Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 87 - Sekecil Telapak Tangan


__ADS_3

Akina dan Mirai saat ini sedang menunggu di dalam sebuah ruangan yang terbuat dari daun-daun pisang, walaupun begitu itu terlihat seperti rumah dari luar tetapi di dalamnya itu cukup luas. Mirai berjalan keluar sebentar untuk melihat kondisi tempat persembunyian, ia masih bisa melihat beberapa Elf yang sedang menjaga dan sebagiannya pergi menjelajah sambil memegang senjata suci.


"Sepertinya pasukan Iblis itu tidak bisa menemukan tempat persembunyian ini, apakah sihir yang Akina gunakan itu cukup manjur sampai keberadaan kita tidak dapat diketahui oleh mereka semua...?" Mirai memejamkan kedua matanya dan ia bisa merasakan semua perhatian pasukan iblis teralihkan oleh beberapa Elf yang sedang menjelajah.


Akina saat ini sedang melihat seorang gadis Elf, gadis Elf itu memiliki penampilan yang sangat cantik terutama rambut panjangnya yang berwarna pirang dan juga kedua pupil-nya yang berwarna hijau cerah. Elf itu menggunakan pakaian yang terlihat seperti petualang dan Akina juga bisa sadar bahwa Megumi berhenti bersuara ketika Elf itu yang mencoba untuk memulihkan-nya.


"Sepertinya sihir penyembuhan-ku itu tidak cukup untuk membuat Megumi bisa kembali pulih ya..."


"Jangan menyalahkan diri-mu seperti itu, tidak semua sihir penyembuhan dapat menyembuhkan sebuah penyakit. Pekerjaan seperti ini mudah untukku karena aku sering melakukannya demi penduduk tercinta-ku." Elf itu berbicara dengan sangat anggun.


Akina hampir saja melihat seseorang dari luar-nya, ia kira Elf itu akan bersikap tidak sopan atau seperti wanita yang selalu memamerkan tubuhnya yang cantik. Tetapi dengan pakaian petualang dan sikapnya yang anggun itu Akina yakin bahwa Elf yang sedang membantu Megumi itu memiliki hati yang murni.


"Terima kasih karena sudah membantu teman-ku..." Akina menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu berterima kasih, ini pekerjaanku." Elf itu tersenyum sambil membedah perut Megumi.


Saat ini Megumi tertidur pulas karena Elf itu memberi dirinya obat bius yang cukup manjur sampai ia tertidur sesudah ia meneriakkan suara yang keras. Akina bisa melihat kedua tangan Elf itu yang sudah memakai sarung tangan dipenuhi dengan darah.


Akina merasa penasaran metode penyembuhan apa yang ia sedang lakukan kepada Megumi, ia berjalan mendekat tetapi Elf itu menyuruh Akina untuk menunggu-nya disana sambil memikirkan sebuah cara agar mereka bisa melarikan diri dari tempat persembunyian sementara ini.


"Sebelum itu, Elf...? Aku penasaran dengan nama-mu."


"Namaku adalah Keiko Yuffie, semua orang memanggil-ku Yuffie, jadi aku harap kita bisa menjadi teman yang baik selama proses-nya perang semesta ini terjadi." Elf itu memperkenalkan dirinya dengan nama [Keiko Yuffie].


"Yuffie... Yuffie... Baiklah, namaku adalah Shimatsu Akina. Sepertinya kau memiliki pengalaman yang besar ya... tentang menyembuhkan seseorang."


Yuffie terkekeh pelan, "Sebenarnya pasien Megumi ini tidak mengalami cedera atau luka yang cukup parah, dia bahkan tidak terluka oleh pasukan Iblis itu. Keberuntungan masih berada di sisi-nya berkat dirimu datang tepat waktu."


"Ehh...? Kondisi Megumi saat ini bagaimana...?" Tanya Akina.


"Sepertinya Megumi sudah menginjak masa-masa yang cukup dewasa ya, aku tidak akan menyangka bahwa gadis sekecil dirinya dan juga ras Legenda yang memiliki jenis [Neko Legenda] akan memiliki kehidupan di dalam dirinya secepat ini." Yuffie tersenyum.


"Ehh...? Aku tidak mengerti... Apa yang sebenarnya kau coba katakan...?" Akina terlihat bingung, ia menekuk kepalanya sedikit.


Yuffie tidak menyangka bahwa ras malaikat seperti Akina tidak mengerti apa yang baru saja ia katakan, kehidupan di dalam Megumi yang Yuffie maksud adalah Megumi mengandung seekor anak Neko Legenda di dalam dirinya dan sepertinya proses melahirkan anak yang memiliki jenis Neko Legenda itu sangat cepat.

__ADS_1


Yuffie bisa mengetahui hal itu karena pernah membaca buku tentang kehamilan ras yang berbeda, saat ini Yuffie sedang mencari anak Megumi yang masih belum ia temukan walaupun sudah memakai cara membedah perut-nya. Perut Megumi yang besar itu disebabkan karena anak-nya yang tidak mau diam di dalam dirinya.


Yuffie bisa melihat luka-luka cakar yang berjumlah cukup banyak, untungnya Yuffie mendapatkan bantuan dari keempat peri yang selalu berada di sisinya. Keempat peri itu memiliki warna rambut dan mata yang berbeda tetapi penampilan mereka itu sama, mereka sama-sama memakai baju peri dan memiliki rambut yang pendek.


"Peri-peri yang berada di atas kepala-mu itu..." Akina akhirnya menyadari keberadaan keempat peri yang sedang duduk di atas kepala Yuffie.


"Ahh... Mereka... Mereka itu seperti asisten atau rekan-ku, hehehe." Yuffie terkekeh.


"Wahhh... Mereka memiliki warna yang berbeda, sepertinya mereka bersaudara ya." 


"Benar sekali, mereka itu kembar dan sikap mereka juga berbeda-beda. Ruu, dia adalah peri berambut merah yang memiliki sikap semangat tinggi... Bisa dibilang dia juga cukup ceroboh."


"Apa yang kau katakan, Yuffie...! Aku tidak ceroboh...!" Ruu menginjak-injak kepala Yuffie membuat dirinya merasa geli di bagian puncak kepala-nya.


"Peri yang selanjutnya bernama Puu, dia adalah peri berambut ungu yang memiliki sikap pemalu, tetapi dia memiliki kecerdasan yang cukup luas dan tinggi loh."


"S-S-Senang bertemu... denganmu..." Ucap Puu sambil menundukkan kepalanya.


"Peri yang memiliki rambut kuning ini bernama Yuu, dia itu lumayan kasar dan dingin... Tetapi dia juga kadang menunjukkan rasa kasih sayang kepada seseorang yang sudah ia percayai..."


"Peri yang terakhir adalah Muu... Peri berambut hitam, dia menggunakan kacamata dan juga sikapnya itu tidak terlalu peduli dengan sekitarnya, tetapi ia sangat membantu dalam menciptakan strategi."


"Namaku Muu... Aku tidak peduli lagi jadi tolong bersikap baik dengan Yuffie..."


Yuffie tersenyum lebar, keempat peri itu menggerakkan sayap-sayap kecilnya dan terbang menuju Megumi untuk melakukan pekerjaan yang diberi oleh Yuffie melalui sihir [Telepati], Akina cukup terkesan juga sampai ia sempat untuk bertepuk tangan.


"Mereka itu sama persis-nya seperti keluarga-ku. Sebentar lagi proses penyembuhan Megumi akan selesai, kau bisa menyambut Megumi kembali karena dia sudah berusaha cukup keras untuk bertahan hidup dari serangan bangsa Iblis itu." Yuffie melepaskan kedua sarung tangan-nya yang dipenuhi dengan darah.


Akina menghela nafas dengan lega, "Syukurlah... Terima kasih lagi, Yuffie."


"Tidak perlu berterima kasih terlalu berlebihan." Yuffie meraba kedua mata Megumi dan mulai memancarkan cahaya yang cukup terang melalui telapak tangan-nya.


"Jadi... Apa yang sebenarnya terjadi kepada Megumi...?"


"Ohh... Dia sudah menjadi seorang ibu, selama ini Megumi mengandung seorang anak kucing kecil di dalam perutnya itu. Aku tidak mengetahui siapa yang membuatnya hamil tetapi sepertinya dengan kau yang mendampingi, Megumi pasti akan baik-baik saja." Yuffie tersenyum.

__ADS_1


Akina sontak tercengang ketika mendengar Megumi selama ini sedang mengandung seorang anak, itu artinya ketika turnamen selama ini di dalam perutnya terdapat seekor Neko Legenda kecil. Akina mengelus-elus matanya berkali-kali dan ternyata apa yang baru saja ia dengar ternyata nyata.


"M-M-M-Megumi mengandung seorang anak...!?!?!" Teriak Akina keras.


Teriakan Akina menggema di sekitar tempat persembunyian itu, membuat Megumi kembali sadar. Yuffie hanya bisa tertawa karena Megumi akhirnya bisa bangun berkat teriakan Akina yang menggema dimana-mana.


"Ahh, Megumi, selamat siang... Terima kasih karena sudah berusaha untuk hidup." Yuffie menyambut Megumi dengan sebuah senyuman.


"Ehh... Apa...? Siapa kau...?" Tanya Megumi yang terlihat kebingungan.


"Namaku adalah Keiko Yuffie, bisa saja kau memanggil diriku sebagai suster-mu Yuffie~"


"Senang bertemu dengan-mu, aww..." Megumi mencoba untuk bergerak tetapi ia masih bisa merasakan sedikit nyeri di bagian perut-nya.


"Aku mohon untuk tidak bergerak dulu, kau harus beristirahat untuk beberapa menit dan sebentar lagi kau akan kembali pulih." Yuffie tersenyum, keempat peri itu terbang kembali menuju puncak kepala Yuffie dan mulai beristirahat di atas mereka karena pekerjaan mereka sudah selesai.


Beberapa detik kemudian, terdengar suara tangisan bayi kecil dimana nada-nya terdengar seperti perempuan. Akina dan Megumi melebarkan mata mereka ketika mendengar suara tangisan bayi, Yuffie hanya bisa terkekeh karena kejutan-nya berhasil untuk membuat mereka berdua terkejut.


"T-Ternyata benar..." Akina tidak bisa mengatakan apa-apa lagi kecuali tersenyum dan bersyukur bahwa Megumi masih hidup ketika melahirkan seekor Neko Legenda.


"Selamat, Megumi... Kau telah melahirkan seekor gadis kecil yang sehat dan imut..." Yuffie tersenyum dan segera mengangkat bayi yang menangis itu.


Megumi masih terkejut sampai ia tidak percaya bahwa dia melahirkan seekor Neko Legenda begitu cepat, apa yang dikatakan ibu-nya benar bahwa proses kelahiran Neko Legenda yang kecil itu sangat cepat bahkan hanya membutuhkan beberapa hitungan bulan atau minggu, tergantung ukuran yang dimiliki bayi.


"Aku telah menjadi ibu ya... Shira... Shira... Hari ini kau telah menjadi ayah..." Air mata mengalir deras dari kedua matanya dan ia tersenyum lebar, merasakan rasa bersyukur bahwa dia masih hidup.


Yuffie menghampiri Megumi dan menunjukkan anak dari Megumi yang masih menangis, Megumi semakin merasa senang ketika melihat anak-nya yang memiliki ukuran sama seperti telapak tangan. Bayi Neko Legenda yang memiliki ukuran seperti telapak tangan mengartikan bahwa bayi itu normal dan sehat.


"Anak-ku... Anakku sekecil ini... Imut sekali..." Megumi mengelus-elus perut anak-nya dengan jari telunjuk membuat gadis kecil itu tertidur pulas.


"Tunggu saja, Shira... Aku akan bertemu kembali dengan-mu dan aku pasti akan memberimu hadiah yang dapat membuat dirimu bahagia..." Megumi tersenyum sambil memejamkan kedua matanya.


Yuffie menepatkan gadis kecil itu di atas bantal dimana saat ini Megumi sedang menatap-nya dengan wajah yang bangga, "Selamat datang di semesta Touri, gadis kecilku... Mulai sekarang Mama akan memanggil-mu..."


"...Shiratori Minami."

__ADS_1


__ADS_2