
Aiko memberitahu Shinra bersama yang lain-nya untuk mengulurkan waktu dan mengurus semua Golem itu, Shinra bersama yang lain-nya setuju dan mereka segera melawan Golem lain-nya yang terus berdatangan. Aiko hanya perlu fokus ke inti-nya dimana ia harus pergi menuju menara golem itu tetapi beberapa Golem datang untuk menghalang-nya.
Untungnya Kurota dan Haki melempar pedang mereka ke arah semua Golem itu sampai hancur, sebenarnya Aiko tidak membutuhkan bantuan karena ia bisa bertarung sendiri dengan mengubah mereka menjadi Golem yang berbentuk busa-busa. Menara Golem itu berbentuk seperti Golem asli dan Aiko bingung ia harus masuk lewat mana.
Aiko tidak memilih pilihan lain selain membuat sebuah pintu menggunakan sihir realita-nya sehingga ia sekarang berada di dalam menara itu, Shinra bersama teman-temannya tidak merasa puas ketika bertarung melawan semua Golem itu yang lemah, sepertinya Golem yang lebih kuat akan menyambut mereka jika mereka ingin mengunjungi negara itu.
"Seperti melawan batu tetapi mereka bergerak..." Kata Haki.
"Benar juga..." Jawab Kurota.
Aiko sekarang berada di dalam menara itu, ia melihat banyak sekali debu dan juga sarang laba-laba dimana-mana, tempat ini sangat tua dan seperti-nya tidak ada satupun orang yang menjaga-nya. Ia mulai menjelajahi menara itu yang sangat tinggi sehingga ia melihat dua lubang yang melambangkan kedua mata menara Golem tersebut.
"Dua lubang... aku bisa melihat menara inti pusat itu, itu arti-nya belakang-ku adalah sumber pembangkit kekuatan dan tenaga untuk inti pusat itu 'kah?" Aiko menoleh ke belakang dan melihat dua bola hitam yang saat ini tidak berputar, tentu saja... menara ini sangat tua dan bahkan bola-bola itu tidak bekerja sehingga tidak berputar.
"Ternyata mudah juga ya... selama ini menara ini hanya tua dan tidak di urus sampai inti pusat tidak memiliki tenaga dan kekuatan yang cukup." Aiko hanya perlu menyentuh kedua bola itu dan memindahkan beberapa kekuatan sehingga bola hitam itu kembali berputar lalu memancarkan cahaya coklat ke depan lalu tiba di dalam inti pusat.
"Tugas-ku selesai..." Aiko mulai menghubungi Shira, "Bagaimana? Apakah semua tenaga dan kekuatan sudah terkumpulkan?" Tanya Aiko.
"Tidak... dua menara lagi yang masih belum aktif, itu artinya kita serahkan sisa-nya kepada Mortem dan Shou..." Shira mulai menatap tabung itu yang sekarang disinari dengan berbagai cahaya yang indah, yang lain-nya saat ini masih berlatih di ruangan bawah dan Shira lebih memilih untuk istirahat dulu.
__ADS_1
Percakapan mereka berakhir itu artinya Aiko bersama yang lain-nya bisa pulang kembali menuju [Netherwaste] untuk beristirahat disana atau menghabiskan waktu bersama keluarga, "Aku harap semua perjuangan kita memberikan kita hasil kemenangan untuk bisa merebut Touri kembali." Shira berjalan keluar sambil menatap langit-langit dengan ekspresi yang terlihat serius.
Claanggg...!!!
"Hah... hah... hah..." Alvin mulai bernafas berat, tubuh-nya dipenuhi dengan luka dan juga keringat yang terus berjatuhan karena ia masih belum beristirahat berlatih melawan mereka semua. Haruki dan Arata menyerang secara bersamaan tetapi Alvin menghentikan serangan mereka dengan melempar kedua sabit-nya itu.
"C-Cukup... batas woi... batas..." Alvin mundur beberapa langkah lalu ia duduk di atas lantai dan mencoba untuk mengumpulkan nafas-nya, Haruki dan Arata mulai pergi meninggalkan ruangan itu untuk mengambil sebotol air untuk mereka dan juga Alvin. Arisu berbaring di atas tanah karena ia merasa puas untuk berlatih dengan mereka semua.
"Kau adalah anak terkuat dari Shiratori Shinra ya...? Cara bertarung-mu itu hebat dan aku yakin kau sebentar lagi akan menjadi calon [Omni-Legend], buatlah ayah-mu bangga, nak." Kata Alvin, ia sendiri melihat banyak sekali fenomena aneh ketika bertarung dengan Arisu dimana dahi-nya terus menunjukkan kata [Omni].
Arata kembali masuk ke dalam ruangan itu untuk melempar sebuah botol air dan Alvin menangkap-nya lalu membuka penutup botol itu, Arata duduk di sebelah Alvin sambil meminum botol air-nya itu. Ia bersikap baik kepada-nya untuk hari ini saja karena Kuro baru saja memberitahu diri-nya sesuatu yang penting.
"Oi, dewa."
Arata mulai menceritakan Korrina kepada Alvin tentang dimana ia pernah diserang oleh seluruh penghuni Touri, awal-nya mereka semua menyangka bahwa diri-nya adalah penyebab dari semua kematian dewa dan dewi itu, Alvin sempat terkejut dan merasa kesal sehingga Arata mulai memberitahu hasil-nya bahwa mereka semua meminta maaf bahkan diri-nya sendiri juga merasa bersalah.
Setelah mengetahui Korrina mati berjuang melawan Shinku, sekarang ia mengetahui tentang Korrina yang disakiti oleh mereka... sungguh ujian yang cukup menyedihkan bagi istri-nya sehingga ia berduka cita, "Kedatangan-mu itu sungguh mendadak, dewa... aku tidak menyangka bahwa kau seberuntung itu untuk kembali."
"Kau akan sibuk lagi seperti-nya." Arata tersenyum serius, "Maksud-mu? Sibuk apa? Langsung kepada inti-nya dan jangan berbasa-basi dengan-ku."
__ADS_1
"Kuro pernah bertarung melawan Korrina, jadi begini... Kuro mengeluarkan seluruh pedang dosa-nya ketika melawan Korrina sehingga ia terluka bahkan lebih buruk-nya lagi pedang [Lust] memberikan luka goresan kecil yang mampu membangkitkan nafsu-nya kembali." Ketika Arata berbicara seperti itu, Alvin sontak kaget... ia seperti-nya salah paham karena ia sekarang berpikir bahwa Korrina melakukan hubungan inti dengan orang lain.
"Awal-nya dia ingin melakukan-nya dengan diri-mu yang berasal dari dimensi palsu tetapi seperti-nya ia dapat mengontrol-nya dengan mudah menggunakan sihir Sacred-nya itu, jika bertemu diri-mu maka itu akan beda cerita." Arata bangkit lalu tersenyum kepada Alvin, "Semoga beruntung... aku menantikan anak-mu yang lainnya, apakah dia akan jauh lebih kuat dari Haruka?"
"Oi... jangan bercanda, kau tidak serius bukan?!" Alvin langsung menelan ludah-nya, "Sial... itu artinya jika aku bertemu dengan diri-nya maka...!!!"
***
"Negara penuh dengan kenikmatan...! Negara yang dipenuhi dengan gadis cantik serta pakaian yang terbuka! Ya, itu adalah ras putri duyung atau bisa disebut sebagai Mermaid!!!" Kata Shou sambil melayang di atas langit dan mengintip semua Mermaid yang sedang berenang, Shou bersama rekan-rekannya telah tiba di negara putri duyung yang bernama [Paradise].
"Itu artinya kita sudah dekat dengan menara yang berbentuk seperti kerang..." Selvia mulai membuka peta dan ia melihat sebuah lambang yang berbentuk kerang, tidak jauh dari tempat itu sehingga ia melihat sekeliling dan tidak melihat apapun kecuali gelembung besar.
"Shou, jangan bersikap ****** dan masuk ke dalam negara itu... tidak ada waktu sekarang, menara-nya ada di dekat sini." Kata Vinna, "Santai sedikit-lah... aku ini seorang pria dan ingin beristirahat bersama ras putri duyung itu, apakah tidak boleh?" Shou mencoba untuk kabur menuju negara itu tetapi Vinna mencekik leher Shou menggunakan ekor-nya.
"Jika kau masuk ke sana maka kau bisa saja memancing musuh, dasar bodoh... fokus dulu dengan tujuan utama kita." Vinna menghampiri Selvia lalu ia ikut menatap peta itu untuk mencari kerang, mereka mulai melihat sekeliling sehingga melihat sebuah kerang yang sedang melayang dan berpindah tempat.
"Itu seperti-nya kerang yang kita cari, kerang yang dapat memberikan sumber kekuatan dan tenaga untuk inti pusat tetapi kerang itu tidak mau diam... apakah Idris menyebut-nya sebagai kerang ajaib karena bisa bergerak dan melayang dimana-mana?" Selvia menunggu waktu yang tepat untuk kerang itu mendekat dengan arah mereka karena ia sudah menyiapkan sebuah rantai panjang untuk menarik kerang tersebut.
"Tetapi aneh sekali ya... kata-nya kita mencari menara tetapi apakah kerang itu bisa disebut sebagai menara untuk membangkitkan tenaga inti pusat?" Tanya Vinna yang mulai melihat sekeliling lagi menggunakan indah penglihatan-nya yang sangat tajam.
__ADS_1
Selvia bisa melihat kerang itu mulai mendekat, ia memutarkan rantai-nya lalu melempar-nya ke arah kerang tersebut sehingga kerang itu langsung membuka mulut-nya dan memakan semua rantai itu dengan mudah, Selvia langsung tercengang ketika melihat kerang itu mampu memakan rantai-nya yang sudah diselimuti dengan sihir Void.
"K-Kerang itu memakan rantai Void!?"