
""KITA MENANG!!! MENANG! MENANG!""
Semua pasukan mulai merayakannya di luar angkasa selagi melepaskan beberapa sihir kecil untuk memperbaiki mood sekitar.
Kou menghela nafas dengan lega, ia tidak lupa untuk melaporkannya kepada Haruka dan Honoka bahwa ancaman Touriverse telah berhasil di kalahkan.
Shira tersenyum melihat semua penghuni alam semesta mulai melakukan pesta besar-besaran, melihatnya saja sudah cukup untuk menjadi bayaran bagi dirinya.
"Papa! Kita berhasil!" Panggil Minami yang mulai terbang kepada Shira lalu memberi dirinya sebuah pelukan yang sangat erat.
Shira merasa bersyukur untuk bisa melihat kedua putra dan putrinya datang untuk menyambut dirinya, sudah 8 bulan ia tidak melihat mereka tetapi baginya terasa seperti ratusan tahun lamanya.
"Anak-anak, kerja bagus..." Shira tersenyum, memberi Shuan dan Minami sebuah pelukan yang erat untuk menunjukkan rasa bangganya melihat kedua anaknya telah bertambah kuat lagi.
Semua keluarga telah kembali berkumpul dan sebagian juga tetap merasa sedih karena telah kehilangan sebagian teman dan keluarga yang sangat dekat, semuanya terjadi karena takdir buruk yang telah kembali.
Keberadaan Zoiru sudah hilang, tidak bisa di cari lagi oleh siapa pun, kemungkinan besar karena ledakan big bang tadi sudah cukup untuk menghapus Bamushigaru bersama Zoiru.
Kedamaian telah kembali, perjalanan yang cukup panjang bagi mereka semua karena merasakan kembali ancaman yang jauh lebih mengerikan di bandingkan kebangkitan Zangetsu.
"Sudah waktunya ya..." Kuro sudah tidak bisa lagi merasakan bahaya apapun, ia terdiam dan memeriksa kondisi Arata yang cukup parah karena sudah menghancurkan batasannya terlalu berlebihan.
"Kuro, apakah kita sudah sepenuhnya berhasil?" Tanya Haruki untuk memastikan karena ia sebentar lagi akan pergi untuk mengunjungi keluarganya.
"Sepertinya esensi dan keberadaan Zoiru sudah hilang... Realm of Oath juga bahkan hancur karena serangan Shira tadi mempengaruhi dimensi Oath juga..." Jawab Kuro sambil menyilangkan kedua lengannya.
Shira menghampiri Kuro dan Haruki, ia bisa melihat Kou mendatangi mereka selagi memasang tatapan senang, "Kita benar-benar berhasil... aku sudah tidak bisa lagi mencari pikiran Zoiru."
"Kalian memang hebat... jika bukan karena kalian maka semuanya sudah akan menjadi makanan untuk Bamushigaru, kita semua akan terjebak." Kata Kou.
"Karena kami? Tentunya bukan..." Jawab Haruki.
"Haruki benar, kita tidak akan bisa melakukan semua ini tanpa pimpinan dirimu, ratu Touriverse." Kata Kuro sambil menunjukkan senyumannya kepada Kou.
"Ya, jika saja kamu sudah kehabisan rencana dan ide maka kita semua akan kalah bersama... hidup sebagai keluarga di dalam perut Bamushigaru." Shira terkekeh.
Shira, Haruki, dan Kuro mulai menatap satu sama lain lalu mereka tersenyum dan mengangguk, saling setuju dengan pilihan yang baru saja mereka bicarakan sebelum masuk ke dalam tubuh Bamushigaru.
""Terima kasih banyak, ratu Touriverse! Karena dirimu... semua rencana dan usahamu telah memberikan kami hasil yang baik yaitu kedamaian abadi lagi!"" Ucap mereka secara bersamaan selagi menundukkan kepala mereka.
Kou terkejut melihat ketiga Legenda terkuat itu menundukkan kepalanya kepada dirinya, otomatis ia langsung salah tingkah karena ini pertama kalinya ia merasakan hal seperti itu.
"E-Ehh...?! Bukan aku saja... tetapi kalian lah inti dari semua ini bisa terjadi, kalian tidak perlu memujiku seperti itu." Kata Kou dengan kedua pipinya yang memerah.
"Hahaha, tetapi kamu lah yang sudah merencanakannya dari nol. Aku yakin kau sudah berada di level yang berbeda dengan Korrina!" Shira terkekeh sambil mengelus kepalanya.
"Aku tidak menyangka akan berterima kasih dan kepada keturunan Dewa sepertimu, Kou. Kau memang membuka harapkan ku lebih jauh lagi..." Kuro terkekeh untuk pertama kalinya juga.
"Hahahahaha, mungkin kamu salah satunya keturunan Korrina yang sangat aku hormati." Haruki mulai tertawa selagi mengusap kepalanya juga.
"Ehh... te-terima kasih..."
""Tidak, kami yang seharusnya berterima kasih."" Mereka mengacungkan jempol, Kou tersenyum dan tertawa lalu ia mengacungkan jempolnya juga.
"Hahaha~ Apakah kalian bisa mendengarkanku, penghuni semua alam semesta...!!!" Kou mulai berbicara menggunakan telepatinya agar bisa di dengar oleh semua penghuni alam semesta.
"Ratu Touriverse berbicara, Kou Comi! Berkat bantuan kalian semua...! Usaha dan kerja keras yang kalian lakukan untuk menghentikan ancaman itu...!"
__ADS_1
"Zoiru dan Bamushigaru telah resmi di kalahkan...!!! Terima kasih karena kerja keras kalian dan semangat yang kalian semua miliki...!!!"
"Hilangkan rasa khawatir dan nikmatilah kebebasan yang kalian miliki itu!" Perkataan Kou langsung membuat semua penghuni semesta bertambah senang, pesta mereka terus berjalan.
Tubuh Shira, Haruki, dan Kou memancarkan cahaya putih sampai seluruh arwah yang terjebak di dalam tubuh Bamushigaru telah bebas sampai mereka semua melayang ke atas dan perlahan-lahan menghilang.
"Ahhh... arwah yang di makan oleh Bamushigaru... semuanya bebas dan akan hidup damai di surga..." Kou tersenyum melihat semua arwah itu beterbangan keluar dan menghilang untuk menikmati istirahat yang begitu panjang.
Shira melebarkan matanya ketika melihat arwah Kakaknya berdiri tepat di hadapannya selagi menepuk bahu kanannya itu.
"Yo, adik kecil..." Shinra tersenyum.
"Ka-Kakak..."
"Apapun masalahnya... dan ancamannya, aku yakin kau pasti akan menemukan jalan untuk menyelesaikannya." Shinra mulai berbicara sebelum meninggalkan Shira untuk selamanya.
"Jangan sampai kamu kehilangan semangat dan niat untuk melakukan apa yang kau ingin lakukan... tidak ada yang mengatur dirimu, semuanya adalah pilihan bagimu."
"Sebagai Kakakmu yang tertua, aku akan mendukung pilihan apapun itu dan aku yakin kedua orang tua kita juga sama."
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan soal diriku lagi... sudah waktunya kita hidup mandiri dengan berpisah." Shinra mulai menepuk punggung Shira sampai membuat dirinya merasa sedih.
"Semua yang kau rasakan terjadi karena takdir batu... harus terjadi, apapun yang terjadi dan tentunya takdir juga memiliki jalan berbeda jika kau mau mencari jalan itu."
"Kau telah hidup di masa yang asli ini... menjadi seorang Legenda layak dengan memulai segalanya dari nol dimana cahayamu hanya bisa menerangi ruangan..."
"...sekarang lihatlah dirimu, kau dapat melakukan apapun dengan cahaya bahkan menyebabkan ledakan big bang untuk menciptakan alam semesta emas yang begitu besar."
"Ayah dan Ibu telah memberiku pesan kepadamu... dan pesan itu adalah..."
"Besok adalah hari yang baru untuk memulai kedamaian lagi, entah apa yang akan terjadi selanjutnya tetapi kau harus terus melanjutkan hidup sampai puas..."
"Mulai dari sekarang dan seterusnya... kau harus tetap kuat dan sabar. Jangan hilang semangat dan niat untuk berjuang." Shinra mulai menatap wajah Shira lalu ia tersenyum penuh dengan rasa bangga.
"Shiratori Shira... adik kecilku..."
"Perjalanan yang sungguh panjang kan? Kita sama-sama harus bertahan hidup demi menghadapi takdir yang begitu menyakitkan..."
"...banyak sekali yang sudah terjadi, kita memiliki kehidupan dan perjuangan sendiri tetapi buku sejarah ku sudah habis, sudah waktunya untuk menutupnya." Tubuh Shinra perlahan-lahan menghilang.
"Astaga... aku tidak menyangka akan melihat adikku yang dulu penakut dan cengeng akan menjadi Legenda yang sangat kuat." Shinra terkekeh dengan pelan sampai membuat Shira menangis.
"Terserah apa yang akan kau lakukan di mulai dari sekarang dan seterusnya..."
"...aku akan selalu bangga dan menyayangi adikku sendiri!" Shinra mengacungkan jempolnya lalu ia menghilang dan mengalami perpindahan menuju tempat istirahat selanjutnya.
Semua arwah menghilang, menikmati tempat istirahat mereka di atas sana yaitu surga bahkan Kou sempat melihat banyak sekali keturunan Comi yang pamit kepada dirinya.
"... ..." Kou tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan mereka tetapi ia sendiri merasa sedih dan bersalah melihat mereka semua menghilang seketika.
Haruki melihat dirinya yang palsu menghilang juga bahkan Kuro juga melihat Arata versi palsu yang ikut menghilang, semuanya akan hidup dengan damai mulai dari sekarang juga.
"Kou Comi..." Panggil seorang gadis dari belakangnya, ia mulai menoleh ke belakang dan melihat seorang gadis dengan rambut putih mulai mengusap kepalanya.
"Terima kasih karena sudah membebaskan kami semua ya... dengan ini, tidak ada lagi ancaman yang akan menyarang kami." Tubuh gadis itu mulai bersinar putih dan perlahan-lahan menghilang.
"Kamu juga keturunan Comi...?" Tanya Kou yang mulai memegang tangannya.
__ADS_1
"Iya... hanya saja kami tidak akan menjadi lebih hebat di bandingkan kalian semua... dirimu dan kedua Kakakmu itu." Gadis itu tersenyum.
"Bisakah... kamu menyampaikan pesanku kepada seluruh keturunan Comi bahwa aku suatu saat nanti akan datang... jika waktunya tiba." Kata Kou.
"Hm, tentu saja, aku akan menyampaikan pesan itu kepada mereka."
"Namamu... siapa?" Tanya Kou.
"Mortem... Memory Mortem... aku sebenarnya kakak dari Haruka tetapi ketika ia mati, semuanya sudah berubah." Tubuh Mortem mulai menghilang karena ia juga sudah tidak bisa melanjutkan kehidupan.
"Hm! Aku akan mengingatnya... sampai jumpa, aku harap kalian hidup tenang di sana." Kou melambaikan tangannya, Mortem mengangguk lalu ia menghilang.
Shira sudah tidak bisa lagi melihat kedua orang tua dan kakaknya, rasa sedihnya bertambah semakin besar sehingga ia mulai menangis dengan nada yang keras.
"AAHHHHHHHH!!!" Teriak Shira keras lalu ia mengepalkan kedua tinju dan giginya karena merasa kesal kepada Zoiru dan mereka yang sudah membunuh keluarga.
"Brengsek... Oather brengsek...!!! ***** dan bodoh...!!! Kau memiliki satu pekerjaan...!!! Setidaknya lakukan pekerjaanmu dan jangan mengorbankan banyak nyawa...!!!"
"Sudahlah, Ayah." Shuan mulai menepuk punggung Shira.
"Musuh-musuh brengsek...!!! Aku sudah lelah dan muak mendengar ideal yang tidak berguna...!!! Apanya kehancuran dan apanya memenuhi hasrat kekuatan...!?"
"Papa!" Panggil Minami.
"Apa!?"
"Jangan melupakan harga dirimu ketika melihat seseorang yang dekat denganmu mati... kamu harus tetap tegar dan tenang, melanjutkan apa yang mereka inginkan."
Shira langsung mengendalikan dirinya lagi, menghentikan semua rasa amarah dan muak yang memenuhi pikirannya itu.
"Ayo, Ayah, mari kita pulang..." Ajak Shuan.
"Ya, kau benar..."
"Z yang mengartikan sumpah bagi bangsaku..." Terdengar suara seseorang.
"O artinya Oath yang memiliki makna sumpah dan janji..."
"I untuk iringan kematian yang akan terjadi..."
"R yang memulai dari rasa... kesakitan... kepedihan... dan penderitaan..."
"U... adalah awalan dari Universe, itu artinya semua alam semesta adalah milikku."
BAAAMMMMMM!!!
Dada Kou menciptakan lubang yang besar ketika menerima sebuah serangan, "GAAAHHHH!!!"
Kou terjatuh di atas asteroid menerima Serangan laser hijau tepat di dadanya sampai ia sudah tidak bisa di jamin selamat lagi karena serangan tadi.
Semua penghuni semesta tercengang ketika melihat Kou menerima satu serangan dalam di bagian dadanya, entah itu dari mana tetapi mereka melihat suara aura hijau di hadapan mereka semua.
"T-Tidak mungkin..." Kuro tidak bisa berkata-kata lagi, tubuhnya merinding dan tidak bisa bergerak ketika melihat seseorang yang ia kenal.
"Mustahil...!!!" Shira mengepalkan kedua tinjunya.
"...Zoiru!!!"
__ADS_1