
Ketika mendengar berita soal Haruka yang sudah meninggal, semua pasukan Rusia itu memutuskan untuk merenungkan waktu sedikit demi bisa mengingat jasa Haruka yang pernah membantu mereka melawan bangsa Iblis.
Koizumi hanya bisa diam bersama temannya dengan ekspresi bersalah karena semua prajurit itu awalnya terlihat begitu senang ketika ketemuan dengan dirinya tetapi sekarang semuanya terlihat begitu depresi.
Membutuhkan waktu selama setengah jam untuk tentara yang berbicara di hadapannya kembali mendatangi dirinya dengan sebotol Vodka yang sangat besar.
"Aku ingin kamu menerimanya... alam semesta Yuusuatouri sangatlah jauh untuk kita tempuh, tetapi aku ingin kau menyimpan botol Vodka ini di sebelah kuburan Ibumu."
"Lebih baik lagi jika kamu minum bersama dirinya di depan kuburan itu agar Haruka dapat mengingat kembali rasa Vodka di alam sana..." Tentara itu memberikan botol tersebut kepada Koizumi yang langsung menerimanya.
"Baik... akan saya usahakan untuk memberikannya kepada Ibu, maaf datang-datang memberikan berita buruk yang seharusnya tidak kalian terima di masa sulit seperti ini."
"Tidak apa... sekarang kami mengetahui jelas apa yang harus diperjuangkan, jika alam semesta kalian berurusan dengan pemerintah maka kami tidak akan diam."
"Rudal nuklir yang mereka pegang itu adalah rampasan dari negara Rusia, itulah kenapa kami merasa bersalah ketika mengetahui semua bangsa atau ras asing menerima ledakan nuklir yang langsung membunuh mereka semua tanpa sisa..."
"...malangnya Haruka, kapan dia gugur...? Suatu saat nanti, jika bisa aku ingin mengunjungi dirinya untuk memberikan Vodka yang selalu ia sukai semasa kecilnya." Kata tentara itu yang sudah merelakan kematiannya.
"Beberapa hari yang lalu... setelahnya pemerintah brengsek itu melepaskan rudal nuklir yang menghancurkan apapun di alam semesta Yuusuatouri, mereka menggunakan celah yang begitu besar ketika mengetahui sihir tidak bisa digunakan."
"Karena kejutan yang para Legenda terima, sebagian dari mereka lupa untuk memperkuat fisik... dan sebagian juga terlalu lama untuk menerima ledakan dan radiasi dari nuklir itu sampai sumber energi di dalam diri mereka masing-masing langsung tersedot."
"Begitu ya... aku harap kalian bangsa Legenda dapat membedakan mana Manusia yang waras dan tidak waras..."
"...ketidakwarasan mereka berhak di balas dengan sesuatu yang tidak waras juga yaitu melepaskan banyak nuklir yang kami simpan, untungnya konde dari pelepasan nuklir itu berada di tangan presiden Rusia."
Tentara itu langsung memasang tatapan serius, setelah itu ia mulai mengulurkan lengannya kepada Koizumi untuk berjabat dan meminta bantuan dirinya, "Sudah saatnya untuk serius dan membahas sesuatu yang sangat penting..."
"...sebelum kita memulainya, aku adalah teman Rusia yang Haruka Comi kenali... Makarov, sudah lama sekali aku tidak melihat dirinya."
"Dia bagaikan teman yang begitu hebat karena sering membantu kami para pasukan Rusia untuk memperjuangkan sesuatu, mengetahui dirinya sudah gugur seperti itu..."
"...memberikan diriku resolusi besar untuk mencoba mengakhiri pihak aliansi, sekarang aku membutuhkan kerja samamu..." Ucap Makarov dengan tatapan serius.
"Tentu saja, tujuanku datang ke sini adalah meminta bantuan kalian semua... tetapi mengetahui kalian membutuhkan bantuanku juga maka akan lebih adil jika kita saling membantu satu sama lain."
Koizumi dan Makarov mulai berjabat tangan sampai seluruh pasukan Rusia di belakangnya mulai merayakannya dengan membuka tutup botol Rusia lalu meminumnya bersama bahwa masih ada harapan untuk kemanusiaan.
__ADS_1
"Aku tidak pernah mengetahui namamu... peduli untuk memberitahunya padaku?" Tanya Makarov.
"Shimatsu Koizumi... aku datang untuk menggantikan ibuku dalam membantu pihak kemanusiaan terutama lagi negara Rusia yang masih memiliki kepercayaan setia pada kami."
"Sudah jelas... tidak semua negara mengetahui rahasia dan keistimewaan bangsa Legenda seperti kalian, kami bisa mempercayai dirimu sepenuhnya..."
"...tetapi aku masih mengingat beberapa Minggu yang lalu bahwa terdapat beberapa bangsa Legenda yang menganut kepercayaan tinggi soal Dewa dam Dewi memaksa semua orang sampai menyebabkan konflik."
"Soal itu... kau tidak perlu mengkhawatirkannya karena seorang calon ratu Touriverse telah mengurus semuanya satu per satu." Kata Koizumi, ia bisa melihat Makarov mengangguk karena ia sudah tahu.
"Aku tahu... bukannya sungguh kecocokan antara kedua ras yang memiliki rupa dan tampang sama tetapi yang membedakannya adalah harga diri serta fisiknya...?"
"Legenda juga ternyata bisa saling bermusuhan antar satu sama lain karena tujuan dan berbeda, Manusia juga... tetapi kami memiliki banyak sekali kekurangan yang perlu diperbaiki."
"Mm... itu benar, kalau begitu mari kita berdiskusi soal medan perang ketika berhadapan melawan pemerintah... kita akan turun tangan untuk menghentikan mereka merampas sumber daya alam kalian."
"Kalau begitu, ikuti aku." Makarov melangkah menuju markas yang dipenuhi dengan senjata, Koizumi bersama yang lainnya mengikuti dirinya dari belakang.
"Syukurlah... kita tidak perlu mengurus sesuatu yang mengulurkan ya, Koizumi. Aku merasa senang bahwa Haruka memang dihormati oleh semua pasukan dari negara ini..." Kata Konomi.
"Memangnya siapa yang akan menyempatkan waktu untuk melihat performa dirimu ketika masa perang dan sulit-sulitnya...? Fokus dengan tujuan utama kita datang ke sini!"
***
Koizumi bersama kedua temannya duduk di atas kursi dengan meja yang sudah disediakan banyak sekali Vodka untuk mereka minum ketika haus, Hinoka mencoba untuk minum tetapi Koizumi menepis tangannya karena mereka masih belum umurnya untuk meminum Vodka.
"Satu tahun lagi... kau hanya perlu menunggu sampai 18 tahun untuk bisa meminum sesuatu yang mengandung alkohol di dalamnya." Peringat Koizumi.
Makarov datang bersama Jenderal Rusia yang setuju ingin menghadapi ketiga Legenda itu, soal pertemuan yang berlangsung dengan teknologi itu asalnya ia tidak ingin mematikan alatnya, tetapi pilihannya masih belum ditentukan.
"Jika kau memang putri dari Haruka Comi sampai yang sudah membantu pasukan Rusia berjuang menuju kemenangan maka aku memang harus mempercayai gadis kecil itu."
"Tolong sekali lagi, jangan memanggil dirinya anak kecil karena ia sudah mulai sensitif soal hal itu... dia bisa saja membunuh atau tidak menyisakan anggota tubuh apapun darimu." Peringat Koizumi.
"Ahh, maafkan saya... sangat tidak sopan untuk menilai seseorang dari fisik dan tinggi badan mereka, tetapi aku yakin gadis seperti dirinya sudah berumur Dewasa bukan?"
"Sepupu kecilku yang bernama Shinobu Koneko masih bisa dibilang remaja karena ia berumur 16 tahun... hal seperti itu bisa dibilang wajar karena kami sejak 4 tahun sudah memasuki dunia pemberontakan."
__ADS_1
Mereka berdua memasang ekspresi yang terlihat begitu kaget ketika mengetahui bangsa Legenda memanglah berbeda dibandingkan mereka jika berumur kecil sudah berjuang untuk menghentikan beberapa Legenda yang tidak waras.
"Dia adalah putri dari ratu Touriverse juga... kemungkinan besar dia adalah yang ketiga, ratu Touriverse III..."
"...sekarang, aku ingin melihat semua persenjataan kalian yang bisa dibilang sangat kuat dalam medan perang... Shinobu sudah memprediksi bahwa pihak pemerintah akan membantai Manusia yang tidak mau memiliki pihak mereka."
"Apa...?!" Jenderal itu memasang tatapan kaget, Makarov sudah menjelaskan semuanya kepada dirinya untuk tetap percaya dalam ala yang mereka katakan karena bangsa Legenda sudah berurusan dengan apapun di luar semestanya sendiri.
"Untuk informasi kalian semua, Shinobu bisa membaca pikiran dan tentunya menebak apa yang terjadi selanjutnya karena kecerdasan yang selalu ia terapkan..."
"...itulah kenapa dia mengetahui jelas apa yang dipikirkan para Jenderal, salah satunya adalah kau yang dapat Shinobu percayai karena kau sendiri sudah mengetahui jasa kehebatan dari ibuku bukan." Koizumi menatap Jenderal tersebut.
"Tentu saja... sekarang aku memang tidak harus merasa bimbang lagi, kepercayaan dan kebebasan umat Manusia terdapat pada tangan dirimu."
"Terutama lagi kami sebagai pasukan Rusia hanya bisa fokus menjaga semua persenjataan untuk tidak dicuri oleh pihak penerima karena beberapa dari nuklir kami sudah berhasil di ambil alih oleh mereka semua."
Koizumi mengangguk, "Perlihatkan kepadamu sistem pertahanan dan persenjataan yang kalian semua punya... siapa tahu akan aku perkuat menggunakan sumber energi yang aku pegang."
"Mana ya...? Tetapi bukannya kalian bangsa Legenda memegang sumber energi yang berbeda?"
"Itu benar, tetapi sumber energi Bangsa Legenda adalah campuran dari semuanya sampai bisa melakukan apa yang semua ras lakukan dengan energinya masing-masing..."
"...Manusia lebih fokus dalam memperkuat persenjataan mereka dan fisik ya? Apakah kendaraan kalian juga selalu diperkuat dengan Mana untuk mempertahankan daya tahannya?" Tanya Koizumi.
"Tentu saja, tetapi Mana akan selalu di balas dengan Mana sampai daya kehancurannya juga lebih besar... aku mengingat dulu Ibu dari Haruka Comi memasukkan sumber energi sihir ke dalam nuklir yang kami beri nama Universal."
"Nuklir tersebut memiliki luas ledakan melebihi satu alam semesta, itu cukup mengerikan sampai kita tidak tahu jika pihak pemerintah memiliki nuklir seperti itu."
"Memang gawat... kita hanya perlu melempar balik nuklir itu kepada asalnya agar mereka tahu rasanya ledakan dan radiasi yang ditimbulkan itu." Koizumi menyilangkan kedua lengannya.
"Apakah kalian memiliki senjata yang dapat melawan balik rudal nuklir itu?" Tanya Konomi.
"Tidak... percuma saja jika kita ledakan dalam penerbangan, ledakan yang disebabkan dari atas langit hanya akan menyebabkan tekanan gravitasi kuat menuju daratan karena kandungan Mana di dalamnya."
Koizumi bangkit dari atas tanah lalu ia menatap Makarov dan Jenderal tersebut, "Kalau begitu aku ingin menguji coba semua senjata kalian bersama teman-temanku..."
"...kerahkan semuanya sekarang juga!"
__ADS_1