Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 278 - Perkumpulan


__ADS_3

Setelah melakukan proses latihan untuk menenangkan jiwa, Haruka dan Okaho datang dengan ekspresi yang terkejut, mereka bisa melakukan teleportasi berkat bantuan dari Alvin yang sudah meningkatkan kekuatan-nya. Haruka bisa melihat Korrina bersama yang lain-nya sedang menenangkan jiwa mereka masing-masing dan itu adalah hal yang bagus sehingga ia tersenyum kecil.


Haruka membiarkan mereka melanjutkan latihan-nya itu karena ia ingin menunggu aba-aba Molen dan Shelldon untuk mempersiapkan seluruh penghuni-nya itu, mereka hanya perlu tetap diam di tempat karena Haruka seperti biasa-nya sudah mengaturnya semua sehingga ia sudah mempersiapkan semua-nya. Ketika semua penghuni Reaoum dan Palouce sudah berkumpul dan siap untuk mendengar maka tahap terakhir mereka akan dimulai yaitu bertarung.


"Sudah saatnya untuk melanjutkan rencana terakhir?" Tanya Alvin yang mulai berdiri di sebelah Haruka, "Papa..." Haruka tersenyum lalu ia memeluk diri-nya erat sehingga Alvin merasa bangga lalu memeluk-nya kembali bahwa ini pertama kali-nya ia melihat Haruka yang memiliki penampilan seperti orang dewasa, terakhir kali ia melihat Haruka pada saat ia masih bayi dan nakal.


Okaho berdiri di sebelah Alvin sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat gugup karena ini pertama kali-nya ia berbicara dan melihat rupa Ayah-nya, Alvin langsung menyambut-nya dengan sebuah senyuman karena ia adalah anak adopsi itu artinya dia juga harus diberi kasih sayang seperti anak kandung.


"Aku mendengar banyak tentang kalian berdua... kalian memang hebat ya, memiliki kekuatan waktu dan realita, teruslah berlatih dan jangan sampai jatuh ke dalam jurang yang membuat kekuatan kalian lemah, gunakan-lah semua kekuatan yang kalian tahan untuk situasi yang sangat darurat..."


"...seperti-ku, aku melakukan apapun semau-ku walaupun aku sendiri sudah mengetahui resiko tersebut tetapi aku yakin... kalian bukanlah dewa tetapi kalian ada mortal dengan jiwa dewi yang terbakar di dalam tubuh kalian masing-masing, tidak ada yang lebih penting dibandingkan kekuatan bukan?" Alvin mulai membicarakan sesuatu tentang menahan diri, jangan mencoba untuk terus menahan diri ketika situasi memburuk, gunakan-lah semua yang mereka miliki.


Haruka dan Okaho hanya bisa diam, mungkin yang Alvin maksud itu [Limiter], mungkin saja Korrina menceritakan hal itu kepada diri-nya... mereka tidak mengetahui betapa mengerikan Limiter itu sebenar-nya jika semua Limiter sudah hancur maka kekuatan dan kemampuan mereka bisa saja tidak terkendali.


Mereka bisa saja akan hilang kontrol terhadap diri mereka sendiri, tetapi setidaknya... demi keluarga dan keselamatan lebih baik mereka melupakan diri sendiri dan keseimbangan, semua-nya bertarung dengan semua kemampuan mereka agar bisa merebut kembali Touri dan membangun-nya mulai dari nol.

__ADS_1


Pembicaraan mereka yang pendek dan memiliki arti mampu menghabiskan waktu beberapa menit sehingga Shelldon dan Molen mulai memberitahu Haruka bahwa semua persiapan telah siap sehingga mereka sekarang harus menyambut dan melihat semua ras yang berasal dari kedua inti semesta itu.


Haruka membangunkan Korrina dan yang lain-nya bahwa sekarang... mereka harus melanjutkan rencana yaitu meyakinkan mereka dan menyemangati mereka untuk bertarung demi Touri, demi keselamatan seluruh alam semesta. Haruka bersama yang lain-nya melayang ke atas udara lalu ia memunculkan kubus waktu besar yang menunjukkan seluruh populasi Reaoum dan Palouce.


"H-Hebat... tapi..." Walaupun kubus itu menunjukkan seluruh ras yang ada di Reaoum dan Palouce, sebagian dari mereka malah tidak akur dan terlihat membenci satu sama lain... sebagian dari mereka juga ada yang bertarung dan berkelahi, Shelldon dan Molen sudah mencoba untuk menenangkan mereka tetapi percuma saja.


"Sekarang kita sudah sampai proses sejauh ini, jangan menyerah... cari sebuah jalan yang dapat membuat mereka tenang dan berdamai." Kata Haruki kepada Haruka.


"Aku tidak pantas... aku tidak pantas untuk memimpin mereka semua, satu-satunya orang yang benar-benar pantas adalah diri-mu, Mama." Haruka menatap Korrina yang langsung sontak kaget ketika Haruka memilih-nya sebagai pemimpin, mereka semua setuju dengan Korrina karena ia memiliki banyak pengalaman dalam membawa seluruh pasukan dan rekan-nya menuju puncak kemenangan.


Korrina tidak bisa mengatakan apapun ketika melihat semua ras itu mulai saling bertarung dan membenci satu sama lain... kata apa yang dapat mengubah diri mereka dan bagaimana cara agar mereka bisa mendengarkan diri-nya. Haruka sudah memberitahu diri-nya bahwa suara sepelan apapun... kubus itu akan mengubah suara Korrina menjadi besar dan terdengar jelas oleh semua ras itu.


Molen dan Shelldon bisa terlihat dari atas mereka dan mencoba untuk mendukung Korrina agar ia bisa melakukan-nya, "Kau pasti bisa, Korrina... jika keturunan Comi mampu membawa seluruh rekan dan pasukan-nya menuju puncak kemenangan maka aku yakin kau juga pasti." Kata Shelldon karena ia pernah melihat Koura menjadi pemimpin pasukan Palouce untuk melawan ancaman yang akan menghancurkan Louce.


Korrina sudah berbicara dan mencoba untuk menyemangati mereka tetapi tidak ada satupun yang mendengar, mereka memilih untuk bermusuhan dan saling membunuh... Reaoum dan Palouce sama saja, setiap ras memiliki musuh mereka masing-masing dan mereka akan susah untuk diajak berdamai karena sejarah yang pernah terjadi untuk ras mereka masing-masing.

__ADS_1


Segala cara Korrina coba sehingga ia sudah kehabisan kata-kata dan lelah karena tidak bisa mengatakan apapun lagi, Shira bersama yang lain-nya terus menyemangati Korrina sehingga ia menatap kubus itu yang mulai menunjukkan beberapa ras yang saling melukai satu sama lain bahkan sampai ada korban yang terbunuh.


"... ..." Kesabaran Korrina telah habis, kedua mata-nya langsung memancarkan cahaya perak dan mampu menarik perhatian mereka semua. Dengan hanya satu angkatan jari mereka semua langsung diselimuti dengan aura yang berwarna perak, Korrina menggerakkan jari telunjuk pelan-pelan sehingga mereka semua langsung berbaris dengan rapih.


Mereka mencoba untuk bergerak tetapi tidak bisa karena Korrina mengontrol mereka semua, "H-Hebat... kekuatan apa itu...?" Alvin tercengang ketika melihat Korrina yang mampu mengontrol semua ras itu dengan mudah.


"Diam... Jangan ada lagi yang bertengkar... jangan ada lagi yang saling melukai satu sama lain!" Korrina mulai berbicara dengan nada yang berbeda, kali ini suara-nya terdengar sangar dan tegas sampai suara-nya sendiri menggema karena bantuan dari kekuatan Saint Sound.


"Kita semua sama derajat, ras apapun kita dan penampilan berbeda apapun yang kita miliki... kita semua hanyalah makhluk hidup yang tidak bisa tinggal sendiri, kita membutuhkan satu sama lain... dan satu sama lain yang aku maksud adalah kita semua sama-sama penghuni dunia yang besar ini! Tujuan kita bukan untuk saling berperang melawan satu sama lain melainkan berperang melawan mereka yang mencoba untuk menghancurkan tempat tinggal kita!" Seru Korrina keras sehingga perkataan-nya itu terdengar jelas mereka semua, sebagian dari mereka bergetar dan merinding ketakutan ketika melihat ekspresi Korrina serta mendengarkan suara-nya itu.


"Semua ras pasti memiliki sejarah tertentu dan aku yakin sejarah tentang kebencian itu terjadi karena seseorang atau kesalahpahaman yang seharus-nya diketahui dengan cepat... kita semua pasti memiliki musuh tetapi seharusnya kita sadar bahwa musuh yang kita lihat bisa menjadi rekan yang dapat membantu kita untuk menang! Setiap konflik yang muncul di dalam sejarah ras masing-masing, aku yakin seseorang pasti menyebabkan konflik tersebut!"


"Semua kebencian dan amarah itu menangiskan kekuatan besar di dalam diri kita... sehingga kita seharusnya memanfaatkan kebencian dan kekuatan itu lalu gunakan dengan baik dan benar kepada seseorang yang benar-benar jahat... kepada seseorang yang tidak waras seperti cucu dari sang pencipta bernama Zangetsu!"


"Dulu-nya aku adalah seorang mortal yang menggunakan kebencian dan kekuatan dalam cara yang salah, aku dulu sangat membenci dewa-dewi sehingga aku pernah membunuh mereka semua karena jiwa-ku yang kotor serta kekuatan dan kebencian itu yang mempengaruhi diri-ku sendiri! Aku membenci dunia ini dan semua ras yang ada... mereka tidak jauh berbeda..."

__ADS_1


"...aku pernah memikirkan untuk menghancurkan semuanya! Sama hal-nya aku memiliki pikiran yang sama seperti Komi dan Zangetsu!"


__ADS_2