Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 406 - Mempersiapkan Solicitatio IV


__ADS_3

"Ternyata kalian memutuskan untuk pergi dan berpartisipasi di Tournament of Solicitation ya...? Uwahhhh... Mengingatkan Mama ketika sedang masa muda saja bersama Papa kalian loh, sayang sekali Papa tidak bisa menang tetapi Mama dapat memperbaiki kesalahan Papa dengan memenangkan turnamen itu." 


Megumi tersenyum penuh dengan rasa bangga selagi menepuk dadanya, Minami hanya bisa terkekeh dan bertepuk tangan karena bangga memiliki Ibu yang kuat sedangkan Shuan menatap Shira datar, ia tidak mempercayai Ayahnya yang sudah menyelamatkan Touriverse beberapa kali bisa kalah.


"Kenapa ekspresi itu...? Yahhh itu dulu loh dulu, kekuatanku masih belum kuat.. berbeda seperti sekarang, jika Morgan mengundang diriku maka aku dapat memenangkan pertarungan itu dengan mudah. Intinya... Papa mendukung kalian untuk bisa memenangkan turnamen ini, buatlah permohonan yang baik dan bermanfaat ya." Shira mengelus kepala mereka dan Minami terkekeh lalu menggerakkan ekornya, Shuan yang masih terlihat datar juga menggerakkan ekornya senang, ia tidak ingin memperlihatkan ekspresi senangnya di hadapan Shira.


"Mama! Papa! Dengar, permintaan Shuan---" Shuan langsung menarik ekor Minami dan menyeret dirinya keluar karena ia sudah mendengar sebuah jemputan, Minami awalnya terkejut dan merinding sehingga ia mulai menyerang Shuan beberapa kali tetapi ia menghindari semua serangan itu, membuat Shira menghela nafas-nya melihat kedua anaknya terlihat seperti kucing liar yang selalu saja menarik ekor satu sama lain.


"Semoga beruntung ya~ Nanti Mama akan menghubungi kalian setiap hari dan setiap malam, ketika kalian lulus di akademi itu dan menjadi peserta turnamen Solicitation, kami akan datang dan menonton." Megumi tersenyum, Shuan dan Minami mengangguk sehingga tubuh mereka dipenuhi dengan rasa semangat yang terbakar, mendengar Ibu mereka yang memberi mereka semua semangat membuat mereka merasa percaya diri untuk bisa lulus dari akademi itu lalu melanjutkan-nya dengan mengikuti turnamen.


"Aku sudah memiliki rasa bangga yang besar kepada kalian anak-anak, semoga beruntung... Aku akan selalu menunggu pencapaian besar kalian." Kata Shira dengan sebuah senyuman, Shuan langsung terdiam ketika mendengarnya bahwa sekarang adalah kesempatan besar untuk menunjukkan kepada Ayahnya bahwa ia layak untuk melakukan apapun dan melindungi Touriverse, menjadi harapan baru yang akan menggantikan dirinya.


Shuan dan Minami berjalan keluar, melihat pesawat luar angkasa yang begitu besar sudah menunggu kedatangan mereka. Tanpa menghabiskan waktu lainnya, mereka berjalan masuk ke dalam pesawat itu dan disambut oleh beberapa guru yang mengenal mereka karena guru itu sendiri tahu bahwa Shuan dan Minami adalah anak Megumi, sesosok Neko Legenda yang mencatat sejarah untuk bisa memenangkan turnamen permohonan.


"Bagaimana perasaanmu, Shuan? Bukannya menyenangkan untuk bisa bertarung melawan semua peserta dari semesta yang berbeda-beda? Aku dengar inti semesta Palouce dan Reaoum juga akan berpartisipasi... turnamen yang ke empat ini pasti akan berbeda dari sebelumnya." Minami menemukan tempat duduk untuk dirinya bersama adiknya, mereka duduk di atas kursi itu selagi membicarakan tentang turnamen permohonan itu.


"Palouce dan Reaoum juga akan ikut ya...? Menyusahkan sekali, yah, jika mereka kuat maka aku akan menerimanya kapanpun. Aku juga sudah mempelajari berbagai macam sejarah tentang ras yang tinggal di kedua inti semesta itu, aku hanya perlu memperketat latihan diriku untuk bisa menginjak paling atas... aku harus menjadi nomer satu." Shuan mengepalkan tinjunya, ia melihat pesawat luar angkasa itu mulai terbang untuk menjemput yang lainnya.


Di sisi lainnya, semua peserta pasti akan di dukung oleh orang tua mereka masing-masing. Asriel baru saja selesai membereskan semua barangnya, setelah itu ia menghampiri Chloe yang sedang mencuci piring. Ia bisa mendengar suara pesawat yang baru saja datang, Chloe mengeringkan kedua lengannya dengan sapu tangan lalu ia menghampiri Asriel yang langsung meraih tangannya untuk menciumnya bahwa ia sudah siap untuk pergi.


"Lakukanlah yang terbaik, dirimu itu kuat dan cerdas. Buat Ayah dan Ibumu bangga dengan semua pencapaian yang telah kamu gapai, Ayah dan Ibu akan mendukungmu di turnamen nanti." Kata Chloe sambil mengelus kepala Asriel.


"Hm! Terima kasih, Ibu. Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk bisa memenangkan juara ke satu!" Kata Asriel, ia pergi meninggalkan rumahnya dengan ekspresi yang dipenuhi rasa tekad. Chloe hanya bisa tersenyum melihat dirinya bersemangat untuk mengikuti turnamen ini, padahal Haruki tidak pulang dan tidak memberi dirinya ucapan semangat apapun karena masih sibuk di semesta lain.

__ADS_1


"Semoga beruntung, nak..."


Asriel masuk ke dalam pesawat luar angkasa itu dan kebetulan bertemu Minami yang sedang menikmati camilan-nya, Minami melambaikan tangannya kepada dirinya dan ia sudah menyediakan beberapa kursi untuk temannya sehingga Asriel dengan senang hati duduk di tempatnya selagi melihat pemandangan desa-nya yang terlihat begitu indah dan damai, Shuan sempat menatap dirinya sebentar lalu ia memandang arah lain.


"Apakah kalian sudah siap untuk mengikuti akademi itu?"


"Tentu saja... Aku hanya penasaran dengan peraturan yang akan mereka terapkan sekarang karena setiap turnamen permohonan datang maka terdapat peraturan yang berbeda muncul." Kata Shuan, ia mengambil sebuah buku panduan tentang turnamen itu lalu ia memberikannya kepada Asriel agar ia bisa membacanya.


Pesawat luar angkasa itu melanjutkan perjalanannya untuk menjemput para peserta yang masih berada di dalam rumah, Marie baru saja pamit kepada orang tuanya dan ia sekarang berada di dalam rumah Mitsuki, melihat dirinya yang saat ini sedang dipeluk oleh Yuuna, setelah pelukan itu berakhir Yuuna menyemangati dirinya agar Mitsuki dapat memohon apapun yang ia mau di turnamen tersebut.


"Ingat, Mitsuki, jangan sampai kamu terseret ke dalam bahaya seperti pembunuhan atau semacamnya karena biasanya akademi permohonan akan dipenuhi dengan peserta yang belum kita ketahui sebelumnya. Kamu hanya perlu menjaga diri bersama Marie ya, berusahalah untuk menjadi yang terkuat juga agar permohonan kalian dapat dikabulkan."


"Tentu saja, Mama, kami akan pergi sekarang." Mitsuki tersenyum, ia bersama Marie pergi meninggalkan rumah itu untuk masuk ke dalam pesawat luar angkasa yang baru saja datang. Yuuna tersenyum melihatnya dan berharap bahwa Ayah mereka bisa melihat Mitsuki yang sudah tumbuh besar dan akan bertarung melawan peserta yang berada di setiap alam semesta.


Mitsuki dan Marie baru saja masuk ke dalam pesawat luar angkasa itu dan mereka bisa melihat Minami yang sedang melambaikan tangannya untuk mengajak mereka semua, Mitsuki dan Marie langsung menghampiri Minami dan duduk di tempat yang baru saja ia sediakan, semuanya sudah hampir berkumpul dan terlihat siap untuk memulai hari pertama mereka di akademi permohonan.


"Selamat pagi, apakah kalian sudah siap?" Tanya Mitsuki yang tidak sengaja duduk di sebelah Asriel, otomatis Asriel yang sedang membaca tersipu karena ia terlalu dekat dengannya.


"Tentu saja, kita hanya perlu menunggu Rokuro dan Hana, di tambah dengan ketiga saudara itu..." Minami terkekeh, ruangan yang tadinya terasa dingin entah kenapa menjadi hangat ketika Mitsuki ikut tersipu bahwa dirinya duduk dekat dengan Mitsuki, Minami hanya bisa menggoda mereka sehingga mereka mulai menatap arah lain dan membuat ruangan semakin panas.


"Apa ketiga saudara itu akan pergi dengan pelayan mereka?" Tanya Marie.


"Itu yang Haruka katakan, intinya ia akan datang secepat mungkin karena ia perlu mempersiapkan sesuatu untuk Co.Corp di tambah lagi barang-barang yang ia butuhkan untuk Kou, aku tidak percaya bahwa Kou memaksa ingin ikut..." Minami menghela nafasnya, Shuan hanya bisa diam karena Kou berbicara kepada dirinya untuk tetap mempercayai dirinya bahwa ia sekarang baru saja mendapatkan sesuatu yang begitu berkah, menggapai surga sudah cukup untuk membuat tubuhnya menahan segala penyakit dan kutukan dalam waktu yang lama.

__ADS_1


"Semoga saja Kou tidak memaksa diri, dia juga memiliki kita untuk selalu berada di sisinya." Kata Marie.


"Itu benar..." Minami tersenyum.


Pesawat luar angkasa itu sudah menjemput seluruh Legenda yang berada di Yuusuatouri dan pemberhentian terakhir itu di depan restoran milik Arata dimana Rokuro bisa mendengar suara pesawat itu. Sudah saatnya untuk pergi dan berpisah bersama keluarganya, ia menatap Arata yang menepuk kedua bahunya agar ia bisa memberi dirinya semangat untuk berusaha dalam turnamen permohonan.


 "Apapun yang terjadi jangan pernah lengah, di semesta ini pasti akan terdapat orang-orang yang menggunakan cara licik untuk menang. Menurut pengalaman yang aku rasakan sejak itu... terdapat banyak sekali peserta yang cukup genius dalam menggunakan kemampuan dan kekuatan mereka sampai menyebabkan konflik..." Perkataan Arata langsung masuk ke dalam pikiran Rokuro, ia mengangguk dan akan mencoba sekuat mungkin untuk tidak lengah dalam keadaan apapun.


"Dalam keadaan apapun jangan pernah menyerah lalu jika kalian berdua bertemu di arena yang sama, jangan pernah menahan diri, seorang Legenda tidak akan mengalah kepada siapapun bahkan keluarga sendiri." Kata Ophilia, mereka mengangguk lalu pergi meninggalkan restoran itu untuk masuk ke dalam pesawat luar angkasa yang sekarang akan lepas landas untuk mengunjungi semesta lainnya dan menjemput peserta yang diundang.


"Sepertinya kita semua sudah berkumpul ya..." Rokuro melihat Minami bersama yang lainnya, mereka semua mengangguk dan menyediakan dua kursi terakhir.


"Apakah ketiga saudara itu sudah akan pergi sekarang juga?" Tanya Hana.


"Haruka baru saja menghubungi kami bahwa ia akan pergi sampai pesawat luar angkasa itu tiba di kota buatan..." 


"Kota buatan...?" Minami mengambil sebuah gambar lalu ia menunjukkannya kepada Hana dan Rokuro, gambar yang memperlihatkan sebuah kota yang dilindungi dengan sebuah lingkaran besar, terlihat seperti kota yang melayang dan katanya kota itu akan mengunjungi setiap semesta, di kota itu juga sudah disediakan berbagai macam hal untuk kebutuhan para murid bahkan akademi dan turnamen itu terdapat di dalam kota itu.


"Kota buatan ya... Cukup menarik sekali, itu artinya kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama dengan mengunjungi bangunan yang berbeda, generasi yang ke empat terlihat menarik ya..." Hana mengambil gambar itu lalu melihat-lihat fasilitas apa saja yang tersedia di kota itu.


"Kalau tidak salah nama dari kota itu adalah kota permohonan juga walaupun tidak ada satupun barang atau apapun yang dapat mengabulkannya, intinya kita akan tinggal di kota itu selama lima bulan, lima bulan itu kita akan mempelajari berbagai macam hal di akademi permohonan." Minami mengetahui semua informasi itu dari Megumi dan buku panduan yang baru saja selesai ia baca.


"Permisi..." Tiba-tiba dua Legenda menghampiri mereka dengan ekspresi yang terlihat penasaran, mereka tidak mengenal kedua Legenda itu tetapi wajahnya mengingatkan mereka kepada seseorang.

__ADS_1


"Apakah masih ada tempat duduk yang kosong...?"


__ADS_2