
Selvia bergerak gesit ke depan sambil mengayunkan kedua katana-nya dengan bersamaan, menciptakan tiga naga yang keluar dari daratan di sekitar Shinku. Ketiga naga itu melesat menuju arah Shinku dan mencoba untuk melahapnya, tetapi Shinku terbang ke atas dan melihat ke bawah dimana naga-naga itu terus mengikuti-nya dengan rantai di sekitarnya yang mencoba untuk mengikat tubuh Shinku.
"Sepertinya kau sendirian dapat melawan Dewa itu cukup baik---" Kuro melihat Shinku yang lain di belakang-nya, ia segera disentuh dengan kedua telapak tangannya yang memiliki sebuah lambang. Lambang tersebut segera membuat dirinya terkejut karena diselimuti dengan aura Crimson, kedua lambang tersebut berputar di punggung Kuro hingga menciptakan seseorang di belakang-nya yang menyerangnya secara langsung.
Shinku tersenyum ketika berhasil melakukan sesuatu yang dapat membuat Kuro kesusahan, tetapi ia tidak menyangka bahwa iblis biasa seperti Selvia dapat membuat dirinya sendiri kesulitan, menggunakan sihir Crimson atau Sacred itu tidak akan mempan karena semua rantai yang berada di sekitar naga itu segera menyerap-nya dan memberi Selvia kekuatan yang jauh lebih kuat lagi.
"Trik-mu murahan sekali... Aku sudah pernah melawan seseorang yang sama persis seperti dirimu...!!!"
Selvia menciptakan sebuah portal besar di atas-nya untuk memanggil dua naga yang memiliki sihir Void, Shinku tidak menyangka bahwa anak dari Aldine ternyata sama kuatnya seperti ibunya sendiri, dia benar-benar dapat mengontrol sihir kuno [Void] dengan sangat sempurna dan mahir. Shinku tidak bisa pergi kemana-mana karena dirinya terkepung dengan lima naga serta portal-portal yang muncul di sekeliling-nya.
"Sihir-mu tidak akan mempan kepada diriku, Shinku...!!! Sehebat apapun dirimu ini...! Kelemahan pasti akan ada di dalam dirimu, Shinku!!!" Selvia menjentikkan jarinya, mengeluarkan beberapa rantai kegelapan dari portal-portal itu, mencoba untuk mengikat Shinku.
Shinku segera melindungi seluruh tubuhnya menggunakan aura Crimson itu, ia melepaskan aura Crimson itu yang dapat membuat seluruh rantai tersebut tidak bisa bergerak karena diselimuti dengan aura Crimson-nya itu. Selvia muncul di depan Shinku ketika ia mengedipkan mata-nya, semua naga yang mengelilingi-nya telah hilang karena masuk ke dalam kedua bilah pedang katana yang Selvia pegang.
"Haarrrgggghhhh...!!!"
Selvia melakukan sebuah serangan yang meninggalkan luka bekas [X] di perut Shinku, serangan tersebut mampu membuat Shinku memuntahkan darah yang cukup banyak serta mendorongnya ke belakang. Kedua bilah pedang itu memanjang dan berubah menjadi sesosok naga Void yang menggigit lengan Shinku lalu menyerang seluruh sihir Crimson yang ada di dalam tubuhnya.
Selvia bisa merasakan bahwa seluruh kekuatan dan kemampuan yang ia dapatkan dari Korrina mulai hilang karena di serap habis oleh kedua naga yang menggigit dirinya itu.
"Agggghhhhhhhhhhhhh...!!!" Teriak Shinku kesal, ia membelah kepala naga itu menjadi dua menggunakan kekuatan-nya yang meningkat pesat.
Kuro dan sesosok misterius yang menyerang mulai saling bertukar serangan yang sama setara, hal itu membuat dirinya terkejut seketika karena sesosok misterius yang ia lawan itu... adalah seseorang yang benar-benar dia kenal. Kuro melebarkan matanya dan tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat saat ini.
__ADS_1
"Tidak mungkin... Apa-apaan ini..!?" Kuro melihat sesosok misterius itu mulai melayangkan beberapa serangan yang mampu ia tahan untuk beberapa detik, serangan yang dilakukan oleh sesosok misterius itu mampu mendorong Kuro mundur dengan ekspresi yang terlihat kesusahan.
"Apa yang kau mau dariku, Hikari...!?" Tanya Kuro.
"... ..." Hikari tidak mengatakan apapun kecuali diam dan menyerang Kuro, mereka saling bertukar serangan. Kekuatan mereka ternyata sama setara dan tidak ada satupun yang mampu melebihi kekuatan mereka yang benar-benar seimbang, mereka terluka bersama dan saling bertukar serangan bersama.
"Sepertinya Shinku melakukan sesuatu yang benar-benar menyebalkan... Cih, ini menyusahkan...!" Kuro mulai mengingat kembali kejadian sebelumnya dimana Shinku menyentuh dirinya menggunakan kedua telapak tangan yang memiliki sebuah lambang, lambang yang dimiliki Shinku itu tidak terlihat jelas oleh dirinya.
"Sepertinya dia menggunakan kemampuan itu agar aku tidak ikut campur melawan dirinya 'kah...? Sungguh kemampuan yang benar-benar menyusahkan, aku harap Iblis wanita itu tidak terkena dengan kemampuan yang sama seperti-ku ini..." Kuro mencoba untuk melarikan diri tetapi Hikari segera menghalang dirinya dengan kecepatan penuh, entah kenapa kecepatan Hikari meningkat cukup drastis ketika mencoba untuk menghentikan dirinya.
"Benar-benar menyusahkan, tetapi tidak apa-apa... Aku ingin sekali bertarung dengan dirimu, Hikari...! Sang pemilik tujuh kebajikan...!!!" Kuro dan Hikari mulai saling bertukar serangan dan mengalami pertarungan yang sangat sengit, Korrina bisa melihat Kuro mulai melawan Hikari yang mengartikan situasi mulai memburuk.
"Aku benar-benar harus secepatnya membantu mereka semua dengan menghancurkan buku ini atau mencari rahasia yang ada di dalam-nya...!!!" Korrina berkeringat dingin sambil melakukan tarian Indonesia-nya.
***
Mungkin itu semua karena efek dari wilayah Crimson yang benar-benar bergabung dengan Touri sampai melepaskan tekanan kemana-mana yang mengubah wilayah lain menjadi wilayah Crimson juga. Haruka mengikuti mereka berdua sambil menikmati botol Vodka-nya, Sabrina dan Katrina tiba-tiba berhenti mengikuti mereka semua karena suatu hal.
"Jangan berhenti di tengah jalan, ayo kita secepatnya pergi mencari tempat yang lebih aman sebelum angkasa lainnya diselimuti dengan keberadaan Crimson itu." Kata Koura.
"Tidak, sepertinya apa yang kita lakukan sama saja bohong... Kita hanya perlu menahan semua kutukan Crimson itu yang mencoba untuk mengubah seluruh angkasa termasuk dua inti semesta lainnya...!" Sabrina mulai melepaskan seluruh aura Sacred biru tua-nya sampai semua kutukan Crimson itu mulai berhenti bergerak karena Sabrina.
Katrina mulai melakukan hal yang sama, kedua dari mereka mampu menahan semua kutukan itu berkat sihir Sacred mereka yang sudah berada di tingkat setengah sempurna. Setelah satu masalah sudah selesai, masalah lainnya mulai datang dimana Arata melihat seorang Legenda yang terlihat sama persis seperti Shira.
__ADS_1
"Kita kedatangan seseorang sepertinya..." Kata Arata, ia segera terbang ke depan untuk menjaga Katrina dan Sabrina yang menahan semua kutukan itu.
"Lebih baik kalian semua pergi secepatnya dan menciptakan inti semesta Touri yang baru, satu-satunya kesempatan yang dapat membawa kita menuju ambang kemenangan adalah seluruh populasi Touri untuk membantu kita melawan pasukan musuh...!" Haruka memberitahu mereka untuk tidak menghabiskan waktu lainnya dan segera pergi mencari tempat yang aman.
Shiro dan Arata melesat menuju arah satu sama lain, mereka saling bertukar serangan. Bukan hanya Shiro yang datang tetapi Homuze juga datang dengan ekspresi yang terlihat sangat kesal ketika melihat Haruka. Haruka hanya bisa diam ketika melihat wajah Shiro dan Homuze karena sebelumnya dia mengenal mereka berdua.
"Ternyata kalian mendapatkan kesempatan lainnya untuk tinggal di dimensi asli ya..." Ucap Haruka pelan, ketika ia mencoba untuk melawan Homuze. Sebuah celah Crimson besar muncul di belakangnya sampai Mortem mencekik leher-nya dari belakang lalu membawa dirinya ke dalam portal tersebut sampai portal itu tertutup rapat.
"H-Haruka...!!!" Seru Katrina dan Sabrina bersama ketika melihat Haruka yang dibawa oleh seseorang, entah itu siapa tetapi dia memiliki sihir Crimson yang sama kuatnya dengan Shinku.
Arata tidak menghiraukan kepergian Haruka, fokus-nya kepada satu orang yaitu Shiratori Shiro dimana ia dapat melampiaskan seluruh kebencian-nya kepada seorang ras Eternal. Untungnya Shiro adalah ras Eternal dan dia sudah pasti cukup untuk menjadi lawan Arata yang sudah sepenuhnya bersiap untuk menyiksa Shiro.
Homuze mencoba untuk membantu Shiro yang saat ini sedang bertarung melawan Arata, tetapi dia tiba-tiba dihentikan oleh Megumi yang datang tepat waktu. Mereka berdua mulai saling menatap satu sama lain sampai Homuze menunjukkan raut wajah yang kesal.
"Sepertinya kau mengikuti-ku dari awal ya, dasar ******..." Kata Homuze.
Megumi tidak mengeluarkan sedikit kata apapun kecuali menatap gadis api itu dengan tatapan yang sangat tajam, kedua pupil mata-nya yang tajam dan berwarna emas mampu membuat Homuze waspada karena dirinya adalah ras Neko Legenda yang sangat kuat.
Homuze dan Megumi melesat menuju arah satu sama lain, pertarungan sengit antar keempat Legenda itu dimulai. Sabrina dan Katrina tidak bisa membantu karena mereka sedang sibuk melindungi seluar angkasa dari kutukan Crimson itu yang terus menyebar kemana-mana.
***
Portal itu melempar Haruka keluar sampai ia terjatuh di atas tanah dan melihat sebuah pedang yang hampir saja menusuk dada-nya, untungnya Haruka segera berguling ke kanan dan bangkit untuk melihat seseorang yang menyerangnya. Haruka tidak terlihat terkejut ketika melihat penampilan berbeda dari Mortem.
__ADS_1
"Wahhh... Aku sangat tercengang melihat penampilan-mu yang sekarang dipenuhi dengan alat-alat, Mortem..." Kata Haruka, tubuh Mortem sekarang digabungkan dengan tubuh canggih karena tubuhnya yang dulu sudah sepenuhnya hancur oleh Hikari.
"Ck...!" Mortem menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Aku akan membunuh-mu...! Akan sangat berbahaya jika dirimu lepas di semesta ini...!"