Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 901 - Amarah Seorang Dewa Ketika Disentuh Sembarangan


__ADS_3

Hinoka untungnya menyentuh tubuhnya dengan sihir ledakan yang memberikannya sebuah kesempatan untuk memulihkan luka fatal tadi, tubuhnya meledak sampai membentuk kembali dengan kondisi yang pulih.


"... ..." Hinoka awalnya sudah melihat sesuatu yang begitu gelap, untung saja jarinya menyentuh tubuhnya jika tidak maka ia sudah pasti akan mati dan mengecewakan semua temannya.


Shinobu melempar beberapa daun herbal emas menuju arah Ako dan Koizumi sampai mereka memakannya lalu menerima pemulihan yang cukup untuk membangkitkan mereka kembali dari kekalahan.


"Jika sudah seperti ini maka... kita akan terus bertarung dalam situasi apapun, kami bangsa Legenda akan terus berjuang!" Seru Shinobu dengan tatapan penuh tekad sampai ia mulai menarik keluar Kerisnya.


"Shinobu benar...!!! Tidak ada yang namanya batasan untuk kami bangsa Legenda...!!!" Koizumi dan Shinobu menyerang dirinya secara bersamaan sampai mereka melakukan serangan koordinasi yang menyebabkan dirinya untuk melakukan posisi pertahanan.


Pergerakan Koizumi dan Shinobu mulai mencoba untuk menipu Demetrio karena mereka bergantung dengan waktu serta kecepatan cahaya yang sama-sama membingungkan dan membutuhkan penempatan waktu yang pas untuk menyerang.


Demetrio melesat maju menuju arah Shinobu lalu ia melancarkan satu serangan yang menembus tubuhnya sehingga Shinobu berubah menjadi jam pasir yang mengartikan kemampuan Replay gagal karena disentuh.


"Sial... lagi---" Dagu Demetrio menerima satu tendangan gabungan dari Koizumi dan Shinobu yang melakukannya secara bersamaan menggunakan lompatan waktu serta cahaya.


Demetrio terpental ke belakang tetapi ia kembali bangkit dengan pusaran cahaya yang mengelilingi tubuhnya itu, kemudian ia bisa melihat Shinobu dan Koizumi lari mengelilingi Demetrio yang menghantam daratan dengan cepat.


Koizumi dan Shinobu langsung terbang ke atas langit sampai mengeluarkan aura Crimson yang mencoba untuk menipu dirinya lagi, Demetrio memasang tatapan kesal lalu melepaskan pusaran angin api di sekelilingnya.


Pada akhirnya, serangan kombinasi yang dilakukan Shinobu dan Koizumi mulai gagal sampai tidak berhasil untuk kedua kalinya karena tubuh mereka yang tertarik ke dalam pusaran bola energi di sebelahnya.


Shinobu menendang Koizumi keluar dari dalam pusaran itu sehingga ia memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu menjerit kesakitan berada di dalam pusaran itu dengan reaksi elemen api dan listrik.


"Hentikan sekarang juga...!!! Demetrio!!!" Seru Koizumi keras yang melesat maju menuju arah Demetrio lalu mengulurkan waktu sampai Anastasia memberikan mereka sihir dukungan dan pemulihan.


Anastasia mulai mengeluarkan tongkat sihirnya sampai ia memunculkan piano yang langsung ia mainkan untuk melepaskan banyak sekali suara merdu yang berubah menjadi sumber kekuatan serta pemulihan untuk mereka semua.


Koizumi menahan banyak sekali serangan dari Demetrio tetapi perbedaan kekuatan bisa terlihat jelas, belati yang ia pegang langsung patah sehingga wajahnya menerima satu tendangan dari Demetrio.


"Aggghh...!!!"


Demetrio melepaskan meteor berukuran gunung menuju arah Koizumi yang sudah dimasukkan dengan reaksi elemen, tetapi Koizumi berhasil menghentikan waktu hanya untuk menghindarinya.


Ketika waktu kembali berjalan, Demetrio melesat ke depan sampai melepaskan angin yang menebas tubuhnya beberapa kali tetapi ia tetap fokus dengan serangan yang Demetrio lakukan sampai tertahan menggunakan belatinya yang sudah patah.


"Nrrgghhh...!"


"Keturunan yang suka membantai... jelaskan padaku, apakah aku bisa mengubah sesuatu untuk selamanya hanya dengan membunuh dan membantai mereka?"


"Jelaskan kepadaku juga, apakah memperbudak para mortal dan penduduk yang tidak mau mempercayai apapun terutama Dewa bisa menjaminkan sebuah kedamaian abadi yang kau selalu bicarakan?!"


"Berani-beraninya kau menanya balik kepada seorang Dewa!!!" Demetrio melancarkan satu pukulan yang langsung meledak karena Hinoka di belakangnya.


Koizumi menarik kedua kakinya lalu ia meluncurkannya secara bersamaan sampai menendang wajah Demetrio lalu mementalkan dirinya menuju arah Hinoka dan Ako yang menyerang dirinya dari jarak yang sangat jauh.


Koizumi menyentuh tatonya, memberikan semua God Lenergy yang dia rasakan dan alami ketika melawan Demetrio lalu ia memperhatikan Shinobu yang mencoba untuk bertarung satu lawan satu lagi dengannya.


Ako dan Hinoka hampir saja menerima serangan mematikan lainnya dari Demetrio tetapi ia secara refleks menghindari serangan cahaya Shinobu sampai tubuhnya yang menerima semua serangan kecil cahaya itu tidak dapat mengenainya.


Sebagian dari tubuhnya berubah menjadi air dan angin agar bisa menghindari kecepatan tangannya yang melepaskan sihir angin itu, Shinobu melakukan putaran ke depan lalu melepaskan satu tendangan tetapi gagal untuk mengenainya.


Semua serangan yang dilakukan oleh Shinobu tidak dapat mengenai Demetrio karena tubuhnya yang terbentuk dari angin dan air, jika saja ia bertarung dalam kondisi sempurna maka Shinobu bisa menghentikannya.


Demetrio membiarkan Shinobu mengenai satu serangan kepada tubuhnya agar ia bisa mengubah kakinya atau lengannya menjadi batu, Shinobu melakukan pergerakan yang salah dimana ia tertarik oleh pusaran angin.

__ADS_1


Tubuhnya menerima serangan air lahar yang mengeras menjadi obsidian, kepala Demetrio mulai mengalami pengerasan dengan bantuan dari sihir tanah dan api.


Kepalanya langsung mendapatkan lindungan dari zirah kepala yang langsung ia lancarkan ke depan sampai kepalanya menghantam wajah Shinobu langsung menghancurkan seperti balon yang pecah.


Mereka semua memasang tatapan kaget sampai Ako menutup mulutnya ketika melihat betapa sadis dan tragisnya Shinobu dibunuh oleh Demetrio dengan menghancurkan kepalanya itu menggunakan serangan kening.


Lehernya menyemburkan banyak darah lalu Demetrio menjatuhkan dirinya selagi menunjukkan ekspresi puas, "Kau itu terlihat seperti gadis kecil tetapi tidak pernah takut akan kematian itu sendiri..."


"...sekarang hanya tersisa tiga nyawa, bukannya begitu, Shinobu Koneko?" Tanya Demetrio yang melihat cahaya emas menghidupkan dirinya kembali.


"Apakah aku akan gagal dan terjatuh ke dalam trik yang sama...? Sadarlah... aku di sini sudah menjadi seorang Dewa yang begitu hebat sampai kau Mortal tidak memiliki arti apapun bagiku!"


Demetrio melayang ke atas langit lalu ia memunculkan Golem besar di belakangnya yang menguasai semua dasar elemen juga, "Aku sudah menunjukkan gambaran neraka... Golem yang menjaga pintu neraka dalam kepercayaanku!!!"


"Semua kekuatan melalui kepercayaan para pengikutku... memberikan diriku banyak sekali kekuasaan sampai aku bisa menggunakan kemampuan yang sangat Legendaris."


Tubuh Demetrio melepaskan banyak sekali aura yang mengandung sihir berbeda di dalamnya, mereka memasang tatapan kesal ketika melihat dirinya bertambah semakin kuat bahkan sampai membutuhkan Golem itu untuk mengakhiri pertarungan.


Golem itu melepaskan banyak sekali gelombang campuran dari semua elemen yang langsung Hinoka tahan menggunakan seragam bola energi ledakan yang berhasil meledakkannya tanpa sisa apapun.


"Sungguh pemberontak yang tidak tahu diri... tunduk lah di hadapanku atau kalian akan menerima kekuatan yang sangat maha kuasa!" Golem itu melebarkan kedua lengannya sampai menjatuhkan banyak sihir yang berbeda.


Semua sihir itu bergabung lalu menghantam daratan sampai terjadi reaksi elemen berbeda yang melukai mereka semua, para gadis pemberontak itu terpental ke belakang.


"Ck...! Jangan harap bisa melukai kami lagi, Demetrio!!!" Hinoka melesat maju menuju arah Demetrio bersama dengan Ako di belakangnya, Koizumi hanya bisa mundur selagi merencanakan sesuatu untuk Shinobu di sebelahnya.


Ako menembak banyak sekali panah menuju arah Demetrio tetapi tidak memberikan dirinya kesakitan apapun, "Mortal rendahan... apakah menyerah memang sudah kalian hapus dalam pikiran itu?"


"Menyerah bukanlah sesuatu yang bisa dibilang pilihan buruk... maka aku menyarankan kalian untuk menyerah dan jangan melakukan tindakan bodoh lainnya!" Kata Demetrio dengan tatapan tenangnya.


Semua serangan yang dilakukan oleh Golem itu sudah meledak sebelum mengenai tubuh mereka, Demetrio memasang tatapan kaget ketika melihat Ako melepaskan panah besar yang membekukan tubuh Golem tersebut.


Hinoka mendapatkan banyak keuntungan dengan terbang laju menuju Golem tersebut selagi melancarkan satu pukulan pengubahan realitas yang meledakkan Golem itu sampai menyebabkan asap di sekitar Demetrio.


"Mustahil... inilah kenapa Mortal bertingkah seenaknya...!!! Kekuatan seperti itu...!!! Pengendalian realitas tidak seharusnya dipegang oleh seorang mortal!!!" Teriak Demetrio keras yang melihat Hinoka dan Ako menyerang dari arah yang berbeda.


Demetrio memejamkan kedua matanya sampai kedua tapaknya mengeluarkan pusaran angin yang menarik serangan mereka sampai tersentuh oleh kedua tapaknya itu.


"Seorang Dewa seharusnya tidak boleh dilihat sedekat ini... lebih buruknya lagi jika sampai disentuh, seharusnya kalian melihat Dewa sepertiku dari bawah!!!" Seru Demetrio yang melempar Ako dan Hinoka menuju daratan.


Setelah itu, ia melancarkan serangan gelombang reaksi elemen api dan listrik sampai mengenai tubuh mereka lalu memicu ledakan besar.


""HWAAAAGGGHHHH!!!""


Demetrio membuka tapak kanannya sampai ia memunculkan meteor kecil yang mulai membesar di atas kepalanya sampai ukurannya melebihi planet biasa, dalam meteor tersebut mengandung banyak God Lenergy serta elemen yang dapat memicu reaksi apapun.


"Inilah meteor yang akan menentukan akhir dari dunia...!!! Sebuah kiamat yang mendatangi kalian secara langsung...!!!" Demetrio melempar meteor itu menuju arah mereka berdua.


Koizumi melesat maju menuju arah meteor itu lalu menangkisnya menggunakan Keris yang ia pinjam dari Shinobu sehingga terjadi tabrak antar dorongan dari keris serta tekanan milik meteor itu.


Demetrio mengangkat kedua alisnya ketika melihat Koizumi memegang erat Keris itu menggunakan tangan kanannya sampai ia mencoba untuk memotong meteor itu menjadi bagian-bagian kecil.


Keris itu memancarkan cahaya Crimson sampai memberikan dirinya kekuatan besar, jika ia menggunakannya terlalu lama maka risiko buruk bisa saja ia terima tetapi Koizumi sudah menstabilkannya dengan menyerap cahaya Shinobu melalui tato Greed.


Memberikan dirinya waktu lebih lama untuk menggunakan Keris itu sehingga tubuhnya berhasil mendorong meteor itu kembali menuju Demetrio sedikit demi sedikit.

__ADS_1


"Grrrggghhh...!!!" Demetrio terus mendorong meteor itu menggunakan semua kekuatan elemen yang mengandung dorongan tetapi Koizumi tetap memberontak.


"Hhhhnngggghhh...!!!" Koizumi merapatkan giginya sampai kedua lengannya mulai bergetar sehingga mengeluarkan banyak darah karena tidak bisa menahan kekuatan dari Keris dan tekanan melalui meteor tersebut.


"Hwaaaghhhhh!!!" Entah kenapa Demetrio merasa tertekan sampai kesulitan untuk menindih tubuh Koizumi yang berukuran seperti semut atau mungkin bakteri jika dibandingkan dengan ukuran meteor itu.


"KAU TIDAK AKAN BISA MELEWATI DIRIKU, DASAR KAU LEGENDA RENDAHAN...!!!" Teriak Demetrio keras yang merasa frustrasi karena Koizumi.


Ukuran meteor itu bertambah semakin besar tetapi Koizumi mengerahkan semua kapasitas Lenergy di dalamnya tubuhnya sampai bila pedangnya mulai memanjang karena aura Crimson nya.


"Aku tidak akan kalah...!!!" Seru Koizumi keras sampai ia berhasil mendorong meteor itu berdekatan dengan Demetrio.


Koizumi mengerahkan semua kekuatannya sampai habis demi bisa menebas Demetrio menggunakan Keris yang ia pegang saat ini, kekuatan di dalamnya sangat mengerikan sampai ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika melukai Demetrio.


"Dasar mortal rendahan...!!! Kau akan terus melawan seorang Dewa yang maha kuasa sepertiku!?" Demetrio melepaskan aura yang sangat besar untuk memberikan tekanan dan dorongan besar ke dalam planet itu.


Namun, Koizumi menerima banyak sihir dukungan oleh Anastasia sampai Ako dan Hinoka mulai membantu untuk menghancurkan meteor itu dengan melepaskan serangan dari jarak jauh.


"Hnggghhh...!!! Grrrggghhh!!!" Koizumi merapatkan giginya sampai kedua lengannya terus bergetar hingga menonjolkan urat bahwa ia sudah mengerahkan semua tenaganya.


"KEKUATAN...!!!" Keris itu bertambah semakin panjang sehingga Koizumi berhasil membelah meteor itu menjadi dua, belahan itu sampai menyebarkan Crimson dari dalam Keris itu untuk menghancurkan sisanya.


"...PENUUUUUHHHHH!!!" Teriak Koizumi keras sehingga ia melompati waktu lalu tiba tepat di hadapan Demetrio yang memasang tatapan tercengang karena ia sudah melancarkan satu tebasan.


"Hahhh---" Koizumi sudah melancarkan satu tebasan ketika lompatan waktu selesai, serangan itu tidak bisa Demetrio hindari karena terlambat.


Pada akhirnya, tebasan terbesar mengenai dagu Demetrio sampai ia menebasnya menjadi dengan semua kekuatan terakhir sampai Hinoka menjentikkan jarinya sehingga terjadi ledakan Crimson dahsyat di atas langit.


Mereka semua bisa mendengar jeritan Demetrio yang cukup keras, itu artinya dia menerima satu tebasan Keris yang berakhir sangat fatal dan memiliki potensi misterius di dalamnya.


"Huft... Huft... Huft..." Koizumi melepas Keris itu yang menancap di atas tanah, kedua lengannya dipenuhi garis kutukan Crimson yang menyebabkan dirinya tidak bisa menggunakan kedua lengannya untuk sementara.


Asap merah di atasnya mulai menipis sampai menunjukkan Demetrio yang masih memiliki setengah tubuhnya, ia menumbuhkan setengahnya lagi tetapi terlihat tidak sempurna karena sekarang ia jadi mirip seperti setengah Golem dan Legenda.


"Apa yang... kau telah... perbuat..." Tanya Demetrio yang mengalami ketidaknormalan di tubuh bagian kanannya itu.


"Masih belum juga ya...!!!" Koizumi melesat maju menuju arah Demetrio lalu menendang wajah bekas luka yang ia sembuhkan menjadi kulit Golem sekarang.


Koizumi terus menendang kepala Demetrio menggunakan kedua kakinya sampai meretakkan wajah Golem nya itu, ia langsung menangkap kaki Koizumi menggunakan tangan Golem nya.


Tangan itu langsung menghancurkan kakinya sampai Koizumi menjerit keras lalu merapatkan giginya, "Grrgggghhhh...!!!"


"Greed...! Release...!!!" Koizumi melepaskan semua Lenergy yang terdapat di dalam kapasitas cadangan sampai ia berhasil menendang hancur tangan Golem nya itu.


Setelah berhasil menendang, ia melakukan putaran di atas langit yang dicampur dengan tendangan lainnya sampai mengenai wajah Demetrio lalu menjatuhkan dirinya di atas tanah.


Semua aura Dewa Demetrio menghilang seketika karena luka tebas Keris yang terima sebelumnya mulai mengacaukan tubuhnya itu.


"Huft... Huft.. Huft..." Koizumi mulai bernafas berat sampai ia terjatuh menuju daratan tetapi Hinoka menangkap dirinya sampai Shinobu menyuapinya daun herbal.


"Apa yang terjadi...? Dimana dia...?" Tanya Koizumi yang bisa merasakan guncangan dari gempa total sehingga mereka memasang tatapan waspada ke arah timur.


"SHIMATSU...!!!"


"...KOIZUMIIIIII!!!"

__ADS_1


__ADS_2