
Teman Okaho yang lainnya baru saja tiba dan mereka mendapatkan beberapa informasi serta berita dari Minami yang membicarakan tentang Kuharu, ia benar-benar kuat dan bahkan mereka sempat terkejut dan khawatir tentang Haruka yang sudah diculik, semoga saja sesuatu yang buruk tidak terjadi kepada dirinya. Hanya rasa kesal dan khawatir yang mereka rasakan terutama Rokuro yang merasa sangat kesal sampai ia ingin sekali bertemu dengan Koharu dan menghajarnya beberapa kali.
Sayang sekali, orang tua dari Hana dan Mitsuki juga sama-sama mengkhawatirkan mereka jadi mereka tidak mendapatkan ijin untuk pergi, mereka membutuhkan ijin itu karena Okaho sendiri yang menyarankannya bahwa mereka akan pergi jauh menuju Realm of Time, sesuatu yang buruk bisa saja terjadi jadi mereka harus mempersiapkannya di mulai dari tahap pertama yaitu mendapatkan ijin dari orang tua agar mereka tidak perlu khawatir mereka pergi terlalu lama, mereka menolak karena masuk ke dalam wilayah yang berkaitan dengan waktu itu berbahaya.
Apapun bisa terjadi, waktu juga dapat menyebabkan kematian karena semua orang memiliki waktu kematian yang tidak bisa dilihat begitu saja. Okaho merasa pusing dan kebingungan karena ia tidak memiliki pilihan lain selain menantang mereka juga, orang tua akhir-akhir ini tidak mempercayai dengan keturunan mereka padahal keturunan mereka adalah kunci untuk membawa Touriverse menuju masa depan yang lebih baik dari sebelumnya jadi seluruh orang tua bisa beristirahat dan dalam mengatasi masalah tersebut.
"Astaga, beri aku istirahat sedikit... Kou baru saja mengalami masa pemulihan-nya dan orang tua kalian bisa mengijinkan kalian jika seseorang mengalahkan mereka di latih tanding?" Tanya Okaho, ia baru saja memberi Kou sebuah obat. Mereka semua mengangguk dan ia harus mengandalkan Kou kembali, Kou menatap mereka semua lalu ia mengangguk dan menunjukkan senyuman yang tidak berdosa.
"Kau benar-benar yakin untuk membuat Kou bertarung melawan Ayahku?!" Seru Rokuro.
"Ohh... aku lupa." Okaho melupakan satu hal penting, ia belum menjelaskan kekuatan Kou kepada mereka semua. Menghabiskan waktu selama beberapa menit sebelum mereka terserang dengan penuh kejutan dari kemampuan yang Kou milik, jika dipikirkan lagi kekuatannya sangat kuat bahkan Rokuro sendiri tidak mempercayainya, ia ingin sekali melihat kekuatan itu sendiri dengan meminta Okaho.
"The Mind ya... h-hebat sekali, itu artinya ketika kita menghabiskan waktu di pantai... Legenda yang menghantam temannya dengan bola voli itu disebabkan oleh pikiran Kou ya? Ketika Legenda mencuri sebuah tas juga, ia berakhir melepas tas tersebut dan terbang menuju lautan-nya hanya untuk dimakan oleh hiu." Kata Hana, tebakan Asriel sepertinya tepat sasaran ketika mendengar Okaho membicarakan kekuatan dan kemampuan Kou yang berkaitan dengan pikiran, itu benar-benar kemampuan yang hebat tetapi ia juga memiliki resiko tersendiri.
__ADS_1
"Okaho, biarkan aku bertarung melawan Kou sebentar saja. Aku yakin dia pasti bisa bertahan, kau sendiri yang bilang bahwa dia bertahan melawan seorang Dewi Agung." Kata Rokuro, mereka semua terkejut ketika mendengarnya, Okaho langsung tersenyum karena ia juga sebenarnya ingin melihat kekuatan Kou untuk kedua kalinya.
Beberapa menit kemudian, halaman rumah Korrina berubah menjadi arena yang terlihat seperti tempat pelatihan. Rokuro dan Kou sekarang di dalam arena itu saling menatap satu sama lain, Rokuro akan melakukan semua cara untuk bisa menang melawan Kou walaupun kekuatan yang ia miliki itu sangat kuat, melakukan percobaan dengan latih tanding melawan Kou itu untuk menunjukkan dirinya sudah siap atau belum ketika menghadapi Kuharu nanti.
"Baiklah, kita mulai..." Okaho mengangkat lengan kanannya lalu ia memulainya dengan cepat, ia menurunkan lengan kanannya. Rokuro menunjukkan kuda-kuda bertarungnya lalu ia melihat Kou yang tetap berdiri sambil menikmati crepesnya itu dengan wajah yang terlihat seperti merasakan sesuatu yang lezat, entah kenapa Rokuro merasakan sesuatu yang berbahaya ketika mencoba untuk mendekatinya, jantungnya berdetak cukup cepat dan pikirannya mengalami penolakan secara tiba-tiba.
Rokuro mencoba untuk tidak bertarung melawan Kou menggunakan sihirnya, itu adalah hal pertama yang pikirkan karena ketika ia mencoba untuk mengeluarkan sihirnya, ia malah membatalkannya secara tiba-tiba. Tubuhnya benar-benar mengikuti naluri dan pikirannya seolah-olah ia sedang diperintah oleh pikirannya sendiri, Rokuro maju ke depan lalu ia mencoba untuk melancarkan beberapa serangan tetapi semua serangan itu melesat dan Kou tidak menggerakkan sedikit tubuhnya melainkan ia menatap Rokuro sambil memakan crepesnya.
Rokuro mencoba untuk menendang Kou tetapi secara refleks ia melompat ke belakang secara tiba-tiba, pikirannya memperingati dirinya bahwa jika ia menendang-nya maka ia akan menerima sesuatu yang menyakitkan. Entah itu Kou yang membantunya atau pikiran murninya yang memperingati tubuhnya, "Hebat sekali... aku tidak menyangka kau memiliki kekuatan sehebat ini, Kou. Aku masih belum selesai dan puas loh!" Rokuro mulai bergerak mengelilingi Kou dan melancarkan beberapa serangan yang bertubi-tubi.
Serangan bertubi-tubi itu sangat cepat bahkan sampai membuat semua penonton kebingungan, Okaho melebarkan matanya ketika melihat serangan Rokuro yang begitu cepat tidak mengenai Kou sedikitpun, ia juga melihat Kou yang masih berdiri di posisi yang sama sambil menghabiskan crepesnya itu. Jika Okaho berada di situasi Kou maka dia sudah menerima serangan cepat itu tetapi Kou sendiri tidak merasakan apapun kecuali angin yang menghembus wajah dan krim crepesnya.
Rokuro melompat ke belakang sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, dia sudah mencoba cara lain untuk menyerang Kou yaitu menyerang tanpa harus memikirkan sesuatu karena jika ia menyerang sambil berpikir kemana ia harus menyerang maka Kou mungkin dapat melakukan penolakan lagi tetapi sepertinya itu tidak berhasil, menyerang tanpa memikirkan kemana ia harus mengarahkan serangan itu tidak berguna karena Kou sendiri yang menambahkan pikiran serangan itu kepada Rokuro sendiri sehingga ia tidak menyadarinya, hanya tubuhnya saja yang mengikutinya.
__ADS_1
"Itu artinya menyerang dengan insting memang tidak berhasil... hebat sekali, aku belum pernah melihat kekuatan seperti ini..." Serangannya tadi hanya menjatuhkan beberapa krim di crepesnya sampai wajah Kou dipenuhi dengan madu, ia menghabiskan semua itu lalu tersenyum kepada Rokuro dan menunjukkan tulisan, 'Apa sudah selesai? Aku tidak mau melanjutkan pertarungan ini lebih lama lagi.'
"Hmph... aku masih belum selesai, Kou! Aku mengakuinya sekarang, kau benar-benar kuat tetapi aku sendiri tidak akan terlalu mengandalkan dirimu di wilayah waktu itu!" Rokuro bergerak dengan sangat cepat lalu ia mengelilingi Kou dan ia melancarkan satu serangan yang dipenuhi dengan tenaga, serangan itu seperti biasanya tidak mengenai tubuh Kou melainkan serangan itu mengenai daratan sehingga Rokuro merasakan sesuatu yang janggal di dalam pikirannya sehingga ia berhenti bergerak ketika tinju kanannya memukul wajahnya sendiri.
Rokuro terjatuh, ia mencoba untuk bangun tetapi tubuhnya terasa sangat berat sehingga pikirannya menolak dirinya untuk bangkit dan mengakui kekalahannya, semua orang terkejut melihat Rokuro yang terlihat kesulitan untuk bangkit. Tidak salah lagi, Kou benar-benar lawan yang kuat bahkan Rokuro sendiri tidak bisa menyentuhnya dan mencari kelemahan, satu-satunya kelemahan yang ia miliki adalah fisik lemah dan penyakit permanen-nya itu.
"Sepertinya aku tidak akan menikmati pertarungan yang panjang jika kau tidak menyerang Kou, kekuatan pikiran memang hebat dan menyusahkan..." Rokuro melihat Kou yang membantu dirinya untuk bangun, Rokuro menolaknya dan memilih untuk bangun sendiri karena pikirannya sekarang tidak mengatakan apapun lagi, "Bagaimana kau bisa menghindari semua serangan itu, Kou? Apakah itu termasuk pikiranmu juga?"
Kou mengangguk lalu ia meraih tangan Rokuro dan menempatinya di atas kepalanya untuk menunjukkan kepada dirinya bahwa ia memiliki tubuh yang asli, serangannya tadi hanya meleset dan bukan menembus tubuh Kou, "Bukan hanya kekuatan pikiran saja yang menyusahkan tetapi tubuh Astralmu juga lebih menyusahkan... pertarungan yang baik tetapi aku tidak ingin mengandalkan gadis kecil sepertimu, kau juga jangan memaksakan diri disana." Rokuro berjalan pergi dan Hana mulai terkekeh bahwa adiknya selalu bersikap keren seperti itu.
"Melihat Rokuro seperti itu aku juga merasa tertarik untuk bertarung dengan Kou." Asriel mulai berbicara, Kou mendengar itu lalu ia menggerakkan tangannya seperti mengajak Asriel untuk mendekat, "Sepertinya Kou masih ingin bertarung, silahkan... aku disini menikmati pemandangan pertarungan yang berat sebelah ini." Kata Okaho.
"Baiklah...!"
__ADS_1