Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 871 - Daya tahan Es


__ADS_3

Konomi dan Lumi masih saling bertabrakan karena kecepatan mereka, di tambah lagi setiap serangan selalu saja beradu sampai menyebabkan guncangan di sekitarnya.


Asteroid kecil di sekitar mereka sampai membeku karena aura Lumi yang terus melepaskan suhu dingin untuk mempengaruhi tubuh Konomi yang saat ini kebal karena kekuatan peningkatan dari Crosslight Mode.


Kecepatan Konomi juga tidak bisa Lumi lihat begitu saja karena dia bergerak sangat cepat sampai pinggang terkena tusukan tombak itu sampai wajahnya di hantaman dengan pukulan dari tinju kirinya.


Lumi membekukan tubuhnya, mencoba untuk meningkatkan daya tahannya demi bisa menyerang Konomi dengan serangan es yang dapat membekukan tulang dan organ tubuh di dalamnya.


Namun, Konomi berhasil menghindar sampai ia melakukan 4 tebasan menyilang cepat secara beruntun yang dapat menciptakan pendarahan semaksimal mungkin ke tubuh musuh dengan meninggalkan luka yang sangat dalam.


"Aggghhh...!" Pendarahan yang ia alami langsung membeku, termasuk dengan noda darah yang menempel pada tubuh Konomi sampai pembekuan yang ia rasakan kuat sekali.


Lumi melakukan backflip ke belakang sampai ujung dari kakinya menendang dagu Konomi lalu mendorongnya mundur ke belakang, "Aku harap semua ini cukup untuk menunjukkan semua kekuatan ini!"


"Nona Lucia pasti akan merasa bangga kepada diriku yang sudah menahan dirimu... aku juga tidak sabar untuk memberikan pesan tentang kekuatan barumu ini."


"Kalau tidak salah... Nona Lucia pernah bertarung dengan dirimu bukan? Saling merebut Grimoire sampai ia terkecoh dengan kemampuan yang dimiliki oleh gadis waktu itu."


"Itu benar... karena kerja sama kita dan strategi yang aku pikirkan, Koizumi berhasil menggunakan dosa Greed untuk membeku buku sihir itu agar Lucia menyangka bahwa itu hanya es biasa."


Lumi hanya bisa tersenyum serius, merasa terhormat karena melawan salah satu Legenda yang berhasil menipu Lucia begitu saja.


Lumi mengeluarkan kipas dari saku Kisetsu yang ia kenakan lalu mulai mengerahkan God Lenergy yang sangat besar sampai mendorong Konomi ke belakang lalu membekukan seluruh tubuhnya itu.


"Kamu juga tidak buruk, menerima semua luka dalam itu... aku tidak menyangka seranganku yang mematikan dapat membuatmu bertahan sejauh ini."


"Walaupun sihirku berdasarkan es dan seorang Saint Ice, berikan diriku kesempatan untuk memanaskan tubuhmu sebelum memasuki hidangan utama!!!"


Lumi mengipas ke depan sampai melepaskan suhu yang mampu menciptakan es kecil, saking kecilnya sampai kulitnya terkupas lalu menerima serangan es yang menusuk dagingnya sampai membeku.


Serangan Lumi berjalan begitu cepat dan berturut-turut sampai Konomi mulai tertekan, di belakangnya juga terdapat bola meteor es yang berhasil ia ciptakan melalui sepihak es hancur pada sebelumnya.


Konomi terlalu sibuk dengan serangan di depan sampai ia tidak sadar bahwa tubuh asli Lumi membeku sampai berpindah ke dalam meteor es lalu mencekik leher Konomi dari belakang.


"Walaupun kekuatanku tidak begitu hebat... setidaknya daya tahan yang aku miliki bisa menahan dirimu sampai nona Lucia pulang!" Lumi menampar wajah Konomi dengan kipas itu sampai ia terpental ke depan.


Lumi langsung menggerakkan kipasnya sampai mengumpulkan banyak sekali meteor es yang menahan Konomi, tabrakan itu menghancurkan semuanya sampai pipi bekas tamparan itu meninggal luka robek yang membeku.


"Ck... serangannya lumayan kuat jika terlalu dekat." Konomi meningkatkan auranya lalu ia memegang erat tombaknya, mencoba untuk merencanakan sesuatu agar bisa pergi memeriksa planet Lemia.


Auranya menyebar sampai kekuatan dari Crosslight memberikan dirinya peningkatan lebih besar lagi, tamparan kipas tadi bisa dibilang luka fatal tetapi Konomi bisa menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Legend's Boost telah aktif, sama halnya dengan Lumi yang sudah menerima serangan tebasan itu sebanyak dua kali sampai ia memperoleh peningkatan sebesar itu.


Perbedaan antar kekuatan mereka bisa terlihat jelas dengan Legend's Boost yang diperoleh, Konomi maju secepat mungkin ke depan sampai membuat Lumi waspada dengan serangan yang akan ia lakukan.


Lumi melebarkan matanya ketika melihat Konomi menghilang begitu saja, ia menoleh ke belakang tetapi Konomi kembali muncul di belakangnya dengan tatapan serius.


Konomi mengayunkan tombaknya itu sampai menyebabkan tebasan kepada Lumi dimana bagian ujungnya berbentuk mata pedang berlapis aura putih keunguan.


Tombaknya menerima banyak aliran


Lenergy dan sampai menciptakan tebasan yang sangat kuat ke salah satu bagian tubuh target yang ingin diserang.


Serangan tersebut langsung menebas punggung Lumi sampai terbuka, luka itu mengeluarkan banyak darah yang membeku menjadi es sampai menajam kepada Konomi lalu melukai perut dan dadanya.


"Hugggghhhh...!" Konomi memasang tatapan yang terlihat kesakitan, ia terlalu meremehkan kekuatan es yang Lumi kuasai karena semuanya bergantung dengan daya tahan.


Serangan yang Lumi lakukan berhasil Konomi hindari sampai kedua tatapannya fokus dengan semua luka yang Lumi terima mulai mengalami pembukaan.


Semua kulit dan daging yang sudah tertebas oleh tombaknya mendadak sembuh sampai menyatu kembali karena pengerasan es itu, ia maju ke depan lalu muncul di belakang dan sebelah Lumi.


Lumi mengerutkan dahinya, mencoba untuk fokus dengan keadaan sekitar karena ia bisa melihat banyak sekali Konomi bermunculan di sekitarnya yang menandakan kecepatannya sudah tidak bisa tertandingi olehnya.


Lumi dengan beruntungnya menciptakan perisai es melalui kedua pergelangan tangannya sampai menahan serangan Konomi yang muncul dari depan, serangan tusukan yang berjalan secara beruntun.


Lumi mundur ke belakang, mencoba untuk melakukan serangan lain tetapi perutnya menerima pukulan sikut cukup dalam sampai menghancurkan tulang punggungnya.


Konomi memutar tombaknya sampai gagangnya mengenai wajah Lumi lalu tubuhnya memperlihatkan banyak celah untuk dirinya serangan, ia terus mengayunkan tombaknya beberapa kali sampai meninggalkan banyak sekali tebasan di tubuhnya itu.


Daria melihat Lumi mulai kesulitan karena Konomi, ia memunculkan sihir air yang menciptakan gelembung besar tetapi Ako menembak panah es kepada gelembung tersebut sampai membeku.


"Lawanmu adalah aku... jangan mengurusi masalah orang lain sebelum kau menyelesaikan masalah yang kau miliki!" Peringat Ako selagi membidik wajah Daria menggunakan busurnya.


"Gadis itu sudah meniru rupaku yang sangat cantik dan elegan, apakah aku akan membiarkan dirinya begitu saja?" Tanya Daria yang mengingat bahwa Konomi dan Koizumi meniru tampangnya bersama kandidatnya.


"Salah sendiri... kenapa kau menghadapi diriku sekarang? Tatapan yang kau berikan padaku sebelumnya seperti memberiku sebuah kode untuk bertarung denganmu."


"Dalam pertarungan... tidak ada yang namanya memilih, kau menerima siapa yang sudah menantang dirimu duluan. Kita sebagai bangsa Legenda menyelesaikan masalah dengan pertarungan!!!" Ako melepaskan banyak sekali panah kepada dirinya.


Daria mengerutkan dahinya lalu ia melarikan diri menuju wilayah yang bisa ia jadikan sebagai keuntungan, Ako mulai mengejar dirinya selagi membidik dan mengisi setiap panahnya dengan Lenergy.


***

__ADS_1


Konomi muncul di hadapan Lumi lalu ia mengisi Lenergy melalui tapak kirinya, setelah itu ia melepaskan gelombang besar ke depan sampai mementalkan Lumi ke belakang dengan zirah es yang retak.


Konomi memunculkan Railgun nya lalu ia melepaskan banyak sekali peluru energi yang mengenai tubuhnya beberapa kali sampai God Lenergy yang Lumi miliki mulai berkurang.


Konomi tanpa memberi belas kasihan terus mempercepat tembakan itu demi bisa melemahkan dirinya, peluru energi itu terus menembus zirah es yang ia ciptakan sampai dirinya sudah tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menahannya.


Banyak sekali asap yang ia sebabkan sampai Konomi merasakan keberadaan Lumi masih berada di dalam sana, ia melesat menuju asap itu lalu melihat Lumi yang sedang melakukan pertahanan.


Lumi tidak berhasil bereaksi cepat karena wajahnya menerima satu tendangan dari Konomi yang bergerak cepat sampai tidak bisa ia lihat lagi.


Lumi menabrak planet di belakangnya lalu ia bangkit dari atas tanah dengan tubuh yang menjatuhkan banyak darah sampai membeku, "Masih belum...!"


"Daya tahanku ini akan terus bertahan sampai aku memberikan dirimu... arti dari pemanasan yang sebenarnya..." Lumi meraih kembali kipas itu lalu ia melihat Konomi berada di atas langit dengan tatapan serius.


Konomi melempar tombak itu menuju arah Lumi tetapi ia berhasil menghindar lalu tercengang ketika melihat dirinya sudah ada di sebelahnya dengan tendangan yang mengenai punggungnya.


Tanpa menggunakan tombak itu, Konomi menghantam perut Lumi dalam sekali tanpa memedulikan pengerasan es yang dijadikan sebagai pertahanan kuat.


Konomi langsung memegang kedua tangan Lumi lalu mematahkannya sehingga ia mendengar dirinya menjerit kesakitan lalu menerima tendangan di bagian dadanya.


Lumi terjatuh ke belakang, mencoba untuk meraih kipasnya tetapi tidak bisa. Waktunya sudah tiba untuk dirinya yang aku mengorbankan nyawanya demi mengulurkan waktu selama-lamanya.


"Nona Lucia... maafkan aku... aku tidak cukup kuat..."


"...tolong... setelah engkau kembali, berikanlah hukuman es kepada mortal satu ini yang sudah menyiksaku." Batin Lumi yang mencoba untuk bangkit tetapi tidak bisa.


Kedua matanya meneteskan air mata lalu tersenyum dalam detik-detik kematiannya, "Hidup Dewi Lucia... semoga Anda bisa menjadi Dewi selanjutnya... Dewi es agung...!"


"Artes Chaos Multi-Blaster!" Konomi mengangkat lengan kirinya ke atas.


Kemampuan sihir yang dapat memunculkan beberapa meriam Blaster yang melayang dan dapat dikendalikan oleh Konomi secara


telepati dimana meriam tersebut akan selalu mengikuti targetnya kemanapun selama berada dalam jarak pandang.


Sihir itu dapat dipanggil kembali oleh penggunanya maupun melayang di belakang Konomi untuk menembakan laser yang cukup kuat.


Serangan tersebut ditujukan untuk melukai musuh sebanyak mungkin dengan rentang serangan sesingkat mungkin, "Aku harap kau menikmati dunia kematian yang kau percaya sesuai kepercayaan es!"


Meriam blaster itu menembakkan gelombang yang sangat tebal dan besar sampai mengenai tubuhnya itu lalu memberikan dirinya kesakitan yang tidak bisa dijelaskan lagi.


"Es... akan... membekukan dirimu... sampai mati." Lumi menutup kedua matanya dengan pasrah sampai tubuhnya langsung meledak karena serangan itu.

__ADS_1


"Hah... Hah... Hah..."


"Daya tahannya memang tidak bisa aku remehkan..."


__ADS_2