
"Tidak peduli lawannya... aku akan tetap memenuhi harga diriku sebagai bangsa Legenda untuk menghajar musuh yang menghalangi..."
"...maupun itu bertampang seperti Ayahku atau Ayahku yang asli, dia tidak mengajari diriku untuk menahan diri atau berbelas kasihan kepada musuh." Koizumi memasang tatapan serius.
"Koneko juga... aku tidak memiliki banyak kenangan dengan Papa tetapi... Mama sendiri pernah bilang bahwa musuh bertampang seperti seseorang yang kita kenal harus bisa di lawan."
"Lagi pula... The Mind membantu Koneko untuk menguasai emosi kerinduan terhadap Papa." Shinobu mengusap keringatnya lalu ia memukul kedua tinjunya secara bersamaan sampai kedua tinju itu menyala.
"Hohhh... aku suka mendengarnya, Shinobu. Kau memang sudah berubah ya, anak yang baik." Koizumi tersenyum bangga melihat Shinobu yang tidak memiliki masalah atau kesulitan berhadapan dengan Shuan.
"Sekarang hanya kalian..." Koizumi mengalihkan pandangannya kepada Konomi dan Ako yang mulai saling menatap satu sama lain lalu menggelengkan kepala mereka seketika.
"Kami juga sama... Kakek mengajari kami untuk tidak percaya dengan sesuatu yang palsu, boneka bertampang seperti Papa tidak akan membuat kami berhenti berjuang." Kata Konomi.
"I-Itu benar... boneka bertampang seperti Papa, aneh juga... rasanya kita mengalami ujian yang mencoba untuk tetap fokus dan berjuang walaupun musuh itu bertampang seperti orang tua kita."
Ketika Ako berbicara seperti itu, Shinobu memasang tatapan kaget seperti ia baru saja mendapatkan jawaban yang sedang dipikirkan, kemungkinan besar boneka itu memang bisa dijadikan sebagai ujian bagi diri mereka sendiri.
"Penyihir itu... membuat boneka melalui senar yang dihasilkan dari eksperimen untuk menciptakan boneka bertampang Legenda yang sudah tiada...?"
"Apa yang sebenarnya penyihir itu rencanakan...? Salah satu dari Zodiac Crusaders juga adalah seorang boneka sedangkan yang lain biasa."
"Ujian apa ini... jika saja aku mengetahui siapa dirimu yang asli..." Shinobu melihat Shuan membuka mulutnya lebar lalu melepaskan Shining Justice menuju arah dirinya.
Shinobu langsung menendangnya ke atas dan melihat Shuan muncul di hadapannya tetapi wajahnya menerima satu pukulan dari tinju Shinobu yang bergerak cepat bergerak bantuan pembakaran yang muncul di keningnya.
Koizumi menahan serangan sabit Rokuro lalu ia bisa melihat lambang Greed di lehernya itu bersinar, ia sengaja menurunkan semua Lenergy di dalam tubuhnya sampai Rokuro tidak menerima penyerapan apapun.
Koizumi menyerang balik dengan memegang erat sabit tersebut lalu ia menariknya ke bawah sampai dirinya melakukan satu putaran yang dicampur dengan tendangan mengenai wajahnya itu.
Koizumi dari jarak jauh menghentikan waktu lalu ia mendekat sehingga ia terkejut karena kristal yang dimaksud oleh Shinobu tidak menghentikan penghentian waktunya selama lima detik.
Koizumi mencoba untuk menebas leher Rokuro tetapi waktu kembali berjalan sampai wajahnya menerima satu hantaman dari kenop sabit itu sehingga ia berputar ke belakang lalu menebas lengan kiri Rokuro sampai putus.
"...rasanya seperti latihan, hanya saja Ayah mencoba untuk membunuhku." Koizumi tersenyum serius, ia melihat lengan kiri Rokuro mengeluarkan senar yang mengikat dengan senar lainnya sampai lengannya kembali pulih.
Asriel maju ke depan dengan melempar lubang hitam kecil ke arah mereka tetapi kedua saudara itu langsung menghindarinya sampai mereka maju bersama lalu melakukan serangan secara koordinasi.
Asriel mulai tertekan ketika melihat Konomi dan Ako dapat bekerja sama dengan baik karena latihan yang selalu mereka laksanakan bersama Kakek mereka yaitu Haruki.
Konomi menghantam wajah Asriel lalu ia mencoba untuk menyerang balik tetapi Ako menahan serangan itu menggunakan tombaknya sampai wajah Asriel menerima satu tebasan tombak milik Konomi.
Wajahnya mengeluarkan banyak senar yang bergerak cepat, Asriel terpaksa mundur tetapi Konomi menyerang dari belakang sampai ia terpental menuju arah Ako yang langsung melempar tombaknya.
Tombak itu menghancurkan wajah Asriel tetapi senar yang keluar melalui lehernya kembali terikat sampai membentuk kepalanya lagi, sekuat apapun mereka mencoba mereka tidak akan kalah dengan mudah.
Anastasia terus memperhatikan dari jauh dengan tatapan terkejut, ia merasa dikejutkan dengan sikap anak kecil seperti mereka tidak mendapatkan gangguan apapun ketika berhadap dengan Ayah mereka sendiri.
__ADS_1
"Sungguh mengejutkan... aku tidak menyangka mereka akan terus bertarung tanpa merasa bersalah atau sedih." Anastasia mulai memutar sulingnya selagi memperhatikan pertarungan mereka.
"Shinobu Koneko... aku tidak menyangka potensimu sudah menginjak tingkat sejauh ini, aku sungguh kagum."
"Hanya saja... apakah kalian dapat menghentikan senar itu agar bisa berhenti menjadi wujud Ayah kalian? Aku kebetulan berhasil mengambil darah mereka di dalam kuburan sejak kematian mereka..."
"...sayang sekali ya, aku tidak dapat menghidupkannya menjadi Undead atau Zombie, boneka saja sudah cukup tetapi mereka tidak dapat berinteraksi atau berbicara."
Anastasia tersenyum serius melihat mereka semua bertarung dengan baik tanpa mengalami masalah yang besar, sepertinya evolusi generasi Legenda akan terus terjadi terutama sekarang.
Mereka bisa saja melampaui orang tua mereka sendiri termasuk dengan Kakek dan Nenek karena campuran dari keturunan yang berbeda, Anastasia juga lebih tertarik dengan Shinobu yang pasti akan menguasai The Mind.
Anastasia sudah mendapatkan banyak hasil yang ia inginkan bahwa kristal di dalam tubuh mereka sudah pasti akan mengalami evolusi setiap kekacauan yang dirasakan atau serap.
"Teruslah bertarung demi eksperimenku... hyannn~"
"Mm!?" Anastasia menoleh ke belakang karena merasakan sesuatu yang tidak asing terus bertambah besar sampai ekspresinya tadi yang terlihat senang berubah menjadi kesal.
"Apa yang terjadi di sana...? Kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh..."
BAAMMMMMM!!!
Shinobu berhasil memukul dada Shuan cukup dalam menggunakan tinjunya sampai menghancurkan kristal di dalamnya, setelah itu ia menatap wajahnya.
"Apakah Papa melihatnya di atas sana...? Surga... sebuah tempat tak terbatas yang dipenuhi kesenangan, Papa pasti memperhatikan diriku bertambah kuat kan."
Shinobu melepaskan gelombang cahaya melalui kedua tapaknya sampai semua alat yang mengelilingi punggungnya ikut melepaskan gelombang yang sampai menghancurkan tubuh Shuan menjadi senar.
Di sisi lainnya, terdapat Koizumi yang bertarung lebih serius dan agresif demi menunjukkan dirinya memiliki kekuatan dan kemampuan yang jauh lebih hebat dari Ayahnya sendiri karena ia ingin menunjukkannya.
Koizumi mengerahkan tenaga dan kekuatan yang besar sampai melepaskan satu serangan untuk menghancurkan sabitnya, setelah itu ia menebas tubuhnya beberapa kali.
"Aku bukan putri yang kau anggap kecil lagi, Ayah! Akan ku tunjukkan seberapa jauh diriku berkembang...!" Pergerakan Koizumi bertambah semakin cepat sehingga tebasan yang ia lepas mampu merobek tubuh Rokuro.
Tebasan yang diterima oleh Rokuro menyebabkan luka besar sampai banyak sekali senar keluar, pada akhirnya Koizumi tidak memberi ampun karena ia langsung menebasnya menjadi dua sampai kristal di dalamnya hancur.
Setelah itu, ia berputar lalu melakukan satu putaran yang dicampur dengan tebasan sampai tubuh Rokuro langsung hancur sehingga sisa senarnya terjatuh ke dalam lautan.
"Fuhhh... ternyata palsu memang tidak bisa menandingi kehebatan Ayahku sendiri, dia pasti akan merasa dipermalukan." Koizumi melempar belatinya ke atas lalu berbalik badan sampai belatinya kembali mendarat di dalam sarungnya.
Konomi dan Ako masih bekerja sama sebagai satu tim, mereka berdua terus menyerang Asriel secara koordinasi sampai ia terus tertekan dan salah satu anggota tubuh membeku karena bilah tombak mereka yang mengeluarkan suhu dingin.
Tubuh Asriel mulai membeku sampai dirinya menerima tendangan yang cukup keras dari Konomi dan Ako lalu dilanjutkan dengan lemparan tombak yang menusuk perut dan kepalanya sampai ia terjatuh di atas lantai.
Kebetulan tombak Konomi menghancurkan kristal di dalamnya sampai tombak tersebut ketika menyentuh lautan langsung membekukan semua air yang berada di lautan.
"Ternyata benar... tadi aku sempat mendengar suara retakan dari kristal, kristal itu seperti melarang kita untuk menggunakan sihir." Kata Konomi yang mulai menghilangkan tombaknya.
__ADS_1
"Kau terlalu berlebihan... jangan sekali-kali membekukan lautan lagi, kau dapat membunuh semua makhluk di dalamnya!" Bentak Koizumi yang langsung memarahi teman atau bisa dibilang dengan murid juga.
"Ahh...! M-Maaf... kami tidak tahu bahwa sihir di dalam tombak itu akan langsung aktif sampai membekukan lautan menjadi kristal es."
Konomi dan Ako mencoba untuk mengubah kembali lautan es menjadi semula tetapi Shinobu langsung menghentikan mereka dengan tatapan yang terlihat panik.
"Jangan mengubahnya kembali... biarkan senar itu terjebak di dalam sana karena pembekuan kristal es yang keras." Peringat Shinobu.
Perkataannya menarik perhatian Anastasia seketika karena ia baru saja memecahkan kelemahan dari senar tersebut, dengan menjebaknya saja sudah cukup untuk meraih kemenangan lebih mudah.
"Sayang sekali... hanya sedikit percobaan, belum sempurna. Tetapi melihat kalian bertarung... membuat bagian ituku basah karena tidak sabar untuk menyempurnakannya."
Anastasia menjentikkan jarinya sampai tongkat sihirnya muncul lalu mengeluarkan senar yang mengikat kristal ungu di dalamnya, ia mulai menatapnya dengan tatapan penuh kepuasan.
"Aku tidak sabar..."
"...sungguh menantikan waktunya juga." Anastasia menjilat bibirnya sendiri sehingga telinganya langsung terkena serangan teriakan dari jarak yang berbeda.
RAAAAAAAWWWWWWRRRR!!!
"... ...!" Shinobu memasang tatapan yang kaget ketika mendengar teriakan tadi, tidak salah lagi ia dapat mendengar suara itu persis dengan raungan seekor Neko Legenda ketika berubah menjadi wujud Beast itu.
"Mm? Apakah hanya aku saja yang mendengar suara singa?" Tanya Konomi.
"Aku juga sama, Kakak..."
"Apalagi... astaga, aku sudah bilang sesuatu sebelum datang ke sini, aku harap tidak ada kejadian menyebalkan---"
BAAGGGGG!!!
Tubuh Koizumi langsung termakan oleh Beast Neko Legenda yang melompat keluar dari dalam kristal es itu, mereka semua langsung terkejutnya ketika melihatnya sehingga pulau terpencil dimana Neko Legenda tinggal mulai dipenuhi dengan Beast Neko Legenda juga.
"Apa yang...?!" Anastasia terkejut ketika melihat perubahan mereka aktif bukan karena perintahnya sendiri melainkan oleh orang lain.
"Siapa yang berani-beraninya mengganggu eksperimenku sendiri...!?"
BAMMMMMM!!!
Koizumi menghancurkan semua taring di dalam Beast Neko Legenda tersebut lalu ia terbang keluar selagi menatap Beast di hadapannya yang kesakitan sampai mulutnya mengeluarkan banyak darah.
"Ada apa sekarang, kekacauan tanpa henti?!" Tanya Koizumi yang terlihat muak.
"Para Neko Legenda..."
"...emosi mereka..." Shinobu dapat membacanya dengan The Mind, semuanya penuh dengan keliaran dan kegilaan sampai mereka tak lama lagi akan hilang kendali karena amarah besar.
"...mengerikan sekali."
__ADS_1