
Shinobu menghantam perut Barak cukup dalam lalu ia melemparnya menuju daratan sampai ia menerima banyak sekali kerusakan dari pukulan yang mengandung dorongan dan tekanan besar.
Barak melompat ke belakang lalu melepaskan beberapa petir yang berbentuk bulat kepada Shinobu seperti tembakan, Shinobu menghindari semua serangan itu dengan fokus besar.
Setelah itu, dirinya sadar bahwa semua serangan yang ia hindari tadi hanyalah tahapan awal sedangkan tahapan kedua adalah semua bola itu sudah mengepung Shinobu lalu menyerang dirinya secara bersamaan.
"Nobu!" Ako melihat Shinobu menerima sambaran petir itu tetapi ia merasakan keberadaannya berpindah ke belakang Barak yang saat ini tidak merasakan apapun.
Barak memasang tatapan kaget ketika punggungnya disentuh oleh jari telunjuk Shinobu, ia mulai melepaskan tembakan cahaya yang mendorong dirinya ke depan sampai menabrak banyak bangun di negara listrik.
"Dewa Barak...!!! Atas nama Dewa Barak, petir akan menyambar dirimu sampai kau meminta ampun kepada beliau yang sudah kau nistakan!!!" Semua pengikut listrik itu menyerang Shinobu secara bersamaan.
Shinobu melihat proses pembasmian di mata buatannya itu, ternyata masih jauh dari kata selesai karena semua Legenda fanatik itu berhasil mengajak banyak sekali orang untuk masuk ke dalam kepercayaan itu.
Bukan hanya Legenda tetapi ras yang berada di luar Yuusuatouri dan Touri saja sampai disebarkan, sebagiannya juga berjalan dengan efektif sampai seluruh Dewa dapat merasakan semua kepercayaan yang dipindahkan kepada dirinya.
Seluruh pengikut tanah mulai menghantam tanah sampai memunculkan Golem besar yang mulai menahan Hinoka dan Anastasia sampai mereka memasang tatapan kaget.
Golem itu melancarkan satu pukulan kepada mereka tetapi berhasil dihindari dengan mudah, "Jika kau ingin menciptakan ukuran besar untuk mengalahkan kami maka itu sama saja dengan percuma!"
Hinoka menghindari semua serangan Golem itu dengan ledakan yang ia lepaskan melalui kedua tapak kakinya sampai ia berhasil membuat Golem itu kebingungan dengan kecepatannya.
Pada akhirnya, dagu Golem itu menerima satu tendangan dari Hinoka yang langsung menyebabkan kehancuran di dagunya karena ledakan yang akan aktif setiap serangannya mengenai target.
Hinoka mulai menyerang Golem itu dari arah yang berbeda dengan melancarkan beberapa pukulan dan tendangan sampai bentuknya mulai bertambah hancur karena meledak satu per satu.
Hinoka muncul di belakang Golem itu lalu ia melempar dua granat yang berhasil meledakkan kedua kakinya sampai terjatuh ke atas tanah lalu melihat Hinoka yang terbang menuju dadanya lalu menginjaknya sekuat tenaga sampai terjadi ledakan besar.
"Brengsek... kenapa gadis seperti mereka bisa memiliki kekuatan seperti ini?! Berkah Dewa ini masih belum cukup...!!! Oh, Dewa Demetrio!!! Jawablah panggilan kami!!!"
""Hidup Dewa Demetrio...!!! Berikan kami semua kekuatan dan kemampuan untuk menghentikan para pemberontak yang sudah berbuat banyak dosa, semua dosa itu berhak menerima pembalasan yaitu penyiksaan!!!""
"Demetrio sialan itu... apakah dia akan menghabiskan waktu selama ini untuk kembali...? Apakah mereka sudah tidak bisa memiliki jalan keluar dari masa lalu!?" Batin Ignatius.
Dirinya merasa frustrasi karena merasuki seorang Mortal yang dijadikan wadah untuk kebebasan dirinya membutuhkan waktu yang lama agar bisa menyesuaikan semua kekuatan dewa itu.
Koizumi menghentikan waktu untuk menghindari semua serangan angin tipis yang dapat menebas tubuhnya menjadi bagian kecil, ia mencoba untuk menyerang Erion tetapi pukulannya tertahan dengan aura anginnya itu.
Kepalan tinjunya itu bahkan sampai terluka dan mengeluarkan banyak darah, kemungkinan besar wadah yang Erion terima adalah tubuh Mortal berpotensi sampai bisa merespon kekuatan Dewanya lebih cepat.
"Dengan penghentian waktu atau lompatan waktu, kau tetap tidak akan bisa menyentuh diriku yang sudah terlindungi dengan arus angin tipis yang dapat memotong apapun!"
"Terdapat God Lenergy juga di dalamnya... kau tidak akan bisa menembus hal itu dengan menggunakan Lenergy biasa yang tidak berguna."
"Apakah kau yakin? Banyak berbicara itu tidak begitu menunjukkan dirimu sebagai bangsa Legenda... semuanya diselesaikan dengan ini." Koizumi menunjukkan kepalan tinjunya sampai memunculkan lambang Greed.
__ADS_1
Koizumi melancarkan satu pukulan ke depan sampai menembus semua angin dan God Lenergy yang Erion gunakan untuk melindungi dirinya.
Merasakan pukulan penuh tekanan itu mengenai dadanya, ia langsung memuntahkan banyak darah yang mengenai wajahnya sendiri tetapi tato di lehernya langsung menyerap darah itu untuk dijadikan sebagai sampel God Lenergy.
"Kau memang tidak tahu apa yang dapat dosa lakukan ya...? Sayang sekali, aku tidak bisa bertarung dengan tubuhmu yang asli..."
"...sepupu kecilku melarang diriku untuk membiarkan kalian melaksanakan rencana itu, terutama lagi mengetahui Demetrio akan mengubah apapun menjadi batu sudah membuatku muak."
Koizumi muncul di hadapan Erion lalu ia mencekik lehernya sampai ia mulai mempermalukan julukannya sebagai Dewa yang sudah dicekik oleh tangan dari seorang Mortal pendosa.
"Aku membenci Dewa seperti kalian..." Koizumi memunculkan gumpalan sihir Crimson di tapak kirinya lalu ia melepaskan gelombang merah darah kepadanya sampai ia terpental ke belakang lalu menghancurkan setengah dari negara angin.
"Negara itu sejujurnya sudah baik... banyak sekali kenangan yang aku miliki bersama teman-temanku di sana, tetapi sayang sekali... orang yang mendudukinya terlalu menjijikkan!"
"Memaksakan kewajiban seseorang untuk masuk ke dalam kepercayaan... memangnya Dewa memiliki hak untuk mengubah kewajiban semua orang seperti itu?"
"Mengancamnya dengan kematian dan siksaan... tindakan seperti itu tidak jauh dari sampah, sekarang lihatlah apa yang kau sebabkan... Legenda bisa saja dianggap ancaman oleh seluruh ras!"
Erion merasuki tubuh pengikut yang berada di belakang Koizumi, ia langsung menendang perut Erion dengan tatapan kesal karena masalah baru telah muncul yaitu para Legenda fanatik.
"Dibandingkan Legenda kerajaan, lebih baik aku menyapu kalian semua sebelum menyebabkan kekacauan yang dapat membuat Kakekku turun tangan!" Koizumi melakukan satu putaran dengan tambahan tendangan yang menghancurkan kepala Erion.
***
Hampir sama seperti Touri's Hope, hanya saja yang membedakan adalah Dewa yang dapat menggunakannya dengan mengumpulkan semua harapan dan meminjam kekuatan pengikutnya sendiri.
Konomi yang sudah melepaskan gelombang blaster kepada dirinya langsung membeku karena Asper yang memunculkan kristal es dari dalam daratan untuk dijadikan sebagai tembok penghalang serangan dari Konomi.
"Jangan-jangan itu...!?" Konomi mengingat peringat Shinobu bahwa para Dewa dapat menggunakan God's Hope untuk dijadikan serangan dan peningkatan.
Konomi mencoba untuk mendekati Asper tetapi ia terus tertahan oleh banyak sekali kristal es yang mencoba untuk melukai mereka semua, Konomi mencoba untuk menyerang dari arah lain tetapi ia menerima dorongan yang melemparnya ke belakang.
"Aku tidak bisa mendekat..." Ungkap Konomi yang melihat Ako mulai melepaskan banyak panah api kepada Asper tetapi semua panah itu sudah membeku duluan sebelum menyentuh tembok kristal itu.
"Hmph... Asper, aku tidak menduga kau akan menggunakan God's Hope secepat itu... sepertinya kau memang melihat ancaman besar dari gadis-gadis sialan ini ya." Batin Ignatius.
"Demetrio, apakah kau mendengarku?" Erion mulai menghubungi Demetrio melalui telepati selagi menyibukkan Koizumi agar ia tidak melihat Asper yang sedang mengumpulkan harapan pengikut.
"Kita harus menggunakannya... wadah yang kita gunakan tidak memberikan efek apapun kepada mereka."
"Tunggu dulu... kenapa aku bisa menghubungi dirimu?" Erion baru saja sadar bahwa dirinya dapat menghubungi Demetrio yang berada sangat jauh dari dunia asli itu.
"Kita adalah Dewa... perbedaan tempat atau jarak tidak dapat mengecualikan kita semua untuk berkomunikasi, yang paling sial adalah kami masih terjebak di sini."
"Pyro sialan itu... dia gagal memenuhi misinya untuk menjaga mesin waktu tersebut, jika tidak ada cara lain yang dapat memulangkan kita maka dunia ini akan menjadi kekuasaanku." Kata Demetrio.
__ADS_1
"Menggunakan God's Hope di dalam sebuah wadah, terdengar cukup menarik... tentunya kalian tidak perlu takut untuk menggunakan kekuatan apapun ketika melawan pemberontak itu."
"Mereka bukanlah lawan yang biasa, campuran gen dari keturunan berbeda menyebabkan mereka semua memiliki potensi besar yang akan terus berkembang setiap mereka berusaha keras."
"Satu per satu... mereka akan terus berkembang, kita hanya perlu menyapu mereka semua menggunakan kekuatan kepercayaan terhadap para Dewa dan Dewi!"
"Semakin banyak legenda yang mempercayai kita maka semakin tak terkalahkan kekuatan yang kita miliki, sialnya aku sudah terjebak dengan kebingungan yang sangat besar di sini."
"Entah apa yang harus aku lakukan...! Dewa sepertiku terjebak di dalam kartu as yang aku gunakan, si sialan Koizumi itu... dia ternyata sangat sensitif dengan perjalanan waktu menuju masa lalu."
"Aku harap God's Hope yang kalian gunakan sebagai serangan terakhir bisa memanfaatkannya dengan baik..." Demetrio mulai memindahkan pandangan mata kanannya ke dalam pengikut tanah yang sedang bertarung di planet Lemia.
Asper sudah mengumpulkan banyak sekali harapan sampai membentuk sebuah sihir es yang berputar di atas tapak kanannya, semakin banyak harapan terkumpul maka kekuatan esnya itu langsung memperlambat pergerakan mereka semua.
"God's Hope...! Cepat hentikan itu...!" Peringat Shinobu yang melepaskan beberapa tembakan cahaya kepada Asper tetapi semua serangan itu ditahan oleh Barak.
"Jangan memilih lawanmu jika kau belum mengalahkan diriku, Shinobu!" Barak berubah menjadi petir yang langsung menabrak tubuhnya.
"Nrrgghhh...!" Shinobu meringis kesakitan, ia tidak sempat menghindar karena efek dari God's Hope memperlambat pergerakannya itu karena tekanan God Lenergy yang dilepaskan oleh Asper.
Koizumi mencoba untuk bergerak menuju arah Asper tetapi pergerakannya malah terbawa arus oleh angin milik Erion sampai ia bisa merasakan tubuhnya terus tertekan dengan God Lenergy itu.
"Brengsek...!"
"Kau tidak akan bisa meng---kanku!" Erion melancarkan satu pukulan kepada Koizumi sampai pukulannya itu menembus tubuhnya yang langsung berubah menjadi jam pasir.
"Replay...?!" Erion baru saja sadar perkataannya tadi sempat terpotong sampai akhir yang mengartikan Koizumi melompati waktu sampai ia mendekati Mecha-Neko yang sedang sibuk bertarung itu.
"Shinobu!!!" Panggil Koizumi keras sampai Shinobu mengalihkan pandangannya kepada Koizumi.
Koizumi menendang robot itu sekuat tenaga menuju arah Asper sampai Shinobu langsung memerintah Cyber untuk membuat robot yang Koizumi tenda menjadi logam biasa yang melapisi tubuh Asper.
Tubuh robot itu hancur menjadi kepingan logam kecil yang mengandung Greed di dalamnya untuk menyerap semua suhu yang dapat membekukan logamnya.
Serpihan dari logam itu menempel pada tubuh Asper sampai membentuk kembali zirah teknologi yang menutupi kepalanya, "A-Apa ini...?!"
"Ledakan sekarang, Cyber!" Perintah Shinobu.
"Mengaktifkan ledakan darurat." Peringat Cyber.
Konomi dan Ako langsung melompat mundur untuk menghindari ledakan nuklir di depannya yang berhasil menggagalkan kemampuan dari God's Hope serta membunuh beberapa Legenda fanatik di dekatnya.
"Lagi-lagi..."
"...mereka melampaui ekspektasi yang aku miliki...!!!"
__ADS_1