Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 289 - Arisu


__ADS_3

Yuuna melesat ke depan lalu ia mengayunkan pedang-nya beberapa kali ke arah Zangetsu tetapi ia berhasil menghindari semua serangan itu lalu ia memegang bilah pedang tersebut menggunakan kedua jari-nya lalu ia melempar-nya ke atas, Yuuna mencoba segala cara untuk bisa melukai Zangetsu tetapi gagal sehingga ia terlempar ke belakang karena dorongan yang ia lepaskan.


Legenda lain-nya datang untuk menyerang Zangetsu tetapi mereka sudah kalah sebelum datang untuk mendekati diri-nya karena dorongan yang ia lepas untuk mampu melukai mereka dengan aura hitam yang mulai menyelimuti tubuh mereka sehingga Zangetsu dikejutkan dengan Arisu yang melesat menuju arah diri-nya sambil melancarkan beberapa serangan.


Zangetsu menahan semua serangan itu dengan berhati-hati karena mata-nya baru saja membuat diri-nya kebingungan, ia tadi melihatnya kening Arisu memiliki lambang [Omni] tetapi sekarang lambang itu terhalang karena rambut poni-nya itu. Zangetsu menendang kaki-nya lalu ia mendorong-nya mundur sehingga Arisu melanjutkan serangan itu dengan meluncurkan cahaya ke arah Zangetsu.


Zangetsu dengan mudah menangkis serangan itu ke atas, kekuatan Arisu masih belum sepenuh-nya bangkit sehingga ia masih belum cukup untuk bisa melawan-nya. Zangetsu melancarkan satu pukulan dan Arisu menahan-nya menggunakan kedua lengan-nya sehingga ia perlahan-lahan terdorong ke belakang, ketika Arisu mencoba untuk menyerang balik... perut-nya terkena satu pukulan yang membuat diri-nya memuntahkan darah.


Zangetsu melihat banyak celah sehingga ia langsung menyerang Arisu dengan menghantam wajah-nya beberapa kali, Shira mulai merasa kesal sampai ia tidak bisa fokus untuk mengumpulkan seluruh kekuatan-nya... ia harus tetap fokus dan memikirkan tujuan utama-nya, Arisu pasti masih bisa bertahan ketika ia menerima semua serangan itu.


Arisu mencoba untuk menendang Zangetsu tetapi ia berhasil menahan serangan-nya itu menggunakan lengan kanan-nya saja dan ia langsung menyerang balik tetapi untungnya Arisu berhasil menghindari-nya dengan mudah... walaupun dia sudah menghindar wajah-nya masih terkena satu pukulan sehingga itu membuat diri-nya lemah.


Zangetsu melanjutkan serangan-nya dengan melayangkan serangan bertubi-tubi sehingga setiap serangan-nya mengenai dada-nya dan juga wajah-nya, Methode mencoba untuk melawan Zangetsu tetapi ia terdorong mundur sampai tubuh-nya terasa berat ketika Zangetsu melepaskan dorongan dan aura-nya itu.


Arisu terus dihajar habis-habisan dengan serangan tinju yang bertubi-tubi, tidak ada yang bisa menyelamatkan Arisu dan bahkan tidak ada satupun orang yang bisa mendekati mereka berdua karena Zangetsu sangat menikmati pemandangan-nya, ia berhasil menyiksa seorang gadis yang memiliki kepercayaan diri dan tekad tinggi untuk melawan diri-nya.


Zangetsu masih terus menghajar Arisu sehingga ia mengerang kesakitan dan tidak bisa melakukan apapun, serangan itu sungguh cepat sampai menekan tubuh Arisu dan melambatkan tubuh-nya, Arisu berhasil melompat ke belakang tetapi ia masih dihajar habis-habis oleh Zangetsu sehingga ia mengakhiri serangan yang bertubi-tubi itu dengan menghantam perut-nya.


"Uggghhhh---" Zangetsu menghantam wajah-nya sampai ia terdorong ke belakang lalu menundukkan kepala-nya dan Zangetsu masih melanjutkan serangan-nya itu sehingga kepala Arisu sekarang dipenuhi dengan darah yang mengalir deras, satu serangan terakhir ia gunakan dengan menghantam wajah-nya lagi sampai ia terdorong ke belakang.

__ADS_1


"Ughhh... uckk..." Arisu menatap Zangetsu dengan ekspresi yang terlihat lemas, kedua penglihatan-nya mulai buram dan kabur ketika menerima semua pukulan itu yang mengenai kepala-nya berkali-kali sehingga Zangetsu masih belum selesai dan memilih untuk menghantam wajah-nya lagi.


Bammm...!!!


"Sungguh kejam..." Yuuna terkejut melihat kejadian itu, jika tadi ia masih melanjutkan-nya maka ia akan dihajar habis-habisan oleh Zangetsu. Arisu melayang di atas langit dengan kedua lengan-nya di bawah, ia menundukkan kepala-nya karena ia sudah tidak bisa merasakan apapun... kepala-nya terasa pusing dan pandangan-nya kabur.


"Gadis... kau hebat juga." Zangetsu mulai menyelimuti tinju kanan-nya dengan aura hitam, "Sekarang kau akan menikmati waktu-waktumu di dunia kematian!!!" Zangetsu melancarkan satu pukulan terakhir untuk menghabisi Arisu.


Arisu melebarkan kedua mata-nya memancarkan cahaya emas yang sangat menyilaukan, Zangetsu tercengang sampai tubuh-nya merinding untuk sesaat, satu pukulan yang ia lancarkan itu berhasil mengenai Arisu tetapi tubuh-nya tiba-tiba diselimuti dengan cahaya jadi ia sekarang memukul sebuah cahaya, Arisu yang bercahaya itu mulai hilang dan muncul tepat di belakang-nya.


"A-Apa...?" Zangetsu menoleh ke belakang dan Arisu yang saat ini sedang membelakangi Zangetsu mulai menghadapi-nya dengan dua mata yang tertutup... rambut-nya mulai memanjang sehingga berubah menjadi warna emas dan bahkan poni-nya mulai melayang sehingga menunjukkan simbol [Omni] di kening-nya.


Zangetsu mencoba untuk melayangkan serangan-nya yang bertubi-tubi tetapi tubuh Arisu itu seperti cahaya dimana cahaya tidak akan bisa disentuh bahkan kecepatan-nya sekarang juga melampaui kecepatan cahaya. Semua serangan dan dorongan itu mampu Arisu hindari sehingga ia tidak bisa merasakan apapun dan pandangan-nya saat ini hanya menunjukkan cahaya yang indah.


Ketika Zangetsu mengakhiri serangan-nya, Arisu mengepalkan tinju kanan-nya yang diselimuti dengan warna emas lalu ia menghantam perut-nya sehingga punggung Zangetsu melepaskan cahaya emas yang sangat besar, "HUOOOGGHHHH!!!" Tinju itu terasa sangat menyakitkan sehingga ia memuntahkan banyak sekali darah.


Zangetsu langsung meraba bekas serangan tadi karena ia bisa merasakan kesakitan yang sangat dahsyat, Shira bersama yang lain-nya terkejut ketika melihat Arisu yang tiba-tiba berubah menjadi seorang Legenda yang berbeda. Apakah ini perkembangan Arisu yang terus bermunculan sejak dulu...? Itu yang Methode pikirkan sampai ia tersenyum, "Adik-ku memang hebat..."


"Arisu... akhirnya... kau menunjukkan-nya ya..." Shinra tersenyum.

__ADS_1


"Arisu..." Homura tersenyum.


Arisu dan Zangetsu mulai menatap satu sama lain, tidak ada rasa kesal atau amarah yang Zangetsu rasakan melainkan kesenangan besar karena tubuh-nya pasti akan semakin terbiasa ketika melawan Arisu di wujud-nya seperti ini, ia sungguh tidak sabar untuk melawan-nya sekarang tanpa harus menahan diri.


Mereka melepaskan aura yang besar dan memiliki ukuran yang sama persis, untungnya Arisu menciptakan cahaya penahan yang dapat menahan semua dorongan dan aura mereka dari ras lain-nya. Arisu melesat menuju arah Zangetsu dan tepat saat ia berada di hadapan-nya, ia langsung muncul di belakang-nya dengan kedua tinju-nya yang ia rapatkan.


Arisu melancarkan satu serangan itu yang mengenai puncak kepala Zangetsu dan menyebabkan diri-nya untuk terlempar ke bawah, mereka melesat menuju arah satu sama lain lalu mulai berpegangan tangan untuk bisa menahan dorongan mereka masing-masing. Zangetsu tersenyum lalu ia memutarkan tubuh Arisu lalu melayangkan satu sikut yang mengenai perut-nya.


"Agh!" Arisu masih bisa terluka ketika Zangetsu mulai menyerang menggunakan aura dan kekuatan-nya itu, sekarang Arisu harus benar-benar berhati dan terus menjaga pertahanan-nya, ketika ia menerima pukulan tadi... Arisu membalas-nya dengan menendang kepala Zangetsu menggunakan lutut-nya sampai ia langsung mencoba untuk menyerang balik.


Mereka mulai melayangkan serangan yang sama sehingga semua serangan itu mulai saling beradu, Zangetsu melayangkan satu tendangan kepada Arisu dan Arisu berhasil menahan tendangan itu dengan mudah lalu ia menyerang balik dengan menghantam perut-nya menggunakan tinju emas-nya itu.


Setelah itu Arisu melarikan diri karena ia bisa menebak bahwa sebentar lagi ia akan melayangkan serangan yang bertubi-tubi tetapi sekarang berbeda karena ia mengeluarkan sihir yang berbentuk bola hitam ke arah-nya, semua bola itu mulai mengejar Arisu sehingga ia menangkis semua sihir itu menggunakan sikut dan tinju-nya sehingga Zangetsu muncul tepat di hadapan-nya.


Zangetsu melayangkan satu pukulan yang mengenai wajah Arisu sehingga pukulan itu tidak mampu untuk mementalkan Arisu melainkan hanya menggerakkan kepala-nya sedikit, perlahan-lahan Arisu mulai menatap Zangetsu dengan ekspresi yang terlihat kesal walaupun tinju-nya masih mengenai pipi-nya.


"A-Apa...?" Zangetsu mundur beberapa langkah ketika melihat Arisu memiliki pertahanan yang tebal sekarang, Arisu mulai menunjuk dada Zangetsu menggunakan satu telunjuk lalu ia melanjutkan dengan satu pukulan yang mampu membuat tubuh Zangetsu bergetar sampai gelombang cahaya muncul di belakang punggung-nya.


"Ugghhhhhhhhh!!!!" Zangetsu memuntahkan banyak darah yang mengotori wajah Arisu dan darah itu langsung hilang oleh cahaya yang melindungi tubuh-nya.

__ADS_1


"Kau akan aku hajar habis-habisan sekarang...!!!"


__ADS_2