
"Kucing garong, seharusnya kau tahu bahwa perkataan besar seperti itu memperlihatkan dirimu seperti gadis kecil... terlalu bersikap seperti anak-anak." Kata Haruka sambil menyilangkan kedua lengannya, saat ini mereka sedang bertarung melawan beberapa peserta dari akademi dan Minami terus mengatakan perkataan yang cukup ambigu dan ia terlalu banyak berbicara sehingga memperlihatkan dirinya seperti seorang anak kecil yang terus berkhayal.
"Ada yang bangkit tetapi bukan keadilan...!!! Melainkan sosis yang akan aku panggang, ya! Sosis itu adalah kalian!!!" Kata Minami sambil menunjuk mereka, entah kenapa perkataan itu membuat Haruka menatap dirinya dengan tatapan yang terlihat suram. Minami yang asli muncul di belakang mereka dan ia langsung menatap kedua tapaknya dengan ekspresi yang terlihat bingung, "Tidur di sebelah dengan Kou... jadi ini yang Okaho pernah bicarakan? Kekuatan pikirannya dapat membawakan kita ke suatu kebenaran yang berbeda-beda bahkan ingatan."
Minami mundur beberapa langkah untuk memperhatikan dirinya bersama Haruka yang dulu selalu bersama dalam melaksanakan tugas apapun, ia bisa melihat dirinya yang dulu bersikap seperti seorang anak-anak yang tidak pernah tumbuh-tumbuh. Entah kenapa melihat dirinya sendiri yang dulu membuat tubuh Minami merinding penuh dengan rasa jijik dan malang bahwa ia dulunya seperti itu, mengkhayal dan mengatakan sesuatu yang terdengar ambigu, "Aku ingat sekali dulu... Haruka memberitahu diriku untuk tetap fokus dan kembangkan diriku menjadi seorang Legenda yang layak seperti Mama dan Papa."
"Aku terlalu bodoh dan tidak mengerti sejak itu, aku mengira bahwa dunia adalah tempat yang begitu nyaman dengan kedamaian yang besar. Seperti itu berubah ketika aku menyadari tentang konflik yang besar seperti penyerangan Zangetsu, aku merasa diriku tidak berguna bahkan sampai melihat beberapa orang di hadapanku harus mati... rasa sakit dan sedih yang aku rasakan mencoba untuk menghancurkan sisi kekanak-kanakan yang berada di dalam diriku ini." Kata Minami sambil meraba dadanya sendiri dengan ekspresi yang terlihat serius.
Pertarungan berjalan dengan hasil memuaskan seperti biasanya, jika Haruka dan Minami berada di satu tim maka bisa dibilang mereka tidak terkalahkan berkat kemampuan waktu milik Haruka dan pengalaman bertarung Minami yang tinggi karena sering dilatih oleh Shira sejak kecil. Hanya saja Minami terlalu ceroboh dulunya karena ia terlalu banyak berbicara dan membiarkan musuh bertambah kuat, ia berbeda dengan Shira dan Megumi yang sekarang, selalu mengalahkan musuh lebih cepat.
Minami menghela nafas panjang lalu ia bisa melihat dunia yang ia lihat berubah begitu saja seperti terbalik dan membawa dirinya menuju taman, hanya untuk melihat ingatan yang pernah ia alami dulu bersama sahabat-nya Haruka. Ia bisa melihat dirinya dan Haruka yang sedang memandang bunga-bunga indah itu, "Apakah kamu akan pensiun menjadi seorang pengabdi apalah itu, kucing garong? Kau sudah membuat banyak masalah dan keributan bersamaku, perkataanmu itu bahkan dibilang jorok kata guru dan Mamaku."
__ADS_1
"Ehh!? Kenapa begitu, nya... seharusnya apa yang aku katakan itu benar-benar keren dan mampu membuat mereka semua ketakutan dengan gadis imut seperti diriku, nya!" Kata Minami dengan ekspresi yang terlihat kaget, Haruka mulai tertawa lalu ia mengelus rambutnya, "Menjadi karakter seperti bisanya boleh, jangan terlalu berlebihan... aku ingin kamu berkembang dan bersikap lebih dewasa seperti sahabatmu yang cantik ini~ Begitu."
"Kau sendiri tidak jauhnya, nya..." Jawab Minami dengan tatapan suram, "Ahahaha, hanya untuk hari ini kok, hari ini."
Minami tersenyum kecil karena ia mengingat bahwa dulunya ia sangat sulit dalam mengatur kebiasaannya dalam mengkhayal dan merubah dirinya menjadi Shiratori Minami yang terlihat lebih diandalkan dan dewasa, semua itu berubah dengan cepat ketika ia sadar bahwa Haruka dan Okaho tidak lagi bersama dirinya. Mungkin ini yang mereka maksud perubahan karena terlalu menyayangi orang tersebut, entah kenapa Minami menyadarinya sekarang dan itu membuat perasaannya bercampur aduk.
Minami setidaknya makin sadar ketika ia tidur di sebelah Kou, kekuatannya itu cukup membantu dirinya untuk menenangkan diri karena bisa melihat Haruka. Sekarang ia melihat dirinya bersama Okaho sedang berada di dalam kamar selagi bermain permainan, Okaho tidak jauh berbeda dengan Haruka yang memberitahu dirinya untuk berubah menjadi seseorang yang lebih dewasa dan waras, perkataan yang selalu ia ucapkan boleh ia keluar tetapi dalam waktu yang tertentu.
"Seketika aku merasa bodoh dengan diriku sendiri ketika mereka masih berada di sisiku, entah kenapa penyesalan itu muncul ketika mereka tidak lagi bersama diriku. Yang memulai ini tidak jauh lagi Kuharu yang sudah menghancurkan segalanya, aku ingin perubahan tetapi perubahan ini entah kenapa merasa kurang dan lebih untuk diriku. Kehilangan Haruka saja... sudah membuatku sedih sejak itu sehingga aku hanya bisa menangis dan sekarang Okaho... amarah yang keluar bukan rasa sedih!" Minami mengepalkan kedua tinjunya sehingga penglihatannya sekarang menunjukkan dirinya yang memarahi Kou.
"Kou benar-benar memiliki fisik yang lemah, ia memiliki banyak riwayat penyakit... aku tidak memiliki pilihan lain selain memanjakan dirinya sangat dalam, lagi pula dia adalah adikku yang sangat imut dan tidak berdosa. Seorang keturunan Comi yang bisa di bilang sempurna walaupun memiliki keturunan yang sangat banyak, aku sendiri yakin bahwa semua orang yang memiliki kekurangan apapun itu... pasti akan bisa berubah." Kata Okaho sambil menunjukkan senyuman-nya, Minami hanya bisa diam sambil menatap mereka berdua.
__ADS_1
Kou menghampiri Minami dan sekarang ia berada tepat di hadapannya, "Apakah kamu masih mau berteman denganku, Minami?" Minami melebarkan matanya dan langsung bangun dari mimpinya ketika Kou berbicara dengan suara yang terdengar sangat lembut, entah kenapa mimpi itu bisa disebut mengerikan karena ini pertama kalinya ia mendengar Kou berbicara seperti itu.
"Pagi, kau sepertinya mengalami mimpi yang mengerikan ya." Kata Yuriko, ia baru saja masuk ke dalam kamarnya hanya untuk menyediakan sarapan untuk Minami. Minami saat ini sedang menutup mata kanannya yang terasa gatal, ia mengalihkan pandangannya kepada Kou yang masih tertidur dengan nyenyak. Entah kenapa matanya terasa gatal bahkan tubuhnya ikut gatal sehingga ia pergi menghampiri kamar mandi untuk melihat matanya itu sehingga ia tercengang ketika menatap dirinya di cermin.
Mata kanannya memiliki warna pupil berbeda sekarang, warna biru tua yang terlihat seperti malam hari dan juga cahaya kecil yang menunjukkan bintang. Iris matanya juga memiliki warna yang terlihat seperti luar angkasa sehingga Minami tidak bisa mengetahui apa yang terjadi dengan mata kanannya yang memiliki lambang bintang dan sesuatu yang berkait dengan bulan, "Terlihat keren sih... jika aku masih seperti dulu maka aku pasti akan melakukan beberapa gaya, entah kenapa terlihat cocok..."
Minami menggerakkan ekornya lalu ia melihat sekeliling dan sepertinya aman, ia mundur beberapa langkah dan tidak bisa menahan dirinya ketika ia mendapatkan sesuatu yang terlihat keren untuk ditunjukkan dengan berbagai gaya. Minami menutup mata kanannya menggunakan tapak tangannya lalu ia mundur beberapa langkah sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat, "Hmph... Bersinarlah... kegelapan... pergilah dan bersiap-siap untuk menghadapi sesuatu... sesuatu yang tegak tetapi bukan keadilan... sesuatu yang bulat tetapi bukan tekad... sesuatu yang selalu menyinari hari... dan membuat orang merasakan kehangatan dari kenikmatan."
"Namaku adalah Shiratori Minami, seorang pengabdi cahaya keadilan yang sudah tumbuh dan berkembang, aku tidak akan membiarkan satupun kegelapan masuk ke dalam wilayah cahaya keadilan! Mereka yang mencoba untuk masuk akan merasakan sesuatu yang bulat dan tekad, matahari! Ya, matahari dari kekuatan cahaya keadilan! Shining Justice, yhaaa..." Minami mengatakan itu dengan suara yang tenang bahkan ia melakukan beberapa gaya dengan ekspresi yang terlihat tenang berbeda dengan dulu, dipenuhi dengan rasa senang dan bahagia.
"Kenapa aku tidak merasakan sesuatu yang berlebih seperti biasanya...? Hmm, mungkin aku benar-benar bertambah dewasa karena Okaho---" Minami melebarkan matanya ketika melihat Kou berdiri tepat di sebelah-nya sambil bertepuk tangan dengan senyuman lebar di wajahnya, "K-Kamu tidak lihat 'kan, Kou?"
__ADS_1
Kou menggelengkan kepalanya lalu ia mengangkat kedua jempol-nya, "Ugh... Aku tidak ingin kau melihat diriku melakukan hal sementara, mungkin itu yang terakhir karena aku tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan menikmati hobiku. Astaga, aku sendiri bahkan tidak berbicara seperti biasanya..." Kou menjawab perkataan itu dengan tepukan di tangan Minami bahwa semuanya baik-baik saja jika ingin melakukan hobi yang berbeda.
"Jika kau sudah bangun maka kita pergi, tidak ada lagi waktu yang harus dihabiskan dan bagi Kuharu... waktu itu adalah sesuatu yang dapat ia pergunakan, ayo, kita pamit kepada Yuriko dan mencari semua kubus hitam itu dengan cepat. Aku ingin bisa bertemu dengan yang lainnya karena kita berdua masih belum cukup untuk mengalahkan musuh..."