Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 740 - Zodiac Crusaders


__ADS_3

"E-Ehh...?"


Semakin pikiran Kou menghadapi sesuatu yang negatif seperti kejutan buruk atau stres maka semakin cepat kutukannya memberi efek kepada tubuhnya sampai ia terjatuh lalu pingsan.


"Nyonya...!!!" Tech langsung mengangkat tubuhnya dan menempatinya di atas kasur lalu mengambil beberapa es batu untuk mendinginkan kepalanya.


***


"Sakit...! Sakit...!!! Sakittt...!!!" Shinobu mulai menjerit kesakitan ketika perutnya menerima besi panas yang terus di tekan oleh kesatria kalajengking yang bernama Scorch.


"Beritahu kami... bagaimana caranya masuk ke dalam kabinmu itu...? Aku bisa melihat banyak sekali pelindung surga yang tidak bisa di lewati." Scorch mulai memegang erat kedua pipi Shinobu.


"Oi, oi, oi, lihatlah gadis kecil ini... dia terlihat begitu kuat ketika menerima besi panas yang terus menyentuh perutnya itu!" Senzu mulai menertawakan Shinobu yang memiliki pertahanan kuat di umur lima tahun.


Besi panas itu yang sudah membakar perutnya terus Scorch tekan lagi sampai Shinobu menjerit kesakitan tetapi ia tidak mengeluarkan sedikit air mata, dirinya mencoba untuk melawan tetapi Senzu sudah melepas kedua lengan dan kakinya.


Shinobu tidak memiliki kekuatan apapun sampai ia terus di paksa oleh Scorch untuk mengumbarkan semua rahasia yang ia sembunyikan di dalam kabin itu bahkan sistem seperti Tech adalah sesuatu yang penyihir butuhkan.


"Sakit... Mama--- Sakit..." Shinobu mencoba untuk memanggil Kou tetapi tidak bisa karena ia harus bisa bersikap mandiri untuk mengatasi semua masalah itu sendiri.


"Apa?! Kau ingin mengadu kepada Ibumu? Sungguh menyedihkan ya? Dia tidak sedang bersamamu... kau sendirian di sini sekarang tanpa perlindungan apapun."


"Katakan sesuatu, Shinobu Koneko... beritahu kami cara untuk menghancurkan pelindung surga itu atau kau berikan Ibumu kepada kami...!" Scorch menekan besi itu lebih dalam lagi sampai mengupas dagingnya.


"AAAAAHHHHHHHHH...!!!"


"Scorch, jika kau mendorongnya lebih dalam maka besi itu akan masuk, lebih baik menyiksa dirinya pelan-pelan agar bisa berbicara..." Saran Senzu sehingga Scorch mulai mencekik leher Shinobu.


"Kau bersikap kuat, nak. Legenda seperti dirimu memang memiliki semangat hidup yang begitu kuat walaupun lahir tidak sempurna." Scorch menendang kepala Shinobu sampai ia terjatuh.


"Tolong... maafkan aku... lepaskan aku..." Kata Shinobu yang tidak bisa bergerak karena dirinya tidak memiliki lengan dan kakinya itu.


Shinobu tidak memiliki pilihan lain selain memintanya dengan sopan tetapi Scorch memasukkan tapak kakinya ke dalam mulut Shinobu agar ia berhenti mengatakan sesuatu yang lembut.


"Ck! Menghabiskan waktu saja...!!!" Scorch menghantam kepala Shinobu sampai hancur lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan tubuh yang dipenuhi darah.


Senzu melihat Shinobu kembali hidup berkat kemampuan alami Neko Legenda yang memiliki sembilan nyawa, hanya tersisa delapan lagi dan ia masih bisa bersenang-senang dengannya.


"Mories, apakah kau ingin bersenang-senang?" Tanya Senzu.


"Ohh ya~ aku sangat menyukai gadis kecil seperti dirinya..." Mories menjilat bibirnya sendiri tetapi Senzu menepuk kepalanya.


"Lebih baik menyiksa di bandingkan memperkosa dirinya... pemimpin Leon pasti akan memberi kita imbalan besar jika berhasil mendapatkan informasi yang kita inginkan!"


Shinobu baru saja merasakan pengalaman kematian untuk pertama kalinya, tubuhnya langsung di selimuti rasa takut seperti dirinya tidak memiliki kekuatan untuk melaksanakan sesuatu kecuali bergetar ketakutan.


Dirinya sampai melupakan kemampuan pikirannya untuk memaksa mereka melepaskan dirinya itu, Senzu mulai mendekat lalu mengeluarkan sebuah pisau untuk memutuskan ekornya.


"Sakit... tolong hentikan...!"


"Tidak~"


***


Koizumi mulai menghancurkan semua bangunan yang menghalanginya dirinya untuk menyerang seorang kesatria zodiak d hadapannya, dirinya terus menghilang dari pandangan Koizumi.


"... ..." Koizumi menoleh ke belakang dan melihat rekannya menghilang seketika tetapi suaranya terdengar jelas bahwa dirinya menjerit kesakitan sampai tusukan pisau tajam itu terdengar.


"Kemampuan apa ini...? Pasti sesuatu yang berkaitan dengan kamuflase." Koizumi memejamkan kedua matanya lalu ia bisa mendengar sesuatu yang mendekat.


Koizumi mencoba untuk melarikan diri tetapi pinggang dan lengan kirinya langsung menerima tusukan pisau yang tak kasat mata, ia melebarkan matanya lalu menatap tubuhnya.


Tubuhnya mulai berlubang sampai mengeluarkan darah yang mengucur, tidak lama kemudian ia bisa melihat beberapa pisau yang sudah menusuk tubuhnya sampai ia tidak tahu senjata itu datang dari mana.


Koizumi mulai mundur ke belakang, merasa waspada bahwa dirinya yakin seseorang berada di dekat dengan dirinya, ketika ia mencoba untuk mencari keberadaannya.


Koizumi malah tidak sempat karena punggungnya menerima tusukan paku yang tak kasat mata, terpaksa dirinya harus mundur untuk bersembunyi di dalam bangunan yang sudah hancur.

__ADS_1


Koizumi mulai diam di balik tembok itu sampai ia bisa mendengar suara langka di belakangnya, pelan-pelan ia mulai mencari sumber suara itu sampai tercengang ketika suaranya berada di sebelah dirinya.


Koizumi secara refleks langsung menunduk ketika merasa embusan angin yang mengenai wajahnya, setelah itu ia menginjak daratan cukup keras sampai debu-debu mulai beterbangan.


"... ...!" Koizumi melebarkan matanya ketika ia melihat debu-debu itu membentuk kesatria zirah sampai ia langsung menghentikan waktu lalu menendang perutnya.


"Waktu kembali berjalan!" Tendangan itu berhasil melempar kesatria itu ke belakang sehingga ia mulai menampakkan keberadaannya.


"Ternyata kau memiliki kemampuan untuk menghilang ya... jika kau dapat melakukan kamuflase maka aku tidak perlu menutup mata untuk mencari keberadaanmu sendiri!"


"Hmph, sesuai dengan harapan yang aku pikirkan dari seorang keturunan Shimatsu! Shimatsu Koizumi... kau benar-benar pemberontak yang sulit untuk di bunuh ya!!!" Kesatria itu mulai menghilang lalu muncul di sebelah Koizumi.


Koizumi menahan sebuah pedang yang melesat di hadapannya, ia menyangka pedang yang dirinya tahan adalah kesatria itu tetapi ia salah.


Wajahnya langsung menerima satu pukulan yang melempar dirinya ke belakang, dengan cepat ia menghantam daratan sampai mengeluarkan debu yang menampakkan wujud kesatria itu.


Semua debu itu menghilang tetapi Koizumi tersenyum serius lalu melepaskan aura Crimson yang besar melalui tubuhnya sampai aura itu membentuk tubuh Kesatria yang berada di belakangnya.


Koizumi melakukan satu putaran lalu ia menendang wajah Kesatria itu sampai menghancurkan zirah yang menghilang kepalanya, ia melempar zirahnya ke depan lalu menghentikan waktu.


"A-Apa ini...?! K-Kenapa... kenapa aku tidak bisa bergerak lagi...?" Ungkap Kesatria itu ketika Koizumi menghentikan waktu.


Koizumi muncul di belakang Kesatria itu lalu ia melancarkan serangan kombinasi yang mengenai punggungnya, setalah itu ia mengakhiri dengan satu pukulan tepat di belakang zirahnya.


"Satu detik lagi..." Koizumi mengangkat jarinya lalu menurunkannya sehingga waktu kembali berjalan.


Kesatria itu terpental ke depan lalu menabrak beberapa bangunan sampai zirah bagian punggungnya pecah dan hancur bahkan tubuhnya menerima satu tusukan yang melukai dirinya cukup parah.


"Aku tidak akan tertipu oleh trik yang sama..." Koizumi mengerutkan dahinya ketika melihat kesatria zodiak lainnya datang, kali ini ia mulai menyembuhkan tubuhnya.


"Ternyata aku sudah mengetahui julukan kalian yang sebenarnya... melihat dari lambang di dada kalian bersamaan dengan aura rasi bintang yang mengelilingi tubuh itu." Koizumi melangkah ke depan.


"Kesatria... Zodiak...!" Koizumi melompat ke depan tetapi kedua kesatria itu langsung menghilang karena kemampuan tak kasat mata itu.


Koizumi mencoba untuk mencari keberadaan mereka dan ternyata tidak bisa, sepertinya kemampuan itu akan menyulitkan dirinya untuk menyerang kesatria tadi sehingga ia mengangkat lengan kanannya ke atas.


"Gadis satu ini benar-benar brengsek... dia berada di keturunan Shimatsu, sudah pasti dirinya akan gila soal pembantaian dan pertarungan sampai mengorbankan apapun..."


"Viz, apakah kau bisa menyembuhkan Koizumi dengan membalikkannya?" Tanya kesatria itu.


"Penyembuhan yang terbalik ya... soal itu aku belum mencobanya tetapi... idemu bagus juga, Liberon!" Viz, seorang kesatria Zodiak Virgo mengeluarkan tongkat sihirnya.


"Gnilaeh!" Viz menyebutkan mantra sihir lalu menulis sebuah lambang Virgo yang terbalik.


Koizumi mengalihkan pandangannya ke arah lambang itu, lambang di lehernya langsung menyerapnya sampai habis sehingga ia melesat ke depan untuk mengejar Viz yang berhasil ia rasakan.


"Ternyata kau bersembunyi di situ, brengsek...!!!" Koizumi melempar belatinya ke depan tetapi Viz berhasil menciptakan pelindung yang melempar belati itu kembali kepada dirinya.


"Liberon...!!! Sihir penghilang cepat---" Viz menoleh ke belakang, melihat Liberon yang sudah lari meninggalkan dirinya karena kesalahan kesatria perlu di tanggung oleh dirinya sendiri.


Koizumi menghantam daratan tetapi Viz menulis mantra yang melambangkan Virgo lagi lalu ia melompat tinggi ke atas sehingga Koizumi menginjak lambang Virgo hitam yang menyebabkan pergerakannya melambat.


"Ternyata kau kesatria bagaikan penyihir ya..." Koizumi menyerap semua efek negatif itu lalu ia melesat ke arah Viz untuk menghentikan waktu lagi.


Penghentian waktunya mengalami jeda ketika Viz menulis lambang Virgo berwarna ungu yang menyebabkan semua sihirnya mengalami waktu jeda yang diperlukan agar kemampuannya bisa di pakai kembali.


"Ada apa...? Kenapa aku tidak bisa menghentikan waktu---" Tubuh Koizumi langsung menerima satu pukulan dari Liberon yang memiliki keberadaan tak kasat mata itu.


"Kau tidak ada apa-apanya tanpa sihir penghentian waktu!!!" Liberon memunculkan pisau tak kasat mata lalu ia melemparnya kepada Koizumi sampai tubuhnya menerima semua tusukan itu.


Koizumi menghantam daratan cukup dalam untuk menciptakan lubang besar agar ia bisa berlindung di dalamnya, dengan cepat ia mulai menggali ke depan sampai kemampuannya dapat di gunakan kembali.


"HAAHHHHHH!!!" Koizumi melepas dorongan dan tekanan besar di sekelilingnya sampai menyebabkan kehancuran besar di dalam daratan sampai Senzu dan Mories bisa melihat batu-batu berjatuhan di atasnya.


"Kau bisa lari tetapi kau tidak bisa bersembunyi, Koizumi...!!!" Viz mulai menyambar lambang Virgo berwarna biru muda yang langsung memancarkan cahaya Koizumi sampai Liberon melihatnya dengan jelas.


"Sihir pendeteksi dapat mencari siapa pun... dimana pun dia berada maka aku akan menemukannya!!!" Viz mulai menggambar lambang Virgo merah yang memunculkan meteor besar di atasnya.

__ADS_1


Liberon mulai menggunakan sihir penghilang yang berhasil menghilangkan meteor itu sampai tak kasat mata, hanya dirinya yang dapat melihatnya dan meteor itu meluncur ke atas daratan sampai menyebabkan ledakan yang begitu besar.


BAAAMMMMM!!!


Lubang yang di sebabkan ledakan itu langsung besar sehingga Koizumi terjatuh ke dalam ruangan bawah tanah yang mengejutkan Senzu dan Mories, mereka sedang bersenang-senang menyiksa Shinobu tetapi terganggu karena ledakan itu.


"Oi!!! Apa maksudnya semua ini, Liberon!? Aku sedang memaksa dirinya untuk mengatakan semua informasi penting tetapi kau malah menghancurkannya!"


"Diam, Senzu! Masalah utama kita adalah Shimatsu Koizumi, lebih baik menyingkirkan pemberontakan kuat seperti dirinya!" Liberon memunculkan pisau yang tak kasat mata di sekeliling tubuhnya.


Koizumi yang tertimpa oleh batu mulai bangkit dengan tubuh yang ternoda darahnya sendiri, ia tertekan oleh kedua kesatria zodiak yang tidak bisa di remehkan begitu saja.


Viz menggambar lambang Virgo ungu yang menyebabkan semua sihir dan kemampuannya mengalami waktu jeda entah itu akan bertahan sampai lama.


"Kau tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi ketika berhadap secara langsung dengan kesatria zodiak, Koizumi." Scorch mendarat di hadapan Koizumi.


"Dua kesatria zodiak saja sudah pasti akan menekan dirimu sampai kau merasa kebingungan... kerja sama dan strategi kami tidak akan bisa di kalahkan oleh siapa pun."


Koizumi merapatkan giginya lalu ia melancarkan satu pukulan tetapi ekor zirah Scorch mulai melesat ke arah Koizumi sampai menusuk pinggang bagian kanannya.


"Aaaagggghhh...!!!" Ekor itu langsung memasukkan racun yang menyebabkan tubuhnya terasa keram sampai ia kesulitan untuk melawan dan melarikan diri.


"A-Aggghhh...!" Koizumi menatap ekor kalajengking itu lalu ia memegangnya dengan erat menggunakan kedua tapak tangannya untuk mencoba melepasnya.


"Biarkan aku menjelaskan dirimu siapa sebenarnya kesatria zodiak... kami adalah pengikut raja Regulus yang selamat berkat bantuan seorang penyihir!" Seru Scorch.


Koizumi tercengang ketika mendengarnya, ia telah mendapatkan informasi yang begitu jelas dari kesatria zodiak sampai dirinya merasa begitu kesal karena mengingat Rokuro terbunuh oleh Regulus.


Itu artinya, mereka yang mendukung kerajaan Legetsu berhak mendapatkan kematian buruk yang tidak akan pernah bisa habis, mereka akan terus merasakan kematian itu tanpa akhir.


"Sebenarnya kami dulu bisa di bilang sebagai Saint Crusaders tetapi penyihir itu memberi kita kekuatan baru yang cukup menakjubkan melalui Zodiac..."


"...itulah alasan kenapa kami memiliki nama Zodiac Crusaders sekarang sampai kami tidak berpihak kepada siapa pun kecuali uang yang kita inginkan demi penciptaan baru sang penyihir!"


"Penyihir...?! Identitas apa yang ia sembunyikan...!?" Tanya Koizumi dengan ekspresi kesal.


"Oh, sudah jelas bukan...? Kau pasti tidak akan pernah bisa mengetahuinya karena kami juga tidak---"


"Kakak...!!!" Teriak Shinobu, tubuhnya saat ini sedang di injak oleh Mories agar dirinya tidak mencoba untuk melarikan diri, mendengar suara Shinobu langsung membuat Koizumi kaget.


Ia melihat Shinobu yang berbaring d atas tanah dengan kaki Mories di atas tubuhnya, ia juga bahkan tidak memiliki kedua kaki dan tangannya karena Senzu yang sudah menghancurkannya agar Shinobu tidak melakukan penyerangan apapun.


Tubuhnya dipenuhi luka yang begitu fatal bahkan ia bisa melihat banyak sekali darah yang menodai lantai termasuk tembok, tubuh Shinobu juga dipenuhi dengan darah dan luka keris sampai ia bisa melihat ekornya yang setengah.


Bukan itu saja tetapi telinga bagian kirinya hilang entah kemana sampai ia bisa melihat lubang telinganya tertutup oleh lahar yang mengering sampai menjadi Obsidian.


"Berisik, Neko Legenda rendahan...!!!" Mories menendang wajah Shinobu sampai ia terpental ke tembok lalu terjatuh dengan ekspresi yang terlihat kesakitan.


Walaupun sudah di siksa beberapa kali, dirinya tidak pernah menangis melainkan ketakutan karena dirinya tidak bisa bertarung atau melawan semua Kesatria zodiak itu.


Mata kanan Koizumi yang asalnya biru yaitu warna surga berubah seketika menjadi merah darah sampai menyebabkan bulan di malam hari berubah merah sampa memunculkan lambang Crimson.


Kedua mata Koizumi memunculkan lambang Greed, semuanya bangkit ketika melihat sepupu kecil yang harus ia lindungi terluka parah sampai dirinya terlambat untuk menyelamatkannya.


"Grrrgggghhhh...!!!"


"Kalian monster...!!! Dasar brengsek...!!! Kalian...!!! Kalian akan membayar semua itu...!!! KALIAN AKAN MENDERITAAAAGGHHH!!!" Koizumi melepaskan dorongan besar yang mampu mendorong mereka ke belakang.


Mories dan Senzu yang berada di jarak dekat terkejut seketika sampai tubuh mereka mulai merinding dan bergetar karena rasa takut yang di rasakan.


"Kalian sudah menyebabkan banyak nyawa gugur... raja brengsek kalian bahkan membunuh Ayahku... dan sekarang..."


"...kalian mencoba melukai sepupu kecilku...?!" Koizumi mengancam mereka semua tatapan yang terlihat tajam sampai mereka mulai terjatuh di atas tanah.


"Kalian akan menyesal atas perbuatan kalian semua...!!! Aku benar-benar kesal dan geram kepada kalian semua...!!!"


"AKU AKAN MEMBUAT KALIAN MENDERITA...!!!"

__ADS_1


__ADS_2