan darinya?"


"Soal kekuatan masih belum aku ketahui tetapi dirinya sekarang sudah menemukan sebuah pintu yang pas untuk dirinya. Pintu tujuan yang harus ia lakukan tanpa memperdulikan kemenangan lagi dan lagi..."


"...Shucchi membutuhkan pengembangan terhadap pola pikirannya itu, dengan bantuan dari Kou dan aku saja masih belum cukup."


"Untuk sekarang semuanya berjalan dengan aman, dalam waktu yang dekat juga aku ingin berlatih dengan dirinya di dalam kubus waktu yang Haruka buat." Minami mengangguk.


"Aku senang mendengarnya, semoga beruntung dan aku mengharapkan keakraban dari kalian berdua."

__ADS_1


"Tentu saja, Papa."


Suasana terasa begitu menenangkan dan damai untuk mereka karena membahas sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan masalah.


Semua suasana yang damai itu akan digantikan dengan rasa tegang ketika Minami langsung membahas tentang seseorang yang ingin membalas dendam kepada Shira.


"Papa."


"Hm? Masih ada yang ingin di bahas?"


"Iya... Ini sangat penting." Tatapan Minami terlihat tajam.


Tatapan Shira ikut tajam juga, "Hm... Penting seperti apa...?"


"Papa selalu menceritakan tentang petualangan dan perjuangan Papa sejak aku kecil dulu ya? Pada saat aku masih anak kecil..."


"Ahh, tentang perang semesta dimana bangsa iblis menyerang?" Tanya Shira.


"Iya, itu. Apakah Papa mengingat siapa saja yang Papa bunuh sejak itu...?"


"Tunggu, sebelum itu. Kau harus memberitahuku alasan kenapa kamu ingin mengetahui kembali sejarah sejak dulu?"


"Jadi begini Papa... Ketika aku melaksanakan ujian bersama teman-temanku, aku tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang sangat kenal dengan dirimu itu."


Awalnya ia juga mengetahui bahwa akademi permohonan hanya khusus untuk generasi baru seperti anak-anak yang sudah tumbuh dewasa.


"Terus...?"


"Dia memiliki kekuatan yang begitu mengerikan bahkan Shucchi sendiri tidak bisa melakukan apa-apa, sebagian dari temanku juga mungkin tidak akan bisa menahan serangan dan kemampuannya itu."


"Sesuatu yang berkaitan dengan udara dan tekanan, aku tidak bisa mengetahui jelas identitas dan keberadaannya karena faktor dari wilayah kota permohonan."


"Aku pernah melawan dirinya... Berhadapan secara langsung karena ia menghadapi diriku. Kekuatannya begitu mengerikan... Hanya rasa takut dan tegang yang bisa dirasakan oleh kami."


"Jantung berdetak sangat cepat, keringat dingin keluar tanpa sebab, dan bulu kuduk bangkit secara tiba-tiba. Semua hal yang berkaitan dengan ketakutan muncul begitu saja... Membuat tubuh kita terasa kaku..."


"Cara kau menjelaskan kemampuan yang ia miliki seperti itu mengingatkan diriku kepada beberapa orang." Shira memegang dagunya.


"Mungkin itu saja yang bisa aku katakan dan ketahui tentang kemampuan dan kekuatannya itu. Sisanya adalah sesuatu yang dapat membuat diriku sangat penasaran..."


"Itulah alasan kenapa kamu ingin mengetahui sejarah Papa sejak dulu?"

__ADS_1


"Iya, orang misterius itu mengenal dirimu dan mengatakan sesuatu tentang Ayahnya yang dibunuh oleh dirimu." Shira langsung tercengang ketika mendengarnya, keringat dingin keluar secara tiba-tiba.


Entah kenapa Shira mulai mengingat sesuatu yang mengerikan sejak itu, masa-masa perang dan mengerikan sampai harus berjuang mati-matian untuk meraih kembali kedamaian.


"Pa-Papa... Apakah kamu baik-baik saja?"


"Tidak apa-apa... Hanya mengingat masa lalu, masa yang buruk bahkan kamu sendiri harus merasakannya sejak kecil." Shira berjalan pergi dan mengambil alat komunikasi itu.


Minami melihat Shira pergi menuju ruang kerjanya untuk melihat-lihat seluruh informasi dan dokumen yang ia dapatkan dari seluruh tempat yang berbeda-beda.


"Ketika menceritakan kembali tentang sejarah perang semesta iblis dan dewa... Seingatku, aku hanya membunuh beberapa prajurit kecil."


"Dan yang lebih parah lagi membunuh raja dari segala iblis yang bernama Rxeonal dan cucu dari sang pencipta yaitu Zangetsu."


"Hanya Zangetsu dan Rxeonal yang kenal dekat dengan diriku, berkat bantuan dari semua orang dan rasa yang muncul di dalam diriku untuk tidak pernah menyerah sedikitpun membawa diriku menuju puncak kemenangan."


"Apakah dia mengenal dirimu juga Minami?"


"Ya... Dia juga mengenal Shuan, dia terlihat sangat dekat dengan kita."


"Jadi selama ini ia sudah memperhatikan kita dari jauh... Sungguh brengsek. Jika dia mengenal dirimu maka hanya terdapat..." Shira mulai berkeringat, pikirannya terbang kemana-mana karena ia tidak tahu siapa yang mengenal dirinya.


Banyak musuh yang ia bunuh dan salah satunya kemungkinan memiliki anak dan anak itu sudah pasti akan memunculkan rasa dendam kepada seseorang yang membunuh Ayahnya sendiri.


"Sial... Tidak ada jawaban atau sedikit bukti..."


"Minimal prajurit yang aku lawan hanyalah makhluk yang tidak memiliki pikiran apapun kecuali membunuh dan memenangkan perang."


"Rxeonal memulai perang bersama dengan pasukan mengerikan di seluruh semesta yang bernama Giblis, Giblis berhasil di tahan oleh semua penghuni dari semesta yang berbeda..."


"Rxeonal mengarah diriku karena dia melihatku sebagai Legenda yang membuat dirinya yang memiliki kekuatan kegelapan kesulitan dengan cahaya yang aku miliki..." Shira mulai menceritakan sesuatu yang belum pernah Minami ketahui sebelumnya.


"Sejak awal Papa tidak mengaku sebagai Legenda pembawa cahaya untuk kegelapan, berusaha sendiri sejak itu adalah masa-masa yang sulit sampai aku sendiri..."


"...aku sendiri tahu bahwa aku tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkan Rxeonal dengan wujud sempurnanya, dia terlalu kuat."


"Aku berhasil mengalahkan dirinya berkat tekad yang aku miliki, di tambah lagi dengan mereka yang sudah mempercayai diriku termasuk Kakek dan Nenekmu, Minami." Shira tersenyum.


Minami tersenyum kecil mendengarnya, tidak semua Legenda bisa berusaha sendiri, mereka semua hampir sama seperti Manusia. Membutuhkan satu sama lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


"Masa-masa yang mengerikan, dipenuhi dengan putus asa... Syukurlah aku bisa mengalahkannya sejak itu..." Shira menatap ke atas atap dengan sebuah senyuman.

__ADS_1


"Papa..."


__ADS_2